Tag: dinas kesehatan manado

Layanan Kesehatan Gratis, GSVL: Cukup Bawa KTP dan KK

Dr GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado (Foto Ist)

Dr GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado (Foto Ist)

MANADO – Pelayanan pemerintah Kota Manado dibawa kepemimpinan DR GS Vicky Lumentut dan DR Harley AB Mangindaan selaku Wali Kota serta Wakil Wali Kota Manado dinilai tepat sasaran. Kali ini program pelayanan kesehatan gratis Universal Coverage (UC) bagi masyarakat Kota Manado begitu membantu.

Hingga memasuki tiga tahun, program pro rakyat tersebut berjalan lancar dan sukses, tanpa menggunakan Kartu Jaminan Kesehatan masyarakat Kota (Jamkesta), warga Manado yang berobat memakai layanan UC dapat dilayani di rumah sakit cukup dengan persayaratan KTP dan Kartu Keluarga (KK).

Menurut Vicky Lumentut, pemerintah Kota Manado terus menjalankan program UC dengan menarik kembali kartu Jamkesda untuk mempermudah masyarakat memakai program UC dalam untuk berobat di beberapa rumah sakit yang bekerjasama dengan pemkot.

”Sejak 1 April 2015, Kartu Jamkesta sudah tidak diberlakukan lagi. Jadi warga Manado yang akan menggunakan Program UC cukup menunjkan KK dan KTP tercatat sebagai warga Kota Manado,” jelas GSVL. (Amas Mahmud)

Hindari Penyakit Berbahaya, Dinkes Manado Ingatkan 3 M

Sosialisasi hindari DBD

Sosialisasi hindari DBD

MANADO – Terjadinya perubahan musim, Dinas Kesehatan Kota Manado kembali mengingatkan warga Kota Manado agar dapat hidup bersih. Hal itu dimaksudkan agar masyarakat terhindar dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau penyakit Demam Berdarah.

Langsung dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado, Robby Mottoh ketika diwawancarai meminta masyarakat Kota Manado untuk menjaga 3 M. Lanjut dikatakan Mottoh jika masyarakat tidak memperhatikan anjuran dan himbauan pemerintah maka kemungkinan besar berbagai penyakit berbahaya akan mengancam kesehatan bahkan kehidupan masyarakat.

”Itu ada, bahwa penyakit Demam Berdarah mulai diderita warga Kota Manado. Kami ingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan, kemudian yang paling penting adalah dalam menghadapi perubahan cuaca masyarakat perlu melakukan 3 M yakni Menguras bak, Menutup air ditong, dan Mengubur kaleng-kaleng besar yang menampung air. Kita terus menjaga agar tidak ada air yang tergenang dilingkungan yang akan menyebabkan gangguan kesehatan,” ujar Mottoh. (Amas Mahmud)

Peningkatan Program Kesehatan, Pemkot Manado Kedatangan Tim Kementerian Kesehatan

Kantor Walikota Manado

Kantor Walikota Manado

MANADO – Dalam rangka mengoptimalkan implementasi program Kesehatan di Kota Manado, pemerintah Kota Manado, Senin (6/10/2014) pagi ini akan menggelar pertemuan bersama Kementerian Kesehatan RI, Tim Penilai Penghargaan Bidang Kesehatan.

Sebelum pertemuan ini dibuka resmi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado, Robby Jansen Mottoh saat ditemui Suluttoday.Com mengatakan bahwa pertemuan yang akan dilaksanakan dihadiri langsung Walikota Manado, GS Vicky Lumentut bersama 20 SKPD terkait.

”Ini pertemuan bersama tim penerima penghargaan bidang Kesehatan, dalam rangka melakukan verifikasi penilaian penghargaan Manggala Karya Bakti Husada dan Ksatria Bakti Husada. Akan dilaksana tanggal 6-8 Oktober 2014, acara dibuka Walikota Manado,” kata Mottoh.

Lanjut dikatakan dalam kesempatan ini Walikota akan mempresentasikan program terkait Kesehatan di Kota Manado dan sasarannya untuk pelayanan pada masyarakat. Pertemuan ini juga dihadiri Badan Narkotika Nasional (BNN), Palang Merah Indonesia (PMI), para Camat dan SKPD terkait. Pertemuan dilakukan di ruang Toar Lumimuut kantor Walikota Manado pagi ini. (Amas Mahmud)

Mawitjere: Dinkes Manado Perlu Perhatikan Penderita Gangguan Mental

Walikota dan Wakil Walikota Manado (Foto Ist)

Walikota dan Wakil Walikota Manado (Foto Ist)

MANADO – Kepala Dinas Sosial Kota Manado, Frans Mawitjere terus meninjukan kepeduliannya terhadap penyandang cacat dan Penderita Gangguan Mental (PGM), pada Suluttoday.Com, Kamis (2/10/2014) Mawitjere mengingatkan perlunya mereka PGM diberikan perhatian berupa berlindungan biaya kesehatan Gratis.

‘’Dengan adanya BPJS semua pasien yang masuk Rumah Sakit harus diminta identitas. Sementara penderita gangguan mental (Orang Gila) yang tidak diketahui indentitasnya akan mendapat hambatan, mereka sulit diterima untuk program biaya kesehatan gratis,’’ kata Mawitjere.

Mawitjere juga mengharapkan agar program SKPD yang ada di pemerintakan Kota Manado dan memiliki kaitan dengan pemberdayaan masyarakat untuk bersama-sama memperjuangkan kepentingan warga masyarakat yang belum beruntung seperti para penyandang gangguan mental.

‘’Terutama Dinas Kesehatan Kota Manado kami berharap untuk dapat melihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat gangguan mental, kasian mereka ini juga perlu diberikan perhatian dari Negara. Begitupun bagi SKPD lain yang mungkin memiliki program terkait kesejahteraan sosial dan pemberdayaan agar bersama-sama Dinas Sosial kita membantu mengurangi penderitaan orang gangguan mental, ini merupakan tanggung jawab kita semua,’’ terang Mawitjere. (AmasMahmud)

iklan1