Tag: felly runtuwene

Tidak Fokus, Kinerja Felly Runtuwene Dipertanyakan

Taufik Tumbelaka (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Direktur Eksekutif Tumbelaka Academic Canter (TAC), Taufik Tumbelaka, S.IP angkat bicara terkait sinergitas kerja pemerintah dalam penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Senin (29/6/2020), Tumbelaka menyebut eskalasi warga yang terpapar pandemi COVID-19 makin meningkat, sehingga penting semua stakeholder bahu-membahu melakukan pencegahan dan penanganan.

”Pada saat ini Sulawesi Utara telah tembus angka psikologis 1000 pasien positif covid-19 dan saat ini terkonfirmasi telah sekitar 1057 pasien dan sekitar 76 meninggal dunia dimana ada sekitar 172 pasien sembuh. Jumlah pasien positif covid 19 di Sulut relatif sangat tinggi dikarenakan jumlah penduduk Sulut tergolong sedikit, sekitar 2,6 juta jiwa. Untuk itu perlu perhatian khusus dari semua pihak termasuk Pemerintah Pusat,” kata Tumbelaka.

Tidak hanya itu, pengamat politik pemerintahan ini mengingatkan para wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), khususnya yang membidangi kesehatan agar responsif terhadap situasi yang ada di Sulut. Jangan sampai ada kesan penghuni Senayan asal Sulut hanya bersikap pasif serta apatis terhadap situasi daerahnya.

”Terkait hal tersebut diharapkan wakil rakyat Sulut di DPR RI dapat berperan lebih jauh, apalagi diketahui Ketua IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, berasal dari daerah pemilihan Sulut. Felly E Runtuwene diharapkan bisa berkontribusi lebih besar lagi terkait masalah yang dihadapi dunia kesehatan Sulut yang tengah menghadapi pandemi COVID-19 dengan lebih keras lagi,” ujar Tumbelaka.

Felly Estelita Runtuwene (Foto Istimewa)

Di tempat terpisah, Benny Tenda, S.IP, selaku kader Partai NasDem menyampaikan harapannya agar Felly Runtuwene lebih memaksimalkan kinerjanya sebagai kebanggaan warga Sulawesi Utara di Senayan. Menurut Benny harapan masyarakat agar utusan mereka dapat berbuat lebih banyak di DPR RI harus dapat diwujudkan Felly Runtuwene.

”Yang utama adalah tingkatkan kemampuan. Ibu Felly Runtuwene ini kebanggaan warga Sulawesi Utara, itu berarti warga berharap Ibu berbuat, memperjuangkan kepentingan masyarakat Sulawesi Utara di Senayan. Tidak mudah capaian yang diembang sebagai wakil rakyat di Senayan, kita berharap Ibu Felly bekerja sepenuh hati dan lebih fokus lagi untuk mengabdi pada masyarakat,” ujar Benny tegas.

Keprihatinan juga datang dari Direktur Sulut Political Institute (SPI), Fumiko Rorong, S.Pd, yang menyentil soal peran aktif para wakil rakyat dalam menyerap serta memperjuangkan aspirasi masyarakat. Aktivis perempuan ini mengajak agar Felly Runtuwene dapat menjadi role model, tidak bersikap cuek terhadap kondisi Sulut yang tengah dilanda pandemi COVID-19. Menurutnya jika Felly bekerja aktif, menjadi pioneer maka hal itu turut membuat bangga para perempuan di daerah ini.

”Kami mendorong dan ikut mengingatkan para wakil rakyat di Senayan. Bersyukur mereka punya kesempatan, kedudukan yang didapat dengan upaya keras itu harus berbuah manis untuk sebuah pengabdian bagi banyak orang. Ibu Felly Runtuwene tentu menjadi kebanggan warga Sulut, terlebih bagi kaum perempuan. Tapi, jangan lantas hal itu membuat Ibu Felly berdiam diri, lambat merespon keluhan masyarakat Sulut. Ayo jadilah pelopor dalam memberantas COVID-19 di daerah Nyiur Melambai ini, kami tentu bangga dan ikut memberi support,” tutur Fumiko.

(*/Bung Amas)

FELLY RUNTUWENE Bicara Soal Posisi NasDem di Pilgub Sulut

Felly Estelita Runtuwene, SE (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Penjajakan dan komunikasi politik jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) makin mengalir deras. Berbagai usaha ekstra, penuh strategi dilakukan para pimpinan partai politik. Tentu dengan target harus menang dalam Pilkada. Selain itu, segala kemungkinan koalisi dalam politik terus mengalami perubahan intensitasnya, bergantung kelihaian para politisi membangun komitmen.

Segala jalur digarap, dengan standar etis tentunya. Guna menjawab ragam pertanyaan public terkait konstalasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulut, apakah Partai NasDem akan berlabuh dalam koalisi bersama Partai Golongan Karya (Golkar) atau tidak?, Felly Estelita Runtuwene, SE, selaku Ketua Komando Pemenangan Wilayah (Kompewil) Sulawesi ikut angkat bicara. Runtuwene saat menghubungi Exposemedia, Selasa (5/5/2020) menyampaikan arah koalisi dari NasDem.

Menurut politisi yang kini berada di gedung Senayan itu, opsi untuk meraih kemenangan politik bergantung pada komunikasi dan bacaan politik yang komprehensif. Itu sebabnya, segala probabilitas politik selalu diperhitungkannya. Karena bila bicara Pilkada, maka harus melakukan mapping dari tingkat Pilgub sampai Pibup dan Pilwako.

”Saya selaku Ketua Pemenangan NasDem sedang merancang strategi untuk menang di Pilkada Serentak, terutama di Sulawesi Utara. Tidak mudah memang, saya akui itu. Tapi, kalau kita mengkalkulasinya secara matang dan komprehensif, maka kemenangan akan kita raih dengan mudah. Kita membaca peluang menang, sembari mengedepankan politik etik dan edukasi politik tentunya. Kami memikirkan bagaimana skema Pilgub, lalu kemudian, Pilbub dan selanjutnya Pilwako,” kata Felly yang juga Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ini.

Tidak hanya itu, Runtuwene yang juga wakil rakyat dari Dapil Sulawesi Utara ini menyampaikan intensitas komunikasi terus digenjotnya. Politisi perempuan yang dikenal vokal ini tidak membatah terkait informasi mesranya hubungan NasDem dan Golkar di Sulut. Modal politik tersebut bahkan dikatakan Felly menjadi potensi kuat dalam mengukuhkan dan mematangkan koalisi antara NasDem-Golkar. Apalagi di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem dan juga Golkar, pertemuan telah digagas jauh sebelumnya.

”Memang saat pandemic Covid-19, mengharuskan kita semua untuk menahan sejenak konsolidasi dan geliat politik. Atas nama kemanusiaan kita semua berbuat untuk rakyat. Walau begitu, dibanding dengan beberapa partai politik lainnya, NasDem-Golkar solid berkomunikasi. Kebetulan secara struktural di tingkat DPP pimpinan-pimpinan kami sudah menjalin komunikasi dengan sangat baik. Mereka telah secara garis besar membicarakan narasi-narasi besar tentang pembanguna Indonesia, termasuk yang diawali dari daerah,” tutur Felly yang juga mengatakan, semua masih dalam tahap komunikasi politik.

Lebih lanjut, Felly juga tak menutup kemungkinan peluang koalisi dengan partai politik lainnya. Menurutnya peta politik untuk Pilkada di Sulut kali ini relatif alot. Politisi perempuan yang akrab juga disapa FER itu menyebutkan pula bahwa sesuai hitung-hitungan matang DPP NasDem melakukan mapping. Pihaknya mengantisipasi jangan sampai kecolongan, dan abai dalam mencermati pergeseran peta politik lokal maupun nasional.

(*/Bung Amas)

Nama Dondokambey dan Rhamdani Melejit Dipentas Caleg DPR RI

Adriana Dondokambey dan Benny Rhamdani (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Tanda kemenangan caleg PDIP Sulut ke DPR RI sudah terbayang. Dari 16 peserta Pemilu 2019-2024, starting six partai berlogo banteng dalam lingkaran paling mengerikan. Keenamnya dikenal bertaji tajam mendulang suara.

Ini terbukti, dari beberapa survey, termasuk poling terbaru yang dilakukan litbang Harian Manado 28-29 Maret 2019. Dari 154 responden yang tersebar di 15 kabupaten dan kota, dua caleg PDIP Sulut untuk senayan meraup suara tertinggi. Jauh meninggalkan lawan dan kawan.

Adriana Dondokambey mendulang dukungan 15,58 persen. Dukungan suara kakak kandung Gubernur Sulut Olly Dondokambey merata menyebar di Manado, Bitung-Minut, Minahasa raya, Nustra dan Bolmong raya. Adriana mendapat dukungan suara tertinggi dari Minahasa raya sekira 41,7 persen, Bitung-Minut 33,3 persen, Manado 20,8 persen dan terendah dari Bolmong raya hanya 4,2 persen.

Di urutan kedua mantan Bupati Bolsel Herson Mayulu. Tandem Adriana ini merengkuh suara sebanyak 14,94 persen. Arus dukungan dari pemilih Manado 52,2 persen dan BMR 47,8 persen. Sementara Vanda Sarundajang berpeluang masuk ke Senayan untuk periode ketiga, karena suara anak mantan gubernur Sulut SH Sarundajang sekira 4,5 persen. Andaikata tiga caleg lain sama signifikan, maka kans PDIP memborong tiga kursi bukan mustahil.

”Perolehan suara caleg PDIP signifkan. Dari enam caleg, lima masuk dalam poling,” kata tim data Litbang Harian Manado Rio Pratama Senin kemarin. Di posisi ketiga caleg Partai Demokrat James Karinda. Politisi muda Partai Demokrat ini meraih dukungan 11,69 persen. Ia meraih cukup besar di Manado 94 persen, sisanya Minahasa 5,6 persen. Andaiakata pemilu 17 April pekan ini, hampir dipastikan kursi PD akan direbut James dari seniornya EE Mangindaan Yang fenomenal adalah caleg Partai Hanura Benny Rhamdani. Senator dapil Sulut ini meraih dukungan suara 6,4 persen.

Dia satu-satunya caleg Hanura yang dipilih dalam poling. Hanya sayang, kerja keras mantan legislator DPRD Sulut ini akan sia-sia kalau tandemnya tidak meraih suara tinggi. Apalagi, survei nasional Hanura sulit masuk ambang batas parlementary threshold (PT) 4 persen. Peluang meraih kursi senayan Partai Golkar. Dua kepala daerah sebagai modal Partai Golkar.

Kans terbesar di tangan Adrian Paruntu putra mahkota PG dan Jerry Sambuaga, incumbent PAW Aditya Moha. Paruntu yunior meraih dukungan 4,55 persen, jauh di atas Jerry Sambuaga 1,3 persen. Kursi terakhir atau kursi keenam masih tanda tanya. Meski prediksi para pengamat melihat Partai Nasdem punya kans menggeser caleg Partai Gerindra dan PAN.

Hasil poling menunjukkan peluang kursi ada di tangan Felly Runtuwene dan Hillary B Lasut. Srikandi asal Minsel ini meraih dukungan 5,8 persen. Gaco dari Surya Paloh ini meraih dukungan terbanyak di Manado 33 persen dan Nustra 33 persen.

Sementara yuniornya Hillary anak bupati terpilih Elly Lasut peluang merampas kursi terakhir karena dukungan dari kepulauan Nustra sekitar 71 persen dn Minahasa raya 28 persen.

”Bisa saja bu Felly atau Hillary meraih kursi Nasdem. Karena keduanya punya basis dukungan yang berbeda. Felly berharap suara Minsel, Manado dan Bitung Minut. Hillary menggantungkan harapan ke bapaknya Elly Lasut, pendukung di Tomohon dan Mitra,” katanya.

Seperti diketahui, poling yang dilakukan tim Harian Manado dilakukan secara random di 15 kabupaten/kota. Dari 154 responden, yang belum menyatakan pilihan 5,84 persen. Alasan mereka belum tahu siapa yang akan dipilih. Bagaimana peluang caleg Gerindra dan PAN? Hasil poling, andalan Gerindra Wenny Warouw hanya meraih dukungan 2,6 persen.

Mantan jenderal polisi ini meraih suara tertinggi di Manado. Di line up Gerindra hanya Wenny yang kuat. Selebihnya belum terlalu popular secara luas. Kursi Gerindra bisa terancam, kalau hanya Wenny bekerja sendirian. Berbeda dengan periode 2009-2014, line up Gerindra diisi Audy Lieke dan Mayjen (purn) Glen Kairupan. Yang paling memiriskan, adalah PAN.

Komposisi PAN yang kurang menggigit untuk DPR RI, membuat kursi yang direbut dua periode sebelumnya terancam embang ke partai lain. PAN saat ini mengandalkan Amelia Landjar dan Bara Hasibuan. Keduanya ditopang dr Makmun Jafara dan Dedy Dolot.(*/Redaksi)

Lakukan Reses di Minsel, Felly Runtuwene Disambut Ratusan Masyarakat

Saat reses Felly E Runtuwene (FOTO Suluttoday.com)

MINSEL, Suluttoday.com – Anggota DPRD Prov Sulawesi Utara (Sulut) Felly E. Runtuwene SE, melaksanakan kegiatan masa Reses 1 Tahun 2018 dapil Minsel – Mitra Pelaksanaan reses anggota DPRD Prov.Sulut dari partai Nasional Demokrat ini dihadiri ratusan masyarakat serta simpatisan partai Nasdem.Dilaksanakan di halaman rumah hukumtua Desa Wakan kegiatan ini di gelar.

Dihadapan para wartawan yang meliput di biro minsel anggota DPRD Felly sapaan akrap nya menjelaskan kalau reses kali ini suda meliputi berbagai desa di Minsel seperti, Desa Pontak, Powalutan, Modoinding, Tompasobaru dan Maesaan dan kebanyakan masyarakan berbicara soal infrastruktur serta permasalahan pertanin.

“Sampai hari ini pelaksanaan reses sudah mencapai beberapa desa di Minsel, dan kebanyakan dari masyarakat mempertanyakan soal infrastruktur selain itu juga urusan pertanian, dikatakan masyarakat petani mereka tidak butuh peralatan pertanian hingga miliyaran rupiah yang mereka butuh sederhana saja hanya cangkul dan skop dan sebagai nya,kemudian terjadi kelangkaan pupuk masyarakat petani sulit mendapatkan pupuk, kalaupun ada sangat mahal harga nya, saya menduga ada oknum – oknum yang nakal yang membuat petani sulit mendapatkan pupuk tersebut,” ungkap Felly Runtuwene.

Runtuwene berjanji akan membawa setiap permasalahan masyarakat untuk di bahas dan di carikan solusi nya di DPRD Provinsi Sulut. Usai melaksanakan reses di desa Wakan siang tadi, anggota DPRD Prov. Sulut Felly Runtuwene langsung melanjutkan kegiatan reses nya ke desa berikut nya. Hadir dalam kegiatan itu,Ratusan masyarakat desa Wakan para kader – kader partai Nasdem serta Insan Pers. (Friska)

NasDem Sulut Masukan 28 Bakal Calon Kepala Daerah ke Kejati

Pengurus NasDem saat diterima Kajati Sulut (Foto Suluttoday.com)

Pengurus NasDem saat diterima Kajati Sulut (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Pengurus Partai Nasional Demokrat (NasDem), Sulawesi Utara (Sulut) melalui Vergie Baker selaku koordinator NasDem Sulut dan Pelaksana Harian (Plh), Felly Runtuwene serta Ketua NasDem Kota Manado dan beberapa pengurus lainnya langsung menuju kantor Kejaksaan Tinggi (Kejari) Sulut untuk menyerahkan nama-nama bakal calon Kepala Daerah di Sulut.

”Kami hadir disini untuk menyerahkan nama-nama calon Kepala Daerah kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut. Sekitar 28 nama yang mendaftar di NasDem Sulut, dari nama-nama ini akan kami seleksi, kemudian kami persilahkan kepada Kajari Sulut melakukan semacam koreksi apakah mereka terlibat atau diduga melakukan tindakan korupsi atau seperti apa. Karena kami mau mencari calon Kepala Daerah yang bersih,” ujar Vergie dihadapan wartawan.

Menyambut kehadiran pengurus NasDem, Tengku Muhammad Syahrizal Kepala Kejaksaan Sulut menyampaikan apa yang dilakukan NasDem patut menjadi contoh bagi Partai Politik (Parpol) lainnya. ”Partaii politik yang pertama di Sulut yang mengambil langkah semacam ini baru NasDem, ini patut dijadikan contoh. Kami menyambut dengan baik apa yang dilakukan pengurus NasDem Sulut, berkas dan nama-nama yang diajukan akan kami tindaklanjuti sebagaimana dimaksud,” tutur Syahrizal.

Untuk diketahui, di Provinsi Sulawesi Untara sendiri akan menggelar Pilkada di 7 Kabupaten/Kota. Pengurus NasDem Sulut  memiliki target politik yang cukup, hal ini disampaikan Bakeri bahwa pihaknya tidak hanya fokus melakukan konsolidasi dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH), begitupun tidak hanya konsen pada Koalisi Merah Putih (KMP). (Amas Mahmud)

iklan1