Tag: djafar alkatiri

TIGA PENGUAK SEKAT

Benny Rhamdani, Taufiq Pasiak dan Djafar Alkatiri (Foto Istimewa)

– Refleksi para aktivis –

Oleh ReO, Fiksiwan

Setiap aktivis pastilah seorang ideolog intekektual, begitu tulis filsuf Eric Hoffer dalam bukunya: The True Believers: Thoughts on The Nature of Mass Movement(1951).

Buku tentang “Filsafat dan Hakikat Gerakan Massa” ini menjadi salah satu buku pencetus gerakan massa di berbagai negara. Terutama di tempat asalnya Hoffer Amerika, buku itu ikut melecutkan gerakan massa — kiri-tengah-kanan — seperti Khu Klux Clan, Malcom X, New Left, Hippies hingga Luther King’s Afro-American Antidiscrimination’s movement.

Bahkan di Perancis menjadi pencetus Student’s Movement 1968 dan didahului oleh Angkatan ’66 sejak kudeta G30S PKI yang ikut mendorong prahara budaya antara kubu Manikebu (embrio Orba) vs Lekra (kubu Orla).

Dengan kata lain, sejarah gerakan massa di manapun akan melahirkan para aktivis — menurut teori gerakan massa Gramsci disebut para intelektual organik — yang memilih dan memiliki ideologi lintas batas(passing over) dalam medan perjuangan mereka.

Bukan kebetulan. Dari sejarah gerakan massa sejak Orla, Orba hingga Oref (Orde Reformasi) ini, saya salah satu saksi dan ikut terutama di dalam dua orde (Orba dan Oref) tersebut.

Meski saya tak mendaku sebagai aktivis tulen, beruntung saya memiliki tiga kader yang sejak mahasiswa akhir 80-an merupakan para aktivis kampus Unsrat.

Kini, ketiga kader itu, masing-masing Benny Rhamdani (Kepala BP2MI), Djafar Alkatiri (DPD RI) dan yang sedikit mengejutkan Taufiq Pasiak baru saja dilantik menjadi Dekan Fakultas Kedokteran UPN Veteran dan mengharuskan ia harus ada di pusat pemerintahan Jakarta.

Ketiga aktivis ini, meski memiliki “jalan ideologi” masing-masing, mereka telah menjadi aset nasional bagi “national interest” dari daerah asal mereka.

Sebagai ‘senior’ para aktivis boleh lah saya bangga dan sedikit mengkleim bahwa mereka lahir, tumbuh dan “menjadi”(becoming) atas relasi mentalitas intelektual dari ‘common deminator’ bersama.

Karna itu, kebanggaan kita bersama, terutama saya pribadi, terhadap prestasi mereka harus ditagih pada aras moralitas untuk menjawab segala tuntutan dan tanggungjawab bersama sejak mereka menjadi aktivis dan kini tetap menjadi “aktivis negara” dari tiap ranah perjuangan mereka.

Sebagai aset negara, mereka bertiga — yang saya tahu persis kedalaman ideologi mereka sebagai aktivis — akan menjadi sedikit dari banyak aktivis yang integritas mereka tak secuilpun diragukan. Setidaknya, mereka tahu persis lika-liku, seluk-beluk, sekat-belut dalam menghadapi godaan dan iblis kekuasaan.

Sebagai apresiasi atas daya juang mereka ke aras nasional, terutama di masa-masa mendatang, harapan kita agar insyaallah mereka menjadi ‘mujtahid’ yang bisa menanggal segala macam sekat dan ‘busana duniawi’ demi kemaslahatan dan martabat kita semua.

Pastikan Pilkada Sukses, Wali Kota Manado Bertemu Senator Asal Sulut

Wali Kota Manado bersama Senator (DPD RI) asal Sulut (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Wali Kota Manado, Dr. Ir. Godbless Sofcar Vicky Lumentut, S.H.,M.Si.,D.E.A, menerima kunjungan Anggota Senator, Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), asal Sulawesi Utara (Sulut), diantaranya Wakil Ketua Komite I DPD RI, Ir. Hj. Djafar Alkatiri, MM, dan Dr. Maya Rumantir, MA, Selasa (8/12/2020) bertempat di kantor Walikota.

Sehubungan dengan kegiatan kunjungan kerja dalam rangka pengawasan atas pelaksanaan Pilkada Serentak di Kota Manado pada Rabu (9/12/2020) Besok.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota memberikan apresiasi atas kunjungan ini. Dimana kunjungan dari Pak, Hj. Djafar Alkatiri dan Ibu Maya Rumantir, memberikan suport bagi kami Pemkot Manado dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkada Serentak yang akan digelar besok.

”Harapan kita semua Pilkada dapat berjalan dengan sehat, aman, lancar dan sukses. Dengan tetap mengajak wajib pilih untuk mendatangi TPS guna menyalurkan hak suara serta mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumuan,” ujar Wali Kota Manado 2 periode ini.

Setelah melakukan tatap muka, Walikota bersama Anggota DPD RI mengunjungi Desk Pilkada Pemkot Manado. Hadir dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah Kota Manado, Micler CS Lakat, SH, MH, dan para pejabat eselon II dilingkungan pemerintah Kota Manado.

(*/Redaksi)

Ngopi di Jarod Manado, Senator Djafar Bincang Omnibus Law dan Bernyanyi

Santai Senator Djafar saat ngopi di Jarod (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Dikenal sebagai sosok politisi yang merakyat, Ir. H. Djafar Alkatiri, MM.,M.PdI, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) tak pernah lupa aktivitas awalnya. Melekat pada dirinya sebagai figur yang luas pergaulannya, terbiasa bergaul dan dibesarkan di organisasi kemahasiswaan, kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan membuat Senator Djafar selalu dirindukan.

Sabtu (10/10/2020), setelah berolahraga menjaga kebugaran tubuh, Djafar juga menyempatkan waktu bersilaturahmi, ngopi dan berbincang bersama kawan-kawannya. Juga aktivis partai politik dan tokoh agama, Senator Djafar berbaur di Jalan Roda (Jarod) Manado. Kehadirannya disambut warga Jarod kehadiran. Politisi santun itu mengingatkan masyarakat agar menjaga iklim demokrasi di Pilkada Serentak 2020.

“Enak dan senang tentu saya berada di Jarod. Kelahiran saya sebagai sejak awal sebagai aktivis jalanan, sehingga berada di Jarod bagi saya adalah kembali mengenang sejarah perjuangan. Inilah rumah besar kita aktivis di Sulut. Dalam ngopi santai dan silaturahmi, saya ingatkan masyarakat untuk sama-sama menjaga kerukunan. Mari kita kawal Pilkada damai, momentum 5 tahunan harus mengakrabkan kita,” ujar Senator Djafar asal Sulawesi Utara (Sulut) ini.

Senator saat bernyanyi di Jarod (Foto Suluttoday.com)

Disampaikan Djafar yang juga Wakil Ketua Komite I DPD RI itu bahwa tantangan rakyat Indonesia saat ini adalah jika Undanga-Undang Cipta Karya (UU CK) ditandatangani Presiden. Berhubung omnibus low belum ditandatangi, maka masyarakat Manado diminta mendoakan agar Presinden Jokowi sehat wal’afiat dan tidak menandatangani UU tersebut.

“Kemudian satu lagi, coba dilihat penolakan publik atas UU Cipta Karya. Soal omnibus law ini dalam beberapa pasalnya berpotensi merugikan rakyat. Itu sebabnya, saya anggota DPD RI telah menyurat Pak Presidem untuk menolak omnibus law. Kita doakan agar beliau sehat wal’afiat sehingga mempertimbangkan untuk ditandatanganinya UU omnibus law,” ujar Senator vokal ini.

Suasana berlangsungnya silaturahmi Senator Djafar (Foto Suluttoday.com)

Kunjungan Senator Djafar di Jarod kalii ini begitu santai. Menariknya, setelah ngopi, makan pisang goreng, dan sempat didulat warga Jarod untuk bernyanyi. Djafar yang dikenal sebagai mantan Anggota DPRD Provinsi Sulut ini menghibur masyarakat Jarod Manado dan bersedia melantunkan 2 buah lagu. Suara merdu Senator Djafar disambut tepukan tangan meriah.

(*/Amas)

Selamatkan NKRI Dari Ancaman Disintegrasi, Senator Djafar Sampaikan Pentingnya Persatuan

Peserta sosialisasi mendengarkan pencerahan dari Senator Djafar (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kelembagaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Rabu (7/10/2020) menggelar Temu Tokoh Nasional di Manado. Kegiatan tersebut melingkupi edukasi terkait Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinake Tunggal Ika. Kemudian bagi-bagi bantuan dari MPR RI yang diwakili Ir. H. Djafar Alkatiri, MM.,M.PdI, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).

Dalam kesempatan itu, Senator Djafar mengajak masyarakat agar menghidupkan nilai-nilai Pancasila. Di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) tantangan pemerintah begitu terasa, terutama berkaitan dengan usaha menjaga solidaritas sosial. Wakil Ketua Komite I DPD RI mengingatkan masyarakat agar berpegang teguh pada ajaran agama, yang secara langsung berkonsekuensi positif terhadap cinta tanah air.

‘’Tugas kita semua yaitu menjaga Indonesia agar tetap kokoh. Tidak tercerabut dari akar sejarah, tidak dikooptasi kepentingan pemodal maupun kepentingan kolonial (penjajah) yang membuat Indonesia terbelah. Persatuan nasional terganggu. Musuh kita bersama adalah mereka para penumpang gelap yang mengaku Pancasilais, tapi menerapkan ajaran sesat yang anti-Pancasila. Mematuhi nilai-nilai keagamaan menjadi kunci penting kita akan menjaga Indonesia dari ancaman bahaya perpecahan,’’ kata Senator Djafar dari Dapil Sulawesi Utara ini.

Senator Djafar Alkatiri saat menyampaikan materi (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Fadel Muhammad menegaskan bahwa kebersamaan menjadi elemen penting dalam mengukuhkan Indonesia yang maju dan mandiri. Bagi Fadel yang diwakili Hasan Sahab, SH, masyarakat harus menumbuhkan rasa cinta antara sesama. Kemudian berani memulai dari hal-hal terkecil seperti memupuk kesadaran pemikiran yang positif untuk membangun Indonesia maju.

‘’Belajar menjaga pikiran agar positif. Tidak tercemar atas hasutan, saling menjatuhkan maupun adu domba yang merusak kerukunan kita sebagai Negara beradab. Masyarakat secara umum jangan merasa seolah tidak memiliki porsi dalam peran sosial, sehingga masa bodoh. Namun harus berfikir dan bertindak tepat, saling memajukan, bahu-membahu gotong royong mewujudkan pembangunan. Dengan berfikir positif, kemudian saling menopang membuat kita yang berbeda-beda akan kuat, mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya,’’ kata Hasan.

Narasumber ketika menyampaikan materi (Foto Suluttoday.com)

Selain itu, Dr. dr. Taufiq Pasiak secara komprehensif menguraikan tentang tradisi turun-temurun yang biasa menjadi warisan sejarah khususnya di Kota Manado mulai hilang. Seperti ada relasi sejarah yang terputus karena masuknya budaya modern dengan ciri pandangan post-truth. Dimana media sosial begitu berperan signifikan dalam memainkan pandangan public melalui sistem online (jagat maya).

Sekedar diketaui, Temu Tokoh Nasional yang dirangkaikan dengan Sosialisasi 4 (Empat) Pilar Kebangsaan itu dihadiri ratusan masyarakat Kota Manado. Proses pemaparan materi oleh 3 narasumber, diantaranya Senator Djafar Alkatiri, Wakil Ketua MPR RI Prof. Dr. Ir. Fadel Muhammad yang diwakili Hasan Sahab, dan Dr. dr. Taufiq Pasiak, pakar otak. Sesi tanya jawab dimanfaatkan masyarakat untuk bertanya, menyampaikan masukan dan keluhan untuk penguatan penerapan Pancasila.

(*/Amas)

Jaga Integrasi Nasional, MPR RI Ingatkan Masyarakat Manado Terkait Ini

Ir. H. Djafar Alkatiri, MM.,M.PdI ketika menyampaikan materi (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Meningkatkan kualitas masyarakat terus dilakukan pemerintah. Rabu (7/10/2020), di Tikala Kota Manado, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Dalam acara tersebut hadir selaku narasumber adalah Senator Ir. H. Djafar Alkatiri, MM.,M.PdI, hadir pula pembicara Hasan Sahab, Stafsus Wakil Ketua MPR RI, Prof. Dr. Ir. Fadel Muhammad, dan Mengundang Dr. dr. Taufiq Pasiak, M.PdI.,M.Kes, pakar Neurosains.

Djafar yang juga Wakil Ketua Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) itu menjelaskan tentang pentingnya toleransi, persatuan dan pluralisme. Bagi Senator asal Sulawesi Utara (Sulut) ini komitmen pemerintah dalam memberikan jaminan keamanan, kepastian hukum, kesejahteraan serta keadilan harus tetap dikawal masyarakat. Terlebih di era pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

”Sekarang masyarakat Indonesia tengah kesulitan secara ekonomi. Termasuk di Kota Manado dan Provinsi Sulawesi Utara, banyak masukan, saya saksikan sendiri juga bahwa kesungguhan pemerintah mewujudkan keadilan, kesejahteraan dan kesamaan di depan hukum patut juga disupport masyarakat. Kemudian kebutuhan rakyat harus dipenuhi pemerintah. Artinya, masyarakat pun harus terlibat dan dilibatkan dalam memastikan kalau kepedulian pemerintah sebagaimana yang dipidatokan Presiden, dipastikan benar-benar tercapai ke bawah. Masyarakat juga bertugas menjaga kerukunan, toleran dan menghormati keberagaman yang ada,” ujar Anggota DPD RI yang dikenal vokal ini.

Berlangsungnya pemaparan materi dari Dr. dr. Taufiq Pasiak (Foto Suluttoday.com)

Tambah Senator yang juga mantan Anggota DPRD Provinsi Sulut itu menilai keistimewaan warga Manado menjadi kekuatan yang luar biasa dalam memperkuat integrasi nasional. Sikap peduli, ramah, saling menghormati yang menjadi ciri dan identitas warga Nyiur Melambai dikatakan Senator Djafar perlu terus-menerus dipertahankan.

”Saya optimis kebiasaan warga Manado dan Sulawesi Utara umumnya yang rukun, menghargai perbedaan, terbiasa dengan hidup berdampingan akan lebih mudah menyanggah keutuhan kita berbangsa dan bernegara. Masyarakat kita juga jangan abai terhadap datangnya ancaman, tetapi harus peka pada situasi di lingkungan. Proaktif menjaga keamanan, menjadi alarm pengingat pemerintah bila mana situasi diwilayah kita sedang terancam, terutama terkait masuknya paham yang berlawanan dengan ajaran Pancasila,” kata Senator Djafar tegas.

Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan bantuan bagi para penanya. Juga penyerahan cinderamata dari MPR RI, foto bersama serta ramah tamah. Senator Djafar dalam arahannya mengajak masyarakat agar menjadi pelopor dan duta-duta dalam melakukan kampanye gerakan membumikan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinake Tunggal Ika.

(*/Redaksi)

iklan1