Tag: fakultas mipa

Proyek Mangkrak di Unsrat Kembali Dapat Desakan LSM untuk Diusut

Parktek korupsi, ilustrasi (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Kejahatan korupsi memang sukar rasanya didiamkan. Seperti yang terjadi di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, dimana kasus dugaan korupsi pengadaan alat laboratorium Fakultas MIPA Unsrat tahun 2015 masih menyisahkan tanda tanya. Hal ini kembali dipertanyakan. Kasus yang ditangani Polda Sulut tahun 2015 silam tidak berkembang hingga ke pengadilan. Padahal proyek pengadaan tersebut memiliki kerugian negara.

Sebagaimana diketahui, pengadaan alat laboratorium Fakultas MIPA dengan pagu anggaran 14 Milyar, HPS Rp. 13.997.921.000 dan Harga Penawaran oleh PT. Naura Permata Nusantara sebagai pemenang lelang Rp. 13.775.529.293. Berdasarkan audit investigasi BPKP menyatakan kerugian negara sebesar Rp 2,4 miliar. Hasil audit tersebut berdasarkan nomor 266/PW18/5/2017 Tanggal 24 Juli 2017 dan telah dihitung Kerugian Keuangan Negara pada Proyek Pengadaan tersebut.

”Saya mendesak Polda Sulut untuk mengusut kembali atau membuka kasus pengadaan alat laboratorium Fakultas MIPA Unsrat. Sebab kasus ini membuktikan ada kerugian negara. Saya yakin ada oknum yang harus bertanggungjawab. Sedangkan menteri bisa ditangkap karena kasus korupsi,” kata aktivis LSM yang juga pegiat antikorupsi Sulawesi Utara, Jefrey Sorongan.

Informasi diperoleh, para oknum yang telah diperiksa Polda Sulut pada waktu lalu telah melihat Slip Setoran dan pengembalian kerugian keuangan negara berkaitan dengan proyek pengadaan sebanyak Rp2,4 Milyar yang disetor melalui Rekening di Bank BNI Cabang Pembantu Unsrat. Pengembalian kerugian keuangan negara yang disetor secara bertahap oleh Bendahara Penerima Unsrat membuktikan bahwa telah terjadi Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah laporan ke Polda Sulut tahun 2015.

”Bahwa diatur dalam undang-undang 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal (4) Pengembalian Kerugian keuangan Negara atau perekonomian Negara tidak menghapuskan pidananya pelaku tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 danPasal 3. Pimpinan Unsrat dalam hal ini rektor harus bertanggungjawab karena patut diduga ada keterlibatan oknum petinggi Unsrat pada kasus itu,” ujar Sorongan tegas.

(*/Amas)

iklan1