Tag: DPRD Manado

Mesin Insinerator Tidak Beroperasi, Ini Komentar Lucky Datau

Lucky Datau, anggota DPRD Kota Manado (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Tugas mengawasi penerapan peraturan dan juga program pemerintah konsisten dijalankan wakil rakyat Kota Manado. Salah satunya seperti yang dilakukan Lucky Datau, anggota Komisi III DPRD Kota Manado. Selasa (25/2/2020), Lucky saat diwawancarai Suluttoday.com, mempertanyakan keberadaan mesin insinerator yang disebut telah beroperasi di Kota Manado. Lucky menyebut pemerintah perlu terbuka kepada masyarakat.

”Pemerintah Kota Manado telah membeli mesin insinerator atau mesin pembakar sampah, ini langkah maju tentunya. Saya selaku wakil rakyat memberi apresiasi. Namun, kini yang menjadi pertanyaan adalah beroperasinya mesin tersebut. Ternyata mesin tersebut bermasalah alias sementara ini digembok. Kami meminta pemerintah Kota Manado terbuka terkait hal ini kepada masyarakat. Jangan nanti berpolemik dikemudian hari,” kata Lucky, anggota Fraksi PAN di DPRD Kota Manado itu.

Lucky Datau dan rekan anggota DPRD Manado saat turlap (Foto Istimewa)

Politisi yang intens bicara menyampaikan protes terhadap sejumlah program yang dinilai belum menyentuh pada masyarakat itu menyarankan agar instansi terkait segera mempertanggung jawabkan hal ini kepada masyarakat. Mencuatnya dugaan mesin insinerator dibeli dalam kondisi bekas juga menurut Lucky perlu dijawab Kepala SKPD terkait melalui langkah nyata mengaktifkan mesin tersebut agar dapat beroperasi dengan baik.

”Nah kerinduan dan harapan kita semua sama, yakni alat yang dibeli dengan harga bombastis itu dapat beroperasi. Rupanya ada pihak ketiga yang sudah menggembok mesin tersebut karena belum dibayar. Tentu sebagai wakil rakyat kami layak mempertanyakan ini, ada apa sebenarnya? Apakah uang yang dialokasikan untuk membeli mesin tersebut tidak dipergunakan sebagaimana mestinya?. Kami meminta instansi terkait segera menjawab hal ini. Jangan main-main dengan uang rakyat,” ujar Lucky, sambil mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan turun lapangan (turlap) ke lokasi mengecek langsung kondisi insinerator yang digembok dan tersegel. (*/Red)

Lihat Baliho Richard Sualang Terpasang, Warga Manado Beri Komentar

Spanduk Richard Sualang

MANADO, Suluttoday.com – Bermunculannya sejumlah baliho dari bakal calon Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang di seluruh Kelurahan yang tersebar di Kota Manado mendapat ragam tanggapan warga. Minggu (16/2/2020), Ismail salah satu warga Tuminting saat ditemui di kawasan Jarod menyampaikan bahwa sosok aura sebagai sosok pemimpin Kota Manado terpancar dari baliho Richard Sualang. Menurutnya Richard yang kini anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) itu merupakan potret pemimpin yang paripurna.

”Luar biasa hampir di tiap Lingkungan yang ada di Manado baliho Pak Richard Sualang terpasang. Wajah beliau memiliki kharisma sebagai pemimpin. Aura sebagai pemimpin Kota Manado kedepan saya lihat ada pada Pak Richard. Saya menilai beliau ini sosok politisi muda yang memiliki karakter kepemimpinan yang lengkap. Dan utamanya, Pak Richard merupakan politisi nasionalis, tidak mempertentangkan perbedaan agama,” ujar Ismail.

Di tempat terpisah, Melky salah satu warga Malalayang yang mengakui bukan kader PDI Perjuangan tapi respek kepada figur Richard Sualang. Dia menilai Kota Manado kedepan harus dipimpin kaum muda yang memiliki jejak pengalaman mumpuni, juga tokoh yang pluralis, mampu menjaga toleransi beragama. Manado sebagai Kota Maju harus mempunyai pemimpin yang energik.

”Kalau Pak Richard saya lihat sudah teruji. Memang saya bukan kader PDI Perjuangan, tapi sejujurnya saya senang dan akan mendukung Pak Richard jika maju sebagai Wali Kota Manado. Sejak menjadi anggota DPRD Kota Manado, sampai sekarang menjabat anggota DPRD Provinsi Sulut beliau ini dikenal peduli dengan masyarakat. Belum lagi, keberadaan Pak Richard selaku politisi yang majemuk cara pandang dan pergaulannya. Manado kedepan memerlukan pemimpin seperti beliau, saya lihat spanduk beliau juga sudah terpasang dimana-mana. Kita mendoakan agar Pak Richard mendapat rekomendasi maju di Pilwako Manado, sebagai calon Wali Kota,” tutur Melky tegas. (*/Am)

Lucky Datau: Tugas Saya Bekerja, Bekerja untuk Masyarakat Manado

Lucky Datau (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Legislator yang berasal dari Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Manado, Lucky Datau memang dikenal cukup tenang dalam menanggapi dinamika publik. Tidak semua yang tau ternyata figur yang satu ini punya sejumlah pemikiran ideal tentang bagaimana model perjuangan politik untuk masyarakat Kota Manado. Anggota DPRD Kota Manado Daerah Pemilihan (Dapil) Wenang-Wanea itu, Sabtu (1/2/2020) saat ditemui di salah satu rumah kopi di Tikala menyampaikan pikiran segarnya.

”Bagi saya memilih untuk masuk ke DPRD Manado itu tugasnya bekerja kepada masyarakat. Kan saya bersumpah, atau disumpah saat pelantikan itu akan saya pertanggung jawabkan kepada Allah SWT. Atas kesadaran itu, saya menyederhanakan segala tugas-tugas politik yang saya emban dalam satu kata, yaitu bekerja. Bekerja demi kepentingan masyarakat banyak, itu saja cukup. Tidak usah pusing tanggapan dan komentar orang, berbuat saja untuk masyarakat,” ujar Lucky.

Politisi yang dikenal juga cukup blak-blakan itu menyebut dirinya tidak pernah memikirkan macam-macam urusan bargaining politik. Bahkan, secara rinci wakil rakyat berlatar belakang pekerja swasta itu menilai ketertarikannya terjun di dunia politik karena mau memberi diri. Lucky menyebut bahwa mencari posisi sebagai wakil rakyat bukan hal istimewa, melainkan upaya untuk meletakkan dirinya sebagai budak masyarakat.

”Tidak perlu kita banggakan. Kita ini wakil rakyat hanyalah budak, tidak lebih dari itu. Kalau kita memahami keberadaan kita secara jujur, maka sesungguhnya cukup dengan menjalankan fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan saja sudah cukup. Tak usah lagi kita menambah-nambah variasi lain, tiga hal itu diikat dalam satu kata kerja atau pengabdian,” kata Lucky.

Anggota Komisi 3 DPRD Kota Manado itu menyebut bahwa menjadi wakil rakyat juga merupakan satu pintu menuju Surga. Urusan memberi dedikasi dan loyalitas kepada kepentingan masyarakat menjadi sesuatu yang membanggakan dirinya sebagai politisi, ada semacam rasa puas dalam dirinya jika berbuat lebih pada masyarakat.

”Memang begitu adanya, tak usah kita berfikir soal politik balas budi atau apalah itu. Fokus saja, saya selalu mengingatkan diri agar luruskan niat bekerja ekstra sebagai wakil rakyat kepada kepentingan masyarakat. Melalui kerja itu, membuka jalan kita menuju Surga. Karena perbuatan baik yang kita lakukan, ya nilainya ada kebaikan yang akan kita petik kelak. Hanya itu menurut saya kebanggaan terbesar selaku politisi, khususnya wakil rakyat. Semoga visi besar dan perjuangan mulia bekerja mengabdi kepada masyarakat terus saya lakukan,” tutur Lucky menutup. (*/Am)

DPC PDI Perjuangan Manado Serahkan KTA Kepada Kalangan Profesional

Ketua Richard Sualang saat memberikan arahan (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Ekspansi upaya perekrutan kader terus lakukan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kota Manado. Dibawah kepemimpinan Richard Sualang, sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Manado, parpol berlambang moncong putih ini terus ”menanduk”, mengalami progres luas biasa.

Sebagaimana awalnya di DPRD Kota Manado, hanya mendapatkan posisi sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Manado, kini mampu meraih prestasi, merebut posisi Ketua DPRD Manado dan berhasil menggeser Partai Demokrat. Tergambar dalam komposisi dan jumlah anggota DPRD Kota Manado, dari total 40 anggota DPRD, PDI Perjuangan mampu meraih 10 kursi.

Proses penyerahan KTA PDI Perjuangan (Foto Ist)

Prestasi politik tersebut tak membuat Sualang berpuas diri. Senin (20/1/2020), mantan Wakil Ketua DPRD Kota Manado itu malah fokus melakukan pergerakan keluar. Pihaknya menggelar komunikasi politik, merekrut kader nasionalis agar bersama-sama masuk menjadi kader PDI Perjuangan. Langkah itu terbukti dengan dibagikannya Kartau Tanda Anggota (KTA) PDI Perjuangan kepada beberapa pihak.

”Puji Tuhan dengan lancar kita melakukan penyerahan KTA PDI Perjuangan kepada kawan-kawan dari kalangan profesional chef/juru masak, barista dan lain-lain. Selamat Berjuang bersama di Rumah Besar Kaum Nasionalis. Merdeka,” kata anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara ini di Akun Facebooknya. (*/Am)

Tonny Rawung: 2021 Proses Seleksi Pala Harus Pemilihan Langsung

Status Facebook Gregorius Tonny Rawung (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Mulai terkuaknya intervensi dan aroma politisasi dalam seleksi calon Kepala Lingkungan (Pala) di Kota Manado menjadi perhatian masyarakat. Tidak hanya itu, elit politik di Kota Manado juga ikut memberikan pendapat, kritik serta juga menawarkan solusi perbaikan sistem seleksi Pala. Menurut Tonny Rawung, bahwa perekrutan Pala idealnya haruslah dilakuakn secara demokratis.

”Tahun 2021proses seleksi Pala hrs pemilihan langsung oleh masyarakat lingkungan.Mari berdemokrasi lebih Elegan, Manado Hebat,” ujar politisi yang bernama lengkap Gregorius Tonny Rawung, mantan calon Wakil Wali Kota Manado itu di Akun Facebooknya, Minggu (29/12/2019).

Postingan mantan anggota DPRD Kota Manado itu pun mendapat beragam tanggapan. Dukungan dan perbedaan persepsi mengalir melalui konten komentar dari status tersebut. Memperkuat argumentasinya, Tonny menuturkan skema perekrutan Pala yang terbuka lebih sesuai dengan spirit reformasi birokrasi dan keterbukaan informasi publik. Jauh dari kompromi dan politisasi.

”Harus lebih maju dan transparan untuk Manado lebih baik. Tidak butuh anggaran besar. Bahkan, konsep ini memberi ruang lahirnya partisipasi masyarakat dan swadaya. Lebih penting lagi, rentetan intervensi politik dapat dipangkas,” tegas Tonny yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Manado ini.

Foto yang disertakan dalam postingan Tonny Rawung, Arthur bersama peserta seleksi Pala (Foto Ist)

Menariknya, dalam postingan tersebut disertakan foto sejumlah Panitia Seleksi (Pansel) Pala dan anggota DPRD Kota Manado. Keberadaan Arthur Rahasia, selaku anggota DPRD dari Partai Nasdem kelihatan dominan, dari tiga foto. Dua diantaranya menampilkan wajah Arthur. Bahkan, hiruk-pikuk di sejumlah rumah kopi mengkhawatirkan jangan sampai Pala yang terpilih adalah titipan dari para anggota DPRD Nasdem Kota Manado. Sehingga dapat mengganggu netralitas, dan konsentrasi dari kerja Pala nantinya karena disibukkan beban politik di Pilwako Manado. (*/Redaksi)

 

iklan1