Tag: DKI jakarta

Relawan TurunTangan Perangi Covid-19, Sentuh Pekerja Seni

Relawan TurunTangan antusias membantu sesama (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Bencana nasional Corona Virus (Covid-19) memang memberi dampak luar biasa pada kehidupan masyarakat. Termasuk di saat umat Islam sedang menjalankan ibadah bulan puasa Ramadhan 1441 Hijriah. Selasa (5/5/2020), Relawan TurunTangan kembali membantun masyarakat. Seperti kita ketahui, penyebaran Covid-19 hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda segera berakhir. Di masa pandemi, banyak kalangan yang merasakan dampaknya secara langsung, salah satunya adalah kelompok pekerja seni.

Turut merasakan dampaknya. Mereka yang berprofesi sebagai seniman kini tak lagi beraktivitas seperti biasanya karena adanya larangan kerumunan orang sehingga mereka tak bisa lagi mengadakan event pertunjukan. Kondisi itulah yang membuat Gerakan TurunTangan mengadakan program apresiasi bagi pekerja seni. Pekerja seni adalah orang-orang yang melestarikan budaya tetap hidup di saat era modernisasi saat ini. Bentuk apresiasi yang TurunTangan adalah memberikan sembako kepada mereka.

Relawan TurunTangan, Azmi Kautsar menuturkan, program donasi pekerja seni tersebut merupakan buah kerjasama antara TurunTangan dengan KitaBisa.com serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. Hari ini, Selasa (5/5/2020), relawan TurunTangan membagikan bentuk apresiasi tersebut kepada pekerja seni di dua titik yang ada di Jakarta Barat.

“Hari ini kami telah bagikan 70 paket berupa sembako kepada para pekerja seni sebagai bentuk apresiasi di dua titik yaitu Sanggar Sekojor dan Sanggar Tari putri ranggapati,” ujar Azmi, Selasa (5/5/2020).

Distribusi bantuan di Sanggar seni budaya Betawi (Foto Istimewa)

Relawan TurunTangan akan membagikan sejumlah 1.000 paket sembako di berbagai titik di DKI Jakarta. Sembako tersebut berisi beras 10 kg, minyak goreng 2 liter, kopi 165 gram, sirup botol, gula 1 kg, mi instan 5 pcs, kecap 520 ml, sarden 425 gram, dan ada juga peralatan mandi seperti sabun 5 pcs. Seperti diketahui, pekerjaan seorang seniman dan pelestari budaya banyak bersentuhan dengan masyarakat. Maka dari itu, kondisi sosial saat ini yang memaksa setiap orang untuk diam di rumah akan menghilangkan penghasilan mereka.

“Apresiasi kami untuk pekerja seni ini tidak terbatas pada bidang seni tertentu. Kami memberikannya mulai dari ondel-ondel, penari, pesilat, sampai pelestari budaya betawi,” tutur Azmi di Jakarta.

Sementara itu, Maman (50) salah satu pekerja seni di Sanggar Tari Puri Ranggapati sangat berterimakasih dengan adanya apresiasi yang disalurkan oleh pihak TurunTangan. “Ini sangat membantu, karena selama beberapa bulan ini sudah tidak ada latihan apalagi kompetisi. Sehingga, pelatih dan penari sudah tidak ada penghasilan,” kata Maman.

Bahan bantuan yang diangkut dari mobil (Foto Istimewa)

Bagi masyarakat yang ingin mendukung kegiatan apresiasi kepada pekerja seni, bisa langsung berdonasi ke TurunTangan. Donasi bisa melalui Gopay ke nomor 082135479393 (a/n yayasan Turuntangan). Atau transfer ke BCA 0063777878 atau Bank Mandiri: 1030000440442 (a/n yayasan Turuntangan).

“Di TurunTangan, kami membuka donasi dan kesempatan kepada siapapun untuk menjadi bagian dari TurunTangan sebagai Relawan,” ujar Azmi.

(*/Bung Amas)

Refleksi 2 Tahun Kepemimpinan Anies, Program CAP Kian Digenjot

Chozin ketika tatap muka dengan warga Jakarta Barat (Foto Ist)

JAKARTA, Suluttoday.com – Pemerintah DKI Jakarta diketahui terus melakukan pembenahan. Era kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan transformasi disegala dimensi intens dilakukan. Tidak hanya monoton pada pembangunan fisik, melainkan non fisik juga mendapat perhatian pemerintah DKI Jakarta. Muhammad Chozin Amirullah, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Jumat (20/12/2019) kali ini bertempat di Jakarta Baat melakukan dialoh bersama warga.

”Semalam, mengisi acara dialog dan rembuk Warga “Refleksi Capaian 2 Tahun Kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan” di Kampung Guji Baru, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Saya sampaikan bahwa kita saat ini sedang serius membangun kampung-kampung di Jakarta melalui program CAP (Community Action Plan). Konsepnya penataan dengan berbasiskan aspirasi dan kebutuhan warga. Jadi, warga yang menentukan konsepnya, dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak secara luas,” ujar Chozin sapaan akrab mantan Ketua Umum PB HMI itu.

Warga kompak foto bersama Staf Khusus Gubernur Anies Baswedan (Foto Ist)

Disampaikannya pula soal pentingnya gerakan dilakukan antara pemerintah dan masyarakat tanpa menciptakan sekat. Menurutnya, Gubernur Anies begitu optimis dengan percepatan pertumbuhan pembangunan DKI Jakarta bila diawali dengan kerja kolosal dari masyarakat. Keterlibatan publik dalam partisipasi pembangunan, dikatakannya sangatlah penting dan menjadi kunci perbaikan segala sendi pelayanan publik.

Chozin saat memberikan pemaparan progres pembangunan DKI Jakarta (Foto Ist)

”Kolaborasi pada hakikatnya adalah gotong-royong. Kampung yang tertata dengan baik akan menstimulasi berbagai pihak untuk datang dan terlibat, ikut gotong royong membangun kampung. Maju kotanya, bahagia warganya. Ayo, terus bangun dan rawat semangat kerja bersama demi Jakarta yang lebih bermartabat,” tutur Chozin menutup. (*/Redaksi)

Sulut Kaji Terap Mekanisme Pelaksanaan Samsat Online Nasional

Kunjungan kerja ke salah satu samsat di Bali (FOTO Ist)

DENPASAR, Suluttoday.com – Dalam upaya optimalisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah melalui PKB dan BBN-KB serta sinergitas pelayanan Samsat di Sulawesi Utara, Sekretariat Tim Pembina Samsat Provinsi Sulut melakukan Kaji Terap. Menurut Sekretaris Bapenda Sulut yang bersama tim melakukan kaji terap di Denpasar Bali kepada media ini adalah mempelajari dan memperoleh informasi terkait sistem informasi pendapatan dan pelayanan Samsat.

Lebih lanjut Kuhon mengatakan bahwa materi kaji terap yang didiskusikan bersama antara lain, mekanisme pelaksanaan Samsat Online Nasional, Pengintegrasian Data Antara ERI Korlantas, Bapenda dan Bank Persepsi; penanganan, pencatatan, pengakuan dan penghapusan piutang serta aturan yang mengatur. Kegiatan selama 2 hari tersebut juga dimanfaatkan tim untuk kunjungan dibeberapa layanan Samsat di Kota Denpasar Bali.

Untuk pemilihan lokasi kaji terap Kuhon menandaskan bahwa Provinsi Bali dinilai terbaik dan berhasil dalam hal transaksi Samsat Online Nasional selain Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan kaji terap turut mendukung dengan keikutsertaan pihak Bank SulutGo sebagai Bank persepsi dalam pelaksanaan Samsat Online Nasional, yang nantinya akan lebih memudahkan masyarakat Sulawesi Utara dalam membayar pajak kendaraan bermotor.

Selain itu diungkapkan Kuhon bahwa kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan mengikuti Rapat Koordinasi Pembina Samsat Nasional Tahun 2018, yang dihadiri oleh Mendagri, Kapolri, dan 27 Gubernur se-Indonesia, bersama Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia dan 7 Bank Nasional lainnya.(Cat)

Turnamen OLLY Dondokambey Cup 2018

Gubernur OLLY foto bersama para juara (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Kejuaraan nasional (kejurnas) tenis lapangan Olly Dondokambey Cup 2018 yang digelar 30 Juli – 6 Agustus menjadi panggungnya para petenis nasional asal DKI Jakarta dan Jogjakarta. Hal tersebut dilihat dari hasil keseluruhan untuk nomor tunggal putra/putri dan nomor ganda putra/putri, dimana para petenis yang memiliki rangking nasional tampil mendominasi kali ini.

Pada babak utama ganda putra, pasangan Aditya Harry (Jogjakarta) – Jeremy Nahor (DKI Jakarta) tampil impresif untuk meraih kemenangan dramatis atas pasangan Ega Uneputty – Ibrahim Ali dari Yogyakarta melalui skor 6-0, 6-2 di Lapangan Tenis Sario, Minggu (6/8/2018).

Aditya sendiri pernah masuk tim Piala Davis Indonesia bersama rekannya Christopher Rungkat. Sementara untuk sektor tunggal putri maupun ganda dikuasai Fitriani dan Fitriani. Kedua petenis kembar dari DKI Jakarta itu merupakan atlet persiapan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

“Petenis kembar Fitriana – Fitriani asal DKI Jakarta persiapan Asian Games juga,” ungkap Ketua Panitia Joseph Kopalit seusai pertandingan.

Mirisnya, para petenis tuan rumah Sulawesi Utara tidak bisa berbicara banyak dalam kejurnas kali ini. Yang ada hanya beberapa petenis junior U14 yang bisa masuk sebagai finalis. Misalnya Andreas Kopalit yang tampil di babak utama, kendati harus mengakui keunggulan rivalnya, Raid Rahmad dari Makassar.

“Satu harapan saya kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan olahraga tenis lapangan. Melalui kejurnas kali ini menjadi bukti bahwa atlet Sulut tak mampu bersaing dengan petenis luar daerah,” kata Joseph Kopalit, Ketua Panpel Kejurnas kepada wartawan usai pertandingan.

Ia pun tetap memiliki kepedulian untuk membuat iven lebih besar lagi, mulai dari kategori kelompok umur sampai senior. (don)

Mantan Penjabat Gubernur Sulut Dilantik sebagai Penjabat Gubernur Sulsel

Dr Soni Sumarsono (Foto Ist)

MAKASSAR, Suluttoday.com – Mantan Penjabat Gubernur Sulawesi Utara, DR Soni Sumarsono MDM kembali dipercaya Pemerintah Republik Indonesia untuk memimpin sebuah propinsi. Hal ini dinyatakan saat Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo resmi melantik Sumarsono sebagai Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Senin (9/4/2018) di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo.

Sumarsono yang juga pernah dipercayakan menjadi penjabat Gubernur DKI Jakarta ini dilantik menggantikan Syahrul Yasin Limpo yang telah habis masa jabatannya sebagai Gubernur Sulsel selama dua periode. Sumarsono yang akrab dengan insan pers ini akan mengemban tugas barunya sampai Pilkada Sulsel 2018 usai.

Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri mengingatkan netralitas aparatur sipil negara saat Pilkada Sulsel berlangsung hingga terpilih pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel. Tjahjo yakin keberadaan Sumarsono sebagai Dirjen Otda bisa menggerakkan dan mengorganisir dari Sekda sampai SKPD sampai ke tingkat kepala desa.

Selain itu, Tjahjo yakin, program-program yang sudah berhasil dari Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel terdahulu dapat diteruskan Sumarsono.(Cat)

iklan1