Tag: edison humiang

GUBERNUR OLLY Dondokambey Buka Pekan Olahraga Pelajar Wilayah V Tahun 2018

Drs. Edison Humiang (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pekan Olahraga Pelajar Wilayah V Tahun 2018 dan merupakan ajang seleksi bagi atlit pelajar menuju Pekan Olahraga Nasional XV Tahun 2019 di Papua, pada hari Rabu, 28 November 2018 bertempat di Hotel Peninsula Manado dibuka Gubernur Olly Dondokambey yang di wakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi Sulawesi Utara Drs. Edison Humiang didampingi Staf Ahli Bidang Kerja sama Kelembagaan Kemenpora Drs. Chandra Bakti, M.Si.

Kepala Dinas Kepemudaan dan olahraga Daerah Provinsi Sulawesi Utara M.M. Sendoh, SH, M.Si dalam laporan menyatakan bahwa Pekan Olahraga Pelajar Wilayah V dilaksanakan pada tanggal 27 November – 3 November 2018 dan mempertandingkan Delapan Cabang Olahraga yaitu Sepak Bola, Sepak Takraw , Bola Volly, Bola Basket, Tenis, Tenis Meja, Bulutangkis dan Pencak Silat.

Ditambahkan juga M.M.Sendoh, SH, M.Si, peserta Pekan Olahraga Pelajar Wilayah V Tahun diikuti Enam Provinsi dengan total Oficial/Pelatih/Atlit pelajar sebanyak 665 orang dengan rincian Sulawesi Utara 155 orang, Sulawesi Tengah 151 orang, Maluku 64 orang,Maluku Utara 87 orang,Papua Barat 88 orang dan Gorontalo 120 orang.

Sementara itu Drs. Candra Bakti, M.Si dalam sambutan, menyatakan bahwa kemajuan suatu bangsa yang maju saat ini di ukur melalui 3 indikator yaitu Ekonomi, pertahanan serta Olahraga dan untuk itu berbanggalah adik adik sudah mengikuti pekan olahraga pelajar.

Lebih lanjut di katakannya, tidak menutup kemungkinan kedepan dari peserta pekan olahraga ini akan menjadi atlit yang hebat dengan meraih medali di kegiatan multi even seperti di asian games dan sea games. Dengan meraih medali itu tentunya pemerintah akan memberi penghargaan antara lain mendapatkan pekerjaan dan pemberian bonus.

Gubernur Olly Dobdokambey dalam sambutannya yang di bacakan Drs. Edison Humiang, M.Si mengatakan bahwa kegiatan Ini merupakan wujud nyata dari kepedulian serta totalitas pengabdian dalam mengiringi gerak pacu pembangunan bangsa di bidang Olahraga, untuk itu Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Pekan Olahraga Pelajar serta selamat datang di bumi nyiur melambai kepada para peserta dan segenap official tim.

“Olahraga merupakan sarana pembangunan manusia yang sangat efektif dalam menghasilkan manusia manusia unggul yang tidak saja sehat secara jasmani namun juga disiplin, sportif, ulet serta pantang menyerah dan karakter manusia inilah yang kemudian sangat dibutuhkan oleh bangsa Indonesia dalam menapaki era globalisasi sekarang ini sehingga dapat eksis dan tampil terdepan bersama bangsa-bangsa maju lainnya” kata Gubernur Olly Dondokambey.

Lebih lanjut di katakannya “Olahraga merupakan sarana pemersatu bangsa yang sangat efektif karena dalam sejarah perjalanan bangsa indonesia telah membuktikan bahwa semangat dan keinginan rakyat untuk menyaksikan bumi pertiwi indonesia mencatatkan prestasi tetinggi di bidang olahraga telah menghipnotis seluruh komponen bangsa dengan neninggalkan segala bentuk perbedaan yang dimiliki, untuk kemudian saling bahu membahu dan saling mendukung dalam satu kesatuan demi prestasi bangsa”. (*/Redaksi)

Humiang Tekankan Kesiapan Panitia PKN-Revmen

Rapat persiapan menyambut BP-GNRM dan PKN-Revmen tahun 2018

MANADO, Suluttoday.com – Bertempat di Ruang Kerja Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Senin (15/10/2018), Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengadakan rapat persiapan menyambut Bulan Pemantapan Gerakan Nasional Revolusi Mental (BP-GNRM) dan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKN-Revmen) tahun 2018.

Kegiatan yang dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Prov Sulut, Edison Humiang yang juga didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Prov Sulut, Mecky Onibala membahas akan kesiapan panitia guna mensukseskan kegiatan tersebut.

Mengingat puncak kegiatan BP-GNRM dan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental akan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat (26/10), Humiang sekali lagi mengevaluasi kesiapan setiap SKPD terkait yang masuk dalam kepanitiaan. Pada rapat tersebut juga, dibahas lokasi pembukaan yang dicanangkan di Lapangan Koni Manado.

Disamping itu juga, pusat kosentrasi kedatangan Presiden serta rombongan diapndang Humiang menjadi pusat kesiapan ekstra, khususnya dalam segi pengamanan. Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKN-Revmen) Indonesia tahun 2018 mengangkay tema “Revolusi Mental Untuk Indonesia Satu, Mandiri dan Melayani”.

Adapun kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam menyemarakan gerakan revolusi mental, yakni gerakan Indonesia melayani, gerakan Indonesia bersih (9 Oktober), gerakan Indonesia tertib (18 Oktober), gerakan Indonesia Mandiri (19 Oktober) dan gerakan Indonesoa bersatu (20 Oktober).

Dalam gerakan Indonesia melayani, Pemerintah Sulut melaksanakan gerakan aksi nyata berupa; pembuatan E-KTP bagi pemilih (didalamnya pemilih pemula) di 15 kab/kota se Sulut oleh dukcapil mulai 1-25 Oktober 2018 sebanyak 3000 E-KTP yang akan diserahkan pada tanggal 26 Oktober 2018, pengurusan 1000 sertifikat tanah bagi masyarakat di 15 kab/kota oleh ATR BPN mulai tanggal 15 oktober 2018.

Pelayanan pembuatan 500 SIM dengan metode mobile kerjasama polda dan dinas perhubungan Sulut seriap hari kerja + Sabtu Minggu sampai dengan 23 Oktober 2018, peningkatan Mall Pelayanan Publik oleh DPM PTP di kab/kota di Bitubg dan Tomohon sepanjang bulan Oktober 2018.

Sementara pada acara puncak pada tangal 26-28 Oktober diagendakan acara PKN-Revmen yakni, forum dialog bela negara, forum dialog pembaruan kebangsaan, pembukaan PKN-Revmen, pemutaran film dan bedah film, seminar tentang ada dan kepercayaan, rembuk nasional (5 gerakan), pameran inovasi pelayanan publik dan inovasi kreatif anak bangsa, pementasan seni dan budaya daerah dan kontemporer serta karnaval budaya.

Nampak juga dalam rapat tersebut kehadiran dari setiap kepala SKPD yang masuk dalam susuan kepanitian, para pihak pengamanan baik TNI dan POLRI (Cat)

Humiang Lepas Kirab Satu Negeri

Prosesi pelepasan kirab di kantor gubernur (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Sejarah pergerakan kemerdekaan bangsa Indonesia telah mencapai titik kesepakatan trilogi kebangsaan, melalui ikrar “Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa” yang telah dikumandangkan pada 28 Oktober 1928.

Hal itu disampaikan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE dalam sambutan yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edison Humiang pada acara Pelepasan Kirab Satu Negeri yang dilaksanakan di Manado, Senin (17/09/2018) siang.

“Ikrar dan semangat kebhinnekatunggalikaan yang telah dikumandangkan itu, telah berhasil mengendapkan perbedaan daerah, suku, agama, dan bahasa daerah, dalam kesadaran kebangsaan yang ideal dan luas, hingga akhirnya tercapailah kemerdekaan Indonesia,” kata Humiang.

Namun demikian, menurut Humiang, sangat disayangkan seiring dengan 73 tahun Indonesia merdeka, semangat kebhinnekatunggalikaan yang selama ini mampu turut mengawal pembangunan dan kesatuan bangsa, beberapa tahun terakhir sedang goyah dengan terpaan problematika kemajemukan dan keragaman yang terus mengemuka.

“Permasalahannya bukan terletak pada banyaknya agama, banyaknya suku, banyaknya bahasa, banyaknya kelompok maupun golongan di negeri ini, namun dikarenakan semakin tergerusnya semangat kebangsaan, persatuan, persaudaraan, dan nilai-nilai kebhinnekaan sebagai satu kesatuan NKRI karena masih adanya kesenjangan dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat,” ungkap Humiang.

Karenanya, Humiang mengajak seluruh peserta kirab satu negeri untuk meneguhkan kesatuan bangsa, baik melalui internalisasi nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan, yakni : Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika, maupun lewat Revolusi Karakter Bangsa, dengan terus menggaungkan Gerakan Nasional Revolusi Mental, melalui internalisasi dan pembudayaan tiga nilainya, yakni : Integritas, Etos kerja dan Gotong royong.

Terkait pelaksanaan Kirab Satu Negeri, Humiang mengapresiasinya. Dirinya optimis agenda tersebut mampu menjaga keutuhan Indonesia.

“Bangsa ini bahkan dapat tampil  terdepan bersama dengan bangsa-bangsa lainnya, utamanya sebagai cerminan kehidupan bangsa yang majemuk, namun tetap satu dalam persaudaraan, yang dibingkai dalam tatanan demokrasi, serta toleransi satu sama lain,” beber Humiang.

Lima titik pemberangkatan tim yang berjumlah 1.945 orang itu adalah Sabang (Aceh), Nunukan (Kalimantan Utara), Miangas (Sulawesi Utara), Rote (NTT) dan Merauke (Papua). Kegiatan ini akan berakhir di Kota Yogyakarta pada 26 Oktober 2018. Rencananya, Presiden RI Joko Widodo akan hadir dalam acara apel kebangsaan puncak perayaan Kirab Satu Negeri di Yogyakarta. Pelepasan Tim Kirab Satu Negeri turut dihadiri Ketua Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulut, Yusra Alhabsyi, SE, pengurus dan anggota GP Ansor Sulut serta para pejabat Pemprov Sulut.(Cat)

1.662 Pencaker Difasilitasi Disnakertrans Sulut

Job fair (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pelaksanaan pameran kesempatan kerja (Job Fair) berakhir sudah dan sebanyak 1.662 pencaker berhasil difasilitasi Disnakertrans Sulut untuk bertemu langsung dengan pemberi kerja.

“Yang terdaftar dan terverifikasi secara online maupun offline sebanyak 1.662 pencari kerja (pencaker) di dua hari pelaksanaan job fair di IT Center,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulut, Ir Erny B Tumundo MSi kepada media ini Kamis (06/09/2018) malam usai menutup rangkaian kegiatan tersebut.

Ditegaskan Tumundo, jumlah ini agak jauh dari jumlah lowongan pekerjaan yang di sediakan oleh 45 perusahaan sebagai pemberi kerja.

“Walaupun jumlah yang terdaftar dan datang ke Job Fair mencapai ribuan orang tapi masih banyak lagi lowongan pekerjaan yang disediakan,” kata Tumundo yang didampingi Kepala Bidang Binapenta dan Sekretaris Dinas, Grace Bukara.

Lebih lanjut Tumundo menegaskan bahwa pihaknya akan membuka kegiatan serupa di lokasi pameran pembangunan di Kayuwatu Manado dalam waktu dekat.

“Bagi yang belum sempat di job fair di IT Center jangan kecewa karena, kami sudah menyiapkan kegiatan serupa di pameran pembangunan dalam rangka HUT Sulawesi Utara ke-54 di Kayuwatu dalam waktu dekat ini,” tegasnya sembari berharap sejumlah perusahaan yang ikut job fair juga turut serta dalam kegiatan berikut.

Tumundo pun memberikan apresiasi kepada puluhan perusahaan yang telah mendukung program ODSK. Sementara itu, beberapa pencaker yang sempat diwawancarai pernah mengikuti kegiatan yang sama di awal tahun. Mereka mengaku mengikuti kegiatan tersebut karena saat kegiatan yang lalu belum menemukan posisi yang pas.

“Belum pas, jadi ikut lagi,” ujar mereka.

Ada juga yang sudah dipanggil pada kesempatan pertama namun terganjal masalah upah. “Sudah pernah dipanggil, namun tidak sesuai dengan UMP jadi terpaksa saya tolak, dan mudah-mudahan kali ini sesuai dengan harapan saya,” ungkap pencari kerja asal Provinsi Gorontalo yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Lebih lanjut, kegiatan dalam mendukung program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan ini dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sulut, Edison Humiang. Mantan Sekot Bitung ini meminta masyarakat yang belum memiliki pekerjaan untuk memanfaatkan kesempatan berharga bagi peningkatan kesejahteraan.

Humiang pun mengatasnamakan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey mengapresiasikan kinerja hebat dari Erny Tumundo beserta jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam mengentaskan kemiskinan melalui pengurangan jumlah pengangguran terbuka.(Cat)

Humiang Buka Kegiatan Seminar Wawasan Kebangsaan 2018

Suasana seminar berwawasan kebangsaan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Gubernur Sulawesi utara Olly Dondokambey SE, yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sulut Drs Edison Humiang MSi Kamis (06/09/2018) pagi membuka kegiatan seminar diskusi peningkatan wawasan kebangsaan tahun 2018.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan diruang rapat kantor Badan Kesbangpol Sulut , Humiang pun menjadi narasumber. Materi yang disampaikan Humiang adalah tentang wawasan kebangsaan yang mencakup empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 (UUD45), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinekka Tunggal Ika.

Humiang, menerangkan bahwa wawasan kebangsaan, adalah cara pandang mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dan sikap bangsa indonesia terhadap diri dan lingkungannya, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa.

Setelah membawakan materi tentang “Wawasan Kebangsaan” kemudian dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab. Kegiatan ini dihadiri oleh Kaban Kesbangpol Sulawesi Utara Drs Meiki Onibala MSi, tokoh masyarakat, mahasiswa, siswa dan generasi muda.(Cat)

iklan1