Tag: edwin lontoh

Warga Nusa Utara Tagih Janji PAW Edwin Lontoh, Ini Jawaban Ketua DPRD Sulut

Ketua DPRD Sulawesi Utara dan SK DPP Partai Demokrat (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Edwin Londoh anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang tertangkap basah melakukan praktek ‘sabu’ sungguh membuat malu Partai Demokrat (PD) yang telah mengusung dirinya sebagai anggota Dewan. Alhasil, atas perbuatannya itu DPP Partai Demokrat mengeluarkan surat pemberhentian terhadap Elo sapaan akrab Lontoh.

Hal itu tertera dalam Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Nomor : 835/SK/DPP.PD/VI/2017 tentantang Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara atas nama Edwin Yerry Lontoh yang ditandatangani Ketua Umum DPP Partai Demokrat Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono dan Sekretaris Jenderal Dr Hinca Panjaitan XIII, SH.,MH.,ACCS tertanggal 28 Desember 2017.

Untuk menindaklanjuti SK tersebut, warga Nusa Utara pun ikut mempertanyakan komitmen lembaga DPRD Sulawesi Utara. Ditempat terpisah saat dikonfirmasi selaku pengganti Edwin Lontoh, Ir P.J. Tuwongkesong, MM selaku pemilih suara terbanyak berikutnya mengaku akan loyal pada keputusan partai.

‘’Tentu saya mengikuti apa keputusan dan perintah partai, selaku kader Partai Demokrat di Sulawesi Utara saya taat aturan. Bila kemudian, partai menugaskan saya untuk menggantikan Pak Edwin saya tidak mungkin menolaknya,’’ ujar Tuwongkesong, Selasa (3/7/2018).

Selain itu, Ketua DPRD Sulawesi Utara Andrei Angouw menjawap pertanyaan yang disampaikan media ini terkait seberapa jauh tahapan PAW terhadap Elo dilaksanakan di DPRD Sulawesi Utara. Menurutnya pihaknya tengah memproses SK dari Partai Demokrat.

‘’Sementara berproses,’’ ujar Angouw singkat. (*/Redaksi)

EDWIN LONTOH Legislator Tertangkap Narkoba Aktif Berkantor, Partai Demokrat Dipertanyakan

Efan Runtukahu (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Sejumlah insiden yang memalukan sering terjadi dan dilakukan para wakil rakyat, salah satunya seperti yang terjadi di Sulawesi Utara (Sulut). Khususnya untuk anggota DPRD Sulut, seperti diketahui belum lama ini terjadi kepada Edwin Lontoh, anggota DPRD Sulut yang terjaring kasus Narkoba.

Sayangnya, pemberian sanksi dari partai politik dimana Edwin berada sampai saat ini belum diberikan. Dimana Edwin masih beraktivitas bebas sebagai wakil rakyat. Menurut Direktur Sulut Political Institute, Efan Runtukahu, ketika diwawancarai, menegaskan agar wakil rakyat diberikan sanksi tegas bila melakukan pelanggaran etika dan moral.

“Setiap Wakil Rakyat harus sadar akan tugasnya melayani masyarakat, terkait praktek yang melanggar etika kerja seperti korupsi atau mengkonsumsi barang terlarang seperti narkoba, maka partai politik harus tegas memberi sanksi,” ujar Efan.

Ditambahkan Efan menyebutkan bahwa Partai Politik yang menjadi pengusung, wajib membina dan menjaga kadernya agar tidak terperosok dalam masalah-masalah yang dianggap aib besar oleh masyarakat seperti Narkoba dan Korupsi.

“Bila terdapat kader parpol terperosok dan sang kader memiliki posisi penting sebagai penyelenggara Negara, maka Parpol harus bertanggung jawab. Harus mengambil langkah tegas dengan menarik oknum kader dari posisinya, ini sebagai bagian tindakan pembinanaan, juga pendidikan politik, dan menjaga nama baik Parpol, jangan ketegasan pimpinan parpol menjadi lemah yang kemudian diragukan publik seperti ini,” papar Efan tegas.

Agar diketahui, Ketua DPD Partai Demokrat GS Vicky Lumentut sempat mengisyaratkan bakal memberi sanksi kepada Edwin Lontoh, dengan menunggu keputusan DPP Partai Demokrat. Namun, ironisnya sampai saat ini belum juga ada sanksi maupun langkah pembinaan yang dikeluarkan partai tersebut. (*/TimST)

Legislator Sulut Tertangkap Nyabu, Pengamat Politik Sebut Negara Bertanggung Jawab

Oknum legislator Sulut saat diamankan (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Insiden naas kembali terjadi dan menghebohkan publik di Sulawesi Utara (Sulut), dimana kali ini polisi berdasarkan informasi berhasil menangkap oknum anggota DPRD Provinsi Sulut berinisial EL alias Edwin yang diketahui adalah anggota Fraksi Partai Demokrat Sulut karena mengkonsumsi barang berbahaya berupa sabu.

Hal tersebut sebagaimana dilansir dari Detik.com, Kamis (28/9/2017) Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyampaikan bahwa informasi tertangkapnya oknum legislator asal Sulut tersebut adalah benar adanya.

”Iya betul, yang bersangkutan anggota dewan (DPRD Sulawesi Utara),” kata Yuwono.

Menanggapi hal itu, pengamat politik dan pemerintahan Sulut, DR Ferry Daud Liando angkat bicara. Menurut Liando pemerintah juga harusnya bertanggung jawab dalam insiden-insiden yang melibatkan wakil rakyat seperti ini. Karena, kata Liando anggota DPRD yang notabenenya digaji rakyat harus menunjukkan perilaku yang terpuji didepan publik, bukan sebaliknya.

”Jika benar terjadi penangkapan ini harusnya negara juga harus bertanggungjawab. Selama ini tanpa kajian yang matang dan alasan yang jelas negara selalu memanjakan anggota legislatif dengan tunjangan yang melimpah ruah. Sepertinya legislatif bergelimang dengan pendapatan, Sehingga ada oknum yang berupaya menghabiskan dengan cara pesta pora. Sebagian publik sampai saat ini masih sering meragukan kinerja sebagian anggota legislatif tapi anehnya tunjangan dan pendapatan mereka meski sudah tinggi tapi tetap saja negara begitu gampang menaikkan pendapatan mereka. PP 18 tahun 2017 merupakan salah satu kebijakan Pemerintah dalam kenaikan tunjangan tanpa alasan yang kuat,” ucap Liando yang juga dosen Faklutas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsrat Manado ini pada Suluttoday.com. (*/Amas)

Hari Ini Musda Partai Demokrat Sulut Dimulai, Lontoh Pastikan GSVL Terpilih Kembali

Ketua DPD PD Sulut, GS Vicky Lumentut bersama Stenly Suwuh (Foto Ist)

Ketua DPD PD Sulut, GS Vicky Lumentut bersama Stenly Suwuh (Foto Ist)

MANADO – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-III Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat (PD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) resmi dilaksanakan, Selasa (6/9/2016) hari ini. Menurut Stenly Suwuh, salah satu panitia pelaksana Musda III PD Sulut, saat dikonfirmasi Suluttoday.com menyebutkan kegiatan Musda dilaksanakan di Hotel Sintesa Peninsula.

”Musda Partai Demokrat Sulut resmi dimulai, Selasa (6/9/2016), tentu dihadiri DPP Partai Demokrat, kemudian tempat pelaksanaannya di Hotel Sintesa Peninsula,” ujar Suwuh.

Ditempat terpisah, Edwin Lontoh kader Demokrat Sulawesi Utara yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPRD Sulut meyakini bahwa figur GS Vicky Lumentut yang saat ini menjabat Ketua DPD Partai Demokrat Sulut akan mendapat kepercayaan dari seluruh DPC se-Sulut untuk menjabat kembali menjadi Ketua DPD PD Sulut.

”Kalo Pak GSVL mungkin akan terpilih kembali karena 15 DPC PD se Sulut masih menginginkan beliau pimpin Demokrat Sulut,” ujar Lontoh yang dikenal sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sangihe ini. (*/Amas)

Gelar Hearing, Komisi III Berikan ‘Catatan’ pada Biro Pembangunan Pemprov

Hearing Komisi III DPRD Provinsi dan Biro Pembangunan

Hearing Komisi III DPRD Provinsi dan Biro Pembangunan

MANADO – Agenda hearing Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersama Biro Pembangunan Daerah Pemprov Sulut, Rabu (7/1/2015) berjalan alot. Pasalnya dari beberapa personil Komisi III yang hadir seperti Andre Anggow, Vreeke Runtu, Hi. Amir Liputo, bersama beberapa anggota dewan lainnya, masing-masing menyampaikan pertanyaan yang tergolong kritis terkait tahapan pembangunan infrastruktur di Sulawesi Utara.

”Saya memberikan masukan agar proyek-proyek yang sudah terlaksana, contohnya jalan raya Tondano menuju airmadidi karena belum sampai setahun jalannya sudah mulai rusak-rusak. Maka dari itu harus pilih kontraktor yang memang benar-benar siap bekerja hingga selesai, jangan terkesannya tiba saat tiba akal yang penting kerja,” ujar Vreeke. (Isnain Umasangaji/Amas)

iklan1