Tag: dprd minut

Soal Beras Plastik, Ini Himbauan DPRD Manado

Richard Sualang (Foto Ist)

Richard Sualang (Foto Ist)

MANADO – Nama Richard Sualang, anggota DPRD Kota Manado yang digadang-gadang maju sebagai calon Wali Kota Manado tidak hanya fokus untuk pencalonan dirinya sebagai Wali Kota Manado, Sualang saat ditanya soal peredaran beras plastik yang menjadi ‘masalah baru’ ditengah masyarakat meminta pemerintah daerah mengambil langka antisipasi.

”Pelu ada langkah pencegahan, iya tentu sebagai langka antisipasi, saya meminta para pengusaha, pemasok beras dalam hal ini untuk tidak melakukan hal-hal yang hanya menguntungkan sepihak, dalam hal ini memasok beras plastik,” ujar Sualang yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Manado tersebut.

Lanjut Suakang menjelaskan bahwa kasus beras plastik sudah masuk dalam taraf membahayakan untuk itu instansi teknis dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan agar merespon cepat dengan melakukan peninjauan di lapangan.

”Pangawasan harus diperketat, jangan sampai, nanti ada kasus baru kita bertindak,” tegas Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Manado ini menutup. (Amas Mahmud)

Warga Airmadidi Dukung Sandra Moniaga di Pilbup Minut

Ir. Sandra Moniaga

Sekretaris Daerah Minut Ir. Sandra Moniaga (Jakas/Suluttoday.com)

MINUT – Pasca dipercayakan menjabat Sekretaris Daerah Minut awal Desember 2014 lalu, Ir. Sandra Moniaga kini dipundaki harapan masyarakat untuk memperjuangkan pembangunan Kota Airmadidi yang selama ini kurang memperoleh perhatian dari Pemkab Minut.

Sebagaimana disampaikan pemerhati yang juga tokoh masyarakat Airmadidi, Marhen Mantiri. Menurut Mantiri, fakta yang ada yaitu perbandingan dana pembangunan antara kecamatan Airmadidi yang merupakan ibukota kabupaten dengan kecamatan Dimembe. “Tidak hanya saya, berkembang juga informasi dari tokoh tokoh masyarakat lainnya bahwa Ir. Sandra Moniaga memperoleh simpati dan dukungan masyarakat di kecamatan Airmadidi untuk mengambil bagian pada pesta demokrasi Pilkada Minut 2015 mendatang,” kata Mantiri kepada wartawan belum lama ini.

Ditambahkan Mantiri, pihaknya yakin masyarakat Airmadidi setuju dengan pendapat dirinya kalau perkembangan ibu kota kabupaten di sektor pembangunan infrastruktur seakan dianaktirikan.

“Pastinya warga mendukung bila dikatakan kota Airmadidi stagnan untuk hal pembangunan infrastruktur. Sehingga, kami mendukung penuh perubahan di Minut terlebih kepala daerah yang harus lebih memprioritaskan ibu kota,” katanya.

Secara presentase, ditambahkan Mantiri, mereka menilai Airmadidi adalah ikon atau titik ibu kota Kabupaten yang seharusnya diprioritaskan, namun yang terjadi di lapangan sangat memiriskan. “Kami yakin dukungan terhadap ibu Sandra Moniaga bukan hanya kami yang berada di Airmadidi, melainkan daerah Likupang raya pasti akan memiliki tekad bulat untuk memilih mantan Kaban BKDD Provinsi Sulut ini. “Kami juga mengetahui jelas kalau Ibu Sekda ini adalah keluarga besar baik di Minawerot Kecamatan Kauditan, pun di daerah Likupang,” tukas Akademisi Unsrat tersebut.

Frederik Runtuwene, anggota DPRD Minut dari dapil Airmadidi saat dimintai tanggapan terkait dukungan masyarakat terhadap Sekda Ir. Sandra Moniaga untuk mengambil bagian dalam pilkada tahun ini, tak menampik. Menurut Uce sapaan akrab Runtuwene, siapa saja bisa mengambil bagian dalam pesta demokrasi 5 tahunan. “Wajar kalau Ibu Moniaga didukung pada pilkada Minut. Karena kita ketahui bersama beliau adalah asli orang Minut dan memiliki keluarga besar baik Moniaga maupun Dengah,” kata Uce yang ditemui belum lama ini.

Sekda Minut Sandra Moniaga yang mendapat dukungan sejumlah kalangan masyarakat di Airmadidi dan wilayah lainnya di Kabupaten Minut, belum dapat dimintai tanggapan terkait antusias masyarakat yang mendukung dirinya pada Pilkada Minut mendatang. (Janni Kasenda/Rn)

Soal Ijasah Palsu Hukumtua Winetin, Berty Kapojos: Kembalikan ke Bupati Minut

Ketua DPRD Minut-edit

Ketua DPRD Minut Berty Kapojos (Jakas/Suluttoday.com)

MINUT – Kasus Hukumtua (Kepala Desa) Desa Winetin yang tersandung penggunaan ijasah palsu, kembali menjadi buah bibir masyarakat Kabupaten Minahasa Utara di awal tahun 2015. Pasalnya, Silva Naneng Karundeng setelah di jatuhi hukuman pidana oleh Pengadilan Negeri Airmadidi masih terus menjabat sebagai Hukumtua Desa Winetin Kecamatan Talawaan itu. Menariknya sampai awal tahun 2015 ini, Naneng masih saja berkuasa di Desanya.

Sekdakab Minut Ir. Sandra Moniaga sebelum liburan Natal dan Tahun Baru silam, telah menerima laporan dan keluhan warga Desa Winetin terkait kasus ijasah palsu tersebut. Namun sampai hari ini, belum ada niat Pemkab Minut untuk mencopot dan menghentikan jabatan Hukumtua Desa Winetin itu.

Tanggapan dari salah satu warga desa Winetin, Paulansia Mandagie. ”Ini sudah keterlaluan, kalau hanya masalah mark-up harga raskin, warga mungkin bisa memahami. Tapi ini sudah berbau unsur pidana, kenapa Pemkab tetap mempertahankan kumtua bermasalah seperti dia”, keluh Mandagie.

Seorang Kepala Desa, lanjut Mandagie, harus orang yang punya jati diri agar bisa menjadi panutan warga di wilayahnya. “Bagaimana bisa jadi panutan dan teladan warga, sedangkan ijasah saja milik orang lain. Dimana wibawa Pemerintah Kabupaten Minut jika membela dan mempertahankan seorang Kepala Desa yang berstatus terpidana,” cecar dia.

Paulansia Mandagie selaku mantan Hukumtua Desa Winetin mengatakan bahwa warga tidak mempermasalahkan siapa saja yang nantinya ditunjuk menjabat Hukumtua di Desa mereka. “Siapa saja yang ditunjuk menjabat Hukumtua, tidak jadi masalah. Yang penting Naneng di copot dan diberhentikan dulu selagi proses hukumnya sedang berjalan. Itu juga kan ada aturannya, kenapa harus dipertahanan lagi,” tandasnya.

Kasus memalukan ini telah masuk ke DPRD Minut. Ketua DPRD Berty Kapojos sendiri mengakui bahwa ia sudah menerima tembusan putusan Pengadilan Negeri Airmadidi tentang status hukum wanita Silva Naneng Karundeng.

“Saya sudah melihat isi putusan itu, tapi semua kita kembalikan ke Bupati Minut selaku petinggi pemerintahan. Kami hanya sebatas menghimbau dan hearing saja, dan mengingat ini adalah suara masyarakat, maka kami mendesak Bupati untuk sesegara mungkin, mencopot Hukumtua Desa Winetin dari jabatannya, agar suasana di Desa Winetin bisa kembali kondusif,” katanya.

Sementara Hukumtua Desa Winetin Silva Naneng Karundeng kepada sejumlah wartawan saat ditemui beberapa waktu lalu di Kantor Bupati Minut, meminta agar tidak usah mewawancarai dirinya sebab ia sudah capek menghadapi masalah ijasah palsu-nya.

“Saya sudah capek dengan masalah ini. Jangan wawancara saya lagi sebab uang saya sudah banyak keluar, apalagi akan menghadapi upaya banding di pengadilan,” pintanya sambil berlalu.

Dilain pihak, di kalangan ring satu Pemkab Minut, terinformasi bahwa Hukumtua Winetin masih dipertahankan karena ada hal-hal yang menjadi bahan pertimbangan. “Suami Hukumtua Winetin adalah orang berpengaruh di Angkasapura, jadi dia pasti dipertahankan. Dengan adanya dia, Pemkab gampang mengurus keberangkatan lewat bandara,” aku sumber yang saat itu kebablasan ngomong. (Janni Kasenda/Rn)

iklan1