Tag: fisip unsrat manado

FISIP Unsrat Gelar Perayaan Dies Natalis ke-55

Ketua Senat, Dekan FISIP dan panitia (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pelaksanaan Dies Natalis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ke-55 akan diawali dengan prosesi rapat Senat Terbuka. Minggu (24/11/2019), kepada Dr Ferry Daud Liando, Ketua Jurusan Ilmu Pemerintah FISIP Unsrat saat diwawancarai Suluttoday.com menyampaikan terkait sejumlah kegiatan jelang Dies Natalis telah dilaksanakan.

”Sebelumnya panitia telah melaksanakan berbagai macam kegiatan dalam rangka mendukung kegiatan yang dimotori jurusan Ilmu Pemerintahan yakni Seminar Nasional dengan topik Konsolidasi Denokrasi Menuju Pilkada 2020 menghadirkan pembicara Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) Arif Budiman,” ujar Liando.

Berdasarkan informasi panitia, bahwa Dies Natalis ke 55. Kegiatan ini rencananya dilaksanakan pada Selasa (26/11/2019) di Balai Pertemuan Umum Tondano pada jam 10.00 Wita. Untuk diketahui, panitia juga melaksanakan pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan di Kecamatan Motoling Kabupaten Minahasa Selatan. Tidak hanya itu, digelar pula lomba olahraga yang melibatkan dosen dan mahasiwa.

Rapat Senat, kata Liando, akan di pimpin Ketua Senat Prof Dr William Areros dan akan diisi oleh laporan kinerja tahunan dari Dekan FISIP Unsrat Dr Novie Pioh. Kemudian, penyampaian orasi ilmiah akan dibawakan Dr Fanly Pangemanan, dosen FISIP yang juga mantan Ketua KPUI Minahasa Selatan.

Tak hanya itu, ada juga sambutan dari Rektor Unsrat Prof Dr Joan Kumaat. Pada kesempatan Dies Natalis ini Liando juga tak lupa mengundang para dosen, mahasiwa, pegawai, dan semua Alumni untuk menghadiri kegiatan tersebut. (*/Redaksi))

Pengurus KNPI Mengajak Penegak Hukum Awasi Dana Pilwako Manado

Bung Amas Mahmud, Sekretaris DPD KNPI Manado (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Munculnya perdebatan antara penyelenggara Pemilu dan pemerintah Kota Manado terkait pencairan dana Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Manado. Terbaca dipublik, proses penandatangan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sampai pencairan dana masih melewati situasi sulit. Terkesan tidak berjalan mulus.

Sementara patokan anggaran Pilwako Manado yang totalnya sebesar Rp 54 Miliar itu menyedot perhatian publik. Ada ketegangan antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado dan Pemkot Manado diruang publik. Secara rinci, Rp 41 Miliar alokasi dana untuk KPU Manado dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Manado berjumlah Rp 13 Miliar. NPHD belum ditandatangani Wali Kota Manado DR GS Vicky Lumentut karena alasan tertentu. Hal ini mendapat tanggapan DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Manado.

Sekrteris DPD KNPI Manado, Amas Mahmud, S.IP, Jumat (22/11/2019) saat wawancarai wartawan mengajak masyarakat dan lembaga penegak hukum untuk meningkatkan pengawasan ekstra terhadap pengelolaan anggaran Pilwako Manado 2020. Penggunaan dana milik publik patut dipertanggung jawabkan, tambah Amas yang juga jebolan HMI Cabang Manado ini.

”KNPI Manado mengajak masyarakat dan penegak hukum sama-sama mengawasi penggunaan dana Pilwako Manado. Dana Pilwako 2020 yang ditetapkan tidak sedikit. Seperti yang dilansir media massa, dimana anggaran KPU Manado sekitar Rp 41 Miliar dan Bawaslu Manado Rp 13 Miliar, relatif besar. Alokasi anggaran ini tidak boleh disalah kelola, sehingga perlu pengawasan ketat dilakukan,” ujar Amas.

Jebolan FISIP Unsrat itu mendorong agar keterbukaan penggunaan anggara diperhatikan lembaga penyelenggara Pemilu. Jangan kemudian, anggaran yang besar itu disalahgunakan. Amas menghimbau agar penyelenggara Pemilu dan pemerintah Kota Manado tidak terjebak pada ”balas pantun” dimedia massa. Melainkan saling menghargai upaya-upaya yang dilakukan masing-masing instansi.

”Transparansi pemanfaatan anggaran sangat diperlukan. Ada skala prioritas, akuntabilitas publik perlu diwujudkan. Masyarakat tentu berfikir berkali-kali bila dana sebesar itu yang diperoleh penyelenggara Pemilu tidak memperhatikan efektifitas dan efesiensinya. Jangan terfokus pada perdebatan dana tersebut dicairkan kapan. Segeralah saling kooperatif. Tak elok menyalahkan satu sama lain. Hentikan saling perang statemen, ayo menghargai ikhtiar atau usaha yang sedang dilakukan masing-masing lembaga. Pemerintah Kota Manado tentu punya alasan dalam hal melakukan konsultasi ke BPK, agar tidak salah dikemudian hari. Mari hormati itu, jangan buru-buru saling menyalahkan,” kata Amas. (*/Redaksi)

Sambut Dies Natalis FISIP Unsrat, Liando Akan Pimpin Rapat Senat Terbuka

Dr Ferry Daud Liando, Ketua Senat dua periode (Foto Ist)

Dr Ferry Daud Liando, saat memimpin rapat Senat terbuka belum lama ini (Foto Ist)

MANADO – Semenjak diberikan amanah menjadi Ketua Senat Akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Dr. Ferry Daud Liando, S.IP.,M.Si konsisten menjalankan tugas-tugasnya dengan baik. Senin (19/12/2106), saat diwawancarai Suluttoday.com, untuk agenda Dies Natalis FISIP Unsrat ke-52, Liando menyampaikan kegiatan yang akan dilaksanakan Senat.

”Kami akan melaksanakan rapat senat terbuka dalam rangka Dies Natalis FISIP Unsrat ke-52 pada Selasa 20 Desember 2016. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di aula Latai 2 FISIP Unsrat, pukul 09.00 Wita, Dies Natalis kali ini akan dihadiri sejumlah pejabat pemerintah Provinsi Sulut dan Manado, selain Rektor Unsrat juga dihadiri Dekan FISIP Unsrat,” ujar Liando memastikan bahwa kegiatan akan berjalan sesuai rencana.

Untuk diketahui, rapat akan dipimpin oleh Ketua Senat Ferry Daud Liando dan akan dihadiri Rektor Unsrat prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat, Dekan FISIP Unsrat, Dr. Novie Pioh. Dalam rapat Senat Selasa besok, Dekan FISIP akan menyampaikan laporan perkembangan Fakultas sejak beliau dilantik. Sejumlah pejabat baik Provinsi maupun pemerintah Kota Manado dipastikan hadir dalam kegiatan tersebut. (*/Amas)

Fokusmaker Sulut ‘Perangi’ Ade Komarudin, Dinilai Belum Layak Pimpin Golkar

Risat Sanger (Foto Ist)

Risat Sanger (Foto Ist)

MANADO – Luar biasa, Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang tak lama lagi digelar, tapi telah membawa atmosfer politik tersendiri bagi warga Golkar. Beberapa nama juga sudah mencuat untuk menjadi orang nomor satu di partai berlambang pohon beringin ini, salah satunya yakni Ade Komarudin yang sekarang berposisi sebagai Ketua Umum Soksi.

Posisi Akom sapaan akrab Komarudin dinilai belum layak memimpin Partai sekelas Golkar, seperti yang disampaikan kader Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan (Fokusmaker) Sulawesi Utara (Sulut), Risat Y. I. Sanger yang merupakan pembina Fokusmaker Sulut mengatakan, sikap Ade Komarudin yang plin plan dianggap belum layak menjadi orang nomor satu di Partai Golkar, hal ini seiring dengan ketidakhadiran Ade Komarudin sebagai Ketua SOKSI dalam Pertemuan Kerja Nasional (Pekernas) Fokusmaker beberapa waktu yang lalu.

”Memang sudah menjadi kewajiban dari pendiri organisasi untuk turut mengambil bagian dari acara-acara penting organisasi yang didirikannya, ketidakhadiran Ade Komarudin dalam Pekernas Fokusmaker merupakan sebuah gaya kepemimpinan yang Plin plan dalam menakhodai Soksi dan saya pikir Ade Komarudin belumlah pantas menjadi Ketum Partai Golkar,” ucap Risat.

Lanjut disampaikan Risat mengatakan bahwa dirinya senantiasa mengharapkan yang terbaik buat Munas Partai Golkar nanti, ia juga menghimbau agar semua kader Partai Golkar dapat bersatu untuk kepentingan partai, Dualisme yang terjadi kiranya juga dapat diselesaikan dengan baik.

”Kita tahu bersama bahwa Partai Golkar merupakan salah satu mercusuar partai politik di indonesia, saya berharap semua pihak yang bersitegang kiranya dapat mengambil keputusan bersama demi keberlangsungan Partai Golkar, kiranya momentum Munas kali ini bisa meredahkan semua permasalahan yang sedang berkecamuk dalam Partai Golkar,” tukas Risat jebolan FISIP Unsrat Manado ini tegas. (Amas)

Rayakan Milad ke-69, HMI Manado Gelar Bakti Sosial

Pengurus LKMI HMI cabang Manado saat sunatan masal, memberikan penjelasan kepada warga (Foto Suluttoday.com)

Pengurus LKMI HMI cabang Manado saat sunatan masal, memberikan penjelasan kepada warga (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Sebagai organisasi kemahasiswaan yang dinamis, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terus mengalami transformasi. Sabtu (6/2/2016), masih dalam suasana Milda HMI, pengurus HMI Cabang Manado memperingati hari kelahiran HMI ke-69, dengan bakti sosial (Baksos). Kegiatan baksos ini dilakukan berupa anjang sana ke panti asuhan, pengobatan gratis dan sunatan massal.

Untuk sunatan dan pengobatan gratis dipusatkan di depan Masjid Ijtihad Kelurahan Maasing, Kecamatan Tuminting, Manado, Sabtu (6/2) tadi pagi. Sebanyak 25 anak usia sekolah dasar mengikuti sunatan massal dan 50 masyarakat untuk pengobatan gratis di Kecamatan Tuminting.

”Kegiatan ini bagian dari peringatan hari milad HMI ke 69. HMI adalah organisasi mahasiswa Islam tertua dan terbesar di Indonesia. Ini sesuai dengan tema, HMI Berbagi,” ujar Ketua Umum HMI Manado Masril Karim di depan orang tua dan anak-anak.

Lanjut Masril, HMI dilahirkan untuk selalu dekat dengan masyarakat. Didirikan oleh Lafran Pane, salah satu mahasiswa Islam di Jogjakarta di kampus pada 5 Februari 1947.

”HMI lahir untuk menegakkan syiar Islam dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang waktu itu baru dua tahun merdeka,” tutur alumnus FISIP Unsrat Manado ini.

Bakti sosial ini menggandeng LKMI – HMI Manado dan Badan Ta’mirul Masjid (BTM) Masjid Ijtihad Maasing.

”Kami atas nama Jemaah masjid dan warga Kelurahan Maasing sangat berterima kasih dengan acara anak-anak HMI. Semoga HMI menjadi organisasi mahasiswa Islam yang memperjuangkan kepentingan masyarakat,” kata Ketua BTM Masjid Ijtihad Maasing Rustam Hasan. (Tim Redaksi)

iklan1