Tag: dinas sosial

Program Populis GSVL-MOR Mulai Menggema, Ini yang Dilakukan Dinsos

Kadis Sosial, Frans Mawitjere saat menyerahkan bantuan (Foto Ist)

Kadis Sosial, Frans Mawitjere saat menyerahkan bantuan (Foto Ist)

MANADO – Menerjemahkan spirit dari perumusan program Manado Kota Cerdas 2020 dari Dr GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado dan Mor Dominus Bastiaan, SE, Wakil Wali Kota Manado, Dinas Sosial Kota Manado dibawa kepemimpinan Frans Mawitjere, Senin (20/6/2016) langsung melakukan kerja konkrit.

Mawitjere yang memimpin langsung aksi Cerdas tersebut, dimana sekitar seribu lebih penyandang cacata atau difable termasuk didalamnya eks penderita kusta mulai menerima bantuan Pemkot Manado melalui Dinas Sosial.

”Tentunya kegiatan pemberian bantuan bagi difable termasuk dalamnya 21 orang eks penderita kusta ini dalam rangka HUT Kota Manado,” ucap Mawitjere saat diwawancarai Suluttoday.com.

Ditambahkannya lagi bahwa dari jumlah seribu lebih penerima akan dibagi dalam dua tahap. ”Untuk tahap pertama yakni triwulan 1 dan triwulan 2 yang barusan disalurkan sekitar 625 penerima, sasanya pada tahap kedua,” ujar Mawitjere.

Penerima bantuan ketika foto bersama (Foto Ist)

Penerima bantuan ketika foto bersama (Foto Ist)

Tidak hanya itu, Kadis Sosial ini juga menjabarkan program bagi difable merupakan janji politik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado. ”Nah ini merupakan komitmen Pak Wali dan Wawali Manado, dimana kegiatan ini merupakan wujud dari janji politik GSVL-MOR yang dituangkan dalam program di SKPD,” papar Mawitjere menutup.

Sekedar diketahui bantuan setiap orang berupa beras, ikan kaleng, mie instan, susu, gula pasir, terigu, minyak goreng, deterjgent dan telur.(Amas)

Sempat Ditolak Warga, Dinsos Boltim Kembali Salurkan Bansos

Saiful Umbola Kadis Sosial-edit

Saiful Umbola Kadis Sosial Boltim (Rahman/Suluttoday.com)

BOLTIM, Suluttoday.com – Setelah sempat tarik ulur dan tolak-menolak antara Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melalui Dinas Sosial, dengan masyarakat Boltim terkait bantuan yang disalurkan yang dianggap pemberian dari salah satu pasangan calon, akhirnya sudah kembali disalurkan kepada masyarakat penerima.

Sebelumnya, bantuan tersebut sempat disalah gunakan oleh pihak ketiga. Sehingga menyebabkan masyarakat tak ingin menerimanya. Padahal bantuan tersebut murni program pemerintah kabupaten.

“Penyaluran sudah kami lakukan sejak tanggal 14 Desember usai pilkada,” kata Kepala Dinas Sosial melalui kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Lun Sumendap, Selasa, (29/12/2015).

Lanjutnya, penyaluran diseluruh kecamatan sudah dilakukan dan terakhir hari ini.

“Yang tersisa tinggal di Desa Kokapoy dan Desa Guaan. Masih ada beberapa bantuan beras yang akan disalurkan,” terang Sumendap.

Dirinya menuturkan bahwa seluruh bantuan akan dipacu pada minggu terakhir ini. Namun untuk bantuan karang taruna baru akan dibagikan pada bulan Januari 2016. Sebab dananya belum masuk semua,” jelasnya. (Rahman)

Berdayakan Orsos dan Karang Taruna, Dinsos Boltim Gelar Pertemuan

Dinas Sosial Boltim-edit

Suasana pertemuan kelompok orsos dan karang taruna, tampak Kepala Bidang Kelembagaan dan Kesejahteraan Sosial, Hartuti Harun, S.Sos memberikan arahan kepada kelompok penerima bantuan (Rahman/Suluttoday.com)

BOLTIM, Suluttoday.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menggelar pertemuan dengan peserta penerima bantuan kelompok atau kerukunan Organisasi Sosial (Orsos) dan Karang Taruna Boltim tahun 2015 pada Rabu, (23/12/2015)

Kepala Dinas Sosial Syaiful Umbola melalui Kepal Bidang Kelembagaan dan Kesejahteraan Sosial, Hartuti Harun, S.Sos mengatakan, pertemuan kelompok ini dalam rangka penyampaian hal penting. Sebab kata dia, banyak pengalaman ketika kelompok sudah mendapatkan bantuan justru tidak di kelola bersama.

“Kami sudah sampaikan bagi kelompok penerima supaya bantuan ini digunakan secara bersama-sama, jangan nanti ketika barang sudah disalurkan hanya dipakai oleh sebahagian kelompok, atau parahnya lagi hanya ketua yang pakai tanpa melibatkan anggota, nah hal ini yang harus di hindari,” terangnya.

Dijelaskannya, ketika bantuan ini disalurkan harus digunakan untuk usaha bersama, jangan hanya jadi pajangan di dalam rumah.

“Pemerintah memberikan bantuan bentuk kelompok ini untuk memberdayakan masyarakatnya, jadi ketika ini sudah disalurkan jangan hanya disimpan, harus digunakan,” terang Hartuti.

Lanjut dikatakannya, kepada siapa yang bertanggung jawab menyimpan barang ini harus ada kesepatakan antara ketua dan anggota.

“Kami menyalurkan bantuan nanti ada berita acara yang bekerja sama dengan pemerintah desa dalam hal ini Kepala Desa (sangadi, red). Apa bila hanya disimpan di rumah ketua misalnya tanpa kesepakatan anggota, maka sangadi berhak menarik bantuan tersebut,” bebernya.

Ditambahkannya, dinas sosial akan menyalurkan bantuan Orsos kepada sekitar 22 kelompok kerukunan Majelis Taklim dengan jenis usaha catering dan Kelompok Karang Taruna jenis usaha perbengkelan yang ada di lima kecamatan.

“Karang Taruna jenis usaha perbengkelan ada lima unit barang. Seperti kompressor satu unit, genset satu unit, mesin las listrik satu unit, Hidrolik dua unit dan bor duduk satu unit. Sedangkan untuk kelompok kerukunan majelis taklin mendapat bantuan fanstove 10 buah dan genset satu unit,” kata Hartuti, sembari menambahkan penyaluran bantuan diperkirakan akhir tahun 2015 ini. (Rahman)

Gepeng So Banyak, Warga Manado ‘Resah’

Ilustrasi pengendara motor tidur di atas Trotoar (Foto Ist)

Ilustrasi Gepeng yang tidur di atas Trotoar (Foto Ist)

MANADO – Keberadaan gelandangan pengemis (Gepeng), makin meresahkan. Pasalnya, menurut hasil pemantauan yang dilakukan Suluttoday, Jumat (5/5/2015) hari ini. Kebedaan gepeng, sudah lebih dari puluhan orang. Duduk di seputaran pusat kota Manado, gepeng dapat di temui di sepanjang jalan depan rumah sakit Siloam, hingga Bank Sulut pusat Manado depan Zeropoint, selanjutnya di sepanjang ITC hingga menuju kawasan mega mas Manado.

Aktivitas gepeng, baik duduk meminta minta, maupun berjalan dengan aktivitas serupa. Asniati, warga wakeke kepada sulut today mengaku resah, dikarenakan makin banyaknya gepeng, yang terus bertambah dari hari ke hari. “Gepeng yang ada, so smakin banyak di pusat kota Manado, trus kita perhatikan so makin ta tambah setiap harinya, di lokasi ramai pengunjung, kami warga berharap, ada upaya Pemerintah kota Manado, melalui dinas dan instansi terkait, untuk melakukan pengupayaan baik melakukan pembinaan terhadap aktivitas gepeng tersebut,” jelas Asniati.

Warga Berharapa adanya perhatian khusus Pemkot Manado, untuk aktivitas gepeng yang dinilai makin meresahkan warga kota Manado. (Angel)

iklan1