Tag: disperindag

Soal Miras, Disperindag Minta Pemilik Minimarket Kooperatif

Hanny Wajong (Foto Ist)

Hanny Wajong (Foto Ist)

MANADO – Terkait larangan Pemerintah pusat melalui menteri perdagangan terhadap larangan penjualan minuman keras (Miras) alkohol golongan A diminmarket dan warung, mendapat tanggapan serius dari Dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Sulut.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulut Hanny Wajong saat ditemui Suluttoday.com Senin (20/4/2015)mengakui, tak bisa menjangkau seluruh minimarket dan warung yang menjual alkohol jenis ini. Dia harap, minimarket atau pengecer lainnya bisa kooperatif.

”Karena larangan ini sudah disosialisasikan sejak lalu. Kita akan menyurat lagi tentang ini. Namun, kami imbau agar masyarakat mematuhinya,” ujarnya.

Lanjut Wajong, pihaknya akan serius menegakkan Permendag ini. Karena pertumbuhan minimarket sangat pesat di Sulut. ”Jika masih menjual alkohol jenis A kami akan tertibkan dan juga ini tentu akan mengganggu masyarakat umum,” pungkas dia. (Fajri Syamsudin).

Disperindag Sulut Imbau Tidak Gunakan Pakaian Bekas

Pakean Cabo diminati masyarakat (Foto Ist)

Pakean Cabo diminati masyarakat (Foto Ist)

MANADO – Masyarakat yang ‘doyan’ memakai pakaian bekas, sebaiknya secepatnya menggantinya dengan pakaian yang baru. Pasalnya, dalam pakaian bekas memiliki bakteri yang menimbulkan berbagai penyakit. Oleh sebab itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Utara (Sulut), Hanny Wajong, menghimbau kepada konsumen agar memilih pakaian baru ketimbang yang sudah bekas.

“Pada pakaian bekas memiliki jamur patogen. Di mana, jamur ini bisa menimbulkan gatal-gatal bagi pemakainya. Makanya, janganlah pakai yang bekas,” ungkap Wajong kepada wartawan belum lama ini. Tak hanya gatal-gatal, lanjut Wajong, dengan memakai pakaian bekas akan mengakibatkan bisul, infeksi pada kulit manusia dan gangguan pencernaan. “Lebih parah lagi gangguan pada kelamin,” sambungnya.

Wajong mengatakan himbauan ini bukan hanya menakut-nakuti masyarakat, tetapi memang kenyataannya demikian. “Belum lama ini, Kementerian Perdagangan mengambil sample 25 pakaian bekas. Setelah diuji, semuanya positif memiliki jamur patogen. Ini yang perlu diwaspadai,” tuturnya.

Dari hasil uji tersebut ternyata dalam per gram pakaian bekas didapati sekitar 36 ribu bakteri. Bahkan, ada pula pakaian dari luar negeri tersebut memiliki 216 ribu bakteri per gramnya. “Kalau sekarang memang belum ada yang komplain akibat pakaian bekas. Tapi, kedepannya bakal bermunculan,” ujarnya.

Wajong menambahkan dengan masyarakat menggunakan pakaian baru, terlebih khusus yang dipakai pakaian lokal pastinya membuat industri pakaian lokal akan tumbuh. “Torang itu harus memajukan industri lokal,” pungkasnya.(**/Don)

Rica Melonjak Ikutan BBM, Pemkot Manado Janji Kontrol Sembako

Dante Tombeg

Dante Tombeg

MANADO – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi bagian penting yang mengisi diskusi warga Kota Manado, muncul penolakan, kekesalan dan apresiasi terhadap kebijakan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam hal menaikkan harga BBM. Warga Kota Manado juga ternyata hadapkan dengan kenaikan harga Rica, bukan hanya harga BBM yang membuat warga galau.

Terkait kenaikan harga Rica, Selasa (18/11/2014) Suluttoday.Com saat mewawancarai Kepala Dinas Prindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Manado, Dante Tombeg menyebutkan kenaikan harga Rica membuat warga Kota Manado mengeluh. Dikatakan Tombeg ada beberapa hal yang mempengaruhi kenaikan harga Rica di Kota Manado.

”Kenaikan harga Rica sekitar Rp. 75.000 per kilo gram. Ini diluar perkiraan kami, pemerintah Kota Manado berharap agar kenaikan Rica tidak setinggi ini, memang hal ini dipengaruhi atas keadaan cuaca, kemudian pengaruh Bahan Bakar Minyak,” ujar Tombeg.

Tambahnya lagi pemerintah Kota Manado akan terus mengontrol adanya kenaikan Semibilan Bahan Pokok (Sambako) di pasar-pasar tradisional di Kota Manado. Tombeg mengatakan untuk kondisi harga Sembako lain memasih dalam kondisi wajar. ”Kami mengontrol terus kenaikan harga Sembako, untuk kenaikan harga barang kami lihat masih berada pada posisi yang stabil, memang mengalami fluktuasi harga, semua pasar tradisional di Manado akan kami kawal,” ucap Tombeg. (Amas Mahmud)

iklan1