Tag: donal pakuku

Transparansi Sulut Apresiasi Langkah Tegas Bupati Minahasa Tenggara

Donal Pakuku (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Mendorong efektifitas pelayanan publik yang konstruktif dilakukan pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), James Sumendap, SH. Cakupan perhatian Pemkab Mitra tidak hanya berskala di tingkat atas saja, melainkan sampai ke aktivitas pemerintahan Desa. Menilai langkah Bupati James cepat dan akurat, Ketua LSM Transparansi Sulut, Donal Pakuku, S.IP menyampaikan dukungannya.

”LSM Transparansi Sulawesi sangat mengapresiasi upaya pemerintah daerah Mitra yang dipelopori langsung Bupati James Sumendap, SH dalam hal merespon dinamika yang terjadi di Desa. Lantas menonaktifkan Hukumtua Desa Bentenan Kecamatan Pusomaen dan Hukumtua Desa Soyowan, Kecamatan Ratatotok yang tengah tersandung maslaah penyalahgunaan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa (DD). Langkah ini sanget tepat dilakukan Pak Bupati,” ujar Donal, yang juga merupakan tokoh pemuda Kecamatan Ratatotok Kebupaten Mitra ini, Sabtu (27/6/2020).

Penonaktifan tersebut, tambah Donal menjadi peringatan dan sinyal keras bagi para aparat Desa agar tidak main-main dengan anggaran Dana Desa serta bantuan lainnya yang diberikan pemerintah di atasnya melalui pemerintah Desa. Aktivis muda itu mengajak pemerintah Desa agar menjadikan peristiwa penonaktifan tersebut sebagai pengingat sehingga dapat bekerja profesional, adil dan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

”Yang sudah sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo, wajib dilaksanakan. Jangan lagi pemerintah Desa melakukan inprovisasi, menambah atau mengurangi apa yang dianjurkan dalam peraturan. Karena hal itu akan beraktibat hukum, vatal serta dapat merusak karir dari pemerintah Desa sendiri. Ini bisa menjadi contoh bagi para Hukumtua di Desa lain yang ada di Kabupaten Mitra agar jangan bermain-main dengan aturan,” tutur Donal yang juga jebolan HMI Cabang Manado ini tegas.

(*/Bung Amas)

LSM Transparansi Sulut Minta Polisi Tindak Tegas Oknum Anggota DPRD Mitra

Donal Pakuku (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Ketua Lembawa Swadaya Masyarajat (LSM) Transparansi Sulawesi Utara (Sulut), Donal Pakuku yang juga merupakan warga masyarakat Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Sulut, secara tegas meminta kepada pihak kepolisian agar dapat menindak tegas oknum anggota DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara yang diduga kuta melecehkan Keputusan Bupati Mitra, James Sumendap, SH.

”Jangan main-main dengan Keputusan Bupati. Saudara Amar Kosoloi yang merupakan anggota DPRD Mitra diduga telah melecehkan keputusan Bupati tentang pembentukan relawan Penanganan pemulasaran dan pemakaman jenazah Covid-19 di Kabupaten Mitra melalui akun media sosial Facebook miliknya,” ujar Pakuku, Senin (20/4/2020).

Aktivis muda vokal itu menilai tanggapan dan publikasi yang dilakukan Amar tidak tepat, seharusnya dukungan diberikan terhadap pemerintah daerah Mitra yang tengah memerangi penyebaran Virus Corona (Covid-19). Bukan malah bertindak tendensius yang memberi dampak ke masyarakat sikap kontra terhadap upaya memerangi wabah Covid-19 di Kabupaten Mitra.

”Karena Keputusan Bupati ini sudah sesuai dengan instruksi pemerintah Provinsi yaitu Pak Gubernur Sulawesi Utara dalam hal pemulasaran dan penanganan pemakaman jenazah Covid-19. Karena berkaca dari pengalaman beberapa daerah yang telah terjadi penolakan terhadap pemakaman jenazah korban Covid 19, dan apa yang dilakukan Bupati Mitra tersebut adalah positif. Jika memang anggota legislatif tersebut ingin memperjuangkan nasib rakyat, bukan di Medsos tempatnya, tapi di forum-forum rapat pembahasan resmi antara legislatif dan eksekutif. Memberikan postingan di Medsos, berarti yang bersangkutan sama saja memberi peluang akan ada polemik berkepanjangan. Ini menimbulkan kegaduhan dan kecemasan di tengah masyarakat,” tutur Pakuku tegas.

(*/Red)

Proyek Asal Jadi di Mitra, LSM Serang Balai Jalan Nasional Sulawesi Utara

Papan proyek yang dikerjakan (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Dinilai pengerjaan asal jadi proyak pelebaran jalan di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mendapat sorotan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Kali ini, LSM Transparansi Sulut menyampaikan kritik kerasnya atas proyek yang diduga kuat abal-abal tersebut.

“Pekerjaan proyek Pelebaran Jalan pontak Kalait Lobu Di kabupaten minahasa tenggara Tahun 2019 dari Balai pelaksanaan Jalan nasional BPJN XV Wilayah Sulawesi Utara, Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2019 yang dikerjakan oleh Perusahan Kontraktor PT. Dayana Cipta dengan anggaran Rp.18.570.147.000 (delapan belas milyar Lima ratus tujuh puluh juta seratus empat puluh tujuh ribu) kami menilai asal-asalan dikerjakan. Selaku warga Mitra kami mempertanyakan pengerjaannya. Duit sebanyak itu tidak sebanding dengan hasil kerja yang ada,” tutur Donald Pakuku, S.IP, Ketua LSM Transparansi Sulut, Selasa (31/3/2030).

Menurutnya pihanya tengah melakukan investigasi terkait proyek tersebut. Dan berencana membawa laporan ke pihak berwajib untuk menindaklajuti adanya temuan yang mereka dapatkan.

“Uang rakyat harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk rakyat. Proyek jalan yang dibangun itu diduga sarat penyimpangan dan aroma korupsi, karena dikerjakan tidak sesuai dengan standar spesifikasi teknis yang Ada didalam kontrak Sehingga hasil pekerjaan banyak yang tidak berkualitas atau mudah rusak. Kami juga berencana melaporkan temuan ke pihak Kepolian agar diusut tuntas,” ujar Donal menutup.

(*/Bung Amas)

Aliansi Masyarakat Ratatotok Sambangi Kantor Kemenko PMK

Logo organisasi Aliansi Masyarakat Ratatotok (Foto Suluttoday.com)

JAKARTA, Suluttoday.com – Menindaklanjuti aspirasi warga lingkar tambang PT Newmont Minahasa Raya, Rabu (5/2/2020) Aliansi Masyarakat Ratatotok menyambangi Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia (RI) di Jakarta. Melalui Ketua Umum Aliansi Masyarakat Ratatotok, Donal Pakuku, S.IP menyampaikan aspirasi masyarakat yang dituangkan melalui Surat Aspirasi.

Donal saat diwawancarai Suluttoday.com menuturkan bahwa pihaknya tengah menyerahkan aspirasi masyarakat Ratatotok kepada Menko PMK. Beberapa aspirasi yang disampaikan juga diutarakan Donal yang menurutnya mendesak agar problem yang dikeluhkan masyarakat dapat segera dicarikan solusinya. Apa yang disampaikan juga, kata Donal sebagai wujud dari apa yang diputuskan dalam rapat masyarakat Lingkar Tambang, pemerintah Kecamatan dan DPRD Minahasa Tenggara (Mitra).

”Kita harus menindaklanjuti ini. Alhamdulillah mendapat sambutan luar biasa. Oh iya, soal apa saja yang disampaikan lisan dan juga tertulis melalui Surat Aspirasi adalah bagian dari kita menindaklanjuti aspirasi masyarakat Lingkar Tambang Kecamatan Ratatotok PT. Newmont Minahasa Raya. Isi dari goodwil (perjanjian niat baik) antara PT. Newmont Minahasa Raya dengan pemerintah RI dalam menyelesaikan kasus minamata pencemaran lingkungan Teluk Buyat,” ujar Donal yang juga alumni aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manado ini.

Beberapa hal yang disampaikan, tambah Donal yaitu berupa sikap menolak untuk dilakukannya pengalihan sisa aset dari dana CSR dari Yayasan Pembangunan Berkelanjutan Sulawesi Utara. Mantan pengurus KNPI Sulut itu menyebutkan pihak Menko PMK akan menseriusi apa yang disampaikan tersebut.

”Sejumlah tuntutan yang kami sampaikan, diantaranya menolak dengan keras pengalihan (likuidasi) sisa aset Yayasan Pembangunan Berkelanjutan Sulawesi Utara (YPBSU) kepada Yayasan Sulut Hebat senilai Rp. 68.700.000. Kami dari Aliansi Masyarakat Ratatotok meminta kepada Bapak Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (dulu Menko Kesra) sebagai Ketua Dewan Pembina YPBSU agar membatalkan keputusan pengalihan aset YPBSU kepada Yayasan Sulut Hebat senilai Rp. 68.700.000,” kata Donal tegas.

Selanjutnya Aliansi Ratatotok meminta kepada pihak PT Newmont Minahasa Raya sebagai salah satu Dewan Pembina dan sumber anggaran hibah YPBSU agar membatalkan keputusan pengalihan kepada Yayasan Sulut Hebat. Kemudian beberapa aspirasi lainnya juga tak lupa disampaikan dalam surat yang ditandatangani resmi pimpinan Aliansi Masyarakat Ratatotok. (*/Am)

Gelar Dialog Awal Tahun, Ini Hasil Rekomendasi Aliansi Masyarakat Ratatotok

Foto bersama usai dialog (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Selasa (14/1/2020), Aliansi masyarakat Ratatotok sukses melaksanakan Dialog Refleksi awal tahun. Kegiatan yang dilaksanakan di D’Loronk kafe Ratatotok ini mengusung Tema: Hibah PT. Newmont Minahasa Raya Kemanakah?. Kegiatan ini mendapat apresiasi dan dukungan dari para tokoh masyarakat yang hadir, bersama juga kalangan pers.

Menurut Ketua Umum Aliansi masyarakat Ratatotok Donal Pakuku, agenda utamanya adalah masyarakat meminta untuk mengusut dugaan penggelapan hibah PT Newmont Minahasa Raya. Ditambahkannya lagi, demi terwujudnya keterbukaan dan pertanggung jawaban publik tentang anggaran, maka pihaknya merumuskan beberapa langkah strategis. Bagaimana pun akibat dari indikasi penyimpangan tersebut mengakibatkan terjadinya kerugian, juga termasuk berdampak kepada warga lingkar tambang.

“Kami warga Ratatotok dan masyarakat lingkar tambang umumnya mendorong proses hukum ke pihak berwajib. Jangan main-main dengan penggelapan dana hibah PT Newmont. Kami meminta transparansi dan akuntabilitas publik ditegakkan pihak pengurus ketiga Yayasan yaitu Yayasan pembangunan berkelanjutan Sulawesi Utara (YPBSU), Yayasan Minahasa Raya, dan Yayasan Ratatotok Buyat serta pihak PT Newmont selaku sumber anggaran Yayasan,” ujar Donal yang juga jebolan aktivis HMI ini tegas.

Penyampaian Donal juga diaminkan beberapa tokoh yang hadir seperti wakil Ketua DPRD Mitra Tonny Lasut dan Camat Ratatotok Nortje Wullur bersama dengan para Hukumtua Dan Badan perwakilan desa yang Ada di Kecamatan Ratatotok seperti Hukumtua Ratatotok Dua, Marnex Kamudi, Hukumtua Ratatotok Utara Frangky Mandang, wakil Ketua BPD Desa Ratatotok Dua, Helena Nayoan. Sejumlah tokoh masyarakat seperti Imanudin Kadi, Drs. Haji Kasim Mololonto dan yang lainnya.

Dialog ini menghasilkan beberapa rekomendasi, diantaranya:
1. Menolak pelaksanaan Likuidasi aset dan dana sisa Yayasan pembangunan berkelanjutan Sulawesi Utara YPBSU, senilai 68 milyar tujuh ratus juta ke Yayasan Sulut Hebat karena harga mati aset dan dana sisa Yayasan YPBSU yang notabene adalah dana Good Will Agreement Dari PT. Newmont Minahasa Raya tersebut harus dikembalikan penggunaannya untuk pemberdayaan ekonomi. Sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat lingkar tambang Ratatotok dan Buyat. Seperti yang diamanatkan dalam Good Will agreement atau perjanjian niat baik antara pihak PT. Newmont Minahasa Raya dan pemerintah Republik indonesia.

2. Meminta kejelasan penggunaan anggaran dari Yayasan Minahasa Raya dan Yayasan Ratatotok Buyat, serta meminta kejelasan status ex lahan kompensasi dari PT. Newmont Minahasa Raya. (*/Am)

iklan1