Tag: dpc pdi perjuangan

Ketua Richard Pimpin Penanaman Bibit Pohon di Gunung Tumpa Manado

Bung Richard saat menanam bibit pohon (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Gerakan Mencintai Bumi yang digagas DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kota Manado, Sabtu (22/2/2020) di Gunung Tumpa Manado pagi tadi, berjalan lancar. Kegiatan ini dipimpin langsung Richard Sualang selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Manado.

DPC PDI Perjuangan Kota Manado sebagai pelopor gerakan hijau, yakni menanam bibit pohon, kata Richard dijadikan pemicu dan motivasi bagi para kader PDI Perjuangan untuk mencintai alam. Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) itu menyebut kegiatan ini bermakna sangat universal. Ia berharap spiritnya bisa mengilhami seluruh kader moncong putih Kota Manado.

“Kami mempelopori kegiatan menanam bibit pohon untuk masa depan generasi yang gemilang. Saya juga mengajak semua kader PDI Perjuangan Kota Manado untuk makin meningkatkan kecintaannya pada alam. Dari Gerakan Mencintai Bumi ini saya berharap terwariskan kepada semu warga Manado,” ujar Bung Richard.

Gerakan mencintai bumi di gunung Tumpa Manado (Foto Suluttoday.com)

Pada Suluttoday.com, politisi murah senyum dan akrab dengan wartawan itu tak lupa menyampaikan terim kasih kepada kader dan simpatisan PDI Perjuangan Kota Manado yang terlibat aktif menyukseskan kegiatan tersebut. Apa yang dilakukan, tambah Richard harus menjadi kebiasaan positif yang kedepan akan dilakukan intensif.

Ketua Richard saat menanam bibit pohon (Foto Suluttoday.com)

“Terima kasih kepada kader dan simpatisan PDI Perjuangan Kota Manado yang sudah menyukseskan kegiatan Mencintai Bumi. Sebagai warga Manado yang mencintai daerah ini saya mengajak kita semua memelihara menjaga kebiasaan seperti ini,” kata Bung Richard menutup.

Kebersamaan, penuh kekompakan kader PDI Perjuangan Manado (Foto Suluttoday.com)

Untuk diketahui, yang menjadi Ketua Panitia adalah Tony Rawung yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Manado. Para anggota DPRD Manado dari Fraksi PDI Perjuangan Kota Manado yang hadir diantaranya, Jimmy Gosal, Zakarias Tatakude, Christie Masengi, Jeane Laluyan, Hengki Kawalo, Jonas Makawata, dan Jean Sumilat. (*/Amas)

Menjadi Politisi Harus Mapan?, Ini Kata Richard Sualang

Richard bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Publik kadang kala punya standar tinggi terhadap seorang politisi. Terutama dalam hal ekonomi berkecukupan alias politisi harus mapan. Hal ini mendapat tanggapan dari dr. Richard Sualang, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kota Manado, menurut Richard tentang kemapanan bukan soal utama sebagai politisi. Baginya jika masyarakat mengukur politisi dari sisi finansial, sama seperti sebuah salah kapra.

‘’Ada hal utama dan penting untuk menjadi politisi, menurut saya. Sudah tentu bukan soal kemapanan ekonomi. Walau perlu hal ini, namun lebih dari itu seorang politisi harus punya niat baik, kemauan, kesungguhan, political will dan keberanian berjuang memperjuangkan kepentingan masyarakat. Ia berani berkorban, berjuang atau berbuat demi masyarakat. Apalagi dalam konteks awal membangun karir,’’ kata Sualang yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Manado ini, saat diwawancarai Suluttoday.com, Senin (10/2/2020).

Kekeliruan masyarakat memahami potret politisi ideal tersebut, tambah Sualang, dikarenakan perilaku sebagian politisi yang memberi kesan seperti itu kepada publik. Akhirnya, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) itu menyebut kondisi ini menjadi tantangan dan pekerjaan rumah bagi politisi untuk meluruskan pemahaman masyarakat.

‘’Ini tantangan kita sebagai politisi. Bagi saya tafsiran terhadap politisi harus mapan, kurang tepat dan penyesatan. Tidak seperti itu seharusnya. Banyak politisi berintegritas, punya pengalaman, komitmennya tinggi berkontribusi pada masyarakat dan memiliki konsep membangun sumber daya masyarakat. Mereka mengembangkan kesejahteraan masyarakat, ada juga yang secara ekonomi mungkin belum mapan, peluang politisi sebetulnya sama. Tapi, kalau dibuatkan skala prioritas, bagi saya, integritas, kepemimpinan, kematangan emosi, konsistensi, dedikasi, dan standar moralitas itu yang lebih utama. Dibanding kemapanan ekonomi. Ukuran kemapanan itu faktor yang mendiskriminasi politisi, itu hemat saya,’’ ujar Sualang, mantan Wakil Ketua DPRD Kota Manado ini tegas. (*/Am)

iklan1