Tag: das

VICKY LUMENTUT: Pantai Malalayang, Tongkaina dan Bunaken Harus Bersih

DR GS Vicky Lumentut (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Semangat Wali Kota Manado, DR GS Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota Manado, Mor Dominus Bastiaan, SE untuk melakukan pembangunan di Kota Manado tidak pernah menurun tensinya, lihat saja bahkan dihari libur sekalipun kedua pemimpin Kota Manado ini tetap turun di lapangan. Wali Kota Manado, kepada Suluttoday.com menyampaikan khusus di sektor pariwisata memang kebersihan menjadi perhatian utama.

Diakui Wali Kota Manado dua periode ini bahwa memperhatikan Manado agar benar-benar bersih harus didukung dari kesadaran masyarakat disaat membuang sampah. Selain itu, kebersihan yang bersifat komprehensif patut menjadi perhatian, tidak sekedar bersifat responsif atau insiden semata penyelesaiannya, tapi juga bersifat pengawasan preventif.

”Terutama sektor kebersihan yang menjadi perhatian kita, karena memang mengembangkan sektor pariwisata tidak mudah. Pada aspek pembangunan infrastruktur dan pencegahan preventif memang penting menjadi perhatian kita, belum lagi dengan kita mendorong agar masyarakat menyadari tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Kebersihan sampah di Manado harus diperhatikan dari hulu sampai hilirnya,” ujar GSVL, Jumat (13/10/2017) di Pendopo Kantor Walikota Manado.

Tidak hanya itu, Wali Kota yang akrab disapa GSVL ini menghimbau dan mengajak masyarakat agar menjaga pantai dari sampah agar pemandangan Kota Manado betul-betul bersih. Untuk itu, Wali Kota GSVL berencana mengaktifkan kegiatan bersih-bersih Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kota Manado. Wali Kota berpesan agar pantai Malalayang, pantai Tongkaina dan Bunaken dapat dibersihkan dari sampah.

”Mari kita menjaga kebersihan secara bersama-sama, saya sudah merencanakan kita membuat kegiatan secara berkala di sepanjang DAS yang ada di Manado. Secara bergantian polanya, karena sampah kembayakan berawal dari sungai, kegiatan bersih-bersih sungai harus digalakkan tiap saat. Nah, saya mengingatkan agar warga menjaga kebersihan sepanjang pantai Malalayang, pantai Tongkaina dan pantai Bunaken,” tutur GSVL menutup. (Amas)

Waduuh…. Sosok Mayat Lelaki di Temukan di Sungai Girian

Warga saat mengangkat Mayat (Foto Suluttoday.com)

Warga saat mengangkat Mayat (Foto Suluttoday.com)

BITUNG, Suluttoday.com – Ditemukannya mayat lelaki menggemparkan masyarakat Bitung, ratusan masyarakat memadati tempat kejadian perkara (TKP) yang berada dikuala bir sungai Girian. Korban yang beridentitas Desa Maxi Talani berumur 18 tahun berdomisi Desa Watudambo Jaga Tujuh Kecamatan Kauditan Minahasa Utara, mayat tersebut ditemukan dk belakang rumah Keluarga Mantiri-Tangkudung Kelurahan Manembo-Nembo Kecamatan Matuari, Kamis (17/9/2015).

Massa yang berkerumun si sekitar jurang menuju daerah aliran sungai (DAS) Girian atau Kuala Bir, pasca menerima informasi penemuan mayat. “Ada dapa mayat kata,” ujar warga di sekitar lokasi kejadian. Di sekitar lokasi memang tercium bau tak sedap, sementara itu petugas polisi sudah berada di lokasi langsung merujuk ke areal penemuan mayat.

“Benar ada mayat ditemukan didalam bronjong atau talud berdalaman 3 meter,” ujar petugas.

Hingga saat ini proses evakuasi telah selesai dilakukan, kemudian langsung dibawah kerumah sakit daerah manembo-nembo guna proses selanjutnya. (Robby).

Peter Assa: Pencabutan Papan Proyek Bantuan JICA, Tidak Benar

Peter Bartje Assa, Kepala Bappeda Manado

Peter Bartje Assa, Kepala Bappeda Manado

MANADO – Kendati ada beberapa daerah bantuan JICA yang ditarik karena terbentur persoalan pembebasan lahan. Namun untuk kota Manado untuk proyek revitalisasi sepanjang DAS Tondano dipastikan Kepala Bappeda Manado Peter Assa, tidak akan terjadi. Pasalnya menurut Assa, justru bantuan yang bermasalah yang berasal dari JICA kini telah ditarik dan ditampun ke Manado.

”Untuk Manado proyek fisiknya telah mencapai total Rp700 miliaryang awalnya hanya Rp156 miliar. Itu karena daerah lain yang gagal terkait denbgan bantuan proyek JICA, dananya itu masuk ke Manado,” ungkap Assa Senin (9/2/2015) kepada wartawan.

Tidak hanya itu, untuk alokasi danas pembebasan lahan meski APBD 2015 telah ditata sekitar Rp7 miliar, dukungan dana dari APBN-P melalui Balai Sungai diusulkan Rp10 miliar. ”Pemkot mampu tahap satu 2 kilometer di APBD 2015 dengan anggaran Rp7 miliar atau untuk 4-5 hektar. Proyek tersebut dimulai dari jembaan Megawati ke arah hulu,” terang mantan Kadis Periwisata Manado ini.

Pembebasan lahan lanjutnya, maksimal 15 meter baik kiri dan kanan DAS, tapi nantinya akan lihat kondisi dilapangan, hingga besar kemungkinan pembebasan lahan kiri dan kanan tidak merata. Disatu sisi dijelaskan Assa, untuk Manado awalnya memang ada persoalan perbedaan mekanisme, persepsi disitim pelelangan dan kedua, komitmen pembebasan lahan. Tapi persoalan itu sudah dirapatkan pada Januari 2015 lalu.

”Saat itu, di KemenPU dan JICA lanjut di Manado. Sudah ada komitmen soal lahan, anggaran ditata 2015, bergulir di PU dan BPN. Proses pelelayang tanggul banjir sedang berlangsung dan saya pastikan soal pencabutan papan pengumumn proyek bantuan JICA di DAS Tondano tidak benar. Karena saat ini juga, konsultan minta progress, artinya lelang mulai tinggal tunggu keyakinan progres laporan. JICA sendiri telah perpanjang kerjasama sampai 2016 untuk Manado,” kunci Assa. (**/Amas Mahmud)

Wawali Mangindaan: Saya Jelas Sangat Prihatin Atas Musibah

Wawali Manado saat menjalankan tugas pengawasan (Foto Ist)

Wawali Manado saat menjalankan tugas pengawasan (Foto Ist)

MANADO – Usai banjir beberapa hari lalu, Wakil Wali Kota (Wawali) Manado Dr Harley Mangindaan dan Dandim 1309 Manado Letkol Kav Dino Martino, Badan SAR Nasional (Basarnas), Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) menyisir Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano dengan perahu karet Basarnas.

Hal itu dilakukan untuk melihat dampak kerusakan luapan DAS Tondano hingga rumah di bantaran sungai dan sekitarnya terdampak banjir. Dalam pantauan tersebut Ai sapaan Wawali menilai perlu ada perbaikan tanggul-tanggul yang rusak termasuk merencanakan pembangunan early warning system (EWS) atau sistem peringatan dini di daerah aliran sungai.

Membangun sistem peringatan dini banjir dan pola mitigasi bencana yang lebih baik hingga pada akhirnya akan meningkatkan koordinasi antar pemerintah setempat di daerah penyangga dan lembaga dalam pembagian kewenangan mengatasi banjir.

”Saya jelas sangat prihatin atas musibah banjir yang kini kerap terjadi setiap tahun atau saat intensitas curah hujan begitu tinggi secara menyeluruh. Catatan pertama saya, untuk mengantisipasi banjir adalah penerapan early warning system dan mitigasi bencananya,” ungkap Wawali yang dibenarkan Dandim Manado.

Lanjut Wawali selain itu juga, perlu dilakukan membangun kesadaran masyarakat kota Manado serta dimana aliran DAS Tondano lalu, bahwa mereka tinggal dan hidup di daerah bencana. ”Sehingga mereka harus bersahabat dengan banjir seperti jangan buang sampah ke sungai,” kunci Ai. (**/Amas Mahmud)

Inilah Sejumlah Wilayah di Manado yang Terendam Air

banjir-bandang-manado

Kondisi banjir di Manado belum lama ini

MANADO Hujan yang mengguyur Kota Manado sejak tadi malam hingga Minggu (11/1/2015) pagi membawa dampak terjadinya banjir yang mengengi rumah warga. Sumbangan banjir terbesar berdasarkan informasi juga diakbiatkan dari luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano pada sejumlah wilayah di Manado.

Seperti diketahui, beberapa Kelurahan terendam banjir sekitar Pukul 04.00 WITA dini hari. Bahkan kondisi cuaca saat ini sejumlah wilayah seputar Manado masih terus diguyur hujan meski tidak selebat malam tadi. Sementara itu, peringatan yang dikeluarkan BMKG pun terus menghantui warga Kota Manado, apalagi mereka yang terkena bencana banjir bandang 15 Januari 2014 lalu.

Harus diakui, warga memang masih trauma dengan kejadian tahun 2014 lalu. Untuk itu warga pun banyak berharap dan berdoa agar kejadian tersebut tidak akan terulang lagi.

Untuk diketahui juga sejumlah wilayah seperti Kampung Tubir, Karame, Paal 2, Ketang Baru, Mahawu, Ternate Tanjung dan beberapa daerah lainnya yang sering menjadi banjir akibat meluapnya DAS Tondano sudah terendam banjir sejak dini hari tadi. Hal yang sama juga terjadi dimana banjir  telah melanda Komo Luar, Dendengan Dalam serta walayah Banjer.

Sejumlah elemen masyarakat terus berkordinasi seperti RAPI, PMI, BPBD, KODIM 1309, Polri, Basarnas dan lainnya terus standby dan melakukan efakuasi warga yang telah berada di tempat yang aman warga juga telah mengungsi ditempat-tempat yang aman. (Amas Mahmud)

iklan1