Tag: DR. GS Vicky Lumentut

Terobosan Wali Kota Manado Lakukan Seleksi Pala Secara Terbuka

DR GS Vicky Lumentut saat menyampaikan arahan (Foto Ist)

DR GS Vicky Lumentut saat menyampaikan arahan (Foto Ist)

MANADO – Jika sebelumnya mekanisme pengangkatan Kepala Lingkungan (Pala) di seluruh Lingkungan yang ada di Kota Manado melalui penunjukkan Lurah, kini proses yang dilaluai dengan cara yang lain. Sabtu (27/12/2014), Wali Kota Manado, DR GS Vicky Lumentut secara resmi membuka proses seleksi Pala dengan pola terbuka sehingga berbeda dengan yang sebelumnya.

Dalam sambutan yang disampaikan Lumentut, menyampaikan pentingnya proses seleksi Pala dilakukan melalui pentahapan tes dan mekanisme lainnya yang secara profesional dapat melahirkan pimpinan Lingkungan yang memiliki kompetensi. Wali Kota Manado yang juga Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) menilai peran Pala sangat strategis dalam melanjutkan program pemerintah Kota Manado.

”Kita harus merubah prosedurnya, dengan manajemen seleksi yang terbuka dan bertanggung jawab. Disini telah dibentuk tim seleksi yang mereka ini akan bertugas menguji calon Pala yang ikut dalam seleksi ini, semua warga Manado berhak menjadi Pala asalkan sesuai dengan ketentuan yang ada. Kenapa dimikian pentingnya tim seleksi bekerja? Karena Pala itu posisi dan perannya sangat penting, mereka adalah garda terdepan dari terwujudnya program pemerintah Kota Manado, nah seleksi ini bertujuan melahirkan Pala yang benar-benar loyal dengan tugasnya,” tutur Lumentut.

Tak hanya itu, Lumentut juga mengingatkan agar para calon Pala tidak pesimis dengan proses yang sedang berjalan saat ini. Dirinya optimis panitia seleksi memiliki indikator penilaian tertentu dalam meloloskan peserta yang itu bakal secara profesional ditetapkan, tanpa ada kepentingan yang merugikan peserta tes.

Ribuan calon Pala saat mengikuti arahan Wali Kota Manado (Foto Ist)

Ribuan calon Pala saat mengikuti arahan Wali Kota Manado (Foto Ist)

”Ini seleksi terbuka, makanya tidak ada tentunya titipan. Proses yang pada tahun sebelumnya tertutup, seperti pengangkatan Pala yang melalui Lurah, sekarang berbeda. Para calon Pala saya berharap agar fokus, dan mengikuti semua pentahapan yang ditetapkan tim seleksi, kalau menjawab dan terlibat sesuai parameter yang ditentukan panitia seleksi, secara otomatis Pala akan lulus uji, dan ditetapkan menjadi Pala tentunya,” ucap Lumentut. (Amas Mahmud)

Mawitjere Wakili Wali Kota Manado Terima PKH Award

Frans Mawitjere saat memegang pengrahaan (Foto Ist)

Frans Mawitjere saat memegang pengrahaan (Foto Ist)

MANADO – Tak mau penghargaan Program Keluarga Harapan (PKH) Award dari Kementerian Sosial lepas dari Pemerintah Kota (Pemkot) Manado. Wali Kota Manado, Dr G.S Vicky Lumentut, yang rencananya akan menerima langsung PKH Award tersebut namun akhirnya ‘disabotase’ oleh Legislator Manado yang berulah. Akhirnya mengutus dan menugaskan Kepala Dinas Sosial Manado, Frans Mawitjere SH untuk mewakili Wali Kota Lumentut menerima PKH Award.

Untuk diketahui, PKH Award yang pertama kalinya diraih pemerintah Kota Manado ini diterima di akhir tahun 2014. Berdasarkan informasi yang disampaikan Mawitjere, penghargaan PKH Award tahun 2014 ini diserahkan Menteri Sosial Kabinet Kerja, Khofifah Indar Parawansa di lokasi Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Arena Ex MTQ Kota Jambi kepada Gubernur Kepri, Wali Kota Manado dan dua Kabupaten masing-masing Bupati Lahat Sumsel dan Bupati Mojokerto Jatim, Sabtu (20/12/2014).

Kadis Mawitjere saat menerima Penghargaan PKH Award ini menyatakan bahwa, setelah di tahun 2013 lalu Pemkot Manado meraih Penghargaan PKH Award khusus wilayah Indonesia Timur alias masih tingkat regional. Kini untuk Penghargaan PKH Award tahun 2014 sudah naik tingkat Nasional, dan patut dibanggakan lagi ini menjadi Kota di Indonesia satu-satunya yang menerima Penghargaan PKH Award tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kota Manado, Frans Mawitjere saat menerima penghargaan PKH Award

Kepala Dinas Sosial Kota Manado, Frans Mawitjere saat menerima penghargaan PKH Award

Dijelaskan Mawitjere yang mantan Camat Wanea ini, adapun penghargaan PKH ini dinilai karena Pemkot Manado dinilai sangat berhasil dan tepat sasaran dalam hal perlindungan sosial bagi warga kurang mampu alias miskin. Dimana, sasaran yang dilakukan Pemkot Manado untuk melakukan perlindungan sosial dalam bidang kesehatan dan pendidikan khususnya ibu hamil serta anak usia sekolah. Adapun jumlah penerima atau peserta PKH di Kota Manado hingga saat ini mencapai 2.844 jiwa, dan semoga di tahun 2015 nanti. Sesuai target yang diharapkan bisa menjangkau seluruh kecamatan di Kota Manado, sambil menunggu data akurat dan terbaru pihak Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Manado.

“Penghargaan PKH Award Nasional ini, merupakan cambuk untuk kita bisa terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi perlindungan sosial warga miskin di Kota Manado. Dan sesuai harapan dan petunjuk Pak Walikota Lumentut, itu harus tepat sasaran di terima warga di 11 kecamatan Kota Manado,” ujar Mawitjere yang turut didampingi Korwil PKH Sulut, Noldy Mangerongkonda STP. (**/Amas Mahmud)

Walikota Vicky Lumentut Implementasikan Program Ikat Pinggang Melalui Perayaan Natal 2014

Walikota Manado bersama istri tercinta (Foto Ist)

Walikota Manado bersama istri tercinta (Foto Ist)

MANADO – Program revolusi mental yang diterapkan pemerintah pusat seputar penghematan anggaran, itu sepertinya akan segera ditindak-lanjuti Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dalam merayakan Natal 25 Desember 2014 dan Tahun Baru 2015 mendatang. Hal ini seperti yang diutarakan Walikota Manado, DR G.S Vicky Lumentut, dimana, dengan adanya edaran pemerintah pusat baik dari Kemendagri serta Kementerian Pendahyagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN/RB) soal penghematan anggaran (gerakan ikat pinggang) yakni para pejabat baik di pusat hingga daerah dilarang menggelar pesta melebihi 300 undangan atau tidak boleh melebihi 1000 orang.

Maka untuk menggelar hajatan Open House Natal yang biasa dilakukan jajaran Pemkot Manado, yakni di rumah dinas (Rudis) Walikota yang berada di kawasan Bumi Beringin Manado. Maka pihaknya memutuskan untuk menggelar acara Open House 25 Desember secara sederhana, dan baru akan dibuka sore harinya yakni pukul 16.00 (5 sore) hingga pukul 21.00 (9 malam).

Dijelaskan Walikota Lumentut, adanya edaran pemerintah pusat itu diterimanya dengan positif yang tak lain untuk penghematan anggaran. Dan hal itu juga berkaitan dengan makna Natal itu sendiri, yakni menonjolkan kesederhanaan sesuai dengan pesan Natal yang tiap tahunnya di gelar.

“Open House Natal tahun ini, akan digelar tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Yakni dimulai pukul 5 sore sampai kira-kira jam 9 malam, ini untuk menunjang program penghematan yang didengungkan pemerintah pusat,” ujar GSVL tersenyum.

Ditambahkannya, dengan akan digelarnya Open House Natal sore hari tersebut. Maka dirinya bersama keluarga, meminta pengertian dari warga masyarakat serta sanak saudara yang ingin datang bersalam-salaman agar bisa memahami kebijakan yang intinya ingin meninggalkan kebiasaan pesta yang dinilai berlebihan tersebut.

Walikota DR. GS Vicky Lumentut bersama istri dan anak-anak tercinta (Foto Ist)

Walikota DR. GS Vicky Lumentut bersama istri dan anak-anak tercinta (Foto Ist)

“Atas nama Pemkot Manado dan keluarga Lumentut Runtuwene, saya meminta pengertian warga dan saudara yang ingin mengucapkan selamat Natal nanti. Jika Open House Natal di Rudis Walikota Manado, baru akan dibuka sore hari. Selain memberi kesempatan pejabat Pemkot bisa berkumpul dengan keluarga masing-masing terlebih dahulu, juga tentunya untuk memberi kesempatan stok makanan di rumah masing-masing tidak mubasir. Ini demi penghematan dan kesederhanaan makna Natal itu sendiri,” pinta Walikota GSVL yang mungkin pejabat daerah satu-satunya yang langsung menerapkan aturan ikat pinggang tersebut.(**/Amas Mahmud)

Terima Penghargaan LAKIP, Walikota GSVL: Lebih Mudah Berbuat Daripada Memerintahkan

Tjahjo Kumolo ketika berjabat tangan dengan GS Vicky Lumentut (Foto Ist)

Tjahjo Kumolo ketika berjabat tangan dengan GS Vicky Lumentut (Foto Ist)

MANADO – Ditemui usai menerima Predikat B Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) tahun 2014 di Balai Kartini Jakarta Selatan, Senin (8/12/2014) hari ini, Walikota Manado, DR. GS Vicky Lumentut saat diwawancarai mengaku bangga karena telah meraih Predikat tersebut, dimana untuk Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), hanya Kota Manado yang memperoleh penghargaan ini.

”Kebanggaan saya yang pertama, saya kalau dilihat dari 11 penerima, paling senang karena pas hari 8 Desember ini saya 4 tahun pemerintahan. Kebanggaan kedua, Selama 4 tahun terjadi peningkatan predikat dan perubahan di Kota Manado. LAKIP Kota Manado 2011 nilainya D, kemudian pada tahun 2012 dengan segala keterbukaan dengan berbagai program di masyarakat menjadi CC, 2013 menjadi nilai B bersama 3 Kabupaten/Kota lainnya, dan tahun 2014 ini saya berterima kasih masih bertahan, karena lebih mudah merebut daripada mempertahankan. Kami bangga karena pemerintah provinsi melalui KemenPAN RB dan ini menambah semangat serta motivasi untuk semakin hari semakin baik. Karena pemerintah bertugas untuk melayani masyaarakat,” ujar Lumentut.

Tambah Lumentut yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) mengatakan bahwa dirinya juga menyampaikan pada Menteri menyangkut target pemerintah Kota Manado untuk menerima Predikat A untuk tahun depannya. Menurut Walikota program pemerintah Kota Manado saat ini sudah mudah diakses masyarakat.

”Saya sampaikan kepada Pak Menteri, tekad kami, bisa menuju penilaian A. Bukan untuk gagah-gagahan, tetapi untuk menunjukkan peningkatan kinerja. Memanfaatkan teknologi informasi dan sosial media. Program Pemerintah Kota yang dulu sulit diakses, kini dengan mudah bisa dilihat. Saya publikasikan secara terbuka. Misalnya APBD Kota Manado bisa didownload seluruhnya,” tutur Walikota.

Yuddy Crisnandi saat berjabat tangan dengan GS Vicky Lumentut (Foto Ist)

Yuddy Crisnandi saat berjabat tangan dengan GS Vicky Lumentut (Foto Ist)

Tak hanya itu, Lumentut juga menjelaskan tentang metode pengendalian informasi yang dilakukan pemerintah Kota Manado, menyangkut kritik dari masyarakat Walikota menyampaikan dirinya begitu terbuka dan positif menanggapi hal tersebut. Untuk diketahui, penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo, didampingi Menteri Negara PAN-RB, Yudi Chrisnandi.

”Maksud saya supaya masyarakat tahu. Untuk kontrol, dan mendapatkan informasi yang akurat, saya setiap minggu menjumpai masyarakat melalui radio setiap Jumat Pagi, dulunya hanya 1 jam, sekarang sudah 1 jam 30 menit. Ada tema-tema tertentu yang berkembang, kami olah, dan bahas. Kami terbuka terhadap kritikan dan masukan, kecuali fitnah. Ini sangat baik karena saya mendapatkan banyak masukan untuk menilai kinerja para pejabat, baik Lurah, Camat, dan pejabat lainnya, termasuk kunjungan ke masyarakat. Sejak 4 tahun terakhir, lebih banyak berorientasi pada masyarakat, seperti Universal Coverage, tanpa membedakan miskin dan kaya. Semua silahkan, bisa memperoleh layanan pada kelas III. Kalau ada yang ingin menggunakan yang di atasnya, boleh, tapi batal program ini. Ada unsur keadilan dalam hal ini,’’ papar Lumentut menutup. (Amas Mahmud)

iklan1