Tag: firasat mokodompit

PETI di Bolmong Makan Korban Nyawa, Mahasiswa Desak Segera Ditutup

Situasi berlangsungnya penertiban PETI (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Terkait bencana dan korban nyawa dari beroperasinya Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Bolaang Mangondouw (Bolmong). Aparat penegak hukum dan Pemkab Bolmong diminta menseriusi penutupan PETI di wilayah Bolmong, khususnya di  Bakan, Lolayan. Apalagi korban PETI terus berjatuhan.

Hal tersebut disampaikan aktivis mahasiswa Rahman Mokoagow mendesak agar aparat hukum dan instansi terkait segera mengambil langkah tegas. Langkah kongkrit harus diambil untuk mencegah jatuhnya korban susulan.

”Kami mendesak kiranya aparat hukum dan instansi terkait dapat menindak tambang ilegal tersebut,  ini sudah meresahkan masyarakat,  apalagi sudah banyak korban berjatuhan akibat tambang ilegal yang tidak memenuhi standar keamanan pertambangan,” ucap Rahman.

Senada ditegaskan tokoh masyarakat Bolmong Raya (BMR) Firasat Mokodompit. Apalagi mengenai blok Bakan, Firasat memberikan dua opsi yang harus dilakukan oleh pemerintah dan aparat.

”Nah, pertama kami meminta hentikan penambangan liar yang berisiko tinggi bagi keselamatan penambang. Aparat hukum harus tegas untuk tidak lakukanpembiaran terhadap PETI,” terangnya.

Di tempat terpisah, ekonom Bolmong, Baks Affandi menyampaikan bahwa soal PETI perlu ada kejujuran dari semua pihak, karena ini masalah yg sudah lama dan sudah berulang-ulang terjadi insiden tapi tidak pernah ada penyelesaian yang sifatnya tuntas dan berkesinambungan.

”Kejujuran yang dimaksud, terutama berhubungan dengan Transparansi dan Akuntability dari pemegang otoritas yang berhubungan dengan kebijakan pertambangan emas di wilayah BolMong. Analisis analisis lainnya yang sering dikemukakan, ujung-ujungnya rakyat yang dijadikan penyebab utama, sementara menurut amatan saya rakyat adalah korban dari kebijakan. Ini pendapat saya setelah mengamati hiruk-pikuknya masalah PETI di BolMong dalam kurun waktu 25 tahun belakangan ini,” ujarnya.

Dikatakannya lagi, lahan lahan PETI bukan dikelola warga biasa, karena di lokasi banyak alat berat seperti escavator. Kalau UU penambang rakyat itu hanya menggunakan alat cangkul, kata salah mantan penambang. (*/Redaksi)

Tak Gentar Ditetapkan Tersangka, Firasat Lapor Artha Graha ke Istana

Firasat Mokodompit bersama Wapres Jusuf Kalla (FOTO Ist)

MANADO, Sulutoday.com – Penetapan tersangka oleh Polda Sulut terhadap Firasat Mokodompit, SE atas laporan pencemaran nama baik, mendapatan perlawanan balik dari tokoh masyarskat Bolaang Mongondow (Bolmong) yang juga pemerhati sosial ekonomi ini.

Menurut Firasat, Jumat (23/3/2018) dirinya bersama Lawyer Irwan Lalegit, SH (Peradi Jakarta) telah menemui Wapres JK di Istana untuk menyampaikan laporan mengenai penyimpangan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank Artha Graha, di wilayah Kabupaten Bolmong.

“Kami telah melaporkan kejadian itu ke Wapres dengan membawa laporan tertulis berupa bukti dan fakta lapangan mengenai penyimpangan sistemik KUR Artha Graha, karena diduga telah terjadi pidana penggelapan serta penipuan terhadap masyarakat Bolmong selang 2017-2018,” ujar Firasat.

Sebelumnya persoalan ini pernah diungkap di media sosial olehnya, sehingga pihak bapak angkat sebagai penyalur KUR Artha Graha melaporkan dirinya atas tuduhan pencemaran nama baik, ke Polda Sulut. Dalam laporannya kepada Wapres di istana, Firasat menjelaskan kronologi penyimpangan penyaluran KUR Artha Graha oleh oknum bapak angkat, Hanny Pontoh sebagai penyalur.

“Laporan secara lisan ke Wapres sudah disampaikan mengenai telah terjadi penyaluran kredit KUR yang tidak sesuai dengan akad,” kata Firasat.

Pada laporannya dijelaskan bahwa setiap nasabah yang mengajukan kredit 25 juta setelah dianggap layak dan telah menandatangani Akad Kredit antara Bank Artha Graha (BAG) dan calon nasabah, oleh bapak angkat dan agen kemudian mencairkan dana itu tapi sudah tidak sesuai dengan jumlah kredit yang tertera dalam akad.

“Kejanggalan ini disamping tanpa kwitansi, dana yang diserahkan pun hanya senilai 2 sampai 5 Juta, bahkan ada yg tidak terima sama sekali (Fiktif). Seperti yang dialami nasabah Hamid Mokoginta, warga desa Mondatong Kecamatan Poigar Kabupaten Bolmong, yang dananya diserahkan oleh Sangadi (Kepala Desa), dimana yang bersangkutan merasa tidak pernah menguasakan untuk mencairkan dana tersebut. Nilainya pun hanya 2 Juta, sedangkan pada rekening koran BAG tertera nilai pinjaman sebesar 25 Juta Rupiah,” tuturnya.

Dia mengaku tak gentar ditetapkan sebagai tersangka demi rakyat Bolmong, yang menurutnya patut dibela. Sebab mereka sudah dibodohi dengan jeratan hutang yang mereka sendiri tidak menikmati.

“Sebagai tersangka, saya akan proaktif dan tak akan lari kemana-mana, dan akan menghargai proses hukum di Polda maupun Kejaksaan, serta Pengadilan yg sedang berjalan. Saya siap lahir bathin dipenjarakan, tapi jika Hakim putuskan bebas karena tidak bersalah, maka pada saat itu pula saya minta Bank Artha Graha Manado ditutup dan akan melaporkan balik Hanny Pontoh di Polda Sulut,” sambungnya.

Pria aktivis PMI ini menambahkan, bahwa ini adalah pintu masuk membongkar kebobrokan penyaluran KUR Bank Artha Graha oleh pihak bapak Angkat yang telah merugikan rakyat secara sistemik. Kejadian ini telah dilaporkan kepada Bupati Bolmong Yasty Soepredjo Mokoagow, dan beliau sangat prihatin dengan kejadian ini. Wapres menurutnya, sempat menanyakan apakah ada komplain dari masyarakat penerima dana KUR ke pihak BAG, atau melaporkan yang dialami mereka ke pihak Kepolisian.

Menanggapi pertanyaan itu, kepada Wapres dia menjelaskan bahwa sudah beberapa kali LSM LAKI Sulut bersama 60 orang nasabah yang dirugikan melakukan demo ke Bank Artha Graha, OJK Sulut, serta Polda Sulut. Sehingga pihak BAG datang ke Kecamatan Poigar pada tanggal 24 Nopember 2017 (saya Hadir), dimana 60 orang nasabah yang hanya terima 5 Juta pada Juni-Juli 2017 disanggupi ditambah 9,8 Juta, jadi total yang diberikan cuma 14,8 Juta, dari yang harus dikembalikan 25 Juta ditambah bunga. (*/Redaksi)

Golkar Sulut Buka Pendaftaran Bakal Calon Gubernu dan Wakil Gubernur

Firasat Mokodompit (Foto Ist)

Firasat Mokodompit (Foto Ist)

PANITIA PENJARINGAN GOLKAR SULUT

MEMBUKA PENDAFTARAN Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut, Bakal Calon Bupati/wakil dan Walikota/Wakil se- Sulawesi Utara pada:

Hari Tanggal ; Rabu, 27 mei sd 06 Juni 2015.
Waktu : 08.00 sd 17.00 wita.
Tempat : Kawanua Hotel Manado
Jl. Sudirman, samping Travello.

Mekanisme Penetapan CALON KEPALA DAERAH DAN WAKIL ditentukan LEMBAGA SURVEY KREDIBEL dilaksanakan dua tahap dng Lembaga Survey Berbeda.

Kontak Person Panitia :
Melky Manusama Ponsel 0813 9933 0431.
stevy Suwawa. Ponsel 0852 4092 7888.
Catata ; FORMULIR PERSYARATAN BISA DIAMBIL.

Demikian disampaikan PENGUMUMAN ini untuk diketahui, Trima Kasih.

Firasat Mokodompit (Ketua Panitia Penjaringan). (***)

Maju Gubernur, E2L Resmi Mendaftar di Golkar Sulut

Elly Lasut saat mendaftar di Partai Golkar Sulut (Foto Suluttoday.com)

Elly Lasut saat mendaftar di Partai Golkar Sulut (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Kancah politik di Sulawesi Utara (Sulut), khususnya untuk pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulutiat, Elly Engelbert Lasut (E2L), Rabu (27/5/2015) siang tadi resmi mendaftarkan diri di DPD Partai Golkar Sulut untuk maju sebagai calon Gubernur Sulut untuk masa periode 2015-2020.

E2L saat mendatangi Sekretarit tim penjaringan di Hotel Kawanu Manado dikawal sejumlah pendukungnya. Lasut langsung diterima Rene Manembu, Ketua DPD Golkar Sulut, Firasat Mokodompit, Ketua tim penjaringan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur dari Partai Golkar, Herry Kere, bersama sejumlah pengurus lainnya.

Sekalu penanggung jawab pelaksanaan seleksi, Firasat menyambut baik kehadiran E2L untuk mendaftar dari Partai berlambang Beringin ini. Menurutnya sosok Lasut merupakan potret kader Golkar yang potensial. ”Ini merupakan suatu kehormatan bagi Golkar sendiri karena mampu mengorbitkan kadernya untuk bertarung dalam Pilgub Sulut. Pak Elly Lasut merupakan kader yang teruji di Golkar dan memiliki pengalaman pernah menjadi Kepala Daerah. Kami menyambut baik kedatangan beliau tentunya,” ujar Mokodompit. (Amas Mahmud)

Sore Ini Golkar Sulut Resmi Buka Pendaftaran Calon Gubernur

Pengurus Partai Golkar Sulut saat selesai melakukan pleno (Foto Ist)

Pengurus Partai Golkar Sulut saat selesai melakukan pleno (Foto Ist)

MANADO – Dalam rangka menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Ketua DPD Partai Golkar Sulut dibawa kepemimpinan Rene Manembu resmi membuka pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut. Hal tersebut sebagaimana disampaikan Firasat Mokodompit, selaku Ketua Tim penjaringan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut kepada Suluttoday.com.

”Rabu (27/5/2015) pengurus Partai Golkar Sulut resmi membuka pendaftaran calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Sulut. Silahkan semua figur atau kandidat yang mau maju bertarung dalam Pilgub Sulut boleh mendftar, untuk mekanisme pendaftaran disesuaikan dengan AD/ART serta petunjuk DPP tentunya,” ujar Mokodompit.

Tak hanya itu dirinya menyampaikan beberapa nama yang akan mendaftar melalui Partai Golkar, diantaranya Elly Lasut, Maya Rumantir, Jackson Kumaat, dan sederet nama-nama calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut lainnya. ”Hari ini Pak Elly Lasut akan mendaftar ke Golkar, baru setelah itu ada juga Ibu Maya Rumantir, dan beberapa figur populer lainnya yang bertekat maju melalui Partai Golkar,” tukas Mokodompit. (Amas Mahmud)

iklan1