Tag: dlh manado

Pemilik Dodika Incinerator Blak-blakan, Minta Wali Kota Manado Bertanggung Jawab

Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut saat uji bakar mesin Incinerator (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Bergulirnya pemberitaan terkait belum tuntasnya pembayaran pengerjaan proyek mesin Incinerator di Kota Manado yang ditata dalam APBD Perubahan 2019 makin menarik untuk diungkap. Pasalnya, setelah pemberitaan Suluttoday.com, Jumat (12/5/2020) dan direspon Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Manado melalui Hak Jawab Pemberitaan, dimuat Suluttoday.com, Selasa (16/6/2020). Belum selesai disitu, masih juga bergulir.

Hal tersebut mendapat bantahan keras. Pemilik Dodika Incinerator, Corry Sanger langsung angkat bicara. Rabu (17/6/2020), saat dikonfirmasi media ini mengatakan ada kejanggalan dengan keterangan yang disampaikan Plt Kepala DLH Manado, Tresje J. Mokalu, S.Pd.,MAP. Menurut Corry apa yang disampaikan Tresje patut dipertanyakan kebenarannya.

“Patut dipertanyakan apa yang disampaikan Ibu Tresje Mokalu, terutama tentang Pemkot Manado tak lagi memiliki hutang karena telah membayar ke PT Atakara Naratama dan CV Jaya Sakti. Terus, posisi kami sebagai penyedia mesin Incinerator yang belum dilunasi pembayarakannya kurang lebih Rp. 2,6 Miliar. Itu apa namanya?, apakah mereka berkonspirasi yang menipu kami?. Setahu saya belum ada serah terima barang, dari kami kepada Atakara. Kan mekanismenya begitu, harus ada penyerahan barang dari Dodika ke Atakara dan Atakara ke Pemkot Manado,” ujar Corry.

Tak hanya itu, ia juga lantas mengajukan kecurigaannya atas beberapa keanehan administrasi yang diterapkan. Corry mengatakan bila DLH Manado dalam hal ini Tresje selaku Kadis yang mengaku sudah tuntas administrasi dan pembayaran, tentu pihaknya akan dilibatkan. Tapi yang terjadi malah tidak demikian.

“Yang terjadi malah seperti kerja-kerja mafia kalau betul yang dikatan Tresje itu benar. Karena sampai saat ini secara administrasi belum ada penyelesaian. Bahkan Wali Kota Manado menjamin bahwa Ibu Tresje selaku Plh Kadis LH Manado akan menyelesaikan seluruh pembayaran kepada Dodika. Atas dasar jaminan itulah, kami (Dodika) menyelesaikan seluruh pekerjaan pemasangan incinerator di Kota Manado. Sayangnya sampai saat ini belum ada niatan itu. Kami minta Wali Kota Manado, Pak GS Vicky Lumentut wajib bertanggung jawab atas hal ini,” tutur Corry tegas.

Kontraktor vokal asal Sulawesi Utara itu mengatakan bila pekerjaannya tidak diselesaikan, masalah ini akan bermuara pada penyitaan mesin Incinerator. Dan laporan ke penegak hukum. Corry menambahkan, berdasarkan informasi yang diperoleh, per tanggal 11 Juni 2020 Tresje telah pensiun. Jika masa belum pensiun, Corry menyarankan Tresje untuk memanfaatkan waktu yang ada guna menyelesaikan masalah pembayaran tersebut.

“Tak ada sebutan oknum dalam urusan ini. Saya ini pemilik alat Incinerator yang berada di Pemkot Manado, itu fakta. Ketika tak diselesaikan, saya akan menyita mesin Incinerator yang secara sah belum juga ada penyerahan. Saya siap buka-bukaan, sampai ke proses hukum. Kemudian, berdasarkan kabar yang saya dapat, si Tresje sudah pensiun 11 Juni 2020. Namun, bila masih bertugas sebagai Plt atau Plh Kadis, maka saya minta dia untuk menyelesaikan pembayaran kepada kami Dodika Incinerator,” tutur Corry yang mengaku akan terus menyuarakan masalah yang dihadapi saat ini.

Lanjut Corry mengungkap bahwa pihaknya menuntut jaminan dari Wali Kota. Karena sampai saat ini pembayaran tersebut tidak terealisir. Dimana PT Atakara disebutnya hanya mengikuti instruksi dari Tresje Mokalu.

“Bukti pernyataan tersebut dari Tresje Mokalu dan Ave Avianthy selaku Direktur Atakara ada di dalam rekaman percakapan yang ada pada kami. Ini sebagai bukti adanya dugaan persekongkolan antara Tresje Mokalu dengan PT Atakara,” ucap Corry menutup.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Tresje melalui kontak whatsApp 082187417xxx, Kamis (18/6/2020), menyebut pihaknya memiliki surat sebagai bukti bahwa proses penyerahan barang sudah dilakukan dari PT Atakara dan CV Jaya Sakti.

“Itu tidak benar kami punya surat penyerahan dari PT Atakara dan CV Jaya Sakti,” tutur Tresje kepada Suluttoday.com.

(*/Bung Amas)

Hak Jawab Dinas LH Manado Terkait “Hadiah” di Ultah Tresje

Surat Hak Jawab Pemberitaan DLH Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Merespon pemberitaan media online Suluttoday.com, edisi Jumat (12/6/2020). Maka, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado menyampaikan hak jawab terkait pemberitaan berjudul ‘Corry, Pemilik Dodika Incinerator Beri “Hadiah” di Ultah Tresje Mokalu’.

Melalui hak jawab bernomor 194/D.11/DLH/VI/2020 yang ditandatangani Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado, Tresje J. Mokalu, S.Pd.,MAP secara resmi dengan cap itu tak mencantumkan tanggal jelas. Pihak DLH Manado hanya menegaskan bulan dan tahun (Juni 2020).

Berikut poin-poin penjelasan DLH Manado, dikutip sebagaimana yang dituliskan dalam surat Hak Jawab Pemberitaan ini.
1. Pengadaan incenerator tahun 2019 di Dinas Lingkungan Hidup. Incinerator umum 4 unit, dan 1 incenerator medis, dan ditata pada APBD Perubahan Kota Manado 2019.
2. Yang melaksanakan pekerjaan itu PT Atakara Naratama dan CV Jaya Sakti, sesuai dengan kontrak di Dinas Lingkungan Hidup
3. Pekerjaan sudah dilaksanakan dan telah melakukan pembayaran 100 persen pada bulan Desember 2020 kepada pihak ketiga yang sesuai dengan kontrak dalam hal ini PT Atakara Naratama dan CV Jaya Sakti.
4. Dengan adanya oknum yang menyatakan pengadaan incenerator belum diselesaikan, dengan ini kami tegaskan bahwa Pemkot Manado tidak lagi memiliki hutang ke pihak manapun terkait dengan proses pengadaan incenerator ini.
5. Direktur PT Atakara Naratama dan CV Jaya Sakti, Ave Aviani selaku pihak ketiga pada pengadaan incinerator sesuai dengan kontrak Dinas Lingkungan Hidup di tahun 2019, telah menyatakan seluruh pembayaran sudah selesai 100 persen setelah dilakukan serah terima barang.

“Demikian hak jawab kami sampaikan, guna memenuhi hak publk untuk mendapatkan informasu yang benar sebagaimana amanat dalam UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers,” tambah Mokalu seperti tertuang dalam surat tersebut.

(*/Bung Amas)

Corry, Pemilik Dodika Incinerator Beri “Hadiah” di Ultah Tresje Mokalu

Corry Sanger (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Tepatnya, Kamis (11/6/2020) Tresje Mokalu, Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado ketambahan umurnya. Di Ulang Tahun (Ultah) kali ini, Tresje mendapat ucapan dari pemilik Dodika Incinerator yang tidak lain adalah pemilik mesin Incinerator di Pemkot Manado. Yang sampai saat ini proses pembayarannya terkatung-katung.

Corry menyampaikan selamat Ultah, dan menitipkan pekerjaan (tugas) yang harus dituntaskan Tresje. Pengusaha dan kontraktor yang mimiliki reputasi itu mengharpkan agar Tresje dapat mempercepat pembahayan uang hasil pengerjaan proyek sesuai ketentuan yang berlaku.

“Selamat Ultah Ibu Tresje Mokalu, Plh Kadis LH Kota Manado. Ayo selesaikan tanggung jawab anda. Selaku pengguna anggaran anda jangan sampai pensiun dengan catatan yang buruk. Saya berharap sisa pengerjaan proyek pengadaan mesin Incinerator diselesaikan. Masih berkisar Rp. 2,6 miliar yang harus saya terima,” ujar Corry yang menyebut hitungan tersebut diluar biaya patologis.

Pada Suluttoday.com, Jumat (12/6/2020), Corry mengajak Tresje agar diberi hikmat dan kebijaksanaan sehingga tau membedakan hak-hak orang lain yang perlu ditunaikan. Apalagi kata Corry, Tresje menjadi birokrat perempuan yang punya rekam jejak tersendiri. Belum rampungnya pembayaran proyek tersebut bisa menjadi batu sandungan bagi Tresje bila tidak diselesaikan dengan baik.

“Saya kan perempuan sama seperti Ibu Tresje Mokalu, mari kita menjaga nama baik. Semoga diusia yang bertambah tahun ini, Ibu Tresje lebih bijak. Dan dapat membedakan hak orang lain dan hak sendiri. Saya menuntut hak saya, kareka pekerjaan telah rampung. Sampai kapanpun saya menagih uang suar keringat saya ini,” ujar Corry.

Tak hanya itu, pengusaha yang berkiprah di Jakarta ini mengaku sejak awal keterlibatannya dalam proyek Incinerator sebagai penyedia alat karena di undang Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut. Corry mengharapkan pula agar Wali Kota Manado tidak melepas tangan dalam situasi saat ini.

“Tentu saya tidak mau dirugikan dan ditipu. Ibu Tresje tau betul situasinya, kemudian saya ini sampai terlibat dalam pekerjaan ini karena diminta Pak Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut. Diharapkan Wali Kota tak lepas tangan, dan tergugah dengan kondisi ini, lalu menyelesaikan tunggakan Pemkot Manado kepada saya. Hadiah saya kepada Ibu Tresje Mokalu di Ultahnya ini adalah segera selesaikan urusan ini, jangan main-main,” tutur Corry, perempuan asal Sulawesi Utara (Sulut) ini.

Tidak hanya itu, Corry berjanji akan mencicil satu persatu data yang ada di tangannya guna menegakkan keadilan. Apa yang ditempuh melalui komunikasi mengingatkan Pemkot Manado saat ini merupakan penanda bahwa dirinya masih menghargai janji Wali Kota Manado agar persoalan ini diselesaikan secara baik-baik.

“Sudah pasti saya secara berkala membuka dan bicara apa adanya. Saat ini saya masih menunggu janji Pak Wali Kota Manado dalam pembayaran sisa proyek yang saya kerjakan. Semua data ada kok di tangan saya, kalau saja Pak Wali tak ambil pusing, maka mohon maaf kita harus berhadapan dalam penegakan hukum. Jalur hukum akan ditempuh,” tukas Corry menutup.

Untuk diketahui, soal pengadaan Incinerator Pemkot Manado kini bergulir dalam proses hukum. Dan sedang ditangani Kejaksaan Negeri Manado. Selain itu, meski masih ada kemelut, proses tender untuk anggaran di tahun 2020, berdasarkan informasi Suluttoday.com, akan ditetapkan pemenangnya, Jumat (12/6/2020) hari ini. Sebanyak 5 unit ditenderkan. 2 unit diantaranya telah siap anggarannya, dan 3 unit ditargetkan November 2020. Tak hanya itu, mesin Incinerator dari Dodika, milik Corry Sanger ini juga sempat digembok. Lalu, di buka kembali Plh Kepala Dinas LH Manado, Tresje Mokalu, tanpa melibatkan Corry Sanger.

(*/Bung Amas)

Mesin Incinerator di Manado Minta Tumbal, Proses Hukum Tengah Berjalan

Mesin incinerator saat beroperasi, Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut ikut meninjau (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Riuh soal mesin Incinerator di Kota Manado akhirnya berujung ke proses hukum. Kini bergulir dalam penanganan dugaan korupsi pengadaan 4 unit Incenerator, semakin menguatkan indikasi pelanggaran hukum. Dari dugaan pelanggaran tersebut menyeruak kabar sejumlah oknum di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado termasuk dalam kategori berwenang dan paling bertanggung jawab.

”Kuat dugaanya terdapat motif kurang baik pada penetapan harga perkiraan sendiri (HPS),” kata sumber kuat media ini di lingkup Kejari Manado.

Bahkan menurut dia, kemungkinan oknum yang bakal terseret masalah tersebut lebih dari satu orang.

”Kemungkinan besar ada lebih dari satu oknum calon tersangkanya,” ujar sumber.

Meski begitu, harus disesuaikan dengan keterangan saksi-saksi serta alat bukti yang ada. “Kalau calon tersangka sudah jelas ada, tapi ada bukan hanya satu orang yang memiliki indikasi pelanggaran,” bebernya.

Pihak penyidik Kejari Manado melalui Kasie Pidsus, Parsaoran Simorangkir, SH, MH belum dapat menanggapi rincian di atas. Dengan nada mengelak, putra Sumatera Utara ini menjelaskan tahapan penanganan perkara berbandrol Rp 9,8 miliar itu.

”Saya minta maaf tidak dapat menjelaskan perkara ini, karena masih di tahap penyelidikkan,” ujar mantan Jaksa intelijen ini.

Hanya saja Simorangkir meyakini perkara yang bakal menyeret beberapa oknum itu tetap berjalan sesuai prosedur dan seprofesional mungkin.

Selain itu, Plt Kadis LH, Thresje Mokalu, S.Pd belum dapat memberikan penjelasan. Ketika dihubungi via whatsapp tidak menjawab.

Di tempat terpisah, Lucky Datau, Anggota Komisi III DPRD Kota Manado saat dimintai tanggapan menyampaikan bila proses hukum tengah berjalan pihaknya yang sejak awal konsen mengawal soal Incinerator ikut menyerahkan pada proses yang berjalan. Datau menilai upaya hukum juga merupakan hal yang tepat.

”Kalau sudah dalam proses hukum, berarti ini langkah tepat. Jika ada yang meminta kepastian hukum dan menempuh jalur tersebut, selaku wakil rakyat kita tak punya kuasa melarang. Mari kita sama-sama mengawal proses yang tengah berjalan,” kata Datau menutup.

(*/Redaksi)

Soal Polemik Incinerator, AMTI Desak Penegak Hukum Turun Tangan

Tommy Turangan SH, Ketua AMTI

MANADO, Suluttoday.com – Sering kali terjadi kejanggalan, bahkan musibah yang berdampak hukum, ketika diakhir periode pemerintahan tidak dikontrolnya kebijakan eksekutif secara selektif dan bertanggung jawab. Menghindari problem hukum kedepan, LSM Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI) ikut ambil andil, memberi solusi atas polemik yang mengemuka terkait pengadaan mesin pengering sampah (incinerator) di Kota Manado.

Ketua Umum AMTI, Tommy Turangan, SH mendesak agar penegak hukum segera turun tangan atas persoalan yang mengemuka. Argumen yang berbau pertanyaan teknis dari anggota DPRD Kota Manado, kemudian jawaban maupun pembenaran dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado, Treesje Mokalu perlu diinvestigasi lebih jauh.

”Harus segera diselesaikan. Tak boleh berpolemik terus, apalagi ini dipenghujung periode Wali Kota GS Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota Manado, Mor Bastiaan. Supaya tidak menjadi pekerjaan rumah pemerintahan yang baru, maka dengan itu kami mendesak penegak hukum mengusut tuntas masalah ini. Berbantah-bantahan dari anggota DPRD Kota Manado dan Kadis, tidak cukup menyelesaikan masalah,” ujar Turangan, Rabu (22/1/2020).

Sekedar diketahui, incinerator yang dianggarkan lewat APBD Perubahan tahun 2019 itu ditetapkan bulan September 2019. Dan dimulai lelang proyeknya Oktober, kemudian beberapa kali lelang mengalami gagal lelang. Proyek berbanrol Rp. 11,5 miliar itu berada dibawah Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado. Pengerjaannya dengan melakukan Penunjukan Langsung (PL) yang menurut Kadis Mokalu telah memenuhi prosedur.

Turangan juga menyarankan agar ada transparansi dari pihak Dinas dalam menyampaikan pernyataan di publik sehingga tidak memunculkan polemik berkepanjangan. Bagaimana pun legislator saat mempertanyakan atau memberikan statement sebagai bagian dari mereka menjalankan tugas pengawasan, sehingga perlu diberi apresiasi.

”AMTI juga menghimbau Kadis DLH Manado untuk secara terbuka dan apa adanya menyampaikan keterangan ke publik. Jangan sampai ada kesan menutup-nutupi hal atau informasi tertentu. Soal siapa yang memenangkan atau mengerjakan proyek pengadaan tersebut pun silahkan dipublikasikan. Kalau juga ada kecurigaan soal incinerator itu merupakan barang bekas, jangan marah-marah, jawab saja dengan menujukkan bukti. Kami sedang menginvestigasi ini, dan mengajak penegak hukum segera usut tuntas hal ini. Anggaran masyarakat yang sangat besar, jangan ada kesan main-main disini. Kadis harus bertanggung jawab atas hal ini,” ucap Turangan menutup.

Sebelumnya, ada anggota DPRD Kota Manado pun sempat mempertanyakan kenapa ada lima insenerator yang diadakan, namun listriknya tidak ada. Menurut Dewan, bila mendesak harusnya incinerator sekaligus dengan listrik. Alasan pihak DLH Manado soal mendesaknya proyek pengadaan tersebut menuai kritik dan mengudang tanya para Wakil Rakyat Manado. (*/Am)

iklan1