Tag: dishub manado

Wujudkan Manado Tertib Lalu Lintas, Dishub Manado Siap Support Kepolisian

Personil Dishub Manado saat turun lapangan membantu menertibkan pengguna Lalin (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Mengoptimalkan semua potensi yang ada untuk turun lapangan, bekerja membantu pihak Kapolisian (Polantas) Kota Manado, dilakukan pemerintah Kota Manado melalui Dinas Perhubungan Kota Manado. Hal tersebut, disampaikan Plt Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Kota Manado, M. Sofyan kepada Suluttoday.com, Minggu (18/6/2017).

Menurut Sofyan sekitar ratusan personil Dishub Manado sudah disiapkan untuk membantu Polisi dalam hal mengatur Lalu Lintas (Lalin) di Kota Manado. Sementara itu, terkait pemahaman publik yang berkaitan dengan urusan mengatur Lalin adalah kewenangan penuh dari pihak Dinas Perhubungan Kota Manado saat ditanya juga ditanggapi Kadis Sofyan.

”Sekitar 113 personil Dishub siap membantu kepolisan dalam mengurai kemacetan di jalan. Kami akan menempatkan personil di titik rawan kemacetan yang prinsipnya Dishub Manado berupaya penuh dalam menertibkan Lalin. Nah, iya memang peran kami yang sebenarnya hanya membantu operasional di lapangan,” ujar M. Sofyan yang juga mantan Camat Tikala ini.

Kadis M. Sofyan (Foto Suluttoday.com)

Ditambahkannya lagi bahwa untuk saat ini kebanyakan masyarakat belum memahami pembangian tugas dari Dinas Perhubungan dan pihak Polantas dalam hal mengatur atau menertibkan Lalu Lintas. Sehingga demikian, Sofyan mengatakan lambat laun masyarakat harus tau dan membedakan ada kewenangan Dishub sampai sejauhmana. (Amas)

Minimalisir Kemacetan, Meski Hari Libur Dishub Manado Turun Tertibkan Lalin

Situasi pengaturan lalu lintas dari Dishub Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Kerja keras dan kompak ditunjukkan Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) pemerintah Kota Manado, bahkan sampai disaat ASN Perangkat Daerah lainnya berlibur, Minggu (11/6/2017) petugas Dishub Manado dipimpin Plt Kadis M. Sofyan. Menurut Sofyan saat diwawancarai menyampaikan bahwa pihaknya sedang memaksimalkan upaya mengurai kemacetan dan dilakukan dengan skala prioritas.

”Penempatan personil Dishub pada hari Minggu kami prioritaskan di seputaran rumah ibadah untuk membantu pengaturan lalin bagi masyarakat/saudara saudara kita yg akan melakukan ibadah di Gereja. Mohon maaf atas ketidaknyamanan berlalu lintas hari ini. Terjadinya perlambatan/kemacetan arah malalayang yang di sebabkan oleh adanya kegiatan soft opening dari Trans Mart di Bahu,” ucap Sofyan yang juga mantan Camat Tikala ini.

Para petugas Dishub Manado saat menegatur aktivitas lalu lintas (Foto Suluttoday.com)

Dilanjutkannya lagi, karena berbagai kecamatan sering terjadi pihak Dishub Manado ekstra menjalankan tugasnya, sampai pada waktu libur sekalipun tetap turun menjalankan tugasnya. Hal selanjutnya yang disampaikan Sofyan yakni sebab yang memicu kemacetan juga yaitu bertambahnya volume kendaraan yang masuk ke pusat Kota Manado.

”Selain itu, adanya crosing sepanjang jalan arah Malalayang di beberapa titik balik arah. Tidak hanya itu, meningkatnya volume kendaraan arah masuk dan keluar kota juga menjadi penyebab kemacetan. Sampai saat ini jajaran Dishub masih bekerja dengan menutup titik balik arah sepanjang Malalayang walaupun masih banyak juga oknum-oknum pengguna jalan/pengendara yang tetap memaksakan kehendak untuk tetap balik arah kendati sudah di arahkan,” ujar Sofyan menutup. (Amas)

Gojek dan Perubahan Jalur Jadi Kunci Menjawab Keluhan Sopir Angkot

Penolakan Gojek, ilustrasi (Foto Ist)

MANADO – Perhatian pemerintah Kota Manado dalam memperbaiki pelayanan publik agar benar-benar menyentuh pada kebutuhan masyarakat, tak lepas begitu saja dari tantangan dan rintangan yang ditemui dilapangan. Seperti disektor pelayanan lalu lintas di Kota Manado, dimana pemerintah sedang fokusnya melakukan pengaturan Lalin, penataan, dan seterusnya agar pengguna jalan bisa nyaman, namun yang ditemui juga masih ada masyarakat yang mengeluh.

Mulai bergerak bagai gelombang laut, keluhan dari para pengguna jalan mulai bermunculan. Kali ini disampaikan sopir angkutan umum (Angkot) di Manado, Risky salah satu sopir Angkot menyebutkan bahwa pemicu atas merosotnya jumlah penumpang disebabkan karena hadirnya Gojek dan perubahan jalur.

‘’Kuncinya ini ada pada kehadiran Gojek di Manado dan juga perubahan jalur satu arah yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Manado. Melalui media mungkin kami mau sampaikan bahwa inilah masalahnya, silahkan peduli dengan sopir dan usir para Gojek itu, begitu juga kembalikan jalur seperti sediakala,’’ kata Risky.

Bahkan secara tegas Risky meminta masyarakat untuk tidak ikut membunuh ‘kehidupan’ para dan mata pencaharian para sopir Angkot dengan cara tidak menggunakan jasa Gojek. Dirinya menyampaikan kalau organisasi Basis Angkot dalam waktu dekat akan melakukan demo meminta adanya keadilan.

‘’Kalau sudah diketahui penyebabnya, maka kami juga meminta masyarakat jangan ikut mematikan mata pencaharian kami. Karena sopir kebanyakan adalah orang-orang pribumi, mulai sekarang stop gunakan jasa Gojek, pemerintah kami minta tolong rubah jalur lalu lintas, kasihani kami sangat sulit mendapatkan penumpang. Jika begini terus, maka para sopir Angkot bisa berhenti bekerja, dan pengangguran di Manado akan bertambah,’’ tutur Risky. (Amas)

Operasi Gabungan, Dishub Manado Jaring Puluhan Kendaraan ‘Bermasalah’

Tim gabungan saat beroperasi di kawasan KONI Sario Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Manado, M Sofyan terus meningkatkan koordinasi dan mengoptimalkan pelayanan khususnya di jalur lalu lintas. Kali ini, dalam rangka penertiban kendaraan Angkutan Kota (Angkot) yang sering melanggar aturan, maka Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dishub Kota Manado, menggelar Operasi Gabungan.

Dalam Operasi ini Dishub menggandeng Satuan Lalulintas (Satlantas) Polresta Manado dan Detasemen Polisi Militer (Denpom), Selasa (21/02/17). Kepala Dishub Kota Manado, melalui Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Donald Wilar mengatakan, Operasi gabungan tersebut telah di mulai sejak, Senin (20/2/2017), dan akan rutin dilakukan setiap hari selama Satu Bulan penuh.

”Operasi ini dilakukan untuk melakukan pengawasan bagi kendaraan Angkot yang tidak layak jalan, dan melakukan pemeriksaan surat-surat Ijin. Seperti ijin trayek, KIR dan lain-lain yang wajib dikantongi kendaraan Angkot,” kata Wilar ketika diwawancarai.

Wilar menjelaskan juga, untuk operasi Senin (20/2/2017) di Kawasan Gedung KONI Sario, ada sejumlah 92 Kendaraan angkot yang didapati tidak layak jalan dengan berbagai pelanggaran.

Operasi Gabungan di seputaran Jembatan Miangas ruas jalan Martadinata (Foto Suluttoday.com)

”Untuk hari ini, sudah ada sejumlah kendaraan yang didapati tidak memiliki kelengkapan surat serta kelayakan kendaraan, sebagaimana, yang wajib di miliki oleh kendaraan angkutan umum untuk beroperasi,” tutur Wilar.

Dikatakannya lagi bahwa yang menjadi prioritas Dishub Manado dalam operasi gabungan bersama Satlantas Polresta Manado dan Denpom, yakni untuk kelengkapan surat dan uji kelayakan kendaraan. Kalau ditemukan ada kendaraan yang telah dimodifikasi, menjadi ceper ataupun memasang knalpot racing. Wilar mengatakan, itu langsung diserahkan kepada Satlantas Polresta Manado untuk ditindaklanjuti.

”Kami juga menghimbau kepada seluruh pengemudi dan pemilik kendaraan angkutan umum, agar memperhatikan dan mentaati teknis dan perijinan kendaraan. Sehingga tidak kena tilang dan mendapat sanksi yang tegas,” papar Wilar menutup. (*/Amas)

Pastikan Tak Ada Lagi Parkir Liar, Wali Kota GSVL Turun Lapangan

DR GS Vicky Lumentut saat melakukan apel bersama instansi Lalu Lintas Kota Manado (Foto Ist)

DR GS Vicky Lumentut saat melakukan apel bersama instansi Lalu Lintas Kota Manado (Foto Ist)

MANADO – GS Vicky Lumentut tak mau tinggal diam atas terjadinya ‘permasalahan’ di Kota Manado, yang salah satunya menjadi keluhan warga Kota Manado adalah munculnya kemacetan Lalu Lintas, hal itu ditunjukkan GSVL sapaan akrab Lumentut melalui turun lapangan, Senin (23/3/2015) kemarin.

GSVL turun langsung melakukan sosialisasi kawasan bebas parkir di jalan Sam Ratulangi dan Piere Tendean Boulevard. Pencanangan kawasan bebas parkir itu dilakukan di kawasan Gereja Katedral jalan Sam Ratulangi dipimpin GSVL, sebutan Lumentut sambal menggelar apel jajaran Dinas Perhubungan, Sat Pol PP diback up aparat Lalulintas Polresta Manado.

GSVL mengingatkan aparat Kapolisian, Petugas Dishub, dan Pol-PP dalam apel tersebut melaksanakan tugas dan fungsi sebaik mungkin dengan terus mengedepankan faktor pelayanan prima.

”Ada sejumlah lokasi larangan Parkir di Kota Manado ini, kiranya bisa diterapkan para pengendaraan bermotor yang ada. Mari kita terus mentaati aturan dan peraturan yang ada, agar tidak ada yang dirugikan,” ujar GSVL sembari mengingatkan tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan para penguna jalan maupun warga mengunakan fasilitas publik.

Mulai 1 April nanti, pihak terkait yang tergabung dalam Polisi Lalu Lintas, Dishub dan Pol PP akan melakukan penindakan tegas bagi para pengendara bermotor yang melanggar. ”Sekarang baru sebatas sosialisasi dan teguran, jadi mari kita warga yang taat Lalulintas kiranya bisa mengikuti ketentuan dan aturan yang ada,” ucapnya. (Amas Mahmud)

iklan1