Tag: Fachruddin Noh

Buka Puasa Bersama BKPRMI Sulut dan DMI Berlangsung Penuh Kekeluargaan

Ketua DPW BKPRMI Sulut, Fachruddin Noh saat sambutan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Menjadikan Bulan Bulan Suci Ramadhan 1438 Hijriah, selain sebagai momentum meningkatkan nilai-nilai spiritual dan mendekatkan diri kepada sang khalik (hablum minallah), juga dimanfaatkan untuk mengeratkan hubungan antar sesama manusia (hablum minan-nas) melalui silaturahmi. Melalui kegiatan yang laksanakan di Masjid Agung Awwal Fathul Mubien, jalan Sultan Hasanuddin Kelurahan Islam Kecamatan Tuminting Kota Manado, Sabtu (17/6/2017) yang diprakarsai DPW BKPRMI Sulawesi Utara (Sulut) bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulut.

Kedua organisasi yang konsern pada kegiatan-kegiatan keummatan dan mendorongkan pentingnya produktifitas organisasi, kali ini menyelenggarakan kegiatan Buka Puasa Bersama (Bukber) sekaligus silaturahmi khusus para tokoh-tokoh muslim Sulawesi Utara. Dalam sambutannya, Ketua Umum DPW BKPRMI Sulut H. Fachruddin Noh, S.Ag.,M.Pd menyampaikan terima kasih kepada Ketua DMI Sulut, H. Herson Mayulu yang juga Bupati Bolaang Mangondow Selatan (Bolsel), serta Imam Masjid Agung Awwal Fathul Mubien, Fachruddin juga mengingatkan tentang pentingnya konsolidasi dan silaturahmi.

”Terima kasih atas niat baik Pak Ketua DMI Sulut, H. Herson Mayulu serta kehadirannya dalam buka puasa bersama BKPRMI dan DMI Sulut ini. Beliau Pak Haji Herson juga memberikan bantuan untuk pembangunan Masjid Agung Awwal Fathul Mubien, kepada Pak Imim serta panitia pembangunan Masjid kami ucapkan banyak terima kasih yang telah bersedia untuk menerima kami menyelenggarakan kegiatan di Masjid ini. Saya mengajak terutama segenap aktivis muslim di Sulut agar kita terus menggiatkan komunikasi, konsolidasi dan silaturahmi agar terbentuk serta terpelihara terus kekuatan kita, bahwa bersatu untuk mengawal kepentingan umat sangatlah penting,” ujar Fachruddin yang juga Komisioner KPU Sulut ini dalam sambutannya, Sabtu (17/6/2017).

Sementara itu, Ketua DMI Sulut dalam sambutan dan ceramah memberikan sejumlah catatan tentang pentingnya menjaga soliditas serta dikuatkannya gerakan yang dimulai dari Masjid. Menurut politisi PDI Perjuangan Sulawesi Utara itu ketika seluruh gerakan, baik gerakan politik, pendidikan, pengembangan ekonomi dan seterusnya diawali dari Masjid, maka target-target perubahan yang digemakkan umat Islam akan berjalan dengan baik.

”Pertemuan dan silaturahmi semacam ini sangatlah penting, kita semua bukanlah tipa orang yang hanya mejadi pengurus organisasi selesai dilantik langsung berdiam diri tanpa melakukan kegiatan apa-apa. Kemudian, melalui kesempatan berharga ini saya mengajak semua elemen umat Islam di Sulawesi Utara agar bersatu, terus memupuk kebersamaan, karena saya yakin betul bila kita mengawali semua kegiatan-kegiatan dari Masjid, maka insya Allah semua berjalan sesuai kehendak Allah SWT, dan akan sukses. Stop lagi kita terpecah-belah, terprovokasi dan tercerai-beraikan karena kepentingan politik sesaat, mari bersatu,” kata Herson yang juga Bupati Bolsel dua periode ini.

Sambutan ketua panitia pembangunan Masjid Raya Awwal Fathul Mubien (Foto Suluttoday.com)

Untuk diketahui yang hadir dalam kegiatan ini, diantaranya sejumlah mantan-mantan Ketua BKPRI Sulut, bahkan hadir juga pendiri BKPRMI Sulut, Abdul M Antai, Sekretaris BKPRMI Sulut, Surya, Danwil Brigade Masjid Sulut, Noho Poiyo, mantan Ketua BKPRMI Manado, Agus Abdullah, Ketua PHBI Sulut, Syahrul Poli, perwakilan Polda Sulut, anggota DPRD Sulut, Ayub Ali Albugis, Sekretaris DPD KNPI Kota Manado, Amas Mahmud, Ketua BKPRMI Bolsel, Jay, hadir juga Ketua BKPRMI Kota Manado, Suryanto Muarif.

Ikut dalam buka puasa ini, terlihat tokoh masyarakat, Arudji Rajab, pengurus Brigade Masjid Sulut, Rudimin Manyo, pengurus KNPI Sulut, Rustam Hasan, Rivan Kalalo, Jafar Lihawa, dan sejumlah pengurus serta mantan pengurus BKPRMI Sulut lainnya. Suasana Buka Puasa Bersama berlangsung penuh kekeluargaan, selanjutnya sholat Magrib, kemudian diakhiri dengan makan bersama yang dijamu Ketua BKPRMI Sulut.(Rahmat)

BKPRMI Sulut dan Dewan Masjid Indonesia Gelar Buka Puasa Bersama

Fachruddin Noh (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara (Sulut)  dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulut, Sabtu (17/6/2017) menggelar Buka Puasa Bersama. Hal tersebut sebagaimana disampaikan Ketua DPW BKPRMI Sulut, H. Fachruddin Noh, S.Ag.,M.Pd bahwa agenda ini merupakan sutau langkah positif organisasi yang selalu dilakukan guna memupuk silaturahmi antara sesama dan dinamisasi organisasi.

”Kami bersama Dewan Masjid Indonesia Sulawesi Utara hari ini menyelenggarakan kegiatan Buka Puasa Bersama, tentunya harapan saya pertemuan atau kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi akbar bagi seluruh kader BKPRMI. Karena yang kita undang dalam acara ini adalah para Pendiri, mantan Ketua dan para senior, juga para pendiri DPD BKPRMI Se-Sulawesi Utara,” ujar Fachruddin yang juga Komisioner KPU Sulut ini kepada Suluttoday.com, Jumat (16/6/2017).

Lanjut disampaikannya juga bahwa dalam kegiatan ini para Remaja Masjid juga ikut diundang, sehingga Fachruddin mengajak semua organsasi, tokoh agama dan tokoh agama yang diundang panitia untuk dapat hadir dalam kegiatan dimaksud. Untuk diketahui, kegiatan dilaksanakan di Halaman Masjid Agung Awwal Fathur Mubien, Kampung Islam, pukul 16.00 – Selesai. (Mas)

Pastikan Jambore BKPRMI se-Sulut Sukses, Panitia Lakukan Silaturahmi

Ketua Umum DPW BKPRMI Sulut didampingi Ketua DPD BPRMI Manado serta para panitia saat silaturahmi dan buka puasa bersama (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Persiapan kegiatan Jambore Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) se-Sulawesi Utara (Sulut) yang rencananya akan dilaksanakan di Bolaang Mangondow Selatan (Bolsel) terus dilakukan. Jumat (9/6/2017) bertempat di Jalan Roda (Jarod) Manado DPD BKPRMI Bolsel selaku tuan rumah melakukan silaturahmi sekaligus melaporkan terkait proses persiapan kegiatan.

”Selaku tuan rumah, DPD BKPRMI Bolsel hari ini bersilaturahmi dengan DPW BKPRMI Sulut sekaligus melaporkan perkembangan dan persiapan Jambore BKPRMI se-Sulut yang dilaksanakan di Bolsel. Pada prinsipnya panitia secara administrasi telah melakukan persiapan 80% selesai, dan kita berupaya maksimal agar kegiatan ini berjalan dengan sukses,” kata Vijay Bumolo selaku ketua panitia pelaksana kegiatan Jambore.

Sementara itu, disela-sela silaturahmi saat diwawancarai, Ketua umum DPW BKPRMI Fachruddin Noh mengharapkan persiapan dan sosialisasi Jambore terus dilaksanakan berhubung waktu pelaksanaan Jambore akan dilaksanakan Juli 2017 ini.

Kebersamaan terlihat saat silaturahmi panitia dan DPW BKPRMI Sulut di Jarod (Foto Suluttoday.com)

”Tentunya DPW BKPRMI berharap agar persiapan kegiatan berjalan lancar, kemudian sosialisasi ke tiap DPD BKPRMI se-Sulut dilakukan secara maksimal. Apa lagi Jambore ini tidak lama lagi akan digelar. Jambore akan dilaksanakan tanggal 18 sd 22 Juli 2017, dengan menghadirkan 2 Menteri. Berdasarkan skendjul saat Pembukaan akan dihadiri oleh Menpora, dan pada tanggal 21 Juli 2017 bertepatan dengan hari ulang tahun Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Panitia mengundang Menteri Agama RI dalam acara Pencangan Pemuda Religi yang menghadirkan pemuda-pemudi Lintas Agama,” ujar Fachruddin yang juga Komisioner KPU Sulawesi Utara ini.

Tak lupa Fachruddin menyemangati panitia dan juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemuda Masjid Sulawesi Utara. Ketum Fachrudin pun menyampaikan bahwa kegiatan Jambore didukung penuh pemerintah Kabupaten Bolaang Mangondow Selatan yang ditunjukkan langsung Bupati Hi. Herson Manyulu. (Amas)

Mathla’ul Anwar dan BKPRMI Sulut: Tindak Tegas Pelaku Pemboman Gereja

Awaluddin Pangkey (Foto Ist)

Awaluddin Pangkey (Foto Ist)

MANADO – Kejadian yang menyedot perhatian publik, dimana tepatnya pada, Minggu (13/11/2016) terjadi pelemparan bom molotov di depan Gereja Oikumene di Jalan Dr Ciptomangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan, Samarinda, Kalimantan Timur.

Hal itu melahirkan keprihatinan dan kecaman dari sejumlah organisasi keagamaan dan organisasi kemasyarakatan, diantaranya dari Mathla’ul Anwar Sulawesi Utara (Sulut) dan Badan Komunikasasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulut.

Menurut Awaluddin Pangkey, Ketua Mathla’ul Anwar Sulut pihaknya prihatin bahwa masih ada saja oknum-oknum perusak kerukunan melakukan perbuatan yang mencederai keamanan masyarakat. Pangkey meminta penegakan hukum atas kasus ini dilakukan secara cepat.

”Mathla’ul Anwar prihatin dengan pemboman gereja di Samarinda tersebut, ini adalah upaya membelah persatuan bangsa dengan tindakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan dan sangat bertentangan dengan konstitusi dasar yaitu UUD 1945 dan Pancasila. Kami mendorong pihak kepolisian RI untuk secepatnya mengusut oknum dan kelompok radikal di belakang insiden ini,” ucap Awaluddin yang juga pengurus DPD KNPI Sulut ini tegas, Minggu (13/11/2016).

Ditempat terpisah, Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Fachruddin Noh mengutuk kejadiaan naas tersebut. Fachruddin yang juga Komisioner KPU Provinsi Sulut itu menduga ada oknum provokator yang sengaja mengganggu keamanan di Republik Indonesia tercinta.

Fachruddin Noch (Foto Ist)

Fachruddin Noh (Foto Ist)

”Terkait Pelemparan Bom Molotov didepan Gereja di Samarinda DPW BKPRMI Sulut, mengutuk dengan keras dan tidak ada tempat bagi kelompok Radikalisme di Indonesia. Selanjutnya meminta kepada aparat Kepolisian untuk mengusut ini sampai ke akar-akarnya. Ini adalah ulah provokator yang hanya ingin membuat rasa tidak aman bagi masyarakat. Kami juga meminta kepada pihak kepolisian untuk lebih meningkatkan kewaspadaan bukan tidak mungkin para provokator ini mengincar daerah-daerah lain dengan tujuan yang sama yakni membuat rasa tidak aman kepada rakyat Indonesia. BKPRMI Sulut menghimbau kepada semua pihak untuk menahan diri dan menginformasikan kepada pihak yang berwenang jika ada hal-hal yang mencurigakan,” tutur Fachruddin menutup. (Amas)

Dinilai Melakukan Praktek KKN, Kakanwil Agama Sulut Dikecam

Kakanwil Agama Sulut ditengah (Foto Ist)

Kakanwil Agama Sulut ditengah (Foto Ist)

MANADO – Sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) dan organisasi keagamaan pemuda di Sulawesi Utara (Sulut) mulai gerah dengan praktek yang dinilai merugikan banyak pihak, dilakukan Kepala Kantor Kementerian Wilayah (Kakanwil) Sulut, H. Suleman Awad.

Dimana Kanwil Agama Sulut dalam memberangkatkan Pemuda Lintas Agama asal Sulut tidak berdasarkan proses seleksi yang terbuka, dan terkesan sarat Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Menurut Ketua Umum DPW BKPRMI Sulut, H. Fachruddin Noh, M.Pd yang dilakukan Kanwil Agama Sulut tidak patut dicontoh dan mencederai potensi pemuda lintas agama itu sendiri.

”Ini sangat menghina dan tidak menghargai keberadaan organisasi kepemudaan di Sulut. Seharusnya, mereka pemuda dan pemudi yang diberangkatkan adalah hasil dari seleksi terbuka, mereka merupakan generasi-generasi terpilih dari pemuda lintas agama di Sulut. Namun, sayangnya yang terjadi malah tidak demikian. Pihak Kanwil Kementrian agama Sulut tidak transparan dalam hal menentukan perwakilan delegasi yang mengatasnamakan pemuda lintas agama Sulut.,” ujar Fachruddin, Rabu (9/11/2016).

Terkait keikutsertaan utusan Sulut di kegiatan Kemah Pemuda Lintas Agama Tingkat Nasional yang berlangsung di Citra Alam Riverside Cisarua Bogor, mulai Ahad 6 – 10 November 2016, kali ini juga mendapat sorotan Meydi Tinangon, M.Si Ketua DPD GAMKI Sulut.

”Sebagai organisasi kepemudaan yang eksis di tingkat Nasional dengan cabang di Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta concern dengan segala usaha membangun kehidupan generasi muda yang pluralis, kami memprotes keras Kepada Kanwil Kemenag Sulut karena, Pertama kegiatan tersebut tidak disosialisasikan kepada elemen pemuda lintas agama sehingga kami tidak pernah mengetahui kegiatan tersebut. Kedua sistem rekrutmen tidak jelas dan tidak merepresentasikan potensi pemuda lintas agama yang bernaung dalam beragam organisasi kepemudaan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Gerakan Pemuda Islam (GPI) Sulut Herry Anwar, S.IP merasa heran di zaman keterbukaan informasi seperti ini, masih terdapat praktek-praktek KKN yang dilakukan oleh lembaga kementrian dalam hal ini Kementrian Agama Sulut.

Kekecewaan juga disampaikan Sekretaris Komisi Pemuda Sinode GMIM, Pnt. Charles Worotidjan, M.H. sebagai bagian dari OKP yang ada di Sulut.

”Kami sangat kecewa dengan sikap Kakanwil Sulut. Alangkah bijak, bila kegiatan tersebut dikomunikasikan dengan okp-okp yang ada, hingga utusan yang didelegasikan utnuk mengikuti kegiatan tersebut adalah orang-orang yang benar-benar mewakili okp di sulut. Menurut kami, tindakan Kakanwil Agama justru dapat disalahartikan, sebab ada kesan Kakanwil Agama meyimpan informasi kegiatan dan mengambil keputusan sepihak yang entah apa tujuannya,” tutur Woratidjan.

Ditempat terpisah, Ketua Pemuda Katolik Sulawesi Utara Ferland Pangalila, S.H. sangat kecewa dengan kinerja Kakanwil Kementrian Agama Sulut karena tidak melibatkan elemen organisasi kepemudaan lintas agama sebagaimana mestinya. Malah patut diduga yang didelegasikan adalah sanak keluarga atau anak-anak dari pegawai Kementrian Agama Sulut.

”Perbuatan ini tentu tidak dapat dibenarkan, karena dikala bangsa Indonesia melawan KKN justru kakanwil kementrian agama sulut melakukan KKN. Hal ini tentu tidak dapat kami biarkan, pemuda Katolik akan memproses ini dan jika perlu membawa masalah ini ke ranah hukum,” tegasnya.

Hal senada juga ditegaskan Ketua Ikatan Putra-Putri Alwasliyah (IPPA) Lisa Thaif dan Ketua GEMA Matlaul Anwar Sulut, Alwan Rikun yang juga ditambahkan Ketua Keluarga Alumni KAMMI Sulut Jefri Makalegi menyesali praktek KKN yang dilakukan Kementrian Agama Provinsi Sulawesi Utara.

Menurut mereka yang tergabung dalam pemuda lintas agama ini telah membuat keberatan kami dan akan diserahakan langsung kepada Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Sulawesi Utara yang ditembuskan kepada Mentri Agama Republik Indonesia, Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, serta Pimpinan Pusat atau Pucuk pimpinan organisasi kami masing-masing. (*/Red)

iklan1