Tag: Fahri Hamzah

Fahri Hamzah: KPK Kembalilah Ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Fahri Hamzah (FOTO Ist)

SELAMAT Kepada Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru. Kerja besar menunggu. Kembali pada pangkuan pertiwi, kembali pada konstitusi dan hukum. Hentikan segala kegiatan politik dan penggalangan intelijen. Bekerjalah sistematis dengan penguatan Kordinasi, Supervisi dan Monitoring. Sukses! Saya usulkan pimpinan KPK yang sekarang segera demisioner.

Pegawai KPK harus kembali bekerja profesional. Hentikan demonstrasi. Renungkan kembali makna bekerja untuk negara. Kalian bukan LSM. Konsepnya beda. Tapi yang mau kembali LSM silahkan mengundurkan diri hari ini juga. Sebagai lembaga independen, KPK harus dibersihkan dari kerja politik. Atas nama apapun. Politik hukum KPK adalah politik hukum negara yang diamanahkan konstitusi sebagai “negara hukum yang demokratis”. Mari kita beri kepercayaan pada pimpinan baru sambil kita awasi. Negara harus kembali normal, UU darurat tidak boleh diberi ruang kembali.

Suasana perang hentikan! Ini masa bersatu, konsolidasikan kekuatan untuk membangun negara yang damai dan tenang. Kalau ada perbedaan pendapat antar lembaga selesaikan dengan Kordinasi bukan demonstrasi. Semua Kedaruratan yang dibuat sepihak oleh negara biasanya bikin ribut sendiri. Sebab ada aliran uang untuk bikin keributan. Sudahlah, negara harus terkonsolidasi. Hormati kerja masing-masing jangan menebar perasaan tidak tenang sehingga negara lamban dan tidak berani ambil keputusan.

Tantangan besar menghadang kita. Ke depan, KPK dengan fungsi supernya yang tidak hilang harus mengutamakan kerja konsolidasi, supervisi dan monitoring. Jangan percaya bahwa korupsi di Indonesia tidak bisa dihentikan. Itu bohong dan omong kosong. Tertibkan itu! Negara kita negara yang didirikan oleh orang-orang hebat, para pejuang, ulama dan cendikiawan kelas dunia. Lebih jauh, negara ini warisan yang tiada tara, Karunia Allah yang maha kuasa. Jangan rendah diri dan jangan terus merasa kalah. Lawan segala perasan tidak mampu.

Komisioner KPK itu adalah “wakil presiden ke-2”. Ini kesimpulan saya. Kuat sekali mereka. Aksesnya ke semua lembaga. Maka, duduklah bersama, semua lembaga: eksekutif, legislatif, judikatif. Bikinlah Sistem Integritas Nasional yang kuat. Semua orang ingin jadi orang baik. Bergaullah secara fleksibel. Jangan sok suci mentang-mentang bisa nyadap dan mengetahui dosa-dosa tersembunyi.

Hentikan kegiatan bawah tanah itu! Itu dosa besar. Hadapilah bangsamu dengan senyum. Percayalah manusia sama saja. (yang bersifat) Iblis sedikit, (yang bersifat) malaikat sedikit. Manusia yang banyak. Inilah pesanku kepada pimpinan KPK yang baru dan kepada pegawai KPK. Pegawai KPK berbanggalah kalian bekerja di tenpat itu. Selamat bekerja KPK, semoga Allah melindungi kalian dan semoga Allah menjayakan bangsa INDONESIA. Mari maju ke depan. Hadapi tantangan zaman.

 

Merdeka! Twitter @Fahrihamzah 13/9/2019

(Wakil Ketua DPR RI)

Evaluasi Kondisi Perpolitikan Sulut Pasca Unjuk Rasa Penolakan Fahri Hamzah

Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Foto Ist)

Mohon kiranya diperkenan oleh para Kawan-Kawan dan Saudara para Politisi dan Aktifis di Sulut /Manado dengan tidak ada maksud apapun selain Rasa Cinta Kampunghalaman, Saya sebagai mantan Aktifis Politisi di Sulut ingin menyampaikan pandangan dan evaluasi atas keadaan Politik di Sulut Pascha Aksi Penolakan kunjungan Fahri Hamzah (FH) ke Sulut / Manado dalam suatu analisa subjektif atas pendapat pribadi.

Pertama dengan Rasa sangat Bangga mengapresiasi Aksi Penolakan kunjungan FH, bangga atas keberanian serta militansi Masyarakat Sulut, ‘SAYA BANGGA DICIPTAKAN TUHAN JADI ORANG MINAHASA’. Sejarah Bangsa ini mencatat secara jelas bahwa sejak dahulu Zaman Penjajahan, Perang kemerdekaan, Orde baru sampai kini Era Revormasi tertulis dengan Tinta Emas bahwa Kemampuan Politik dan Militansi Orang Sulut / Minahasa berada pd Skala di atas rata-rata pada Bangsa Indonesia.

Oleh karenanya marilah kita berpoliti secara Prima serta canggih. Janganlah hanya berorentasi Regional Sulut tanpa memperhitungkan sikon Nasional dan Dunia. Khususnya dalam mengantisipasi langkah-langkah Politik sosok Fahri Hamzah. Harus lah kita bermsin Catur Politik secara Prima. Kalau jujur mengefaluasi Reaksi Politik Nasional soal Penolakan FH jelas terlihat anginnya mulai berputar arah, yang pada awalnya banyak yg mendukung ttpi beberapa hri terakhir mulai banyak yg menolak dan mencela.

Banyak pihak yg awal mulanya memihak namun kemudian berbalik dgn mengomentari : “Mengapa bertindak demikian , katanya dasar menolak kunjungan FH dan FPI krn menilai mereka Intoleran dan Anarkhis” ? Koq kenapa Aksi Unjuk Rasa Penolakannya juga terkesan INTOLRAN dan Aksinya juga Anarkhis .. ? Ada yg berkomentar sangat tajam dan Menusuk : “JANGAN MENJADI RAMPOK YG TERIAKI MALING”… !

Bersyukulah kita semua bahwa keadaan penilaian Negatif secara Nasional dan Dunia dpt terbantah dan teriliminer oleh Tindakan Bijak Sang Gubernur OLLY DONDOKAMBEY yang menerima dan mengamankan FH serta Rombongan. Tindakan Gubernur ini membuat Sulut tidak Cacat secara Nasional dan Dimata Dunia. Ternyata secara diam-diam namun Pasti Gub OLLY DONDOKAMBEY telah memaikan Catur Politik Secara Prima dengan Menyelamatkan Sulut dlm kancah Perpolitikan Nas dan Dunia terutama menyelamatkan dan melindungi Warga Sulut yang berada di Luar Daerah.

Sedih Rasanya klu langkah2 kebijakan dan Politik Gub masih mau disalahkan oleh segelitir Orang yg mau Berpolitik ttpi tdk paham bermain Politik yang canggih. Semoga kita semua Warga Sulut Khususnya yg berada di kampunghalaman memahami akan hal ini.

BERHENTILAH BERPOLEMIK TTG SIKAP GUBERNUR KRN TINDAKANNYA SECARA POLITIK ADALAH 100% BENAR DAN TELAH MENYELAMATKAN KITA SEMUA ORANG2 SULUT dan YG PENTING OLEH LANGKA POLITIK GUBERNUR TSB TELAH MELURUSKAN SERTA MEMBENARKAN AKSI MENOLAK KUNJUNANGA FH SEHINGGA DIDUKUNG SECARA NASIONAL OLEH SEBAHAGIAN BESAR WARGA BANGSA INI…

PAHAMILAH AKAN HAL INI DAN HENTIKANLAH SEGALA SIKAP YG MEMPERSALAHKAN LANGKAH2 YG TELAH DILAKUKAN OLEH BP GUBERNUR OLIE DONDOKAMBEY. JANGANLAH SAUDARA2 TERCINTA PARA AKTIFIS DAN KALANGAN POLITISI TEPERDAYA DGN MENARI-NARI MENGIKUTI IRAMA GENDANG YG DITABUH OLEH PARAPIHAK YG SENANG MELIHAT SULUT KACAU.

HATI-HATI DALAM BERPOLITIK JANGAN SAMPAI KITA MENJADI KAYUBAKAR UTK MEMSAK NASI LAWAN KITA. MARILAH KITARAPATKAN BARISAN DGN MENGGALANG PERSATUAAN. BERSATU KITA TEGUH DAN KUAT. I YAYAT UN SANTIE…! JAYALAH SULUT OLEH RACHMAT KASI KARUNIAN dan DAMAI SEJAHTERA “MAHABESAR TUHAN.”…

 

Tulisan Philip P Pantouw, tokoh Minahasa 

Mashuri dan Konstruksi Hoax Yang Tidak Cerdas

Abid Takalamingan, Fahri Hamzah, dan Gubernur Olly Dondokambey, dibelakang berdiri Brigadir Mashuri (Foto Ist)

Mashuri dan konstruksi hoax Yang Tidak Cerdas.
Siap komandan

Sehari setelah demo penolakan FH dikarenakan emosi saudara-saudaraku di bumi Nyiur Melambai yang terprovokasi oleh orang yang sengaja menyebarkan berita bahwa FH (Fahri Hamzah, red) membawa sekjen FPI dalam rombongan pada kunjungan kerjanya ke Sulawesi Utara.

Masyarakat yang memang lagi berkabung atas putusan pengadilan yang dijatuhkan terhadap Ahok mendapatkan ruang pelampiasan dan alasan untuk menumpahkan segala unek-uneknya kepada FH. Walaupun akhirnya alasannya kemudian kemana-mana akan tetapi awalnya karena postingan tersebut ; bahwa
FH adalah FPI bahkan tak sedikit yang berkesimpulan FH adalah Sekjen FPI.

Karena memang FH tdk terbukti sekjen FPI dan memang bukan FPI walau sekedar anggota maka sehari setelah kepulangannya issue digeser dengan mengangkat postingan tentang nama Mashuri sebagai wakil sekjen FPI ada dalam manifest rombongan FH. Untuk membangun hoax ini kemudian foto tentang seseorang yang berjabat tangan dengan FH ditampilkan, disampingnya ada foto seseorang yang diidentifikasi sebagai wasekjen FPI namanya KH Ayit Masyuri, dan disertai manifest pesawat yang ditumpangi FH dan rombongan dan melingkari sebuah nama penumpang yakni Mashuri.

Brigadir Mashuri pengawal Fahri Hamzah, yang dituduh Mashuri FPI (Foto Ist)

Hebat…. Massa pun kembali merasa terprovokasi karena yakin dengan nama dalam manifest Mashuri dan ada foto seseorang yang berjabat tangan dengan FH sebelum memasuki balai-balai pesawat yang akan ditumpangi FH dan rombongan.

Sodikin Zakaria, petugas Bandara Sam Ratulangi Manado yang dianggap sebagai Mashuri FPI (Foto Ist)

Tapi kembali lagi ternyata itu juga adalah pemberitaan hoax (tidak benar) yang di framing dengan apik walau tdk hati2 agar kelihatan benar adanya. Ternyata “Mashuri” yang ada di manifest adalah seorang anggota Brimob dengan pangkat Brigadir yang di BKO-kan sebagai pengawal FH- Wakil ketua DPR-RI.

Jadi…. Semakin ketahuan siapa yang bermain api dalam kejadian yang terjadi kemarin, hari ini dan mungkin juga besok dengan mengkonstruksi status dalam medsos agar bertemu dengan emosi masa yang sedang berkabung karena musibah yang menimpa orang yang dianggap sebagai “pahlawan”. Tapi… Selamat untuk Brigadir Mashuri karena anda semakin populer, walaupun anda dirugikan dalam konstruksi hoax yang tidak cerdas itu. (***)

Keterangan: Foto Brigadir Mashuri kemeja putih jaket hitam berdiri dibelakang Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Catatan tulisan Abid Takalamingan

Ini Pesan Fahri Hamzah untuk Warga Sulut yang ke Jakarta

Fahri Hamzah, akrab bersama warga Sulut pada suasana selesai Dialog Publik (Foto Ist)

MANADO – Jiwa kenegarawan yang luar biasa, ditunjukkan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah yang juga merupakan mantan aktivis mahasiswa. Fahri yang pada era Reformasi dikenal vokal dan terbiasa dengan aksi-aksi demonstrasi massa itu saat tiba di Manado dan disambut demo penolakan, ditanggapinya dengan bijak. Walaupun sempat mendapatkan penolakan dari sekelompok masyarakat Sulawesi Utara (Sulut), Fahri tetap menyelesaikan tugasnya di Manado Sulut dengan lancar.

Dimana Fahri saat berkunjung untuk menghadiri Dialog Kebangsaan di Kantor Gubernur Sulut dijemput Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw. Dalam Dialog Kebangsaan yang digagas oleh Alumni KAMMI, Fahri Hamzah dan Gubernur menjadi pembicara. Sekitar seratus tokoh masyarakat, pemuda dan tokoh agama menjadi pesertanya.

Dengan membicarakan tema Dialog ”Kepemimpinan Muda Yang Bersih dan Antikorupsi”, kegiatan ini berjalan aman hingga selesai. Suasananya hangat dan penuh kekeluargaan. Gubernur Olly dan Fahri Hamzah adalah kawan akrab selama di DPR. Masing-masing merupakan mediator pertemuan KMP dan KIH pada awal periode ini.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Olly Dodokambey mengucapkan terimakasih kepada KA KAMMI karena menghadirkan Fahri Hamzah. Gubernur yang juga Bendara Umum DPP PDIP ini berharap semoga Fahri mau berbagi gagasannya tentang Pancasila dan pemberantasan korupsi yang lebih baik.

”Terima kasih kepada KA KAMMI yang telah menghadirkan Pak Fahri Hamzah di Sulawesi Utara, kita berharap beliau dapat membangikan pengalaman dan ilmunya kepada kita semua, terutama terkait Pancasila, NKRI dan anti korupsi,” ujar Olly dalam sambutannya.

Sementara itu, Fahri diakhir acara menitipkan pesan kepada masyarakat Sulut yang ke Jakarta, jangan sungkan mampir ke DPR untuk diskusi lebih lama terutama tentang masalah-masalah kenegaraan. Karena bagi politisi senior ini menjalin silaturahmi dan membangun kekeluargaan merupakan suatu hal penting dalam memajukan NKRI tercinta.

”Saya berharap kita terus membangun dialog, pesan saya untuk warga Sulawesi Utara yang ke Jakarta bisa luangkan waktu, jangan sungkan-sungkan temui saya di DPR RI. Kemudian, untuk Pak Olly selaku Gubernur dan Pak Steven yang adalah Wakil Gubernur, terima kasih atas penerimaan yang luar biasa. Mereka merupakan teman-teman akrab saya. Kita bersilaturahmi, karena saya tau warga Sulut ramah-ramah, toleran dan menghargai pluralisme, kita harus terus merajuk kebersamaan melalui diskusi-diskusi kebangsaan seperti ini,” kata Fahri.

Untuk diketahui, Pemprov Sulut menghadiahi Fahri gambar dirinya. Sementara perwakilan masyarakat ikut selfie bersama Fahri Hamzah. Fahri juga menyatakan bahwa bangsa ini harus berjuang bersama untuk melawan seluruh provokasi dan kebencian. Kita semua cinta Indonesia. Kita bisa berjalan bersama sebagai bangsa, karena hidup dengan semangat toleransi, kebhinnekaan dan kebersamaan. (*/Mas)

Sulut Hebat, Gubernur Olly Sambut Baik Kehadiran Fahri Hamzah

Gubernur Olly Dondokambey (Foto Ist)

MANADO – Terkait kunjungan kerja Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah ke Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Gubernur Olly Dondokambey SE angkat bicara menjawab kenapa dirinya menerima kedatangan Fahri Hamzah di Sulut di tengah adanya penolakan sejumlah warga.

“Pak Fahri datang dalam kapasitas sebagai pejabat negara, yaitu Wakil Ketua DPR-RI, sudah menjadi kewajiban kami sebagai kepala daerah untuk menyambutnya dengan baik,” uajr Gubernur OD sapaan singkat Dondokambey.

Disampaikan pula kalau dirinya memahami kondisi yang dirasakan masyarakatnya saat ini, namun dalam rangka menjalankan tugas selaku pejabat Negara (Gubernur), maka Gubernur OD harus menjalankan tugas mulia tersebut untuk menerima dan menjamu Wakil Ketua DPR RI di Sulut.

”Saya sendiri cukup mengerti dan memaklumi adanya arus penolakan kedatangannya di daerah kita, dan itu sah-sah saja karena hak masyarakat. Tapi sebagai kepala daerah tetap saya harus menerimanya karena kedatangannya dalam kapasitas pejabat negara, bukan yang lainnya,” ucap Gubernur OD sambil menunjukkan surat tugas kunjungan kerja Fahri Hamzah ke Sulut yang dikeluarkan oleh Lembaga DPR-RI dengan nomor PW/08237/DPRRI/V/2017, di dampingi Victor Rarung, Staff pribadi Gubernur Olly pada sejumlah wartawan yang mewawancarainya.

Dijelaskan Gubernur bahwa dirinya sama seperti masyarakat Sulut pada umumnya yang sangat menolak kelompok-kelompok radikal yang sangat mengancam NKRI.

“Saya sangat menolak keras kelompok-kelompok radikal tumbuh di Bumi Toar Lumimuut, dan saya yang paling depan akan membubarkannya,” papar Olly yang adalah politisi PDI-Perjuangan ini tegas.

Lanjut disampaikannya lagi, tapi tetap Sulut yang sudah menjadi ikon kerukunan serta perdamaian tetap harus kita jaga bersama. Karena orang Sulut sudah dikenal secara nasional orangnya ramah dan bersahaja, imbau Gubernur.

“Sulut cinta damai dan menjunjung kerukunan demi terus menjaga bingkai NKRI,” ujar Gubernur.

Sebelumnya Gubernur juga sempat menerima langsung aspirasi masyarakat di Bandara Sam Ratulangi, dengan menyatakan bahwa warga Sulut sangat cinta damai serta sangat toleransi dalam kerukunan.

“Mari kita semua mempertahankan kerukunan dan kedamaian dai daerah kita. Saya Gubernur pilihan anda semua, tak mungkin saya akan menggadaikan Sulut,” kata Gubernur Olly dihadapan massa aksi yang berada di Bandara Sam Ratulangi.

Kedatangan Fahri Hamzah sebagai Wakil Ketua DPR RI, harus mengikuti protap pengamanan kepada Fahri Hamzah sebagai Pejabat Negara. Akibat banyaknya massa di depan Bandara, sehingga pola pengamanan harus di lakukan prosedur melalui pintu belakang baik itu saat tiba di Manado dan kembali ke Jakarta. (*/Mas)

iklan1