Tag: dirjen sda

Proyek Balai Sungai Sulawesi Satu Bermasalah, LSM Desak Alfian Palisungan Bertanggung Jawab

Foto papan proyek (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pekerjaan proyek pembangunan Bangunan Pengendali Banjir Sungai Onggunoi Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) yang dikerjakan instansi Balai wilayah Sungai Sulawesi Satu Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR yang bekerja sama dengan pengusaha Kontraktor perusahaan PT. Mitra Sejahtera Mulia selaku rekanan pihak ketiga dengan total anggaran 2,8 Miliar tahun 2018.

Dugaan kuat telah terjadi kerugian Negara sebesar Rp 1 Miliar karena volume penggunaan material pada pekerjaan proyek tersebut tidak sesuai dengan jumlah volume material dan spesifikasi teknik yang ada dalam kontrak kerja, hal ini mendapat sorotan keras dari aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Transparansi Sulawesi Utara (Sulut), Donald Pakuku.

”Kami telah mengusut pembangunan proyek di Kabupaten Bolsel ini dan disinyalir ada perampokan uang negara dalam bentuk mark-up volume material dalam proyek pekerjaan tersebut. Juga jenis material yang digunakan dalam pekerjaan proyek tersebut seperti material pasir jauh dibawah standar material yang diwajibkan untuk digunakan karena hanya menggunakan material pasir lokal yang ada di sungai Onggunoi sekitaran lokasi pekerjaan proyek tersebut,” ujar Donald yang mengatakan praktek semacam ini menyalahi ketentuan.

Disampaikannya Onal sapaan mantan pengurus HMI Cabang Manado ini menyebutkan apa yang dilakukan kontraktor melahirkan hasil pekerjaan bangunan proyek yang abak-abal, rapuh, dan mudah terbongkar serta terindikasi merugikan negara sebesar Rp 1 Miliar rupiah.

”Pihak yang paling bertanggung jawab dalam kerugian pekerjaan proyek ini adalah saudara Alfian Palisungan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen PPK dalam Pekerjaan proyek ini dan saudara Sartono ST. MT selaku kepala satuan kerja atau kasatker dalam proyek tersebut serta perusahaan PT. Mitra Sejahtera Mulia selaku perusahaan rekanan pihak ketiga pelaksana,” tukas Donald yang mengatakan akan mendorong persoalan ini ke pihak berwajib. (*/Redaksi)

Gubernur Olly dan Wali Kota GSVL Lakukan Ground Breaking Pembangunan DAS Tondano

Menteri PU, Gubernur Olly dan Wali Kota GSVL saat meresmikan pencanangan (Foto Ist)

Menteri PU, Gubernur Olly dan Wali Kota GSVL saat meresmikan pencanangan (Foto Ist)

MANADO – Rabu (10/8/2016), Wali Kota Manado Dr GS Vicky Lumentut bersama Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey SE dan Dirjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum Mudjiadi MSc melakukan Pemancangan Perdana atau Ground Breaking River Improvement of Lower Reaches of Tondano River di Jembatan Mahakam Sungai Wawonasa Kecamatan Singkil.

Wali Kota GSVL sapaan akrab Lumentut berharap warga yang ada di sekitar pinggiran DAS Tondano di Kota Manado untuk bisa merelakan sebagian Tanah dan Bangunannya Yang Bakal Terkena Pembebasan atau Ganti Rugi Untuk Iklas Memberikan Sebagian Lahannya Guna Kepentingan Banyak Orang Kedepan.

“Selaku Pemerintah Kota Manado, kami akan melakukan pendekatan persuasif dengan warga bantaran Sungai yang akan dibebaskan dengan biaya ganti rugi yang sudah ditetapkan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum. Untuk itu kepada sekitar 285 pemilik lahan yang akan mengalami pembebasan ganti rugi, saya bermohon untuk kiranya bisa memahami dan menerima program pembangunan guna pencegahan dampak bencana alam yang bakal terjadi kedepan,” ujar GSVL.

Wali Kota GSVL saat diwawancarai wartawan (Foto Ist)

Wali Kota GSVL saat diwawancarai wartawan (Foto Ist)

Ditambahkan GSVL bahwa proyek pelebaran sungai atas kerja sama dengan JICA juga harus mendapat dukungan masyarakat, Wali Kota GSVL mengajak masyarakat menjaga kebersihan.

”Proyek di bantaran sungai ini, merupakan kerjasama dengan JICA yang akan berakhir hingga Juli 2017 nanti. Semua ini tentunya guna mencegah bencana datang, sehingga tentunya ini bukan hanya kepentingan warga Kota Manado saja. Namun untuk kita semua warga masyarakat di daerah ini, yakni terjaminnya keselamatan jiwa itu sendiri. Untuk itu, mari kita terus kelola dan jaga kebersihan DAS Tondano ini agar tercipta suasana yang aman dan sehat,” tutur GSVL saat diwawancarai wartawan. (*/Amas)

iklan1