Tag: Deasy Roring

Deasy Roring Resmi Pimpin Bankom Garda Sakti

Deasy Roring saat menandatangani pakta integritas (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Senin (22/10/2018), kepengurusan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Bantuan Komunikasi (Bankom) Garda Sakti Periode 2018-2021, resmi dilantik Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Micler CS Lakat SH MH mewakili Wali Kota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut.

Melalui pelantikan di ruang Serbaguna Kantor Walikota itu, Wali Kota Vicky Lumentut melalui sambuatan yang dibacakan Lakat, mengatakan kehadiran Bankom Garda Sakti diharapkan mampu mempertahankan eksistensinya dalam membantu pemerintah dan masyarakat.

“Bankom Garda Sakti Manado boleh kembali eksis dan melakukan revitalisasi organisasi dengan terbentuknya kepengurusan yang baru ini. Kita semua optimis, kepengurusan yang baru ini, akan mampu mendorong eksistensi Bankom Garda Sakti dalam kancah pembangunan, terutama dalam membantu masyarakat dan pemerintah terkait dengan penanganan informasi dan komunikasi,” ujarnya.

Tambah Wali Kota Lumentut, kedepan Bankom Garda Sakti dapat memaksimalkan perannya bersama pemerintah maupun TNI dan POLRI untuk bekerjasama bahu membahu melayani masyarakat.

”Seperti dalam penangulangan Bencana Alam, pencegahan peredaran Narkotika, keamanan dan ketertiban maupun hal-hal lainnya. Untuk itu, setiap unsur masyarakat harus berpartisipasi aktif dalam mendukung ketersediaan informasi dan komunikasi yang bermaanfaat bagi publik, dan kontribusi Bankom Garda Sakti sangat kita nantikan untuk mengisi peran ini,” kata Wali Kota GSVL sapaan akrab Lumentut.

Wali Kota Manado dua periode itu berharap Bankom Garda Sakti berkembang menjadi organisasi yang solid dengan program-program Cerdas.

“Saya juga berharap Bankom Garda Sakti dapat berkembang menjadi organisasi yang solid, melahirkan program-program yang cerdas dan inovatif untuk bersama-sama membesarkan organisasi, Agar ke depan eksistensi Bankom Garda Sakti akan semakin mantap dalam ikut mendukung keberhasilan pembangunan di kota ini,” tutur GSVL.

Kepengurusan Bankom Garda Sakti diketuai Deasy Roring, dilengkapi sejumlah pengurus lainnya. Tampak hadir dalam pelantikan tesrebut, perwakilan dari Polresta Manado, KODIM 1309 Manado, DPRD Kota Manado, Komisioner Bawaslu dan KPU Manado, sejumlah pejabat dilingkup Pemkot Manado, Camat, Lurah serta Kepala Lingkungan se-Kota Manado. (*/Redaksi)

Sidang di PTUN, Saksi Beberkan Inkonsistensi Syarif Darea

Deasy Roring saat menjadi saksi (Foto Suluttoday.com)

Deasy Roring saat menjadi saksi (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Upaya membatalkan hasil Pilkada serentak 2016 yang dilakukan Syarif Darea untuk menggugat hasil keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kian menarik diikuti. Selasa (16/8/2016) bertempat di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Manado, Deasy Roring yang dihadirkan sebagai saksi menyampaikan sejumlah inkonsistensi dari penggugat.

”Sepengetahuan saya, Pilkada Manado yang dilaksanakan Februaru 2016 disepekati seluruh pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado saat itu. Termasuk didalamnya, calon Nomor Urut 1 dan Calon Nomor Urut 4, tak ada komplein, bahkan saudara Syarif Darea yang saat ini menggugat, ikut menggunakan hak pilihnya di Kelurahan Maasing Kecamatan Tuminting,” ujar Roring.

Ditambahkannya bahwa proses Pilkada Sususlan di Kota Manado adalah sah berdasarkan hukum, karena Pilkada Manado berada pada posisi yang tidak normal alias mengalami hambatan dalam proses pelaksanaannya.

”Dan itu sah, sesuai jadwal yang ditetapkan KPU, kemudian kami DPRD Manado dengan stakeholder terkait juga ikut mengkonsultasikan soal anggaran Pilkada ini ke Kementerian Keuangan dan hasilnya tak ada masalah,” tutur Roring yang juga anggota DPRD Manado ini tegas.

Usai menyampaikan pendapat dipersidangan, Roring saat diwawancarai juga menyangkan sikap Darea yang saat itu terindikasi menjadi Tim Pemenang salah satu calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado. Bahkan, menurut Roring sebelum keputusan final KPU, para calon Kepala Daerah saling klaim kemenangan dan meyakini bahwa Pilkada di Manado tak bermasalah, kenapa kemudian setelah kalah baru diprotes.(Amas)

Merasa Dipermainkan, PPK PPS dan KPPS se-Kota Manado Bakal Goyang Roring

PPK se-Kota Manado usai melakukan pertemuan (Foto Ist)

PPK se-Kota Manado usai melakukan pertemuan (Foto Ist)

MANADO – Suksesi pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado Susulan Tahun 2016 telah terlaksana dengan baik. Kemudian, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Manado sudah menetapkan pasangan calon GS Vicky Lumentut dan Mor Domingus Bastiaan sebagai peraih suara terbanyak mengungguli Hanny Joost Pajow-Gregorius Tony Rawung dan Harley Mangindaan-Jimmy Asiku.

Penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan ini berjalan aman dan lancar tak lepas dari peran serta PPK, PPS dan KPPS yang rela mengorbankan waktu dan tenaganya demi suksesnya Pilwako Susulan tersebut. Berbeda dengan Pilgub 9 Desember 2015 lalu yang juga berlangsung sukses. Sehari menjelang pelaksanaan, KPUD Manado langsung membayar honor PPK, PPS dan KPPS termasuk dana operasionalnya.

Namun pada pelaksanaan Pilwako 17 Ferbruari ini, KPUD Manado diketahui belum sepeserpun membayar honor yang seharusnya mereka dapatkan. Ini dikarenakan dana pergeseran dari Pemkot Manado tak kunjung dicairkan. Dalam surat edaran berkop Pemkot Manado yang diterima oleh KPU dan diteruskan kepada PPK, PPS dan KPPS pada tanggal 15 Februari silam ditulis bahwa pemerintah baru akan mencarikan dana hibah (pergeseran) pada tanggal 22 sampai 23 Februari.

Tapi, ternyata pemerintah diduga telah melakukan pembohonggan lantaran hingga kini dana yang dijanjikan tersebut belum juga dicairkan dengan banyaknya alasan yang dinilai kurang masuk akal. PPK, PPS dan KPPS yang merasa ‘dibohongin’ Pemkot Manado akan menuntut pertanggungjawaban dari Plt Walikota Manado Roy Roring dan jajaraanya.

Pekan ini diperkirakan ribuan penyelenggaran add hoc dari tingkat kecamatan, kelurahan sampai lingkungan termasuk Linmas KPPS akan melakukan aksi demontrasi ke Kantor Wali Kota Manado dan Kantor DPRD Manado. Juliana Sukiman, Ketua PPK Sario yang ditunjuk menjadi juru bicara PPK se-Kota Manado menegaskan bahwa Pemkot Manado jangan bermain api. Menurut wanita berkacamata ini PPK sudah mengkoordinir semua PPS dan KPPS untuk turun ke balai kota.

“Kami seperti dipermainkan, Penjabat Wali Kota Manado harus bertanggungjawab dengan semua ini dan janaga kebanyakan berangkat ke luar kota untuk mencari alasan supaya tidak menandatangani dana pergeseran. Jangan membodohi rakyat sendiri,” tegasnya.

Sukiman yang didampingi Lanny Anggriany (PPK Singgkil), Marlene Kotambunan (PPK Pal Dua), Marcella Supit (PPK Wenang), Deasy Roring (PPK Mapanget), Ketua PPK Tuminting, Donny Wehantouw (PPK Sario) dan lainnya dalam pertemuan Sabtu (27/2/2016) sore mengatakan mereka seperti tersandera karena setiap hari PPS dan KPPS memertanyakan dana honornya kepada mereka. Bahkan mereka dituduh menggelapkan dana tersebut.

“Kami minta supaya ada kejelasan. Kami akan turun dengan ribuan massa pada pekan ini dan kami harap Roy Roring berada di tempat untuk menerima aksi kami,” tegasnya. (Ikhy Tukuboya)

Tandatangan Roring Mahal, Warga Menunggu Perwako Pergeseran Anggaran

Pejabat Wali Kota Manado, Ir Royke O Roring (Foto Ist)

Pejabat Wali Kota Manado, Ir Royke O Roring (Foto Ist)

MANADO – Setelah menyampaikan alasan harus mendapat surat balasan dari lembaga DPRD Kota Manado untuk menguatkan mekanisme pergeseran anggaran, sebagaimana yang disampaikan, Ir Rokye O Roring Pejabat Wali Kota Manado pada Suluttoday.com, belum lama ini. Kini saatnya ROR sapaan singkat Roring mengambil sikap, dimana DPRD telah memberikan surat balasan dan menyetujui pergeseran anggaran dilakukan.

”DPRD sudah membalas surat Pejabat Wali Kota Manado, sekarang penentu ditangan Pejabat Wali Kota Manado. Kita menunggu niat baik beliau untuk menyetujui pergeseran anggaran Pilkada Sulut 17 Februari 2016 di Kota Manado, melalui diterbitkannya Perwako. Semua mekanisme sudah kita tempuh, dan mengikuti aturan main, semoga Perwako cepat diproses Roy Roring,” ujar Deasy Roring, anggota DPRD Manado dari Fraksi Partai Demokrat.

Ditempat terpisah Noldy warga Manado mengatakan posisi ROR selaku Pejabat Wali Kota sangat menentukan suksesnya Pilkada Manado. Tidak hanya itu, dia menilai tandatangan ROR sangatlah mahal sehingga tidak cepat Perwako diproses Roring, hal inilah yang menurutnya harus diketahui masyarakat.

”Secara undang-undang tak menyalahi, dimana Pilkada Manado yang ditetapkan KPU Manado Februari 2016 wajib dilaksanakan. Namun, bila kendalanya pada Perwako maka ini harus menjadi perhatian kita semua, dimana tandatangan ROR sangat mahal. Kalau secara politik, kondisi semacam ini perlu ada kompensasi, mungkil belum ada deal. Tentu kita menunggu itu, bahwa Perwako pergeseran anggaran Pilkada menjadi penentu lancarnya Pilkada Manado,” tutur Noldy singkat. (Amas)

Terkesan Ragu-Ragu, Kali Ini Roring Seperti Lecehkan Kemendagri

Anggota DPRD Manado saat diterima Syarifuddin (Foto Ist)

Anggota DPRD Manado saat diterima Syarifuddin (Foto Ist)

MANADO – Langkah Pejabat Wali Kota Ir Royke Roring dalam merespon hasil konsultas di Kementerian Dalam Negeri, mengecewakan pihak Kemendagri. Hal ini seperti yang disampaikan Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Drs Syarifuddin MM, yang kaget dan heran saat sejumlah anggota DPRD Manado kembali melakukan konsultasi.

Kali ini rombongan yang dipimpin Ketua Dekot Manado Noortje Van Bone bertandang ke kantor Kemendagri di Jakarta, Jumat (13/2/2016) siang tadi, membawa hasil yang mengejutkan. Dimana, menurut anggota Dekot Manado Deasy Roring, pejabat Kemendagri yang membidangi keuangan daerah tersebut tersinggung karena konsultasi yang dilakukan pekan lalu bersama Penjabat Wali Kota Ir Royke Roring tidak langsung dijabarkan, sehingga pembahasan terhambat.

“Iya, untuk yang kesekian kalinya kami datang di Kemendagri mempertanyakan masalah pergeseran anggaran. Namun kali ini membuat Pak Syarifuddin agak kaget, heran dan tersinggung,” kata Deasy.

Alasan Syarifuddin tersinggung karena dirinya telah menjelaskan secara rinci payung hukum menggeser anggaran untuk suksesnya Pilkada Manado. “Beliau bilang, ‘Lho, kan sudah sangat jelas, ada undang-undang yang mengatur,” kata Deasy mengutip ucapan Syarifuddin dengan nada heran.

Syarifuddin sangat mendukung rencana KPU Manado yang sudah menetapkan hari H pemungutan suara digelar Rabu (17/2/2016) pekan depan. “Beliau bilang, kalau KPU sudah menetapkan 17 Februari 2016, laksanakan saja. Anggaran tinggal mengikuti dan menyesuaikn. Soal honor bisa diatur belakangan, dan Kemendagri mendukung,” kata Deasy, seraya melanjutkan pesan Syarifuddin agar semua pihak memberikan support kepada KPU sebagai pihak pelaksana Pilkada.
Selain Van Bone dan Deasy, ikut juga sejumlah legislator Manado dalam konsultasi tadi, antara lain Syarifudin Saafa dan Sonny Lela. (Tim Redaksi)

iklan1