Tag: Ferry Keintjem

Siap Perang Total, Ini Sikap ODC untuk Pilwako Manado

Olly Dondokambey dan Ferry Keintjem (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Selain intens turun mengamankan basis massa dan konsolidasi dalam rangka menang di Pilwako Manado, 23 September 2020, Olly Dondokambey Center (ODC) Manado juga menyiapkan strategi yang matang. Hal itu sebagaimana disampaikan Ferry Keintjem, SE Ketua ODC Kota Manado, Kamis (27/2/2020). Menurut Keintjem untuk memenangkan Pilwako Manado tentu pihaknya akan bekerja total dan sungguh-sungguh.

”Kami siap perang total untuk menang di Pilwako Manado 2020. ODC Kota Manado sedang giat-giatnya turun ke lapangan, sosialisasi, merawat basis pendukung dan akan meningkatkan konsolidasi tentunya. Prinsip kerja bersama, kompak serta satu komando akan kita jalankan. Kerja-kerja politik tentu sebagaimana perintah Ketua Dewan Pembina, Pak Olly Dondokambey yaitu bersatu kita maju dan menang, dengan soliditas bekerja politik, sportif dan menghormati nilai-nilai demokrasi,” ujar Keintjem.

Sementara itu, soal beredarnya informasi tentang dukungan ODC terhadap salah satu bakal calon dari PDI Perjuangan yang akan diperjuangkan untuk mendapatkan rekomendasi mendapat bantahan Ketua ODC Manado. Menurut Keintjem pihaknya menunggu keputusan final dan arahan Olly, apa yang diputusakan PDI Perjuangan pihaknya berkewajiban berjuang memenangkan.

”ODC Manado siap perang total. Untuk sementara kita tidak berpihak ke bakal calon tertentu yang sekarang mereka-mereka adalah kader terbaik dan aset PDI Perjuangan. ODC Manado akan menunggu perintah Pak Olly Dondokambey, siapa yang diputuskan kita akan berjuang mati-matian memenangkannya. Pilwako Manado harus dimenangkan PDI Perjuangan, kita berjuang full 100 % sesuai arahan dari Pembina ODC,” ujar Keintjem tegas.

Sekedar diketahui, baik Richard Sualang, Aaltje Dondokambey, Andrei Anggow, James Sumendap maupun Robby Dondokambey, serta kader terbaik PDI Perjuangan lainnya yang diputuskan menjadi calon Wali Kota Manado, ODC Manado siap memenangkannya. Semua keputusan yang akan dilakukan ODC bulat bergantu pada Olly Dondokambey. (*/Amas)

Sepakbola LIPESIA Hentak Klabat 15 Desember

Fery A. Keintjem, SE, Ak menerima SK Panitia (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Liga Pekerja Indonesia (Lipesia) tingkat Sulawesi Utara (Sulut) direncanakan bergulir tanggal 15 Desember 2017. Ketua Panitia, Fery A. Keintjem, SE, Ak menjelaskan, kegiatan ini merupakan program Presiden RI, Joko Widodo melalui Kementerian Ketenagakerjaan RI.

“Kita akan gelar penyisihan untuk tingkat Propinsi Sulut, yang akan di ikuti perusahaan swasta, BUMN dan BUMD di Sulut. Saat ini sudah ada 15 perusahaan yang menyatakan kesediaan ikut,” jelas Keintjem usai menerima SK Panitia dari Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Sulut di kantor Disnakertrans Sulut, Kamis (30/11/2017) lalu.

Dirut PD Pasar Manado ini menambahkan, untuk penyisihan tingkat Propinsi akan di gelar di stadion Klabat dalam memperebutkan piala Gubernur, piala Walikota Manado dan piala Kadisnakertrans Sulut. Sementara Koordinator Provinsi (Korprov) Lipesia Sulut, Feliks Lasut menjelaskan, tim yang lolos akan mewakili Sulut ke tingkat regional Sulawesi. Selain itu, Sulut bisa juga ditunjuk jadi tuan rumah tingkat regional Sulawesi.

“Nantinya tim yang lolos dari regional akan mewakili Sulut ke babak final di tingkat Nasional. Babak final akan digelar di Gelora Bung Karno bulan Mei dalam rangka memperingati hari Buruh atau May Day. Sedangkan tingkat nasional memperebutkan piala Presiden RI, Joko Widodo,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Propinsi Sulut, Ir. Erni B. Tumundo, M.Si berharap agar panitia mempersiapkan dengan matang Lipesia Propinsi Sulut.

“Dibawah kepemimpinan Ketua Panitia bapak Fery Keintjem, SE, Ak, saya berharap Lipesia tingkat Propinsi Sulut ini bisa berjalan dengan baik,” harap Tumundo. (don)

Hebat, Dirut Ferry Keintjem Memang SAKTI

Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut dan Ferry Keintjem (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Beredarnya informasi terkait pencopotan Ferry Keintjem, dari jabatan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Manado dalam waktu dekat ternyata belum terbukti, faktanya Wali Kota Manado, DR GS Vicky Lumentut masih mempercayai Keintjem mengelola Pasar di Manado. Bahkan, Keintjem makin ‘sakti’ dan ‘perkasa’ dengan posisinya tersebut, hal itu juga disampaikan sejumlah mantan Dirut PD Pasar Manado.

Menurut Drs Jimmy R Kowaas, selaku mantan Dirut PD Pasar Manado, Jumat (6/10/2017) saat ditemui di kawasan Jalan Roda (Jarod) Manado bahwa keberadaan Keintjem sebagai Dirut PD Pasar Manado memang makin kuat. Meski, banyak pedagang yang melayangkan protes melalui demo berangsur-angsur belum lama ini, gaji karyawan yang baru dibayar setengah (kas bon), serta sejumlah kebijakannya yang mendapat penolakan pedagang tidak memberi efek apa-apa terhadap jabatannya dimata owner.

”Hebat, Dirut Ferry Keintjem memang sakti. Lihat saja sampai saat ini suara-suara teriakan protes pedagang atas keluhan naiknya iuran atau sewa ruangan, permasalahan biaya sewa notaris, titipan pajak, begitu pula dengan gaji karyawan yang menurut beberapa laporan kepada saya mereka belum mendapatkan gaji sepenuhnya, sampai dirinya dilaporkan ke Polisi dan Kejaksaan. Itu semua seperti jauh dari perhatian owner, ada apa sebenarnya,” ujar Kowaas yang turut diaminkan mantan Dirut Irwan Olii, SE.

Lanjut mantan birokrat ini mengaku kagum dengan kuatnya pengaruh Dirut Ferry Keintjem yang meski banyak mendapatkan protes tapi tetap saja dipakai owner untuk memimpin PD Pasar Manado. Padahal, kata Kowaas demi memajukan PD Pasar Manado perlu ada restrukturisasi jabatan dan perbaikan, banyak hal yang harus dibenahi di PD Pasar Manado saat ini agar setoran ke Kas Daerah (PAD) bisa berjalan stabil.

”PD Pasar harus diperbaiki kebijakan-kebijakannya, banyak pedagang mengeluh, begitu pun karyawan PD Pasar Manado sendiri, tapi seolah-olah tidak digubris. Untuk karyawan tentu mereka takut menyampaikan aspirasi atau keluhan mereka tersebut, nah memang saya juga kagum atas begitu besarnya pengaruh Ferry Keintjem sehingga owner tidak berani mengganti dirinya dari jabatan Dirut PD Pasar Mando. Karena menurut saya, PD Pasar Manado harus disehatkan, supaya setoran ke Kas Daerah lancar seperti yang dilakukan Dirut-Dirut sebelumnya meski pendapatan perharinya kecil, pada saat itu tapi mampu menyetor ke Kas Daerah,” ujar Kowaas.

Sementara itu ditempat terpisah, anggota DPRD Manado, Sjarifudin Taha angkat bicara. Taha menyarankan agar Wali Kota Manado mengambil sikap tegas untuk membela pedagang yang saat ini merasa kepentingannya didzolimi Dirut PD Pasar Manado.

”Pedagang sudah mengeluh, terutama mereka yang merupakan korban ‘penggusuran’ dimana tempat mereka dibongkar. Kasihan, pedagang juga cari hidup, mereka butuh makan dan minum, mereka punya nurani, jangan kemudian keluhan-keluhan pedagang diabaikan, Pak Wali Kota Manado harus tegas dalam hal ini, karena semua permasalahan yang dialami pedagang muaranya dari pimpinan sebagai pengambil kebijakan di PD Pasar Manado. Itu artinya kalau serius menyelesaikan persoalan PD Pasar Manado, Ferry Keintjem harus diganti sebagai Dirut PD Pasar,” kata Taha yang juga kader PAN Kota Manado ini. (Amas)

Dirut PD Pasar Manado Resmi Dilaporkan ke Kejati Sulut

Pedagang saat melaporkan Dirut PD Pasar Manado di Kejati Sulut (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Selain melakukan demo belum lama ini, para pedagang tradisional di Kota Manado, terlebih khusus tim 14 pedagang pasar Bersehati Manado menempuh jalur hukum dengan melaporkan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Manado, Kamis (8/6/2017) kemarin. Pedagang yang didampingi tim dari Lembaga Bantuan Hukum (BLH) dan Sjahbudin Ardin Noho pendamping pedahang, resmi melaporkan Dirut PD Pasar Manado ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut), dengan menyerahkan bukti dugaan pungutan liar (Pungli) dan pelanggaran Perdis yang diduga dilakukan Dirut PD Pasar Manado.

”Sudah pedagang secara resmi telah melaporkan Dirut PD Pasar Manado ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara atas temuan kami, dilengkapi dengan sejumlah bukti. Laporan kami menyangkut dengan dugaan Pungli dan pelanggaran Perdis yang dilakukan Dirut PD Pasar Manado,” ujar Ardin Noho tegas, Jumat (9/6/2017) saat diwawancarai di Jarod Manado.

Tidak hanya itu, kata Ardin Noho bahwa pedagang selain melakukan pengawalan terhadap proses di Kejati Sulut juga menyiapkan sejumlah langkah aksi dan konsolidasi. Tim 14, lanjut Ardin Noho menyebutkan akan mendukung konsep pembangunan yang dilakukan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado.

”Kita terus mengawal proses di Kejaksaan Tinggi, kemudian menyiapkan langkah aksi, konsolidasi sampai pada penggalangan tandatangan mosi tidak percaya terhadap Dirut PD Pasar Manado. Kalau pedagang, jelas mendukung sepenuhnya upaya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado untuk memajukan pasar tradisional di Manado, tapi bukan dengan cara-cara seperti yang dilakukan Dirut PD Pasar Ferry Keintjem saat ini,” papar Ardin Noho tegas. (Amas)

Tadi Dipanggil Ombudsman, Besok Dirut PD Pasar Manado Dilapor di Polda Sulut

Ferry Keintjem (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Bagai gayung bersambut, keberadaan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Manado, Ferry Keintjem menghadirkan dinamika yang cukup berbeda ditengah pedagang tradisional di Manado, berbeda dengan Dirut-Dirut sebelumnya. Seperti hasil informasi yang dirangkum media ini, Rabu (7/6/2017), Keintjem dipanggil Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) terkait laporan pedagang.

Saat dikonfirmasi via WhatsApp, pemanggilan Dirut PD Pasar Manado dibenarkan Kepala Ombudsman Perwakilan Sulut, Helda Tirayoh, Rabu (7/6/2017). Dalam tanggapannya, Helda mengatakan bahwa Ferry Keintjem telah menghadiri panggilan (undangan) pihak Ombudsman Sulut. Namun begitu, menyangkut apa yang diklarifikasi kepada Keintjem, Helda enggan membeberkannya.

”Maaf kalau hasil klarifikasi kita tidak bisa buka dimedia, nanti jadi salah,” ujar Helda yang juga menambahkan bahwa tadi siang Keintjem menghadiri panggilan Ombudsman Sulut.

Ditempat terpisah, Keintjem ketika ditanya apakah sudah menghadiri undangan Ombudsman Sulut, dan klarifikasi apa yang ditanya Ombudsman, Keintjem mengarahkan agar ditanya langsung ke Ombudsman. Keintjem mengakui di undang sejak Minggu lalu, dan wartawan media ini disebut terlambat mendapatkan informasi.

”Tanya jo pa ORI ada klarifikasi apa. Kita diundang sejak Minggu lalu, terlambat ngana Amas,” tutur Keintjem melalui WhatsApp.

Sementara itu, menurut Sjahbudin Ardin Noho, pendamping pedagang khsusnya insiator tim 14 pedagang Bersehati Manado mengakui kalau pihaknya telah melaporkan Keintjem ke Ombudsman Sulut. Ardin Noho pada media ini berharap agar Keintjem jujur mengungkapkan apa adanya yang terjadi, selain itu Ardin Noho menyampaikan rencana pedagang untuk melaporkan Ferry Keintjem ke Polda Sulut pada Kamis (8/6/2017) besok.

”Tentu Pak Dirut PD Pasar Manado, Ferry Keintjem dipanggil karena laporan kami soal dugaan Pungli, buruknya pelayanan, indikasi pelanggaran Perdis PD Pasar Manado nomor 01 tahun 2016, kami berharap Ombudsman membantu pedagang dan juga Dirut menjawab pertanyaan pihak Ombudsman dengan jujur. Besok, Kamis (8/6/2017) pedagang yang didampingi LBH Manado akan melaporkan Dirut PD Pasar Manado, saudara Ferry Keintjem ke Polda Sulut.” tutur Ardin Noho tegas. (Amas)

iklan1