Tag: Darmin Nasution

Presiden JOKOWI Puji Kehebatan OLLY DONDOKAMBEY

Jokowi dan Olly (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo kembali berkunjung ke Sulawesi Utara dan disela-sela kunjungannya, sosok Olly Dondokambey terus dipujinya. Salah satu pujian yang diungkapkan Jokowi sapaan akrabnya adalah kejelian Dondokambey sebagai Gubernur Sulawesi Utara dalam membangun sektor pariwisata Sulut.

”Ekonomi disini mengarah ke pariwisata. Feeling Pak Gubernur (Olly Dondokambey) bagus sekali,” kata Jokowi di Manado, Kamis (04/07/2019).

Jokowi juga memuji kebijakan Gubernur Olly yang membebaskan seluruh biaya administrasi pengurusan sertifikat tanah bagi masyarakat Sulut. Dan dengan lantang Jokowi menyebutkan bahwa masyarakat Sulawesi Utara beruntung punya sosok sehebat Olly Dondokambey.

Dalam kunjungan kali ini, Jokowi selain membagikan sertifikat tanah untuk ribuan masyarakat di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Kota Manado bersama istri tercinta, Iriana Joko Widodo, melihat perkembangan pembangunan infrastruktur pariwisata yang dikerjakan di Sulut diantaranya perluasan terminal Bandara Sam Ratulangi Manado.

Sebagai dukungan pada perkembangan pembangunan di Sulawesi Utara, Jokowi tak lupa membawa sejumlah pejabat teras negara diantaranya, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Sementara itu, Gubernur Olly Dondokambey mengapresiasi Jokowi yang sudah berkali-kali mengunjungi Sulut, terlebih atas perhatiannya pada  pembangunan sektor pariwisata Sulut. Olly pun berjanji akan selalu mendukung kepemimpinan Jokowi demi Sulut dan Indonesia yang lebih hebat ke depan.(cat)

Menarik, Singapura Jegal Tax Amnesty

Ilustrasi, Tax Amnesty (Foto Ist)

Ilustrasi, Tax Amnesty (Foto Ist)

JAKARTA – Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution meyakini upaya Singapura menjegal tax amnesty bakal menemui kegagalan. Sepanjang Indonesia bisa menyiapkan instrumen investasi dan insentif terbaik untuk menarik masuk dana yang ditanam konglomerat di luar negeri.

“Normal saja jika ada negara yang menyimpan banyak dana orang Indonesia, berusaha memberikan insentif untuk jangan pindah. Tapi tax amnesty kita itu sudah merupakan insentif yang sangat besar. Jadi, yang penting dengan insentif yang sangat besar dari tax amnesty itu instrumen penempatan disiapkan, sudah tinggal itu,” kata Darmin di kantornya, Jakarta, Minggu (24/7/2016) saat dilansir Merdeka.com.

Dia melanjutkan, pemerintah bekerja sama dengan pengusaha swasta dan Badan Usaha Milik Negera berusaha keras menyiapkan instrumen untuk menampung dana repatriasi tersebut. Seperti diketahui, Kementerian Keuangan telah menetapkan tiga jenis lembaga keuangan yang bisa mengelola dana repatriasi. Yaitu, perusahaan efek, manajer investasi, dan perbankan.

Untuk yang disebut terakhir, Kemenkeu menetapkan 18 bank persepsi untuk menampung dana repatriasi peserta pengampunan pajak. Belasan bank tersebut dinilai telah memenuhi sejumlah persyaratan.

Adapun 18 bank tersebut adalah:

Bank Central Asia (Tbk)

Bank Rakyat Indonesia

Bank Mandiri (Persero)

Bank Negara Indonesia (Persero)

Bank Danamon Indonesia (Tbk)

Bank Permata (Tbk)

Bank Maybank Indonesia (Tbk)

Bank Panin Indonesia (Tbk)

Bank CIMB Niaga

Bank UOB Indonesia

Citibank

Bank DBS Indonesia

Standard Chartered Bank

Deutsche Bank

Bank Mega

BPD Jawa Barat dan Banten

Bank Bukopin Tbk

Bank Syariah Mandiri. (*/Rahmat)

Menko Perekonomian Berharap Tingkat Bunga Single Digit

Darmin (Foto Ist)

Darmin Nasution (Foto Ist)

JAKARTA – Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian memimpin rapat koordinasi yang dihadiri pimpinan lembaga keuangan dan perbankan. Rapat tersebut dilakukan guna mengetahui kondisi perekonomian terkini dan membicarakan langkah untuk menurunkan suku bunga kredit hingga single digit.

Rapat tersebut dihadiri Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro, Menteri BUMN Rini Soemarno, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara, dan Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan. Hadir pula Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Asmawi Syam dan Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Achmad Baiquni.

Darmin menjelaskan, rapat tersebut membicarakan langkah yang akan ditempuh pemerintah untuk mengejar target pencapaian inflasi tahun 2016. Selain itu, rapat yang diselenggarakan pada Kamis (10/3/2016) malam tersebut juga membincangkan terkait suku bunga deposito.

“Berangkat dengan kepercayaan kita bisa menegakkan inflasi empat persen tahun ini. Terkait itu bunga deposito berapa, BI rate berapa, berbagai faktor kita bicarakan yang nanti ujungnya akhir tahun berharap tingkat bunga single digit masih di situ peta diskusinya,” kata Darmin di kantornya di Jakarta.

Lebih lanjut, Darmin menuturkan, rapat tersebut terfokus pada pembicaraan terkait suku bunga korporasi terlebih dahulu. Adapun untuk sektor mikro, pemerintah akan mengambil langkah berupa pemberian subsidi. “Itu korporat dulu, kalau mikro kita subsidi saja supaya single digit,” terang Darmin.

Darmin menerangkan, rapat semacam itu akan dilakukan secara berkala. Tujuannya adalah guna mengetahui hambatan serta keberhasilan di masing-masing lembaga. (ST/Kompas.com)

Menko Perekonomian Kunjungi KEK dan IHP Bitung

Kunjungan menko perekonomian di Kota Bitung (Foto Suluttoday.com)

Kunjungan menko perekonomian di Kota Bitung (Foto Suluttoday.com)

BITUNG, Suluttoday.com – Pemerintah kota Bitung menerima kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, dalam kunjungan tersebut diterima langsung oleh Penjabat Wali Kota John H. Palandung didampingi oleh Gubernur Sulut Olly Dodokambey, wakil gubernur Steven Kandouw, Ketua DPRD Bitung Laurensius Supit dan walikota terpilih M.J. Lomban.

Pada Kamis (25/02/2016). Dan perlu kita ketahui bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), memiliki dasar hukum peraturan pemerintah nomor 32 tahun 2014 tentang KEK Bitung dengan luas wilayah 534 ha. KEK Bitung dengan nilai investasi pembangunan kawawan 1,7 triliun, atau diperkirakan menarik investasi Rp. 32,89 triliun hingga 2025 dan akan menyerap tenaga kerja 97.500 orang.

KEK Bitung juga akan memiliki zonasi antara lain; industri kelapa 65,4 ha, industri perikanan 50 ha, industri farasi 105,5 ha, industri lainnya 41,1 ha, logistik 25,8 ha, serta didalamnya fasilitas perkantoran dan publik, perumahan, RTH. Menurut Menko Perekonomian Darmin Nasution, KEK itu telah didesain dan memiliki landasan undang-undang dan peraturan pemerintah.

Begitu juga dengan fasilitasnya sudah sangat jelas dan semuanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, namun hal ini kembali lagi pada pemerintahan daerah dan soal desain yang sudah ada. Lanjut Nasution, Bitung juga masih memiliki beberapa kelemahan dalam pengembangan Internasional Hub Port, dimana dalam pengembangannya masih belum jelas. Misalnya apakah pengembangannya IHP dizonasi pulau lembeh atau didepan kawasan ekonomi khusus, dan begitu juga dengan masalah perikanan Bitung yang masih mengalami masalah yang sangat serius karena tidak bisa melaut.

“Hal ini akan dibahas dengan beberaoa kementerian agar semuanya sudah mendapat kepastian yang jelas, dan pastinya KEK, IHP dan Perikanan Bitung akan menjadi prioritas utama pemerintah pusat,” ungkap menko perekonomian Darmin Nasution. Menko Perekonomian juga mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Internasional Hub Port (IHP). (Robby).

Menko Ekonomi Ajak Kembalikan Kejayaan Danau Toba

Darmin Nasution (Foto Ist)

Darmin Nasution (Foto Ist)

JAKARTA – Pemerintah RI melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution membandingkan Bali dan Danau Toba sebagai tujuan wisata. Menurutnya, Danau Toba bisa mencontoh Bali untuk pengembangan kawasan.

Darmin mengungkapkan, keaneka ragaman hiburan yang ditawarkan Bali memang menjadi minat tersendiri bagi para wisatawan, sehingga mereka selalu menjadikan Bali sebagai tujuan utama untuk berlibur.

“Kenapa Bali berhasil? Karena ada keanekaragaman. Bukan hanya keindahan, tetapi ada kesenian, kerajinan, dan sebagainya. Bahkan, konferensi besar bertaraf internasionaol juga dilakukan di sana,” ujar Darmin saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (13/2/2016).

Hal ini, kata Darmin, bisa dijadikan contoh besar dalam upaya pemerintah mengembangkan sektor pariwisata di Danau Toba. Menurutnya, pengembangan Danau Toba tidak hanya menjadi peranan pemerintah pusat, melainkan dibutuhkan juga sinergi penuh dari pemerintah daerah.

“Saya ingin sampaikan, bahwa kita perlu segera melaksanakan pekerjaan ini. Apakah itu memperluas lapangan terbangnya, jalan lingkar di Danau Toba. Kita perlu membangun lingkungan yang menarik buat para turis,” ujar dia.

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini menegaskan, jika ingin melihat Danau Toba sebagai sektor pariwisata yang strategis layaknya Bali, pengembangan pun tidak hanya di lokasi tersebut, melainkan daerah yang mencakup Danau Toba. Sehingga, roda perekonomian juga akan bergerak secara merata.

“Sumatera Utara juga harus dikembangkan, tidak hanya Toba saja. Harus dikembangkan secara menyeluruh. Terutama di Medan, harus dikembangkan dengan baik. Ini tantangannya. Saya percaya kita mampu. Mari kita mulai,” tutur dia. (ST/Viva.co.id)

iklan1