Tag: ellen kumaat

Walhi Sulut Apresiasi Rektor Unsrat Manado

Theo Runtuwene dan Prof Ellen Kumaat (Foto Bung FL)

MANADO, Suluttoday.com – Merespon cepat terhadap aspirasi yang disampaikan sejumlah mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado tentang mahalnya biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang dilakukan Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc.,DEA, mendapat apresiasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Walhi Sulut, Theo Runtuwene, SH, kepada Suluttoday.com, Rabu (9/9/2020).

”Apresiasi Walhi Sulut buat Rektor Universitas Sam Ratulangi Manado, dan Dekan Fakultas Kedokteran Unsrat yang telah memberi ruang bagi para dokter-dokter resident untuk menyuarakan aspirasinya. Sehingga membuat Menteri Kesehatan turun langsung ke lapangan untuk memberikan bantuan dan meringankan biaya SPP para dokter-dokter digarda terdepan menanggulangan COVID-19 di Sulut,” kata Runtuwene.

Ditambahkan Runtuwene bahwa apa yang dilakukan Rektor Unsrat merupakan hal positif yang perlu ditiru pimpinan Perguruan Tinggi lainnya. Walhi Sulut juga menyampaikan harapannya terkait komitmen para alumni Fakultas Kedokteran Unsrat untuk terus memberi dedikasi kepada masyarakat umumnya. Runtuwene pun tak lupa memberi support dan rasa hormat kepada Dekan Fakultas Kedokteran Unsrat yang begitu peka terhadap mahasiswanya.

”Hal semacam ini sangat perlu selain memberi dorongan emosional kepada mereka sebagai pahlawan bangsa di tengah menghadapi pandemi virus global ini. Tetapi juga mampu merawat demokrasi yang ada di Fakultas Kedokteran yang kita banggakan bersama di Sulut ini. Walhi Sulut harapkan kedepan para dokter-dokter resident tetap mengabdi dengan hati dan kemanusiaan. Banyak tantangan kesehatan Indonesia dan Sulut kedepan merekalah harapan kita bersama. Jaya terus Fakultas Kedokteran Unsrat,” ujar Runtuwene menutup.

(*/Bung Amas)

Sikapi Pandemi Covid-19, Rektor Unsrat Keluarkan Surat Edaran

Prof Ellen Kumaat dan Surat Edaran (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Para pimpinan institusi pemerintahan di derah dan instansi pendidikan tinggi mulai mengeluarkan Surat Edaran terkait mengatasi bahaya virus Corona (covid-19). Minggu (15/3/2020), Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc.,DEA, bergerak melakukan antisipasi dini terhadap penyebaran Corona dengan mengeluarkan Surat Edaran.

Terdapat 11 (sebelas) poin penegasan dalam Surat Edaran bernomor 2337/UN12/LL/2020) diterbitkan di Manado, 15 Maret 2020 dan ditandatangani resmi Rektor Unsrat disertai cap basah. Surat tersebut telah disebarkan secara resmi ke para Dekan Fakultas di wilayah Unsrat Manado.

Dalam menyikapi pandemi Covid-19, dengan ini disampaikan :

1. Untuk mahasiswa D3, S1, S2, S3, Profesi Insinyur, Akuntansi, kegiatan akademik tatap muka akan diganti dengan pembelajaran jarak jauh/daring/e-learning/online/portal Unsrat, media sosial lainnya, seperti WhatsApp/Youtube/Facebook/Skype/Line/Telegram/Googlemeet/Google Classroom) mulai Senin 16 Maret sampai dengan Jumat 27 Maret 2020 dan dapat diperpanjang dengan mempertimbangkan keadaan pandemik Covid-19.

2. Mahasiswa tidak perlu datang ke kampus, tetapi melakukan kegiatan akademik dalam bentuk pembelajaran jarak jauh/daring/e-learning/online/portal Unsrat/media sosial lainnya di tempat masing-masing.

3. Masing-masing program studi akan mengkoordinasikan dengan dosen koordinator mata kuliah, bentuk pembelajaran yang dapat berupa penugasan mandiri, tugas kepustakaan online atau bentuk lainnya, sesuai dengan peraturan akademik yang berlaku.

4. Mahasiswa tidak perlu datang ke kampus, program studi akan melakukan koordinasi dengan seluruh mahasiswa dengan memanfaatkan media sosial yang tersedia untuk teknis pelaksanaan perkuliahan.

5. Perkuliahan tatap muka akan dimulai lagi Senin 30 Maret 2020, setelah mempertimbangkan keadaan pandemik Covid-19.

6. Kegiatan Ujian Tengah Semester (UTS) sesuai dengan Kalender Akademik, dilaksanakan tanggal 23 – 27 Maret 2020 dalam bentuk ujian jarak jauh. Dengan memanfaatkan fasilitas portal Unsrat dan media sosial lainnya.

7. Pembimbingan mahasiswa tugas akhir dapat dilakukan secara jarak jauh/daring/e-learning/online/portal Unsrat/media sosial lainnya.

8. Kegiatan seminar, ujian PKL/magang, ujian skripsi, thesis, dan disertasi ditunda dan dapat dilakukan mulai tanggal 30 Maret 2020 setelah mempertimbangkan keadaan pandemik Covid-19.

9. Program studi agar mempertimbangkan presensi kehadiran mahasiswa yang melakukan kegiatan pembelajaran dalam bentuk perkuliahan jarak jauh/daring/e-learning/online/portal Unsrat/media sosial lainnya.

10. Untuk mahasiswa Fakultas Kedokteran program studi pendidikan dokter spesialis 1 (Sp-1) profesi dokter umum, dokter gigi, ners, akan dikoordinasikan oleh Fakultas Kedokteran dengan rumah sakit jaringan.

11. Seluruh tanaga pendidik dan kependidikan tetap melaksanakan tugas layanan kegiatan akademik dan non-akademik seperti biasanya dengan memanfaatkan fasilitas online atau jika perlu dapat melakukannya secara langsung di kampus dengan memperhatikan protokol Covid-19 yang ditetapkan pemerintah.

(Bung Amas)

Rektor Unsrat Langgar Aturan, Pelantikan Wakil Dekan FH Dilandasi Dendam Lama?

Rektor Unsrat foto bersama jajarannya dan para Wakil Dekan yang dilantiknya (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Kebijakan Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Prof Ir Ellen Joan Kumaat saat melantikan sejumlah pejabat Fakultas Hukum (FH) Unsrat, Senin (9/10/2018) Manado dinilai meninggalkan problem. Pasalnya, sejumlah Wakil Dekan (WD) di Fakultas Hukum Unsrat yang dilantik Rektor Ellen tidak sesuai yang direkomendasikan Dekan Fakultas Hukum, DR Flora Kalalo.

Hal tersebut berbuntut pada tidak hadirnya Dekan Fakultas Hukum yang dinilai sebagai wujud protes atas sikap Rektor Unsrat yang kontroversial tersebut. Saat ditemui Flora membenarkan ketidakhadiran dirinya pada pelantikan sejumlah pejabat di Fakultas Hukum Unsrat, ia menilai Rektor tidak mematuhi ketentuan administrasi yang berlaku.

”Saya tidak hadir, iya karena Rektor melanggar aturan. Sebagai Dekan Fakultas Hukum, saya mengusulkan nama lain, tapi diantiknya lain. Tidak sesuai yang diusulkan dari Fakultas,” ujar Flora tegas.

Sekedar diketahui, Rektor Ellen disebut telah melakukan berbagai pelanggaran administrasi dalam proses pengangkatan pejabat di Fakultas Hukum. Dimana Rektor telah melanggar Peraturan Rektor No. 1 Tahun 2014 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Dosen sebagai pimpinan organ pengelola Fakultas dan Pascasarjana di lingkungan Unsrat. Dan Rektor melanggar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 61 Tahun 2011 tentang Statuta Unsrat secara prinsip dan substansial. Selain itu Rektor mengabaikan Putusan PTUN Manado.

Bahkan, beredar informasi saat pelantikan Rektor Ellen marah kepada salah satu dosen hingga menangis, antah apa gerangan yang membuat Ellen murka. Rektor Ellen disinyalir masih menyimpan dendam lama terkait suksesi Pilrek Unsrat belum lama ini, sehingga nama-nama Wakil Rektor yang direkomendasikan Dekan FH tidak ditindaklanjuti melalui pelantikan.

Selanjutnya, ketika dikonfirmasi, Rektor Unsrat melalui nomor telpon 08114334xx tidak merespon panggilan dan upaya konfirmasi via SMS juga dilakukan wartawan media ini tidak ditanggapi hingga berita ini diterbitkan.  (*/Amas)

Diserahkan Dosen, Ketua KPK Boyong Dokumen Laporan Dugaan Korupsi Unsrat

Recky Sondakh saat menyerahkan berkas kepada Ketua KPK (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Saat menghadiri kegiatan Seminar di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Rabu (8/8/2018) Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo mendapat kejutan. Hal itu diterimanya ketika mengikuti Seminar yang dilaksanakan Fakultas Hukum Unsrat Manado, dan setelah ditanya soal dugaan korupsi di Unsrat dibawa kepemimpinan Rektor Prof Dr Ir Ellen Kumaat langsung dihadiahi penyerahan berkas laporan dugaan korupsi.

Laporan diserahkan langsung Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Recky Sondakh, diwawancarai soal laporan apa yang diberikannya kepada Ketua KPK, Sondakh menyebutkan bahwa adanya indikasi korupsi dalam pelaksanaan proyek Laboratorium Fakultas MIPA Unsrat yang diperkirakan kerugiannya senilai Rp 18 miliar dan telah dilaporkan ke Polda Sulut tahun 2016, sampai saat ini tidak ada progres berarti.

”Laporan yang saya bawa ialah adanya indikasi atau dugaan beberapa kasus korupsi dan gratifikasi di Unsrat. Saya tanya tentang kewenangan supervisi dari KPK untuk kiranya dapat mensupervisi kasus dugaan korupsi dan gratifikasi Lab FMIPA yang sudah dilaporkan di Polda Sulut,” ujar Sondakh.

Ditambahkannya lagi, Ketua KPK menerima berkas laporannya tersebut untuk ditindaklanjuti agar dugaan korupsi di Unsrat dibuka secara terang-benderang.

”Ketua KPK mengatakan menerima untuk dipelajari dan beliau memang mengatakan bahwa biasanya ada pemberitahuan dari kepolisian jika ada dugaan kasus korupsi yang besar, tapi KPK belum menerima itu dari Polda Sulut. Kasus ini telah dilaporkan di Polda Sulut,” kata Sondakh menutup. (*/Redaksi)

Kunjungi Unsrat, Ketua KPK Bicara Soal Dugaan Korupsi Laboratorium Fakultas MIPA

Ketua KPK didampingi Dekan Fakultas Hukum dan salah satu Wakil Rektor (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Menarik, saat mendatangi kampus Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo dalam agenda menghadiri Seminar Nasional bersama antara Fakultas Hukum (FH) Unsrat dengan KPK, Rabu (8/8/2018) juga dititipkan beberapa hal penting.

Diantaranya, dihadapan wartawan tak hanya Raharjdo menjelaskan tugas KPK yaitu supervisi dan koordinasi, pencegahan, penindakan dan monitor. Dan kunjungannya di Unsrat adalah bersifat dalam rangka pencegahan, menyebar luaskan pengetahuan bagaimana Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Raharjdo juga sepakat penindakan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersandung Tipikor.

“Khusus Pegawai Negeri yang sudah Inkrah, yang sudah koruptor, mestinya ada hukuman yang sesuai dengan aturan dan perudang-undang yang berlaku dan segera dilakukan,” ujar Raharjo.

Tak hanya itu, Raharjo saat ditanya wartawan soal dugaan korupsi Laboratorium (Lab) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unsrat menyampaikan akan melakukan pengecekan kasus ini.

“Salah satu (Lab FMIPA Unsrat) yang telah dilaporkan nanti kita pelajari. Apakah pelanggaran keuangannya itu ada, apakah pelanggaran kerugiannya itu cukup besar,” tuturnya dan memastikan laporan yang masuk tentang Lab FMIPA Unsrat akan ditangani sesuai kewenangan KPK.

Ditambahkannya lagi bahwa terkait kasus FMIPA Unsrat berbandrol Rp18 Miliar yang sudah ditangani Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) sejak tahun lalu dan dinilai lamban penanganannya. Ditanya apakah bisa di supervisi oleh KPK, dijelaskannya.

“Selanjutnya, KPK bisa mendapati informasi dan setelah itu naik ke penyidikan. Makanya kita memperkenalkan aplikasi yang namanya elektronik, namanya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan. Dan itu diisi oleh teman-teman di Polres, Polda dan Kejari, Kejati,” tuturnya.

“Saya perlu melihat apakah data itu sudah masuk atau belum. Kalau sudah masuk, apakah sudah masuk penyidikan atau belum, karena kalau belum masuk biasanya belum termonitor. Kalau memang ada informasi seperti itu nanti ada Korpsus Penindakan KPK yang akan menfollow-up, menanyakan akan kasus itu, apalagi kalau kasus itu sudah berbandrol Rp18 Miliar,” ujarnya menutup.

Terkait kegiatan ini, menurut Dekan Fakultas Hukum Unsrat, Dr Flora Kalalo menyebutkan bahwa momentum pengembangan kerjasama antara Fakultas Hukum Unsrat dengan KPK yang sudah berlalu sejak 2011.

”Kami harap kedepan hubungan ini terus bisa terjaga. Ini merupakan hadiah yang luar biasa bagi FH Unsrat bisa dihadiri langsung oleh Ketua KPK,” ujar Kalalo.

Ia berharap kegiatan ini bisa berdampak baik bagi Perguruan Tinggi. ”Sesuai dengan tema kami, kami harap kegiatan ini dapat membuat kita semua bebas dari korupsi,” tutup Flora Kalalo dalam sambutannya.

Seminar ini mengambil tema: Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Perguruan Tinggi (Kampus)” dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-60, FH Unsrat. Ketua KPK dalam kehadirannya disambut Dekan FH Unsrat Dr Flora Kalalo serta Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Dr Ronny Maramis. Sayangnya, hingga acara selesai tidak terlihat Rektor Prof Dr Ir Ellen Kumaat. (*/Redaksi)

iklan1