Tag: dinsos manado

Tak Pernah Berhenti, Pemkot Manado Rutin Distribusi Bansos

Kadis Sammy menyerahkan Bansos kepada Camat Tuminting (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Penyaluran paket bantuan Sembilan bahan pokok (Sembako) di Kota Manado tengah berjalan dengan baik. Kamis (30/4/2020), saat ditemui, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Manado, Drs. Sammy Agust Rein Kaawoan menyampaikan pihaknya sedang fokus melakukan bantuan ke seluruh Kecamatan di Kota Manado.

‘’Kita terus gencar melakukan distribusi bantuan ke Kecamatan. Umumnya cara yang dipakai adalah bantuan disalurkan langsung ke kantor-kantor Lurah. Hari ini, kita menyalurkan di Kecamatan Tumiting. Ini Kecamatan ke-5 dalam penyaluran bantuan,’’ ujar Sammy saat ditemui di Youth Center kawasan Megamas Manado.

Sammy menuturkan sekitar 4 (empat) Kecamatan pendistribusian bantuan berjalan lancar. Sammy mengakui kendala teknis ditemui jika cuaca dalam keadaan tidak bersahabat, meski begitu, dirinya menargetkan akan menyelesaikan proses distribusi bantaun untuk Kecamatan Tuminting hari ini juga. Koordinasi lapangan biasanya mereka lakukan dengan Camat dan dibantu Lurah.

‘’Sudah dibeberapa Kecamatan, diantaranya Kecamatan Malalayang, Bunaken Kepulauan, Sario dan Kecamatan Bunaken. Semua dilaksanakan dengan baik. Doakan semoga tidak terjadi hujan, karena kalau cuaca buruk tentu kita akan kesulitan mebawa dan menurunkan bantuan di Kecamatan. Kita menargetkan hari ini untuk Kecamatan Tuminting tuntas,’’ kata Sammy.

Bersama Tagana, Kadis Sammy berbagi makanan (Foto Istimewa)

Untuk diketahui, Kecamatan yang paling tinggi atau paling banyak penerima adalah Kecamatan Singkil yang terdiri dari 9.440 penerima. Kecamatan Tuminting, 9.084 penerima, Mapanget 7.969 penerima, lalu Kecamatan Wanea sebanyak 7.926 penerima. Kecamatan Malalayang 7.152 penerima, dan seterusnya menyusul Kecamatan lainnya. Bahan yang diberikan, diantaranya 10 kg beras, 10 buah ikan kaleng, 10 bungkus mie instan. Ada juga 3 sachet kopi 50gram, 2 kg gula dan beberapa kebutuhan lainnya.

Kadis Sammy juga mengatakan bahwa penyaluran tidak berdasarkan banyaknya masyarakat penerima, melainkan tentatif, tak ada masyarakat yang diistimewakan. Dinas Sosial Kota Manado juga menjadwalkan awal bulan Mei pendistribuan bantuan akan selesai.

(*/Bung Amas)

MANADO PEDULI, Dinas Sosial Turun Serahkan Bantuan pada Warga Korban Bencana

Kadis Sammy Kaawoan menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah Kota Manado selalu bergerak cepat ketika melihat problem yang dihadapi masyarakatnya, terutama disaat bencana alam. Selasa (17/10/2017), melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Manado turun ke lapangan mendatangi sejumlah titik tempat terjadinya kebakaran dan bencana longsor dengan langsung menyalurkan bantuan, turun ke lapangan tersebut dipimpin langsung Kepala Dinas Sosial, Sammy Agust Kaawoan.

Ketika diwawancarai Suluttoday.com, Sammy menyampaikan bahwa tim dari Dinsos Manado mendatangi warga selain memberikan support, ikut prihatin dan membantu warga yang tertimpa musibah kebakaran serta tanah longsor. Dikatakan Sammy bahwa pada beberapa wilayah yang dikunjungi, Dinsos berharap bantuan yang diberikan tersebut bermanfaat bagi para korban yang berduka.

Sumbangan diserahkan kepada keluarga korban tanah longsor (Foto Suluttoday.com)

”Pemkot Manado Peduli, siang tadi kami turun ke beberapa titik, dimana masyarakat kita mengalami bencana tanah longsor dan kebakaran. Dinsos sudah merahkan bantuan tanggap darurat kepada sejumlah Keluarga yang ditimpa musibah Kebakaran dan Longsor. Kebakaran telah terjadi di Wanea lingkungan II dan di jalan Flamboyan Sario, sementara itu untuk bencana tanah Longsor terjadi di Singkil dan Taas. Kira sumbangan ini bermanfaat bagi merea,” ujar Sammy yang menambahkan semoga musibah tersebut tidak terulang lagi.

Penyerahan bantuan oleh Kadis Sosial Manado, Sammy Kaawoan didampingi tim dari TAGANA (Foto Suluttoday.com)

Tidak hanya itu, Sammy juga menghimbau agar warga tetap waspada. Selain itu, bantuan yang disalurkan diantaranya berupa beras, terpal, minyak goreng, kompir gas, ember, dan lain-lain. ”Kami menghimbau dan mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaannya, terutama mereka yang tinggal dilokasi yang rawan bencana,” tutur Sammy menutup. (Amas)

175 Lingkungan Akan Terima PBL 2017, Dinsos Ingatkan Pentingnya Swadaya Masyarakat

Sammy Kaawoan (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Program pemerintah yang berjalan begitu luar biasa, terkadang kurang didukung dengan partisipasi publik. Bahkan, sangat jarang ditemui untuk warga Kota atas lahirnya swadaya masyarakat untuk turut memelihara fasilitas publik, ambil andil membangun secara sadar. Hal itu menjadi salah satu tantangan pemerintah tentunya, sehingga dengan berbagai program pemerintah meluncurkan metode melibatkan masyarakat.

Seperti di Kota Manado yaitu adanya program pembangunan partisipatif, berupa program Pembangunan Berbasis Lingkungan (PBL) yang mana pada tiap Lingkungan akan diberikan kesempatan mengelola anggaran untuk pembangunan Lingkungannya. Selasa (10/10/2017), Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Manado, Drs Sammy Kaawoan, melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Agustin Lisa, S.Sos saat diwawancarai di ruang kerjanya menyampaikan pihaknya tenggah menggodok untuk peluncuran program PBL tahun 2017.

‘’Dinsos Manado telah melakukan sosialisasi kepada stakeholder terkait menyangkut dengan program PBL tahun 2017. Dimana belum lama ini bertempat di Hotel Sahid Manado kita melakukan sosialisasi yang dihadiri Kelompok Masyarakat Mapalus (KMM) sekitar 175 orang, yang ketua KMMnya adalah Kepala Lingkungan (Pala). Hadir pula pada kegiatan itu Fasilitator Kelurahan (Faskel), kita melakukan pembekalangan agar program PBL ini tepat sasaran dengan melibatkan masyarakat dan melahirkan swadaya di masyarakat, meski konteksnya semua difasilitasi pemerintah,’’ ujar Agustin.

Disampaikannya lagi, Dinsos Manado setelah melakukan sosialisasi pada tanggal 22 September 2017 di Sahid Hotel Manado yang melibatkan pula fasilitator Kelurahan yang berjumlah 55 orang sesuai SK Walikota, saat ini tengah melakukan pembahasan-pembahasan di tingat Lingkungan.

Agustin Lisa, S.Sos (Foto Ist)

‘’Fasilitator bertugas antara lain mendampingi KMM, mulai dari tahapan persiapan sampai pelaporan. Kemudian, kami memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan Rembuk warga, yang bertujuan membahas usulan masyarakat, apa yang harus dilakukan masyarakat yang kami istilahkan dengan Rapat Kajuan Lingkunhan (RKL) atau rembug warga. Disana masyarakat membahas prioritas program yang harus dibuat masyarakat melalui PBL,’’ tutur Agustin.

Untuk diketahui, anggaran per lingkungan tahun ini Rp. 26.500.000, satu juta dialokasikan untuk administrasi pembuatan proposal dan LPJ. Kemudian, yang menerima untuk tahun anggaran 2017 berjumlah 175 KMM (Lingkungan). Selain itu, Agustin mengingatkan bahwa tujuan PBL diantaranya yaitu memberi stimulan bagi masyakat, agar ikut berpartisipasi dalam pembangunan di Lingkungan masing-masing. (Amas)

Program Populis GSVL-MOR Mulai Menggema, Ini yang Dilakukan Dinsos

Kadis Sosial, Frans Mawitjere saat menyerahkan bantuan (Foto Ist)

Kadis Sosial, Frans Mawitjere saat menyerahkan bantuan (Foto Ist)

MANADO – Menerjemahkan spirit dari perumusan program Manado Kota Cerdas 2020 dari Dr GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado dan Mor Dominus Bastiaan, SE, Wakil Wali Kota Manado, Dinas Sosial Kota Manado dibawa kepemimpinan Frans Mawitjere, Senin (20/6/2016) langsung melakukan kerja konkrit.

Mawitjere yang memimpin langsung aksi Cerdas tersebut, dimana sekitar seribu lebih penyandang cacata atau difable termasuk didalamnya eks penderita kusta mulai menerima bantuan Pemkot Manado melalui Dinas Sosial.

”Tentunya kegiatan pemberian bantuan bagi difable termasuk dalamnya 21 orang eks penderita kusta ini dalam rangka HUT Kota Manado,” ucap Mawitjere saat diwawancarai Suluttoday.com.

Ditambahkannya lagi bahwa dari jumlah seribu lebih penerima akan dibagi dalam dua tahap. ”Untuk tahap pertama yakni triwulan 1 dan triwulan 2 yang barusan disalurkan sekitar 625 penerima, sasanya pada tahap kedua,” ujar Mawitjere.

Penerima bantuan ketika foto bersama (Foto Ist)

Penerima bantuan ketika foto bersama (Foto Ist)

Tidak hanya itu, Kadis Sosial ini juga menjabarkan program bagi difable merupakan janji politik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado. ”Nah ini merupakan komitmen Pak Wali dan Wawali Manado, dimana kegiatan ini merupakan wujud dari janji politik GSVL-MOR yang dituangkan dalam program di SKPD,” papar Mawitjere menutup.

Sekedar diketahui bantuan setiap orang berupa beras, ikan kaleng, mie instan, susu, gula pasir, terigu, minyak goreng, deterjgent dan telur.(Amas)

Lakukan Razia, Dinsos Ungkap Sebagian Besar Gepeng Bukan Orang Manado

Ilustrasi, seorang Gepeng sedang melakukan rutinitasnya (Foto Ist)

Ilustrasi, seorang Gepeng sedang melakukan rutinitasnya (Foto Ist)

MANADO – Hari ini, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Manado, kembali turun ke jalan untuk melakukan raziah para gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang kembali menjamur di Manado. Hal ini dikatakan Kadis Dinsos Frans Mawitjere. Menurutnya, upaya ini bukan yang pertama kali dilakukan, namun sudah yang kesekian kali.

”Hanya memang pemberantasan gepeng ini tak bisa langsung hilang. Artinya harus bertahap, dan terus dilakukan raziah,” ujar Mawitjere. Data yang diperoleh, lanjutnya, gepeng paling banyak di wilayah Pasar 45.

”Namun data kami menunjukkan, sebagian besar bukan warga Manado. Ini yang jadi masalah tersendiri,” terang Mawitjere.

Meski begitu, pihak Dinsos Manado, akan tetap melakukan penertiban serta mencari langkah-langkah yang tepat untuk mencari solusi. “Kita menggandeng Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Manado untuk langkah ini,” pungkasnya. (Tim Redaksi)

iklan1