Tag: DPD RI

Minta Erick Thohir Fokus, Senator Djafar Sampaikan Begini Terkait MES

Sentor Djafar Alkatiri (Foto Istimewa)

JAKARTA, Suluttoday.com – Pemerintah Indonesia di tengah upaya memutus mata rantai penularan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), menemui permasalahan yang tidak mudah di lapangan. Atas situasi tersebut, Presiden Ir. Joko Widodo (Jokowi) harus mengambil langkah tegas untuk penyelamatan ekonomi. Terkait hal itu, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) angkat bicara.

Kamis (4/2/2021), Wakil Ketua Komite 1 DPD RI, Ir. H. Djafar Alkatiri, M.M.,M.PdI memberikan dukungan terhadap kerja keras Jokowi. Menurut Senator Djafar, semua Menteri harus lebih optimal mengerjakan tugas-tugas utamanya. Termasuk Erick Thohir, selaku Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar fokus bekerja.

”Menurut saya Pak Erik Thohir kurang pas memimpin Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Erik Thohir harus konsentrasi penuh memimpin Kementrian BUMN yang akhir-akhir- akhir ini banyak masalah. Mulai dari masalah mishandling managemen, korupsi di BUMN dan kerugian operasional yang cukup besar. Beliau harus merecovery BUMN-BUMN yang bermasalah dan mengalami kerugian,” kata Senator vokal ini saat diwawancarai wartawan, Kamis (4/2/2021).

Selanjutnya, Djafar mengajukan alasan bahwa sampai saat ini belum keliatan prestasi Erick yang menonjol dalam menyelesaikan masalah dan mengembangkan BUMN. Dalam rangka memberi perhatian serius pada Kementerian yang dipimpinnya, maka Senator Djafar menyarankan agar Erick tunjukkan profesionalismenya dengan tidak menerima beban kerja-kerja lainnya.

”Erick Thohir akan kurang fokus nantinya memimpin MES. Sebab beliau disamping harus mengurus BUMN yang banyak problem, Erick juga diberi beban tugas yang besar sebagai Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19, dibidang Ekonomi untuk menangani kasus Covid-19 di Indonesia yang makin hari makin meningkat dan rumit,” ujar Ketua Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Sulawesi Utara ini.

Djafar menambahkan sentilannya soal pentingnya Erick menunjukkan kemampuan yakni dengan berbagai cara penanganannya baik PSBB dan PPKM yang nyaris gagal tersebut. Tidak berdampak sama sekali kepada rakyat bawah. Tak hanya itu, kata Senator Djafar, Erick harus mengelola refocusing anggaran penanganan Covid-19 yang sangat besar hampir lebih 900 Triliun.

”Lebih tepatnya, Erick fokus terhadap tugasnya selaku Menteri. Ditambah lagi baru-bau ini Presiden Jokowi, Erick Thohir diberi tanggung jawab bersama Sri Mulyani Menkeu untuk mengemban tugas yang tidak ringan secara profesional yakni sebagai anggota aktif Dewan Pengawas Lembaga Pengelolaan Investasi. Ini sangat menambah beban, waktu dan pikiran untuk fokus. Secara khusus Erick Tohir juga tidak memiliki record dalam praktik ekonomi syariah di Indonesia. Beliau bukan penggiat dan praktisi ekonomi syariah,” kata Senator Djafar tegas.

Sebetulnya masih banyak tokoh-tokoh, yang berkecimpung dan konsisten dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, tambah Senator Djafar. Politisi senior ini menyebutkan beberapa nama seperti Bambang Brodjonegoro, Adiwarman Karim, Perry Warjiyo, Syafii Antonio dan Elidawati Ali Oemar yang lebih layak memimpin MES.

”Saya berharap ada terobosan baru oleh MES dalam memanfaatkan potensi keuangan syariah dan sosialisai pemberdayaan ekonomi syariah ditengah masyarakat,” ucap Djafar menutup.

(*/Amas)

Terbiasa Membaur, Kepala BP2MI Sapa Warga Jarod Manado

Akrab Benny Rhamdani bersama warga Jarod Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tak pernah berubah dengan gaya yang akrab dan merakyat, Benny Rhamdani, Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Sabtu (21/11/2020) mendatangi kawasan kuliner Jalan Roda (Jarod) Manado. Tempat yang diistilahkan warga Sulawesi Utara (Sulut) sebagai DPRD tingkat III itu selalu ramai dikunjungi masyarakat.

Saat bersilaturahmi dan melakukan ngopi bersama para pengunjung yang rata-rata ada pedagang, aktivis, muruh, akademisi, jurnalis dan masyarakat lintas profesi itu, Benny berkesempatan menyampaikan sepatah-dua kata. Karena didaulat bicara, politisi Partai Hanura itu mengajak masyarakat agar bersatu meski tensi politik di Pilkada Serentak 2020 cukup mengkristal. Bagi Benny spirit menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan pilihan yang final.

”Jangan ditawar-tawar lagi, bahwa integrasi nasional atau persatuan untuk menguatkan NKRI sudah menjadi pilihan harga mati bagi kita rakyat Indonesia. Ayo kita bantu Pak Presiden Joko Widodo yang teguh, bekerja keras membangun Indonesia. Jangan lantaran politik membuat hubungan baik kita, solidaritas dan persaudaraan kita ternodai. Mari tumbuhkan semangat mewujudkan partisipasi pembangunan,” ujar Benny yang juga mantan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara 3 periode ini.

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani menyampa warga Jarod (Foto Suluttoday.com)

Tak hanya itu, mantan Ketua Komite 1 Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) yang didampingi Abid Takalamingan, politisi dan juga Ketua Baznas Sulut itu mengharapkan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dan sukseskan Pilkada Serentak. Menurut Benny masyarakat harus waras dalam berdemokrasi dengan tidak terjebak dalam politik bag-bagi uang yang merusak moralitas. Seleksi kepemimpinan dalam Pilkada Serentak disampaikan Benny sebagai agenda 5 tahunan yang secara mekanisme demokrasi harus dilaksanakan, sehingga demikian jangan karena kompetisi politik merusak kerukunan di tengah masyarakat.

Kepala BP2MI, bersama rekannya Ketua Baznas Sulut, Abid Takalamingan (Foto Suluttoday.com)

”Saya juga banyak belajar untuk tumbuh menjadi politisi yang matang. Banyak tantangan sudah saya lewati, tapi semua itu dihadapi dengan tulus ikhlas. Jangan pernah membenci, jangan pernah mengganggu orang lain. Dengan begitu kita akan diberi jalan oleh Allah SWT. Untuk konteks Pilkada Serentak di musim pandemi, masyarakat perlu mematuhi protokol kesehatan dan sukseskan agenda Pilkada. Ingat, Pilkada merupakan siklus seleksi kepemimpinan 5 tahunan, dalam sistem demokrasi ini diatur. Jangan hanya pertarungan politik membuat kita saling menjegal, lalu kekeluargaan kita menjadi rusak, tetap laksanakan Pilkada dengan riang gembira dan penuh persaudaraan,” kata Benny.

Pada kesempatan tersebut Benny yang didampingi jajaran BP2MI, Kepala-Kepala UPT BP2MI seluruh Indonesia juga seperti biasanya politisi yang akrab disapa Brani ini menggandeng rekan-rekan aktivis 1998 di Sulut. Setelah ngopi santai, berbincang, menyapa masyarakat dan menyampaikan sambutan Benny juga memberikan hadiah (oleh-oleh) kepada pengunjung Jarod berupa uang tunai.

(*/Amas)

Ngopi di Jarod Manado, Senator Djafar Bincang Omnibus Law dan Bernyanyi

Santai Senator Djafar saat ngopi di Jarod (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Dikenal sebagai sosok politisi yang merakyat, Ir. H. Djafar Alkatiri, MM.,M.PdI, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) tak pernah lupa aktivitas awalnya. Melekat pada dirinya sebagai figur yang luas pergaulannya, terbiasa bergaul dan dibesarkan di organisasi kemahasiswaan, kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan membuat Senator Djafar selalu dirindukan.

Sabtu (10/10/2020), setelah berolahraga menjaga kebugaran tubuh, Djafar juga menyempatkan waktu bersilaturahmi, ngopi dan berbincang bersama kawan-kawannya. Juga aktivis partai politik dan tokoh agama, Senator Djafar berbaur di Jalan Roda (Jarod) Manado. Kehadirannya disambut warga Jarod kehadiran. Politisi santun itu mengingatkan masyarakat agar menjaga iklim demokrasi di Pilkada Serentak 2020.

“Enak dan senang tentu saya berada di Jarod. Kelahiran saya sebagai sejak awal sebagai aktivis jalanan, sehingga berada di Jarod bagi saya adalah kembali mengenang sejarah perjuangan. Inilah rumah besar kita aktivis di Sulut. Dalam ngopi santai dan silaturahmi, saya ingatkan masyarakat untuk sama-sama menjaga kerukunan. Mari kita kawal Pilkada damai, momentum 5 tahunan harus mengakrabkan kita,” ujar Senator Djafar asal Sulawesi Utara (Sulut) ini.

Senator saat bernyanyi di Jarod (Foto Suluttoday.com)

Disampaikan Djafar yang juga Wakil Ketua Komite I DPD RI itu bahwa tantangan rakyat Indonesia saat ini adalah jika Undanga-Undang Cipta Karya (UU CK) ditandatangani Presiden. Berhubung omnibus low belum ditandatangi, maka masyarakat Manado diminta mendoakan agar Presinden Jokowi sehat wal’afiat dan tidak menandatangani UU tersebut.

“Kemudian satu lagi, coba dilihat penolakan publik atas UU Cipta Karya. Soal omnibus law ini dalam beberapa pasalnya berpotensi merugikan rakyat. Itu sebabnya, saya anggota DPD RI telah menyurat Pak Presidem untuk menolak omnibus law. Kita doakan agar beliau sehat wal’afiat sehingga mempertimbangkan untuk ditandatanganinya UU omnibus law,” ujar Senator vokal ini.

Suasana berlangsungnya silaturahmi Senator Djafar (Foto Suluttoday.com)

Kunjungan Senator Djafar di Jarod kalii ini begitu santai. Menariknya, setelah ngopi, makan pisang goreng, dan sempat didulat warga Jarod untuk bernyanyi. Djafar yang dikenal sebagai mantan Anggota DPRD Provinsi Sulut ini menghibur masyarakat Jarod Manado dan bersedia melantunkan 2 buah lagu. Suara merdu Senator Djafar disambut tepukan tangan meriah.

(*/Amas)

Selamatkan NKRI Dari Ancaman Disintegrasi, Senator Djafar Sampaikan Pentingnya Persatuan

Peserta sosialisasi mendengarkan pencerahan dari Senator Djafar (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kelembagaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Rabu (7/10/2020) menggelar Temu Tokoh Nasional di Manado. Kegiatan tersebut melingkupi edukasi terkait Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinake Tunggal Ika. Kemudian bagi-bagi bantuan dari MPR RI yang diwakili Ir. H. Djafar Alkatiri, MM.,M.PdI, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).

Dalam kesempatan itu, Senator Djafar mengajak masyarakat agar menghidupkan nilai-nilai Pancasila. Di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) tantangan pemerintah begitu terasa, terutama berkaitan dengan usaha menjaga solidaritas sosial. Wakil Ketua Komite I DPD RI mengingatkan masyarakat agar berpegang teguh pada ajaran agama, yang secara langsung berkonsekuensi positif terhadap cinta tanah air.

‘’Tugas kita semua yaitu menjaga Indonesia agar tetap kokoh. Tidak tercerabut dari akar sejarah, tidak dikooptasi kepentingan pemodal maupun kepentingan kolonial (penjajah) yang membuat Indonesia terbelah. Persatuan nasional terganggu. Musuh kita bersama adalah mereka para penumpang gelap yang mengaku Pancasilais, tapi menerapkan ajaran sesat yang anti-Pancasila. Mematuhi nilai-nilai keagamaan menjadi kunci penting kita akan menjaga Indonesia dari ancaman bahaya perpecahan,’’ kata Senator Djafar dari Dapil Sulawesi Utara ini.

Senator Djafar Alkatiri saat menyampaikan materi (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Fadel Muhammad menegaskan bahwa kebersamaan menjadi elemen penting dalam mengukuhkan Indonesia yang maju dan mandiri. Bagi Fadel yang diwakili Hasan Sahab, SH, masyarakat harus menumbuhkan rasa cinta antara sesama. Kemudian berani memulai dari hal-hal terkecil seperti memupuk kesadaran pemikiran yang positif untuk membangun Indonesia maju.

‘’Belajar menjaga pikiran agar positif. Tidak tercemar atas hasutan, saling menjatuhkan maupun adu domba yang merusak kerukunan kita sebagai Negara beradab. Masyarakat secara umum jangan merasa seolah tidak memiliki porsi dalam peran sosial, sehingga masa bodoh. Namun harus berfikir dan bertindak tepat, saling memajukan, bahu-membahu gotong royong mewujudkan pembangunan. Dengan berfikir positif, kemudian saling menopang membuat kita yang berbeda-beda akan kuat, mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya,’’ kata Hasan.

Narasumber ketika menyampaikan materi (Foto Suluttoday.com)

Selain itu, Dr. dr. Taufiq Pasiak secara komprehensif menguraikan tentang tradisi turun-temurun yang biasa menjadi warisan sejarah khususnya di Kota Manado mulai hilang. Seperti ada relasi sejarah yang terputus karena masuknya budaya modern dengan ciri pandangan post-truth. Dimana media sosial begitu berperan signifikan dalam memainkan pandangan public melalui sistem online (jagat maya).

Sekedar diketaui, Temu Tokoh Nasional yang dirangkaikan dengan Sosialisasi 4 (Empat) Pilar Kebangsaan itu dihadiri ratusan masyarakat Kota Manado. Proses pemaparan materi oleh 3 narasumber, diantaranya Senator Djafar Alkatiri, Wakil Ketua MPR RI Prof. Dr. Ir. Fadel Muhammad yang diwakili Hasan Sahab, dan Dr. dr. Taufiq Pasiak, pakar otak. Sesi tanya jawab dimanfaatkan masyarakat untuk bertanya, menyampaikan masukan dan keluhan untuk penguatan penerapan Pancasila.

(*/Amas)

Jaga Integrasi Nasional, MPR RI Ingatkan Masyarakat Manado Terkait Ini

Ir. H. Djafar Alkatiri, MM.,M.PdI ketika menyampaikan materi (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Meningkatkan kualitas masyarakat terus dilakukan pemerintah. Rabu (7/10/2020), di Tikala Kota Manado, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Dalam acara tersebut hadir selaku narasumber adalah Senator Ir. H. Djafar Alkatiri, MM.,M.PdI, hadir pula pembicara Hasan Sahab, Stafsus Wakil Ketua MPR RI, Prof. Dr. Ir. Fadel Muhammad, dan Mengundang Dr. dr. Taufiq Pasiak, M.PdI.,M.Kes, pakar Neurosains.

Djafar yang juga Wakil Ketua Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) itu menjelaskan tentang pentingnya toleransi, persatuan dan pluralisme. Bagi Senator asal Sulawesi Utara (Sulut) ini komitmen pemerintah dalam memberikan jaminan keamanan, kepastian hukum, kesejahteraan serta keadilan harus tetap dikawal masyarakat. Terlebih di era pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

”Sekarang masyarakat Indonesia tengah kesulitan secara ekonomi. Termasuk di Kota Manado dan Provinsi Sulawesi Utara, banyak masukan, saya saksikan sendiri juga bahwa kesungguhan pemerintah mewujudkan keadilan, kesejahteraan dan kesamaan di depan hukum patut juga disupport masyarakat. Kemudian kebutuhan rakyat harus dipenuhi pemerintah. Artinya, masyarakat pun harus terlibat dan dilibatkan dalam memastikan kalau kepedulian pemerintah sebagaimana yang dipidatokan Presiden, dipastikan benar-benar tercapai ke bawah. Masyarakat juga bertugas menjaga kerukunan, toleran dan menghormati keberagaman yang ada,” ujar Anggota DPD RI yang dikenal vokal ini.

Berlangsungnya pemaparan materi dari Dr. dr. Taufiq Pasiak (Foto Suluttoday.com)

Tambah Senator yang juga mantan Anggota DPRD Provinsi Sulut itu menilai keistimewaan warga Manado menjadi kekuatan yang luar biasa dalam memperkuat integrasi nasional. Sikap peduli, ramah, saling menghormati yang menjadi ciri dan identitas warga Nyiur Melambai dikatakan Senator Djafar perlu terus-menerus dipertahankan.

”Saya optimis kebiasaan warga Manado dan Sulawesi Utara umumnya yang rukun, menghargai perbedaan, terbiasa dengan hidup berdampingan akan lebih mudah menyanggah keutuhan kita berbangsa dan bernegara. Masyarakat kita juga jangan abai terhadap datangnya ancaman, tetapi harus peka pada situasi di lingkungan. Proaktif menjaga keamanan, menjadi alarm pengingat pemerintah bila mana situasi diwilayah kita sedang terancam, terutama terkait masuknya paham yang berlawanan dengan ajaran Pancasila,” kata Senator Djafar tegas.

Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan bantuan bagi para penanya. Juga penyerahan cinderamata dari MPR RI, foto bersama serta ramah tamah. Senator Djafar dalam arahannya mengajak masyarakat agar menjadi pelopor dan duta-duta dalam melakukan kampanye gerakan membumikan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinake Tunggal Ika.

(*/Redaksi)

iklan1