Tag: dpw pan sulut

STOP Urus DPW, Boby Daud Diminta Fokus Bangun DPD PAN Manado

Muzaqir Polo Boven, DPW PAN Sulut menerima dokumen Verfak dari KPU dan Boby Daud (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pernyataan tegas disampaikan Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Utara (Sulut), Muzaqir Polo Boven terkait tanggapan Ketua DPD PAN Manado, Boby Daud terhadap polemik yang lahir di DPW PAN Sulut.

Senin (19/3/2018), Muzaqir saat ditemui secara gambang memberikan penjelasan batas kewenangan antara DPD, DPW dan DPP di internal PAN. Hal tersebut kata politisi PAN ini menjadi ukuran dan cerminan atas sejauh mana kader PAN mengetahui tentang konstitusi (AD/ART) partai, karena menurutnya Daud ‘kelewatan’ memberikan tanggapan.

”Kader PAN sejati itu mereka yang paham konstitusi partai dan tugas wewenangnya. Tidak sembarangan memberikan pernyataan, atau melakukan sesuatu yang bukan masuk kewenangannya. Nah, di PAN itu hierarkinya jelas. Ada DPP, DPW, DPD, sampai ke Tingkat Ranting, bila ada yang tidak paham lantas bersuara keras itu menggambarkan dia tak paham konstitusi partai. Biarkan urusan DPW PAN diselesaikan Saudaraku Sehan Landjar selaku Ketua,” tutur Bang Polo sapaan akrab Muzaqir yang didampingi sejumlah kader PAN.

Lanjut disampaikannya bahwa agar mampu menjaga geliat perkembangan PAN Kota Manado, maka Daud diminta fokus membangun PAN di Kota Manado. Soal dinamika DPW PAN Sulut biar menjadi domain DPW, apalagi adanya pembentukan tim 9 yang diberi amanah membentuk struktur bukan ‘melahirkan polemik’, sehingga tambahnya jangan diarahkan sehingga menjadi melenceng tugasnya.

”Ingat sekali lagi ini ranah DPW PAN Sulut, menjadi rancu nantinya bila dalam rapat-rapat kemudian yang hadir disitu adalah utusan DPD. Jangan membawa-bawa tim 9, karena rapat yang pernah dilakukan hanya kurang lebih dihadiri 2 atau 3 orang. Sebetulnya sederhana kita menghargai SK DPP PAN yang mana mengakui hanya ibu Felmy Pelleng itulah Sekretaris DPW PAN Sulut, bukan yang lain. Kemudian, kita lahirkan pula dinamika yang berkualitas dimana tiap tingkatan struktur pengurus menjalankan tugasnya masing-masing jangan tumpang tindih. Saran saya, stop urus DPW Boby Daud fokus saja bangun DPD PAN Manado. Janganlah kita memperlihatkan perlawanan terhadap perintah DPP,” tutur Bang Polo saat ditemui di salah satu rumah kopi di Manado. (*/Redaksi)

Wakili Sehan, Boby Daud Diduga Lecehkan SK DPP PAN

Boby Daud (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pernyataan tegas dan terkesan ngotot disampaikan Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Manado, Boby Daud saat menanggapi adanya pemberitaan berjudul ”DPP Tegaskan Tak Ada Perubahan SK, DPW PAN Sulut Lakukan Pembohongan?”, menyebutkan bahwa penetapan Ayub Ali Albugis sebagai Sekretaris DPW PAN Sulawesi Utara (Sulut) telah sesuai prosedur.

”Tolong direkam, penetapan Pak Ayub Ali Albugis sebagai Sekretaris DPW PAN Sulut sudah berdasarkan aturan main. Hal tersebut dilalui dari berbagai proses, baik rapat maupun DPW menerima surat mosi tidak percaya dari bawah,” ujar Daud, Jumat (16/3/2018).

Saat ditanya soal Surat Keputusan DPP PAN, Daud mengaku belum ada. Walau begitu Daud terus memberikan penjelasan yang berkaitan dengan mekanimse internal PAN. Tak hanya itu, Daud yang menyebut telah diberikan wewenang dari Ketua DPW PAN Sulut, Sehan Landjar untuk mengklarifikasi berita itu mengatakan surat permohonan SK perubahan tengah diproses DPP PAN.

”SK DPP memang belum ada. Tapi semua sementara berproses, tahapan internal sudah kita lewati dan saya diberikan wewenang dari Ketua DPW PAN Sulut untuk memberikan penjelasan ini kepada media massa,” tukas Daud.

Untuk diketahui, Ketua DPP PAN Yandri Susanto yang juga mantan Sekretaris Jendral BM PAN ini menyampaikan bahwa SK DPW PAN Sulawesi Utara berlum dirubah. Kemudian, pada SK tersebut menerangkan Sekretaris DPW PAN Sulut adalah Felmy Pelleng, bukan Ayub Ali Albugis. Meski belum ada SK DPP, Daud tegaskan Ayub Sekretaris DPW PAN Sulut yang sah.

“Sampai saat ini belum ada perubahan SK DPW,” tutur Yandri yang juga Anggota Komisi III DPR RI ini. (*/Redaksi)

DPP Tegaskan Tak Ada Perubahan SK, DPW PAN Sulut Lakukan Pembohongan?

Kegiatan PAN belum lama ini, foto Ayub Ali Albugis dipampang dengan keterangan Sekretaris DPW PAN (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tensi politik di internal Partai Amanat Nasional (PAN) relatif dinamis, dan juga menyajikan pelajaran politik pada masyarakat. Secara Nasional partai yang dipimpin Zulkifli Hasan selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN itu dikenal tampil mengokohkan kebhinekaan.

Hal itu terlihat jelas pada tagline DPP PAN yakni #MenjahitKembaliMerahPutih. Sepertinya sedikit berbeda dengan semangat yang diusung Ketum Zulhas, begitu sapaan akrab Zulkifli yang juga Ketua MPR RI ini bersama Eddy Soeparno sebagai Sekretaris Jenderal PAN.

Dimana terkait jabatan Sekertaris Wilayah DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Utara (Sulut) masih dinilai membingungkan dan menjadi ‘teka-teki’.  Seperti diwawancarai wartawan, Rabu (14/3/2018) via WhatsApp, Ketua POK DPP PAN, Yandri Susanto memberi tanggapan atas posisi Ayub Ali Albugis pada beberapa kegiatan partai sebagai Sekretaris DPW PAN Sulut.

“Sampai saat ini belum ada perubahan SK DPW,” ujar Yandri yang juga Sekretaris Fraksi PAN DPR RI ini.

Berbeda dengan kondisi di lapangan ternyata. Padahal, jika mengacu pada pernyataan DPP tersebut berarti Felmy Pelleng sebetulnya masih sah menjabat Sekretaris DPW PAN Sulut. Apalagi, selain diperkuat SK DPP PAN, Felmy tercatat pada data Sipol KPU. (*/Redaksi)

Tak Sepaham dengan SEHAN, Pengurus PAN Sulut Ramai-Ramai Mundur

Sehan Landjar dan Baso Affandi (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com –  Dinamika politik di Sulawesi Utara (Sulut) akhir-akhir ini menarik untuk disimak, selain tensi Pilkada yang meningkat juga terbaca peta koalisi dan adanya blok politik yang diprediksi terus meningkat. Sementara itu, resistensi di partai politik (Parpol) pun tak dapat diabaikan, hal tersebut mengakibatkan disharmoni politik. Sebut saja di internal Partai Amanat Nasional (PAN) Sulut yang dipimpin Sehan Landjar, SE.

Dimana DPW PAN Sulut sendiri, ditemui ada sejumlah pengurus PAN yang terang-terangan menunjukkan sikap ‘melawan’ karena tidak sejalan dengan Ketua DPW PAN Sulut. Alhasil, ramai-ramai pengurus PAN Sulut memutuskan untuk memundurkan diri, Sabtu (13/1/2018), Baso Affandi, SH Wakil Ketua DPW PAN Sulut, Ketua Komite Pemenangan Pemilu Wilayah PAN Sulut saat diwawancarai menyampaikan pengunduran dirinya dari pengurus.

”Iya, saya atas nama Baso Affandi, SH mundur dari Wakil Ketua DPW PAN Sulawesi Utara, jabatan Ketua KPPW dan Sekretaris Tim Pilkada PAN Sulut saya secara otomatis lepas, mundur sebagai kader PAN,” tegas Baso.

Jebolan HMI Cabang Manado ini saat ditanya apa alasannya sehingga memutuskan untuk memundurkan diri, dengan senyum khasnya Basso menyampaikan beberapa argumen kuat soal pentingnya kesamaan visi komitmen antara pemimpin Parpol dan pengurusnya. Bila itu tidak jalan, kata Basso maka langkah yang ditempuh merupakan alternatif terbaik.

”Alasan mundur karena tidak sepaham dengan model kepemimpinan Sehan Ladjar,” kata Baso.

Untuk diketahui tidak hanya Baso, ada sejumlah kader yang memiliki tugas secara struktural di PAN juga menunjukkan protesnya terhadap Sehan dengan rela melepaskan jabatannya. Diantaranya sebagaimana dirangkum media ini, adalah Irianti Mahadi, SH mundur dari jabatan Sekretaris KPPW PAN Sulut, begitu pula Sri Ade Ngali, SH melepaskan jabatan sebagai Wakil Sekretaris DPW PAN Sulut.

Ada juga Riva Tompodung, S.Sos, Wakil Bendahara PAN Sulut pun memundurkan diri. Selain itu, Ketua DPD PAN Kabupaten Minahasa Selatan, Greta Ngau pun dikabarkan telah memundurkan diri. Sampai berita ini dinaikkan, sejumlah kader PAN Sulut yang belum sempat ditemui, namun berdasarkan informasi mereka akan memundurkan diri bila Sehan masih konsisten dengan cara-cara memimpin partai seperti saat ini. (Amas)

Tim Pilkada DPW PAN Sulut Buka Ruang Calon Kepala Daerah untuk Mendaftar

Felmy J Peleng (Foto Ist)

MANADO — Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sulawesi Utara (Sulut), terutama yang akan dihelat dibeberapa Kabupaten di Sulut mulai menghadirkan tensi politik yang tak menentu. Hal itu mengharuskan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Utara harus bekerja keras mengejar target politiknya, dalam rangka memantapkan langkah PAN akan segera membuka pendaftaran bakal calon kepala daerah pada pilkada serentak 2018 mendatang.

Hal tersebut diputuskan dalam rapat Tim Pilkada DPW PAN yang dinahkodai oleh Felmy J Peleng, SH. Tim Pilkada DPW PAN Provinsi tersebut beranggotakan diantaranya Baso Affandi, Widjayanto Patonti, Muzakir Boven, Fahri Dochmi, Juana Tumbio dan Irianti Mahadi.

Rapat Tim Pilkada Provinsi yang dirangkai dengan buka puasa bersama tersebut diselenggarakan di rumah DPW PAN Sulawesi Utara yang berlokasi di kawasan Marina atau M Walk.

”Dengan akan dibukanya pendaftaran calon kada, maka semua bakal calon kepala daerah yang berniat menggunakan PAN sebagai kendaraan politiknya maju di pilkada 2018 dipersilahkan menyiapkan berkas pendaftaran karena semua DPD lewat tim Pilkada Kabupaten Kota dalam waktu dekat akan resmi kita buka,” kata Ketua Tim Pilkada DPW PAN Sulawesi Utara, Felmi J. Pelleng didampingi Sekretaris dan anggota Tim Pilkada, dalam jumpa pers di kantor DPW PAN Sulut, Selasa (2/6/2017).

Sebelumnya direncanakan, pembukaan pendaftaran calon kada dilakukan pada awal Mei lalu. Namun, dikarenakan DPP PAN masih disibukkan dengan pilkada serentak 2017, maka pembukaan pendaftaran diundur. Kendati demikian, ia mengatakan, PAN memiliki prosedur tetap (protap) dan mekanisme dalam mengusung calon kepala daerah.

Diantaranya, dengan mengacu kepada Ketetapan Rakernas ke I PAN No. 03 TAHUN 2015 tentang Peraturan Partai Pemenangan Pemilihan Kepala Daerah/ Wakil Kepala Daerah (Pilkada) Partai Amanat Nasional dan hasil survei terkait tingkat elaktabilitas, popularitas dan kesukaan publik terhadap figur tersebut.

”Menyangkut kewenangan lembaga survey, kami akan berkoordinasi dengan DPP tentang lembaga survey nasional mana yang akan digunakan sebagai acuan yang tentunya juga akan diminta persetujuan dari kandidat yang mendaftar sehingga diperoleh tren elaktabilitas calon yang valid dan komprohensif serta bertanggung jawab secara akademis,” tegas Felmy.

 Lanjut Felmy sesuai arahan dan instruksi dari DPP, dalam proses penjaringan calon kepala daerah, pihaknya memberikan prioritas kepada kader terbaik PAN. Asalkan memiliki elaktabilitas, kapasitas dan kompotensi, serta kans menang di pilkada. Andaipun tidak ada di kader internal PAN, maka pihaknya memberikan kesempatan lebih besar kepada figur luar. Dengan catatan, figur calon kada tersebut memiliki kesepahaman dan komitmen kepada PAN.

“Silahkan siapapun Calon Kepala Daerah mau mendaftar di PAN,” tukas anggota tim Pilkada DPW PAN Sulut yang ikut hadir dalam rapat Tim Pilkada Peovinsi Sulawesi Utara.

Selain itu, keputusan akhir calon kepala daerah yang didukung dan diusung PAN ada di DPP. Meski begitu, keputusan DPP itu didasarkan kepada usulan dan rekomendasi dari daerah. Sehingga siapapun direkomendasikan dan diputuskan DPP sesudah melalui proses penjaringan yang dilangsungkan di daerah. Prinsipnya PAN, calon kepala daerah tersebut wajib melalui penjaringan di internal. (*/Mas)

iklan1