Tag: edwin roring

Pemkab Sangihe Mendukung Rencana Revitalisasi Kain Tenun Koffo

Bupati Sangihe saat turun melihat secara langsung kain koffo (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Cindy Wowor SE, MM, pendiri COFO dalam upaya melakukan revitalisasi kain tenunan Koffo asal Kabupaten Sangihe yang hampir punah, mendapatkan persetujuan dari Gubernur Sulawesi Utara untuk merevitalisasi kembali.

Koordinasi dan sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten Sangihe diterima langsung Bupati Jabes Gaghana SH dan Sekretaris Daerah Edwin Roring SE, Msi serta beberapa pejabat Eselon 2 lingkup Pemkab Sangihe. Pada pertemuan tersebut, Pemkab Sangihe memberikan support dan dukungan sepenuhnya kepada Cindy Wowor untuk melakukan revitalisasi kembali.

Kain tenunan Koffo dikembangkan dan pelestarian dengan menggunakan bahan kapas dan modern lainnya, untuk mempertahankan ragam hias asli Koffo serta modifikasi baru. Ini dikembangkan sebagaimana asli pada masa lalu.

“Apalagi kain tenunan Koffo sudah merupakan salah satu dari 33 kain tradisional yang telah diakui Pemerintah sebagai Kekayaan Warisan Budaya Tak Benda dan penetapannya melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Budaya RI ” kata Bupati Sangihe.

“Berkenaan dengan hal itu, saya mintakan kepada Dinas Parawisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Pertanian untuk kiranya dapat membuat program tahun 2018 agar mendukung upaya-upaya revitalisasi kembali dan kalau bisa juga ada program menjadikan salah satu desa di Kabupaten Sangihe sebagai Sentra Produksi Tenunan Kain Koffo,” tambah Bupati Sangihe.

Selanjutnya, menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Sangihe, Edwin Roring, SE. Msi bahwa dengan adanya Sentra Produksi Kain Tenunan Koffo disalah satu Desa di Kabupaten Kepulauan Sangihe nantinya akan meningkatkan kembali budaya tenunan kain koffo dari masyarakat serta dapat juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat disamping itu juga desa tersebut akan menjadi salah satu destinasi parawisata di daerah.

“Terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sangihe untuk merevitalisasi kain tenunan Koffo, apalagi ini disampaikan langsung Bapak Bupati Sangihe dan disaksikan Sekrataris Daerah Kabupaten serta beberapa Pejabat Eselon 2 dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan terkait dengan rencana Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk membuka sentra produksi tenunan kain koffo, dimana itu juga sudah menjadi program dari COFO karena tahun depan kami akan medirikan Sentra Produksi Tenunan Kain Koffo yang rencananya di Desa Lenganeng Kecamatan Tabukan Utara,” kata Cindy Wowor. (don/*)

Disnaker Sulut Berencana Buka Pelatihan Bahasa Mandarin

DR. Drs. Sinyo Harry Sarundajang (Foto Ist)

DR. Drs. Sinyo Harry Sarundajang (Foto Ist)

 MANADO – Menindaklanjuti penandatanganan kerja sama terkait pembangunan infrastruktur Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, antara Gubernur Sulut, Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dengan CCCC (Perusahaan BUMN Tiongkhok), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulut, kini mulai mempersiapkan berbagai hal yang dibutuhkan, terutama terkait kemampuan berbahasa Mandarin para pekerja lokal.

Persiapan itu kata Kepala Dinas Nakertrans, Edwin Roring ditemui Suluttoday.com, Selasa (21/4/2015), antara lain dengan mengoptimalkan sarana milik pemerintah seperti Balai Latihan Kerja (BLK) untuk dijadikan pusat pelatihan bahasa Mandarin bagi pekerja Sulut. ”Mega proyek infrastruktur KEK yang akan dikerjakan oleh BUMN Tiongkhok, tentu butuh tenaga kerja yang mampu berbahasa Mandarin, maka dari itu penyiapan tenaga kerja sudah mendesak dilakukan,” ungkapnya.

Mengingat kedepan banyak tenaga kerja harus mengerti bahasa Mandarin pasca kerjasama Indoensia khususnya Sulut dengan China terkait KEK Bitung-Minut, maka dipastikan lapangan kerja itu membutuhkan tenaga-tenaga terampil juga mahir berbahasa Mandarin. ”Untuk itu BLK saat ini sementara mempersiapkan tenaga instruktur bahasa Mandarin, termasuk juga instruktur keterampilan yang saat ini sudah berjumlah 23 orang,” kata Roring.

Roring berharap sarana yang sudah disiapkan pemerintah lewat Instansi Tenaga Kerja dapat dimanfaatkan dengan baik oleh angkatan kerja di daerah ini. “Selain Mega Proyek berupa pembangunan infrastruktur KEK dan Jalan Tol serta Kereta Api, pada akhir tahun ini kita mulai memasuki Komunitas Masyarakat Asean dan untuk Bidang Ekonomi atau MEA, tentu dibutuhkan kesiapan sumberdaya manusia yang terampil.Maka dari itu kami berharap sarana pelatihan yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik,” imbaunya. (Fajri Syamsudin)

iklan1