Tag: DBD

Wali Kota GSVL: Fogging Tidak Tepat Sasaran, Berbahaya

Dr GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado (Foto Ist)

Dr GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado (Foto Ist)

MANADO – Menyusul merebaknya kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) sampai merengut 3 nyawa warga Kota Manado, banyak ikut merasa terpanggil memberantas wabah DBD ini dengan melakukan penyemprotan foggingPemkot Manado sendiri dibawah kendali Dinas Kesehatan hingga saat ini turun lapangan melakukan fogging di sejumlah wilayah yang dinilai menjadi tempat berkembang biaknya wabah DBD ini.

Hanya saja Wali Kota, Dr GS Vicky Lumentut mengingatkan, melakukan fogging tidak sembarangan tempat. ”Seperti pernyataan Kadis Kesehatan yang say abaca di media. Jika fogging dilakukan secara tidak baik, tidak tepat sasaran justru akan berbahaya. Menimbulkan racun,” kata GSVL, sapaan akrab Wali Kota Manado, Kamis (5/2/2015).

Untuk itu orang nomor satu di Kota Manado ini berharap jika ada yang dengan kerelaan hati merasa terpanggil bersama-sama memberantas kasus DBD bisa berkoordinasi dengan pemerintah, khususnya Dinas Kesehatan. ”Takutnya, jika tidak koordinasi dengan Dinas Kesehatan malah akan menimbulkan masalah baru. Misalnya, lokasi yang tidak ada kasus DBD tapi sudah keburu defogging, akibatnya akan berbahaya bagi kesehatan warga Manado,” tukas suami tercinta, Julyeta P.A Lumentut-Runtuwene ini.

Sementara itu, di HUT 70 Prof Jan Lombok, GSVL meyampaikan banyak selamat menyusul dan salut atas pengabdian Prof Lombok selama ini. ”Saya teringat ketika saya baru menjadi PNS di Pemprov Sulut. Banyak bimbingan diberikan Prof Lombok. Berbagai motivasi dan wejengan lain dalam kehidupan ini,” kata GSVL.

Bahkan, hingga memasuki usia senaj ini, menurut GSVL, Prof. Lombok terus memberikan masukkan pemikiran bagi dirinya, khususnya pembangunan di Kota Manado. “Banyak selamat Prof Lombok. Semoga sehat dan terus diberkati bersama istri dan anak-anak serta cucu,” jelas GSVL didampingi sang istri Paula Lumentut-Runtuwene. (Amas Mahmud)

Raih Juara Kejurnas Bridge, Harley Mangindaan Apresiasi Aulia

Dr. Harley AB Mangindaan, Wakil Walikota Manado

Dr. Harley AB Mangindaan, Wakil Walikota Manado

MANADO – Dr Harley Mangindaan, Wakil Wali Kota (Wawali) Manado berkunjung ke SDN 06 Kamis (5/2/2015) siang untuk memberikan selamat akan prestasi siswi, Aulia Kay dan Shalomitha Wenas yang mampu menjadi juara pertama di Kejurnas Bridge 2015 di Surabaya. Kedua siswi tersebut jawara di kategori pasangan tingkat SD se-Indonesia.

“Ini bibit muda yang membawa harum nama Sulut khususnya Kota Manado di kejurnas bridge. Saya secara ribadi memberikan apresiasi akan prestasi ini, karena hasil mereka juga sekaligus akan memotivasi siswa lain di Kota Manado untuk bisa mengembangkan potensi dalam bidang olahraga,” terang Wawali Manado.

Julian Doodo dan Viky Watung Guru SDN 06 yang mendampingi kedua siswa prestasi menghaturkan terima kasih kepad Wawali Harley yang secara langsung memberikan suport serta perhatian kepada siswa mereka.

“Suport Wawali menambah semanga siswa kami di kejurnas di Surabaya. Kami seluruh guru dan siswa siswi SDN 06 menghaturkan terima kasih semoga pak Wawali sukses,” tandas Doodo dan Wattung didampingi seluruh guru dan siswa serta Kepsek Elvie Sangian Spd MMPd.

Selain itu, Wawali juga ikutt mensosialisasikan pencegahan DBD yang tengah merebak di Manado. “Salah satu upaya mencegah menyebar DBD di lingkungan sekolah dengan menjaga kebersihan. Jika ada kasus DBD saya berharap pihak sekolah untuk berkomunikasi dengan pemerintah secepatnya,” kunci Wawali. (Amas Mahmud)

Atasi DBD Bukan Hanya Fogging, Lumentut Ajak Warga Lakukan Gerakan 3M

Pencanangan hari Anti DBD terus disosialisasikan Pemkot Manado (Foto Ist)

Pencanangan hari Anti DBD terus disosialisasikan Pemkot Manado (Foto Ist)

MANADO – Lebih baik mencegah daripada mengobati. Penyakit Demam Berdarah yang di akibatkan oleh nyamuk Aedes Aegypti, tergolong penyakit yang sangat berbahaya dan bisa merengut nyawa manusia. Apalagi di Kota Manado dan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada umumnya, penyakit DBD ini telah mewabah di Kota Manado.

Bahkan telah ada yang meninggal, akibat penyakit yang disebabkan karena gigitan nyamuk Aedes Aegypti teserebut. Guna membasmi nyamuk Aedes Aegypti agar tidak berkembang biak, serta mencegah agar jangan ada lagi korban dari gigitan nyamuk tersebut dan menyebabkan penyakit DBD. Walikota Manado,DR,GS Vicky Lumentut (GSVL), mencanangkan Hari Anti Demam Berdarah, pada Kamis (29/1/2015) malam di Taman Berkat, Jalan Boulevard Manado. Pencanangan Hari Anti DBD itu pun terus disosialisasikan langsung oleh Walikota GSVL, saat dimana dirinya berada di tengah masyarakat Kota Manado.

“Mari kita jadikan pencanangan Anti DBD ini, dengan bersama-sama memerangi dan membasmi nyamuk penyebab penyakit DBD. Dengan gerakan,Menguras,Menutup dan Mengubur (3M), agar nyamuk penyebab DBD tudak bersarang dan berkembang biak,” himbau GSVL di setiap kali berada di tengah masyarakat.

GSVL sapaan akrab Walikota Manado ini, dengan gerakan 3M atau menguras dan menutup tempat penampungan air serta mengubur atau menimbun kaleng-kaleng, atau tempat-tempat yang bisa menampung air. Itu bisa membuat nyamuk penyebab DBD tidak dapat hidup dan berkembang biak, otomatis pencegahan terhadap bahaya dari gigitan nyamuk penyebab DBD dapat terhindarkan.

“Melakukan Penyemprotan saja (Fogging-red), tidak menjamin nyamuk penyebab DBD akan terbasmi. Untuk itu mari saya ajak warga manado, untuk perangi bersama-sama nyamuk penyebab DBD dengan melakukan gerakan 3M di rumah dan lingkungan tempat kita tinggal,” terang GSVL. (Amas Mahmud)

Sulawesi Utara ‘Darurat’ DBD, 3 Penderita Meninggal

Demam berdarah menyerang anak-anak di Rumah Sakit (Foto Ist)

Demam berdarah menyerang anak-anak di Rumah Sakit (Foto Ist)

MANADO – Perubahan cuaca juga menjadi salah satu penyebab datangnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Manado. Kasus demam berdarah di Sulawesi Utara (Sulut) umumnya telah menelan korban jiwa. Seluruh korban merupakan anak-anak, dan meninggal saat dirawat di RSUP Prof Kandou.

”Iya memang mulai kemarin, tiga pasien DBD telah meninggal dunia,” kata Kepala Sub Bagian Humas RSUP Prof Kandou Anatje Mieke Dondokambey, kepada wartawan, Selasa (27/1/2015) siang ini.

Selama dirawat,  pihak rumah sakit mengklaim telah melakukan penanganan maksimal. “Rumah sakit telah berupaya maksimal untuk menyembuhkan pasien, namun Tuhan berkehendak lain,” ungkapnya.

Tambah Mieke, sejak 2 Januari 2015, RSUP Prof Kandou telah melayani 94 pasien DBD yang terdiri dari pasien di luar Kota Manado. Dirinya berharap agar pasien DBD dapat dirawat dengan baik dan terselamatkan.

”Dari jumlah itu, sudah banyak yang pulang. Yang masih dirawat di rumah sakit tinggal 23 pasien. Pasien bukan hanya berasal dari Manado, namun ada juga yang datang dari daerah-daerah sekitar seperti Minsel, Mitra, Minut, Bitung hingga Bolaang Mongondow, karena dirujuk RSUD setempat,” katanya.

Sementara itu, dari RS Pancaran Kasih Manado diperoleh data, sejak awal tahun hingga sekarang ini, ada delapan pasien yang sedang dan sudah diobservasi. Satu di antaranya dinyatakan positif DBD.

”Pasien yang masuk ke RS Pancaran Kasih, lebih dulu diobservasi sesuai dengan gejala yang ada. Nah, dari delapan pasien yang diobservasi, baru satu yang positif DBD,” ujar Penanggungjawab Rekam Medik RS Pancaran Kasih, Martha Setlit.

Setlit mengatakan, masyarakat harus sebisa mungkin melakukan upaya pencegahan. ”Memang baru sedikit. Tapi bisa saja jadi banyak, karena upaya pencegahan tidak dilakukan sedini mungkin,” terangnya.

Sebelumnya, Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Manado dr Joy Zeekeon mengatakan, kasus DBD seringkali meningkat di tiga bulan pertama ini. ”Peningkatan kasus DBD biasanya terjadi mulai Januari hingga Maret. Sehingga memang harus waspada,” ujarnya.

Dia menyarankan, pencegahan harus dilakukan masyarakat di tiga bulan tersebut. “Upayakan saja pencegahan dengan 3M, selain menjaga kebersihan lingkungan. Dinas kesehatan sendiri tetap berupaya mengambil langkah antisipasi,” terangny. (Sindonews.com/Amas)

Dapat Laporan Warga, Ai Mangindaan Ingatkan Dinas Kesehatan Manado

Dr Harley Mangindaan (Foto Ist)

Dr Harley Mangindaan (Foto Ist)

MANADO – Terjadinya banjir harus membuat pemerintah Kota Manado ‘berdiam diri’. Selasa (13/1/2015), DR Harley AB Mangindaan, Wakil Wali Kota Manado meminta instansi terkait untuk mengambil langkah agar masyarakat terhindari dari wabah DBD. 

Hal ini ditanggapi Wawali Manado berdasarkan keluhan masyarakat Kota Manado, salah satunya seperti yang disampaikan Pdt Rais T. ”Pak so sejak tahun lalu, sampe so ganti Lura dan sudah menyurat di Puskesmas, ndak pernah di tanggapi. Sekarang so banyak anak-anak danorang tua di komplex yang kena DBD. So nentau mo mengelu pa sapa,” ujar Rais melalui pesan singkat (SMS) kepada Wawali Manado.

Menaggapi hal itu, Wawali mengakui, kondisi kota Manado akhir-akhir ini dengan adanya perubahan cuaca serta banjir hingga banyak air yang tergenang memberi dampak munculnya penyakit ditengah masyarakat. ”Instansi terkait antisipasi adanya penyebaran ancaman penyakit DBD,” terang Wawali Manado.

Wawali pun beberapa waktu lalu, telah melihat pasien kasus DBD di dua Rumah Sakit yakni, Prof Kandouw dan RS Teling. Data yang dibeberkan pihak rumah sakit ada puluhan pasien yang sedang dirawat insentif. Cuaca diakui penyebab merebaknya DBD.

”DBD akan jadi ancaman jika tidak diseriusi penanganannya. Saya minta Dinkes Manado lakukan antisipasi,” ujar Ai sapaan akrab Mangindaan. (**/Amas Mahmud)

iklan1