Tag: Eko Marsidi

Pertemuan Jumantik, Marsidi Ingatkan Pentingnya Masyarakat Jaga Kebersihan

Boltim-Jumantik-edit

Kepala Dinas Kesehatan Boltim, Eko Marsidi foto bersama para kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) se-Kabupaten Boltim, Rabu, 27/04/2016 (Rahman/Suluttoday.com)

BOLTIM, Suluttodaymcom – Berdasarkan data dari Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit (P2P) dan Wabah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menyampaikan angka penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di daerah timur tanah Totabuan ada kecenderungan naik setiap tahunnya.

DBD yang merupakan masalah kesehatan yang dapat menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi, seperti dapat menimbulkan kepanikan, kematian dan berkurangnya usia harapan penduduk serta dampak ekonomi langsung pada penderita DBD yakni, biaya pengobatan serta kehilangan waktu kerja, waktu sekolah dan biaya lainya seperti biaya akomodasi dan transportasi selama perawatan penderita.

“Dari tahun ke tahun ada kecenderungan naik, tahun 2014 terdapat 28 kasus, tahun 2015 ada 43 kasus dan tahun 2016 sampai bulan April sudah ada 35 kasus, hal ini harus diwaspadai.” Terang Kepala Dinas Kesehatan Boltim Eko Marsidi dihadapan para kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dalam pertemuan monitoring dan evaluasi kader Jumantik se-Kabupaten Boltim, pada Rabu, (27/04/2016).

Sehingga dirinya berharap, upaya pemberantasan dari kader Jumantik lebih maksimal lagi sehingga ada penurunan penyebaran jentik DBD.

“Tren penyakit DBD terus meningkat, sehingga peran dari kader Jumantik sangat dibutuhkan. Perbanyak sosialisasi ke masyarakat untuk memperhatikan lingkungannya masing-masing secara maksimal. Karena itu tugas sebagai kader Jumantik saling mengingatkan pentingnya masyarakat menjaga kebersihan, karena jentik nyamuk biasanya berkembang biak di air yang tertampung cukup lama sehingga mulai berkembang, seperti penampung air menggunakan ban mobil, kulkas.” Terang Marsidi. (Rahman).

Menuju Masyarakat Sehat, Pemkab Boltim Gratiskan Pelayanan Kesehatan

Boltim-Kadis Kesehatan-edit

Kadis Kesehatan Boltim, Eko Marsidi (Rahman/Suluttoday.com)

BOLTIM, Suluttoday.com – Meski baru memasuki tiga bulan kepemimpinan Sehan Landjar, SH – Drs, Rusdi Gumalangit sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur. Namun buah dari visi dan misi kedua pemimpin daerah ini sudah di nikmati warga masyarakat Boltim.

Salah satunya adalah peningkatan pelayanan kesehatan melalui Dinas Kesehatan. Warga masyarakat Boltim cukup dengan menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK) akan di layani secara gratis.

Seperti di sampaikan Kepala Dinas Kesehatan Boltim Eko Marsidi, SKM.ME kepada Wartawan, dimana pihak pemerintah sudah menggratiskan pelayanan kesehatan kepada warga masyarakat.

“Terhitung sejak 1 April 2016 pelayanan kesehatan sudah di gratiskan oleh Pemkab Boltim.” Kata Marsidi.

Lebih lanjut di jelaskannya, adapun acuan digratiskanya pelayanan kesehatan tersebut, disesuaikan dengan Visi dan Misi Bupati Boltim.

“Bupati Boltim menargetkan warga Boltim harus Sehat, sehingga pelayanan harus lebih ditingkatkan dengan cara di gratiskan, hal ini berkenaan dengan Visi dan Misi Bupati yakni pemantapan program menuju Kabupaten Bolaang Mongondow Timur yang Sehat, Cerdas, Kreatif dan Berwawasan Lingkungan Menuju Masyarakat yang Sejahtera dan Mandiri Berbasis Pedesaan ini juga di dukung oleh peraturan daerah Nomor 1 Tahun 2016, perubahan atas Perda Nomor 2 tahun 2012 tentang pelayanan dan retribusi jasa umum.” Jelas Marsidi.

Namun disisi lain, menurut eko marsidi, selain itu ada beberapa point pelayanan kesehatan yang harus di bayar karena bersifat di rencanakan.

“Persalinan, kecelakaan, surat keterangan kesehatan, dan Visum enterpretum, harus dibayar karena direncanakan, namun yang lain itu gratis, hanya menunjukan KTP saja, termasuk biaya obat dan lain sebagainya.” Tandasnya. (Rahman)

Cegah DBD, Dinkes Boltim Kembali Lakukan Fogging

Fogging Ilustrasi-edit

Ilustrasi fogging

BOLTIM, Suluttoday.com – Guna mencegah Virus Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kembali melakukan pengasapan di masing – masing Desa, kali ini dimulai dari Desa Paret Kecamatan Kotabunan.

Kepala Dinas Kesehatan Eko Marsidi,SKM.ME mengatakan, pengasapan dilakukan untuk mengantisipasi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang hidup dan bersarang di tempat beriklim tropis yang bersuhu lembab.

“Boltim sudah di musim penghujan, tentu sangat rawan dengan virus DBD. Maka, Dinkes kembali mengerahkan tim untuk melakukan pengasapan guna mengantisipasi virus berbahaya ini.” Terang Marsidi.

Dijelaskanya, Pada dasarnya, serangan nyamuk menggigit manusia di siang hari. Dan penyebab DBD ini di akibatkan virus yang dikirim oleh nyamuk demam berdarah Aedes melalui aeghipty.

“Maka, saya menghimbau kepada warga agar melakukan 3M. Menguras tempat penampungan bak mandi, menutup Tempat-Tempat air bersih dan Membakar barang-barang bekas,”pinta Marsidi.

Lanjut di jelasakannya, foging hanya untuk membunuh jentik-jentik nyamuk, sebagai pencegahan timbulnya DBD.

“Warga harus pro aktif untuk kebersihan lingkungan sekitar, dengan membersihkan saluran air, barang bekas segera di bakar, maupun tempat genangan air hujan yang dapat mengundang nyamuk untuk bersarang,” pungkasnya. (Rahman)

Boltim Bakal Miliki BTKLPP Kelas 1

Eko Marsidi-edit

Eko Marsidi, SKM.ME. Kepala Dinkes Boltim (Rahman/Suluttoday.com)

BOLTIM, Suluttoday.com – Kabar baik buat masyarakat ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) ,  mendapatkan bantuan alat teknologi tepat guna yakni, sarana pembuangan air limbah dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas 1 Manado.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boltim, Eko Marsidi, SKM.ME mengatakan bahwa, bantuan tersebut diserahkan ke masyarakat desa Tutuyan dan desa Tutuyan Tiga

“Masing-masing desa dapat Lima unit tong, semen, pipa dan material seperti pasir dan batu,” terangnya. Selasa, (15/12/2015).

Upaya ini untuk dijadikan percontohan bahwa, masyarakat dapat mengatasi masalah air limbah rumah tangga dan dapat mencegah masalah estetika lingkungan serta, menurunkan angka penyakit malaria.

“Dengan bantuan ini, kami berharap agar masalah sanitasi lingkungan di Ibukota Kabupaten bisa teratasi,”katanya.

Dirinya tak menampik belum maksimalnya masalah sanitasi di Ibukota Boltim Tutuyan. Tetapi, seiring dengan terus dilakukan pembenahan oleh pemerintah melalui Dinas kesehatan untuk sanitasi lingkungan.

“Memang sistem sanitasi lingkungan di Ibukota kabupaten dinilai belum maksimal. Akan tetapi pemerintah terus membenahi melalui Dinas kesehatan. Juga semua itu tergantung pola pikir masyarakat,” tuturnya.

Dirinya juga mengungkapkan jika sistem sanitasi lingkungan tak dibenahi maka limbah tersebut bisa menyebabkan masyarakat rentan terhadap penyakit.

“Tutuyan, tanahnya datar. sulit pembuangan limbah rumah tangga hal ini bisa mempengaruhi air sumur,”pungkas Marsidi. (Rahman)

iklan1