Tag: disnaker manado

Atto Bulo: Perusahaan Wajib Berikan THR

Atto Bullo (Foto Suluttoday.com)

Atto Bulo (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Jelang hari raya Idul Fitri 1437 Hijriah pemerintah Kota Manado mulai mengingatkan para pemilik perusahaan agar menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawannya. Hal itu disampaikan Atto Bulo, SH,MH selaku Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Manado saat diwawancarai Suluttoday.com, Selasa (28/6/2016).

Menurut Atto pihaknya telah membentuk tim untuk turun ke perushaan dalam rangka mengawasi perusahaan dalm hal pemberian THR, dirinya mengakui masih ada saja perusahaan yang sering ‘memanfaatkan’ cela dalam aturan Ketenagakerjaan. Atto menegaskan bahwa bila ditemukan ada pelanggaran aturan terkait pemberian THR, maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas.

”Sekitar 14 hari sebelum Hari Raya perusahaan wajib memberikan THR kepada karyawannya sesuai aturan Ketenagakerjaan yang berlaku. Tim sementara ini sedang turun ke lapangan, pembentukan tim ini dimaksudkan agar ada tindakan tegas dan pengawasan dari pemerintah terhadap perusahaan yang ‘nakal’ dan tidak mau memberikan THR pada karyawannya yang berhak menerima,” ujar Bulo.

Tidak hanya itu, Kadis yang dikenal akrab dengan wartawan ini menyampaikan pula bahwa penjelasan dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan tentang karyawan atau pekerja yang bekerja sama dua bulan berturut-turut sudah layak diberikan THR dari perusahaan dimana karyawan tersebut bekerja. (Amas)

Bullo: H-7 THR Sudah Wajib Dibayarkan

Atto Bullo (Foto Suluttoday.com)

Atto Bullo (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Menjelang hari raya umat kristiani (25/12/15) Natal. Semua perusahaan wajib menunaikan tanggung jawab membayarkan hak pekerja minimal H-7. Seperti kalimat yang diungkapkan Atto Bullo selaku kepala dinas tenaga kerja (disnaker) kota Manado kepada suluttoday.com Kamis (18/12/15) hari ini di ruang kerjanya.

“Setiap pengusaha wajib menunaikan kewajiban untuk membahayarkan hak pekerja berupa THR menjelang hari raya pekerja terkait, ” ungkap Bullo.

Lebih lanjut dikatakan Bullo jika kedapatan ada pengusaha (perusahaan) yang tidak menunaikan kewajiban, dan pihak disnaker kota Manado menerima laporan terkait, maka akan di tindak lanjuti sesuai prosedur yang ada.

“Kami akan menindak lanjuti sesuai prosedur yang ada, jika kedapan adanya laporan pekerja yang tidak menerima hak sebagai pekerja dalam hal ini berupa THR menjelang hari raya pekerja terkait,” tegas Bullo.

Namun sejauh ini, perkembangan signifikan yang baik di tunjukan para pengusaha di kota Manado dalam hal menunaikan tugas dan kewajiban kepada para pekerja, hal tersebut dapat dilihat dari kurangya laporan para pekerja terhadap hal terkait.

“Saya bersyukur, dikota Manado tak diragukan, bahkan perkembangan yang semakin baik ditujukan, hal itu dapat dilihat dari kurangya aduan pekerja untuk hal terkait, pungkas Bullo menutup. (Angel)

Bullo: Pilkada, Pengusaha Wajib Berikan Kesempatan Pada Karyawan

Atto Bullo

Atto Bullo, SH,MH (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Pemerintah kota Manado dalam hal ini kepala dinas tenaga kerja kota manado. Memberikan warning kepada para pengusaha yang bernaung di Manado. Untuk memberikan kesempatan kepada para karyawan dan karyawati, untuk melakukan pencoblosan secara bergantian.

“Pengusaha, wajib berikan kelonggaran untuk para pekerja melakukan pencoblosan secara bergantian,” ungkap Bullo kepada Suluttoday.com

Meski menurut beliau, tanggal 9 Desember mendatang, tidak masuk dalam kategori libur nasional, namun sebagai warga masyarakat yang baik, semua wajib menunaikan kewajiban memberikan suara dalam pencoblosan nanti, demikian halnya dengan para pekerja wajib diberikan kesempatan oleh pengusaha.

“Itu memang bukan libur nasional, tapi sebagai warga masyarakat yang baik, tentunya wajib menunaikan tugas tanggung jawab untuk mencoblos, demikian halnya dengan para pekerja, nah Bos harus mengerti,” kata Bullo lagi.

Diharapkan, di hari tersebut semua pengusaha taat aturan yang diberikan Pemerintah kota Manado, untuk kemajuan dan perkembangan Manado yang semakin baik lagi. (Angel)

Menjamurnya Alfamart Pemilik Warung Mengeluh, Ini Komentar Kadisnaker

Alfamart (Foto Ist)

Alfamart (Foto Ist)

MANADO – Menjamurnya minimarket Alfamart dan Indomaret, makin meresahkan masyarakat usaha kecil. Pasalnya, tawaran yang lebih murah dan bergengsi disajikan minimarket tersebut, sedangkan untuk usaha kecil seperti warung semakin ditingalkan para pembeli.
Anisa Ibrahim warga masyarakat kelurahan lawangirung, kepada Suluttoday.com mengatakan, kehadiran minimarket tersebut yang semakin menjamur, begitu meresahkan masyarakat.

“Kami, sebagai pelaku usaha kecil (warung,red) merasa semakin tidak nyaman, kami ditingalkan pembeli, semua menuju ke lokasi minimarket tersebut dengan harga yang lebih murah, sementara hampir di semua kelurahan di wilayah Kota Manado, minimarket tersebut telah hadir untuk mematikan usha kecil kami,” ungkap Anisa.

Sementara, ketika di konfirmasikan kepada kepala dinas tenaga kerja kota Manado Atto Bullo, beliau berpendapat jika ada dua sisi berbeda yang dapat di ambil dari adanya Alfamart dan Indomaret.

“Jika di satu sisi dapat menyebabkan usaha kecil masyakat makin terpuruk, disisi lain usaha minimarket tersebut memberdayakan SDM dari kota Manado sendiri, hal itu dibuktikan dengan adanya sidak yang telah dilakukan beberapa waktu lalu, sebagai tindakan lanjutan dari rapat dengan Walikota Manado,” jelas Bullo.(Angel)

Bullo: Dolar Naik, Tak Ada PHK Pekerja di Manado

Atto Bullo

Atto Bullo, SH,MH

MANADO – Naiknya Dolar yang membuat posisi mata uang Rupiah menjadi melemah nilainya, memabawa dampak tersendiri bagi perusahaan dan pekerja (karyawan) di Indonesia. Hal itu terjadi di sejumlah Kota Besar di Indonesia, namun syukurlah tidak terjadi di Kota Manado, sebagaimana disampaikan Atto Bullo SH,MH Kepala Dinas Ketenagakerajaan dan Transmigrasi Kota Manado. Menurut Bullo para karyawan di Manado sejauh ini aman-aman saja.

”Memang terjadi pemberhentian kerja atau PHK terhadap karyawan perusahaan terjadi di beberapa daerah di Indonesia, tapi bersyukurlah untuk di Manado akibat naiknya Dolar ini tidak memberikan pengaruh signifikan. Artinya, para karyawan disini tidak merasakan efek negatif dari nainya Dolar, begitupun pihak perusahaan di Manado aman-aman saja.” ujar Bullo saat diwawancarai Suluttoday.com.

Bullo tak lupa menghimbau agar pekerja dan pemilih perusahaan di Kota Manado tetap menjaga profesionalisme, dia menyadari ditengah persaiangan global para pekerja memiliki tantangan tersendiri dalam menjalankan karir mereka. Namun, hal yang juga urgen bagi Bullo adalah pentingnya para pekerja pribumi mendapatkan aksesĀ  kerja yang luas di daerah ini. (Amas)

iklan1