Tag: dpd knpi manado

Setelah Menjadi Khatib, Senator Djafar Silaturahmi Bersama Aktivis Muslim Sulut

Senator Djafar bersama aktivis muslim Sulut (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Sesudah menjadi khatib Jumat di Masjid Raya Ahmad Yani Manado, Jumat (22/11/2019), Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI), Hi. Djafar Alkatiri langsung bertemu para aktivis muslim Sulawesi Utara (Sulut). Mantan Ketua Umum BKPRMI Sulut itu setelah berdiskusi santai, ia mengajak sejumlah aktivis muda muslim Sulut makan siang bersama di Minang Putra.

Di tengah obrolannya, Djafar yang juga mantan Sekretaris Jenderal BKPRMI itu menyampaikan beberapa buah pikirannya terkait pentingnya kepemimpinan. Bagi Djafar yang pernah beberapa periode memimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulut ini mengatakan pada prinsipnya siapa pun yang akan menjadi calon Wali Kota Manado dan Wakil maupun calon Gubernur dan Wakil Gubernur akan disupportnya. Dengan prinsip kepemimpinan yang taat kepada sang khalik.

Haji Djafar saat menjadi khatib (FOTO Suluttoday.com)

”Kita semua yang selalu bicara idel soal kepemimpinan. Tentu mendorong niat baik, dan perbuatan baik dari seorang pemimpin. Termasuk jelang Pilkada di Sulut, baik Pilgub maupun Pilwako Manado. Posisi saya ialah mendorong mereka yang berdiri tegak, garis lurus dengan aspirasi rakyat. Artinya, pemimpin yang taat kepada Allah SWT yang kita harapkan kedepan dilahirkan dari proses demokrasi,” ujar Djafar.

Politisi senior itu, mengajak juniornya agar belajar melihat sesuai secara objektif dan bijaksana. Lanjut Senator asal Sulut itu bahwa segala macam perubahan itu berawal dari persatuan. Jika mau maju, maka para pemuda harus bersatu, jangan terpecah-belah.

Suasana makan siang bersama Senator Djafar Alkatiri (FOTO Suluttoday.com)

”Saya tak henti-henti mengajak kita semua agar kompak. Dari persatuanlah perubahan dan kemajuan itu akan datang. Bagaimana mau melakukan perubahan, kalau kita tidak bersatu. Semangat persatuan, saling mendukung itu yang juga sangat penting. Dan aktivis muslim Sulut terutama, saya minta selalu solid dalam satu barisan,” tutur Wakil Ketua Komite 1 DPD RI ini.

Silaturahmi dari Masjid Raya sampai ke Rumah Makan Minang itu dihadiri Ketua BKPRMI Sulut Fachrudin Noh, Ketua TIDAR Sulut Syarif Darea, Sekretaris Pemuda Muslimin Sulut Fadly Kasim, Ketua BKPRMI Manado Suryantor Muarif, mantan Danwil Brigade Masjid BKPRMI Sulut Muhammad Mursjid Laija, Ketua Mathla’ul Anwar Sulut Awaludin Pangkey. Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Sulut Fuad Kadir, calon Sekretaris DPD KNPI Sulut Rolandy Thalib, Sekretaris DPD KNPI Manado Amas Mahmud.

Senator saat berdiskusi dengan para aktivis muslim Sulut (FOTO Suluttoday.com)

Hadir pula mantan Sekretaris PSSI Kota Manado Irwan ‘Comel’ Pakaya, pengurus Pemuda Muhammadiyah Sulut Jefri Alibasya. Ada juga wartawan senior Syafril Parasana, pengurus DPD KNPI Sulut Bung Bua, serta beberapa aktivis muslim Sulut lainnya.(*/Redaksi)

DPD KNPI Manado: Rio Dondokambey Kunci Penyatuan KNPI Sulut

Ketua Erick G Kawatu, SE.,MM (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Melalui diskusi yang panjang, DPD KNPI Manado yang dipimpin Erick G Kawatu, SE.,MM sebagai Ketua dan Amas Mahmud, SIP, selaku Sekretaris menyampaikan keputusan. Kali ini berkaitan dengan keputusan dukungan yang disampaikan di rapat Pleno DPD KNPI Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (19/11/2019).

Menurut Bung Erick hanya ada satu sosok yang dapat menyatukan DPD KNPI Sulut. Ditengah gonjang-ganjing pemuda KNPI ditengah gelombang perpecahan berKNPI. Tambah Kawatu, organisasi wadah berhimpun pemuda ini memerlukan pemimpin yang dapat menyatukannya. Bagi Bung Erick, demi kemajuan dan eksistensi KNPI Sulut, maka diperlukan keputusan yang matang.

”Kami membaca realitas KNPI di Sulawesi Utara yang telah menjadi tiga, maka diperlukan kepemimpinan yang dapat menyatukannya. Sosok itu menurut kami ada dipundak Bung Rio Dondokambey. Atas pertimbangan yang menyeluruh dan mendalam, maka DPD KNPI Manado memutuskan mendukung Rio Dondokambey selaku calon Ketua DPD KNPI Sulawesi Utara,” kata Kawatu.

Mantan Ketua Cabang GMKI Manadi yang juga didampingi Amas, optimis bahwa KNPI Sulut akan terintegrasi dibawah kepemimpinan Rio Dondokambey. Lanjut Bung Erick memberikan rasionalisasi terkait pentingnya masa depan KNPI Sulut dalam konteks keberlanjutan sejarah, keberhimpunan, diperlukan figur yang diterima disemua versi KNPI.

”Kehadiran Rio Dondokambey akan menjawab kegelisahan pemuda di Sulut yang tak mau adanya perpecahan di KNPI. Kita sudah belajar banyak hal-hal positif yang dititipkan para pendahulu KNPI, dan kewajiban kita adalah melanjutkan itu. Dalam rangka menjaga kepentingan organisasi, marwah dan konsistensi sejarah, untuk itu dianggap perlu kehadiran sosok Rio Dondokambey. Kita semua menyadari tidak pernah berfikir KNPI di Sulut menjadi beberapa faksi,” ujar Erick. (*/Redaksi)

Bersama KNPI dan Sejarawan, BEM UTSU Gelar Dialog Refleksi Hari Pahlawan

Sekretaris DPD KNPI Manado, Bung Amas Mahmud saat memberikan pemaparan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pelaksanaan Dialog refleksi Hari Pahlawan dilaksanakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Teknologi Sulawesi Utara (UTSU), Selasa (12/11/2019) bertempat di Tepi Laut Megamas Manado berlangsung sukses. Kegiatan yang menghadirkan KNPI Manado, Sejarawan dan Akademisi itu dihadiri aktivis mahasiswa UTSU.

Dialog dengan temana ”Semangat Pemuda dan Mahasiswa Dalam Mewjudkan Perjuangan Para Pahlawan”, menurut Ketua BEM UTSU, Robert Katopo perlu dilakukan guna mengingat kembali perjuangan dan kegigihan para pahlawan dikala itu. Disampaikannya pula penting pemuda dan mahasiswa mengambil spirit juang para pahlawan yang telah memerdekakan Indonesia dari penjajahan.

Sementara itu, Amas Mahmud selaku pemanting menilai mulai menurunnya semangat perjuangan pemuda dipengaruhi masuknya pengaruh globalisasi. Kompetisi teknologi, informasi dan pengetahuan idealnya memicu pemuda untuk terus berbenah jangan berdiam diri. Selain itu, jebolan FISIP Unsrat itu menegaskan perlunya legacy sejarah terdahulu menjadi kompas, sekaligus kiblat pergerakan pemuda saat ini agar pemuda tidak ahistoris.

”Tak boleh menjadi pemuda dan mahasiswa yang terbawa arus deras modernitas. Kita sebagai agen strategis yang diharapkan rakyat harus mampu mempertahankan identitas, bahwa pemuda dan mahasiswa menjadi pelopor perubahan. Bukan beban peradaban, atau perusak tatanan hidup masyarakat. Di erah keterbukaan dan akselerasi teknologi ini pemuda sejatinya intens belajar meningkatkan kapasitas diri. Menjadi agen aktif pembangunan, jangan diam karena akan ditinggalkan. Selain itu, kita perlu mewariskan semangat dari para Pahlawan,” ujar Amas sambil menambahkan Hari Pahlawan perlu direfleksikan tidak sekedar seremonial semata.

Foto bersama usai dialog (FOTO Suluttoday.com)

Penegasan juga disampaikan Bode Grey Talumewo yang menintik beratkan pada evaluasi kesejarahan. Diingatkannya pemuda dan mahasiswa jangan sekali-kali melupakan sejarah. Tidak hanya itu, ia meyakini tiap zaman ada generasinya dan tiap generasi ada eranya masing-masing. Yang utama adalah kesiapan diri menjemput perubahan.

”Tentu pemuda dan mahasiswa jangan sekali saja melupakan sejarah. Bukan sebagai pengingat saja, sejarah adalah catatan penting dalam kehidupan kemanusiaan kita. Itu sebabnya evaluasi perjalanan sejarah sebagai motivasi dan pengetahuan yang positif perlu diaktualisasikan. Dalam konteks sejarah, tiap zaman ada generasinya dan tiap generasi ada pada tiap zamannya masing-masing, itu untuk teruslah meningkatkan kapasitas diri. Jadilah pemuda dan mahasiswa yang unggul,” tutur Talumewo.

Beberapa catatan kritis juga disampaikan Drs Marthen Tombeng, M.M yang menyebutkan pentingnya mahasiswa mengerti tentang tanggung jawab dan amanah yang diberikan orang tua untuk berproses di kampus. Jebolan GMKI itu mendorong mahasiswa agar menyiapkan diri dengan belajar, aktif, dan tidak malas-malasan dalam aktivitas kemahasiswaan.

Berlangsungnya tanya jawab (FOTO Suluttoday.com)

”Sebagai mahasiswa tentu jangan melupakan tanggung jawab, tugas utama dan amanah yang diberikan orang tua. Pada konteks ini adalah harus mengerjakan tugas-tugas akademisnya, mengaktualisasikan apa yang dideapatkan di kampu ditengah masyarakat. Tantangan mahasiswa di luar kampus memang kompleks, itu sebabnya harus disiplin serta giat meningkatkan kompetensinya. Tidak boleh menjadi mahasiswa yang gagap dalam berinteraksi, mantapkan kualitas. Ketika mahasiswa mau berjuang demi kepentingan masyarakat, ia harus selesai dengan dirinya sendiri,” tutur Tombeng.

Suasana diskusi, tanya jawab pun berlangsung dinamis dan alot. Kemudian para narasumber yang berkesempatan hadir adalah Amas Mahmud, SIP (Sekretaris DPD KNPI Manado), Drs Marthen Tombeng, M.M (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UTSU) dan Bode Grey Talumewo, S.S (Sejarawan Minahasa). Sedang moderator yakni Alfrianto Zainal, ST. (*/Redaksi)

Mau Dapat Rumah?, Ayo ke Jarod Manado Rabu Besok

Bang Faisal Salim (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Ragam konsep pembangunan fasilitas publik didorong pemerintah. Semuanya tentu didukung kajian yang komprehensif, studi perbandingan dan kesediaan sumber daya. Untuk konteks Kota Manado sendiri pemerintah daerah tengah memaju laju pembangunan, tujuannya demi kesejahteraan serta kemajuan masyarakat.

Hal yang terkesan tidak terlalu mendapat perhatian adalah soal perumahan murah, perumahan layak huni, cara mendapatkannya dan kiat-kiat sukses menjadi pengusaha properti. Konteks ini dilirik Faisal Salim, SE pengusaha muda yang kini digadang-gadang maju sebagai calon Wakil Wali Kota Manado membuka ‘dapur developer’. Mewujudkan komitmennya, Faisal menggelar dialog bersama masyarakat Kota Manado.

”Kami akan menggelar dialog bersama Bang Faisal Salim. Untuk itu, secara terbuka sebagai pelaksana kami mengundang masyarakat agar bisa hadir di Jalan Roda (Jarod) Manado, Rabu 13 November 2019. Bang Faisal akan membagikan kiat-kiat mendapatkan rumah tanpa bank. Termasuk rahasia sukses menjadi pengusaha properti. Agar kita bisa punya rumah sendiri tentunya bagi yang belum punya rumah,” ujar Gilang Hiola saat diwawancarai wartawan, Selasa (12/11/2019).

Lanjut disampaikan Gilang, banyak masyarakat Manado yang penasaran atas konsep perumahan tanpa bank yang dibuat Faisal Salim. Untuk hal tersebut, Gilang mengajak segenap warga Manado hadir dalam acara yang juga dihadiri politis, aktivis OKP dan Ormas, serta tokoh masyarakat.

”Yang Penasaran Dengan Dialog ini kami undang Untuk Hadir di Jalan Roda Pada Tanggal 13/11/19 Jam 15.00 di Warung Kopi Hanny. Para Narasumber  diantaranya Owner Perumahan satu-satunya tanpa menggunakan Bank Bapak Faisal Salim, dan Pak Haji Sultan Udin Musa. Moderator Sekretaris DPD KNPI Manado,” kata Gilang menutup. (*/Redaksi)

Bergentayangannya Hantu-Hantu Demokrasi Jelang Pilkada

Bung Amas Mahmud (FOTO Suluttoday.com)

ADA kanal dan ranjau yang dipasang menjadi tumpuan budak kekuasaan. Bagi mereka yang memandang kekuasaan adalah amanah, pasti takut berbuat curang dalam agenda pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Berbeda bagi mereka yang dikuasai nafsu birahi politik meraih kekuasaan, segala cara dilakukan. Berhati-hatilah, masyarakat perlu dibentengi dengan pendidikan politik.

Agar masyarakat tidak terjebak dengan skenario para bandit dalam politik. Hantu-hantu demokrasi yang membuat riuh aktivitas sosial sebaiknya perlu dikenali. Memang ada hantu demokrasi, tak bisa diabaikan kehadiran mereka karena praktek politik yang sedikit liberal. Kemunculannya yang musiman itu bisa berwujud lembaga dan personal. Sasaran mereka utamanya kepada para calon pemimpin, agen kepentingan, pusat kekuasaan, ‘tempat yang membawa manfaat’. Termasuk figur yang berencana maju di Pilkada tentunya, dengan menawarkan jasa, kelompok hantu-hantu demokrasi ini akan beraksi.

Hantu demokrasi juga merupakan konsekuensi dari kita berdemokrasi memang. Karena semangatnya disandarkan pada keberagaman dan kebebasan berekspresi. Semua orang punya hak yang sama dalam peran-peran publik, sejauh tidak menabrak aturan. Di Provinsi Sulawesi Utara sendiri tahun 2020 akan dihelat Pemilihan Gubernur dan Pemilihan Bupati serta Walikota, tentu secara paket mekanisme pemilihannya.

Sekedar sebagai pengingat, momentum Pemilu atau Pilkada bukanlah pesta. Melainkan hajatan penting yang bersifat semesta. Kalau memaknai Pilkada sekedar pesta, maka kita kebanyakan akan hura-hura, dan boleh jadi berbuah huru-hara karena banyak orang mabuk, biasanya. Sebagai hajatan istimewa, maka Pilkada diharapkan dapat melahirkan pemimpin yang amanah kepada masyarakat. Berdiri diatas kepentingan semua golongan.

Dalam Pilkada juga tentu kita akan berjumpa dengan segala macam perilaku masyarakat. Salah satu yang unik dan santer kita temui ialah ‘manusia hibrida’. Cir-cirinya yaitu mereka yang mempunyai penyatuan sikap ‘gelap dan terang’. Agen ganda, bermuka dua dan istila lain yang sering disematkan kepada mereka. Konspirasi sikap baik, serta buruk ‘bersetubuh’, hasilnya kita menjadi sukar memilah dan memisahkan.

Manusia model ini kebanyakan gamang, hilang identitas dan prinsipnya dalam berpolitik. Mereka tak segan-segan menggadaikan idealisme, menjual informasi dan kapasitas guna meraup keuntungan. Bagi mereka kemajuan atau kemaslahatan bersama hanyalah fiktif, hanya sekedar jualan dalam politik. Kita pun patut mewaspadai adanya kemenangan kelompok yang mengkultuskan kecerdasan buatan (intelegensi artifisial).

Sistem kecerdasan mesin ini berpotensi besar menerapkan praktek curang disaat Pelkada. Rekayasa dilakukan dengan sistem kontrol yang tinggi, sehingga sulit terdeteksi, kemudian mereka mudah mengutak-atik kemenangan. Jadi kemampuan instrumen yang cukup berperan memenangkan pertarungan politik.

Tampilan hantu demokrasi juga bisa berupa praktek bully di media sosial, memproduksi hoax, menyerang privasi orang lain. Adanya akun Facebook bodong (anonim), prodak berita abal-abal yang semuanya bertujuan menggiring opini publik. Jika arus, bahkan badai ‘rekayasa’ tak mampu dibendung, maka konflik politik mencuat. Hal ini yang berimplikasi pada konflik horizontal, terjadinya polarisasi ditengah tatanan sosial masyarakat.

Model lain dari hantu demokrasi ialah kehadiran lembaga-lembaga konsultan politik dan survey yang bekerja hanya mengutamakan kemenangan, lalu menafikan standart ilmiah dan kebenaran faktual. Obsesi menang boleh saja, tapi kalau tidak ditopang dengan potensi yang mumpuni, bagai bermimpin di siang bolong. Mengambil jalan pintas menghalalkan segala cara dalam politik merupakan potret pecundang, bukan petarung.

Praktek bercermin sudah diadopsi melalui tata cara berpolitik dari para politisi lokal, atas tingkah laku politisi di pusat. Dengan standart tinggi para politisi Nasional mempelihatkan kemenangan yang umumnya ditandai dengan penguasaan modal financial, sebetulnya ikut menggerus solidaritas masyarakat. Atas godaan uang, kebanyakan masyarakat berhadap-hadapan dalam politik. Sebelumnya berkawan, namun saat Pilkada berlawanan.

Kedepan persaudaraan itu dikukuhkan, melalui contoh teladan yang baik dari politisi. Kalau politisinya tidak rukun, masyarakat tentu mengikuti yang mereka idolakan itu, mereka menjadi penyembah kekacauan. Tantangan kita yang harus diperbaiki adalah masuk bercokolnya agen hantu-hatu demokrasi yang sering memporak-porandakan kebersamaan masyarakat. Ciptakan benteng soliditas yang kuat ditengah masyarakat agar tidak mudah dihantam ombak provokasi akibat politik.

Mereka kelompok ‘hantu demokrasi’ ini sering kali melakukan pra kondisi, membangun citra, membangun bargaining lalu menyasar pasien atau siapa yang akan didekati. Targetnya tentu untuk kepentingan diri sendiri dan kelompok. Kalau miliki visi yang sama, mereka menyatu dan tidak berkonfrontasi. Sebaliknya, jika berbeda haluan mereka tak segan-segan melakukan character assassination. Merke berkawan secara profesional. Mengenali mereka itu penting untuk ukuran seorang politisi agar tidak panik lagi ketika bertemu. [***]

 

 

——————————-

Oleh : Amas Mahmud, Sekretaris DPD KNPI Manado

 

iklan1