Tag: fispol unsrat

Surat Terbuka LMND Sulut untuk WD 3 FISPOL Unsrat

Ketua EN LMND ketika melakukan orasi (Foto Suluttoday.com)

Mahasiswa, kau ingin jadi apa?
Pengacara, untuk mempertahankan hukum kaum kaya, yang secara inheren tidak adil?. Dokter, untuk menjaga kesehatan kaum kaya, menganjurkan makanan yang sehat, udara yang baik, dan waktu istirahat kepada mereka yang memangsa kaum miskin?. Arsitek, untuk membangun rumah nyaman untuk tuan tanah?. Lihatlah kesekelilingmu dan periksa hati nuranimu.

Apakah kau tak mengerti bahwa tugasmu adalah sangat berbeda ; untuk bersekutu dengan kaum tertindas, dan bekerja untuk menghancurkan system yang kejam ini ?
(Victor Serge, Bolhshevisk)

Terkait dengan pernyataan yang keluar dari Wakil Dekan (WD) III FISPOL UNSRAT yang dimuat di http://persmactadiurna.blogspot.co.id Rabu, (11/10/2017), maka dengan ini kami dari Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) EK Manado merasa perlu untuk menanggapi secara kritis pernyataan dari bapak WD III, yang menurut kami statmen tersebut tidak menunjukan kewibawaan sebagai seorang Akademisi yang seharusnya mengetahui dengan betul bahwa pada dasarnya salah satu esensi dari universitas adalah upaya menciptakan keadaban, lewat menjunjung tinggi pengetahuan sebagai disiplin ilmu yang harus mengabdi pada persoalan sosial masyarakat, kampus untuk memanusiakan manusia, seperti yang diajarkan Samratulangi dan kini menjadi filosofi Universiatas Samratulangi.

Sebelumnya, mungkin Mener tak tahu kalau kami melakukan aksi turun kejalan untuk maksud mulia, yaitu mengingatkan kepada pemerintah hari ini, sebagai bangsa yang telah merdeka sejak tahun 1945 sudah seharusnya kita berdaulat di tanah kita sendiri. Ingat, sebagai bangsa yang merdeka tapi kemudian hidup dibawah neokolonialisme itu artinya, kita tak akan pernah menciptakan Negara yang benar-benar berdaulat, dan bisa mensejahtakan seluruh masyarakat. Kalau kita kembali pada akar sejarah perjuangan bangsa indonesai, Negara ini terbentuk lewat semangat gerakan mahasiswa, dari tahun 1908,1928,1945,sampai 1998, ini menunjukan bahwa secara historis gerakan mahasiswa-pemuda adalah gerakan pembebasan nasional, dan benih kesadaran itu salah satunya di dapat dalam kehidupan kampus.

Sukarno, Hatta, Syahrir, termasuk Samratulangi mengajarkan kepada kami, kampus berdiri bukan hanya menciptakan sarjana. Kampus diselenggarakan bukan untuk kegiatan kuliah semata, sedari awal kampus adalah taman pengetahuan dan pergerakan. Kami percaya, kampus adalah wadah untuk merangsang keberanian untuk mengungkap nilai kemanusiaan.

Kampus merupakan dunia yang melatih kita untuk melawan apa yang sepatutnya dilawan, memusuhi korupsi, pelanggaran hak asasi manusia hingga membela mereka yang tertindas. Kampus seharusnya melatih kita memimpin, peduli dan pelindung. Kampus membuat kita tersesat dijalan yang benar. Meminjam istilah Gramsci, menjadi intelektual organik, intelektual yang punya fungsi social.

Dalam surat ini kami pun perlu mengklarifikasi klaim Mener bahwa aksi kami menyikapi persoalan PT Freeport dengan ketidaktahuan perlu kami klarifikasi. Aksi yang kami lakukan dilandasi pengkajian, dari aspek historis, ekonomi, politik, hukum. Disini kami akan menjelaskan secara sigkat kajian kami sehingga berkesimpulan Freeport merupakan wujud baru dari penjajahan gaya baru yang hari ini sedang dihadapi bangsa Indonesia, dan harus kita Lawan.

PT Freeport Indonesai merupakan sebuah perusahaan taambang emas terbesar di dunia. Perusahaan ini mulai melakukan eksploitasi di bumi papua tak lepas dari lahirnya UUPMA 1967 yang membuka keran bagi perusahaan-perusaaan kapitalis menanamkan sahamnya untuk menjarah bangsa Indonesia, sebagai perusaahan tambang asing pertama di indonesai tak ayal bagi kami Freeport merupakan symbol penjajahan gaya baru yang dihadapi republic pasca indonesia merdeka pada tahun 1945.

Sejak Freeport memulai kegiatan pertambanganya pada tahun 1967 posisi Freeport selalu menekan Negara dan berlagak sebagai tuan dengan diberikan kemudahan yang begitu besar dalam menjalankan niat untuk menggeruk kekayaan sebesar-besarnya dengan kerugian sekecil mungkin. Rasa berkuasannya Freeport terus berlanjut saat berlakunya UU No 04 tahun 2009, yang mengamanatkan tidak adalagi yang namanya pertambangan berstatus Kontrak Karya, dan harus beralih menjadi Ijin Usaha Pertambangan Khusus(IUPK), serta kewajiban setiap perusahaan membangun smelter dengan memperhatikan tenaga kerja local serta barang dan jasa dalam negeri, tetapi apa yang terjadi freeport tidak perna menjalankan amanat UU tersebut.

Kemudian pada pertengahan januari lalu pemerintah menerbitkan PP No 1 thn 2017 mengenai perubahan atas PP no. 23 thn 2010 tentang pelaksanaan kegiatan pertambangan mineral dan batubara. Beberapa poin penting dalam PP tersebut adalah terkait kewajiban divestasi 51% pembangunan pabrik pengelolahan dan pemurnian (smelter) didalam negeri. Dan perubahan kontrak karya (KK) menjadi Ijin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK)

Pemerintah beralasan bahwa dengan adanya divestasi saham dan membangun smelter tersebut dipastikan akan berdampak secara ekonomi tentu saja hal ini sangat di mungkinkan terutama bagi penerimaan Negara, bahkan dengan saham mayoritas pun pemerintah berharap mendapatkan kendali dalam kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara di Indonesia, tetapi sampai hari ini PT. Freeport tidak pernah patuh dengan regulasi yang dikeluarkan pemerintah. Inilah alasan kenapa kemudian Kami merasa terpanggil untuk menyuarakan semangat perlawanan untuk mengganyang Freeport sebagai simbol neokolonialisme bangsa Indonesia.

Sejarah Freeport adalah sejarah penjarahan, pelanggaran HAM, sejarah perusakan Lingkungan, dan ancaman terhadap keutuhan persaudaraan Bangsa. Alhasil sudah seharusnya sebagai mahasiswa, dan universitas pada umumnya, kita tidak diam, skeptis, berbangku tanggan dalam mempertahankan kedaulatan, demi terciptanya masyarakat yang adil dan makmur. Menangkan Pancasila!.

Melalui surat terbuka ini, kami menyayangkan pernyataan dari WD III, yang terkesan tidak peduli dengan persoalan bangsa, dan inggin menjauhkan tanggung jawab kampus dalam kehidupan social dari warga Negara Indonesia yang kita cintai ini. Dengan semua uraian diatas maka kami EK LMND Manado siap bertanggung jawab :
1. Meninta berdiskusi atau berdebat untuk menyikapi persoalan Freeport
2. Meminta agar dapat menarik kembali statmen WD III FISPOL UNSRAT soal kecaman aksi kami

Demikian surat terbuka yang dapat kami layangkan kepada WD III FISPOL UNSRAT Drs. Jefry Paat, M.Si atas perhatiannya kami sampaikan banyak-banyak terima kasih. (***)

Bangun Persatuan Nasional Hentikan Imperialismeā€¦!!!

Berwatak Orde Baru, Jim Tindi: Kami Kutuk Pernyataan WD 3 FISPOL Unsrat

Jim Tindi saat sambutan (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pernyataan yang kurang elok dan dinilai anti demokrasi disampaikan Wakil Dekan (WD) 3 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISPOL) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado terkait kecaman terhadap aksi yang dilakukan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sulawesi Utara dan telah dimuat di http://persmaactadiurna.blogspot.co.id, Rabu (11/10/2017) mendapat sorotan keras dari Ketua KPW PRD Sulawesi Utara (Sulut), Jim R Tindi.

Kamis (12/10/2017), Tindi dihadapan puluhan mahasiswa danĀ  wartawan, di kantor DPD RI Tikala Kota Manado menyesalkan komentar yang disampaikan Drs. Jefry Paat, M.Si, selaku Wakil Dekan 3 FISPOL Unsrat tersebut. Menurut Tindi, tidak patut dicontoh seorang akademisi menanggapi dinamika penyampaian aspirasi yang dilakukan warga kampus dengan cara pandang yang sempit dan tendensius seperti itu.

”Tidak etis warga akademis malah menanggapi demo dan penyamapaian aspirasi dari mahasiswa dengan mengatakan ‘melarang aksi yang dilakukan mahasiswa’. Ini era reformasi, saya kira cara-cara Orde Baru (Orba) yang doyan membungkan penyampaian aspirasi Rakyat didepan publik tidak relevan diterapkan saat ini, harusnya para mahasiswa yang kritis dan menyampaikan aspirasi melalui demo tidak dibungkam ruangnya seperti itu, model dosen otoriter seperti ini menjadi ancaman bagi demokrasi kita, dan kami mengutuk pernyataan WD 3 FISPOL Unsrat ini,” tutur Tindi tegas.

Tidak hanya itu, Tindi juga menyampaikan bahwa pernyataan yang mengganggu iklim demokrasi tersebut sedang ditindaklanjuti KPP PRD. Tindi menegaskan dan meminta Rektor Unsrat, Prof Ellen Kumaat untuk bertindak memberikan teguran keras kepada WD 3 FISIP tersebut karena dinilai mengganggu proses demokratisasi yang lahir ditengah mahasiswa.

Berita terkait kecaman aksi yang dilakukan LMND Sulut (Foto Suluttoday.com)

”Kita berjuang di era Orde Baru untuk lahirnya Reformasi, berdarah-darah. Bukan dengan begini caranya, mahasiswa progresif malah direpresif, mahasiswa bukanlah musuh dari dosen, pernyataan yang tidak mengenakkan ini telah diproses KPP PRD, ini insiden buruk. Kami mendesak Rektor Unsrat Manado akan memberikan sanksi tegas, dan membina WD 3 FISPOL Unsrat Manado agar lebih mengerti dan paham lagi tentang tugasnya, bukan se-enaknya melarang mahasiswa saat melakukan aksi unjuk rasa,” kata Tindi.

Sekedar diketahui, berita yang dimuat di blog http://persmaactadiurna.blogspot.co.id/ tersebut berjudul ‘WD 3 Kecam Aksi Solidaritas LMND di FISPOL’. Padahal LMND Sulut dalam demo damai tersebut tidak melakukan tindakan anarkis, dan hanya melakukan orasi di FISPOL sebagai titik kumpul aksi saja. (Amas)

Jelang Natal, Rektor Unsrat Diminta Berantas Suap dan Pungli

Massa aksi saat berada di kantor Rektorat Unsrat Manado (Foto Suluttoday.com)

Mahasiswa saat melakukan demo di kantor Rektorat Unsrat Manado belum lama ini (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Diakui masih berjalannya praktek bejat Pungli dan Suap yang dilakukan oknum dosen di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mengharuskan pimpinan Unsrat, Prof. Ellen Kumaat selaku Rektor tidak berdiam diri. Hal itu disampaikan mahasiswa yang mengaku dirugikan akibat praktek curang tersebut.

”Biasanya juga dekat-dekat Natal, para oknum dosen yang selalu bermain nilai (jual beli nilai), suka menerima Suap dan melegalkan Pungli mulai merajalela. Dengan banyak modus, yang keseluruhannya menjadikan mahasiswa sebagai korbannya. Bahkan, ada juga oknum dosen yang minta parsel natal, sasaran empung mereka adalah pada mahasiswa akhir studi, kami berharap Rektor Unsrat jangan pasif merespon gejala-gejala seperti ini,” ujar mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISPOL) Unsrat Manado yang meminta namanya tidak disebutkan, Kamis (8/12/2016).

Ditempat terpisah, aktivis AMTI (Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia) angkat bicara. Langsung melalui Ketua AMTI, Tommy Turangan, SH menyampaikan pernyataan tegasnya bahwa institusi kampus harus dibebaskan dari praktek Pungli dan Suap yang mendorong kampus pada ruang kehancuran.

”Rektor Unsrat jangan tinggal diam, pas momentum hari raya pun, dosen nakal sering beroperasi. Silahkan diawasi di FEB, FISPOL, FH, FK, dan beberapa Fakultas lain di Unsrat untuk lakukan pengawasan karena banyak oknum dosen nakal serta tidak main-main diduga kuat sering memeras mahasiswa dengan alasan tertentu. Ingat, kami wajib menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat luas, bukan mentradisikan praktek buruk melanggar aturan yang kemudian memberi ruang pada KKN, Pungli dan Suap. Jangan hanya bermodalkan telah mengeluarkan surat edaran, tapi bagaimana Rektor mengontrol ini agar dijalankan Dekan di tiap Fakultas,” tutur Tommy tegas. (*/Amas)

DPD KNPI Manado Gelar Dialog Kepemudaan

Spanduk sosialisasi kegiatan Dialog Kepemudaan (Foto Suluttoday.com)

Spanduk sosialisasi kegiatan Dialog Kepemudaan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Dalam rangka Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2016, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Manado, berencana menggelar Dialog Kepemudaan. Hal tersebut sebagaimana disampaikan Sekretaris KNPI Manado, Amas Mahmud saat diwawancarai Suluttoday.com, Rabu (12/10/2016).

”Pengurus KNPI Manado di bulan Oktober yang merupakan bulan bagi para Pemuda karena bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, maka berbagai kegiatan dan konsolidasi kepemudaan kami lakukan. Termasuk diantaranya KNPI Manado menggelar Dialog Kepemudaan, pada Kamis (13/10/2016) besok. Kiranya kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, konsolidasi sekaligus upaya menggairahkan para pemuda untuk mengembangkan potensinya, mengabdi kepada masyarakat, dan mari saatnya pemuda bekerja,” ujar Amas, jebolan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas (FISPOL), Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini.

Sementara itu, terkait persiapan kegiatan kemudian tema, sasaran pelaksanaan kegiatan disampaikan Romel Najoan, Ketua panitia pelaksana. Bahkan menurut Romel kegiatan yang dilaksanakan di kawasan Megamas Manado ini melibatkan seluruh komponen pemuda di Kota Manado.

Suasana persiapan dilokasi kegiatan (Foto Suluttoday.com)

Suasana persiapan dilokasi kegiatan (Foto Suluttoday.com)

”Kegiatan sudah fiks dilaksanakan, Kamis (13/10/2016) bertempat di rumah kopi Billy Megamas Manado, pukul 13.30 dimulai. Iya, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Hari Sumpah Pemuda. Panitia mengambil tema untuk dialog kali ini adalah ”Semangat Nasionalisme Pemuda Dalam Menangkal Radikalisme di Sulut”, dengan melibatkan para narasumber yang berkompeten, diantaranya: DR. Ferry Liando (Akademisi Unsrat Manado), Kapolres Manado (AKBP Hisar Siallagan, S.IK), dan Erick G. Kawatu, SE,.M.M (Ketua DPD KNPI Manado). Ini kegiatan untuk umum, dan panitia telah menyebarkan undangan kepada komponen organisasi kepemudaan di Manado,” kata Najoan. (Faruk)

Badan Tadzkir FISPOL Unsrat Resmi Laksanakan FMKI

Ketua Umum Badan Tadzkir FISPOL Unsrat ketika sambutan (Foto Suluttoday.com)

Ketua Umum Badan Tadzkir FISPOL Unsrat, Juniar Wibisana Suwignya ketika sambutan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Badan Tadzkir (BT) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISPOL) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Jumat (16/9/2016) malam ini resmi memulai pembukaan pelaksanaan kegiatan Forum Motivasi Kesadaran Iman (FMKI). Kegiatan ini bertempat di Balai Diklat Agamaan Paniki, Kecamatan Mapanget Kota Manado.

Pada kegiatan kali ini terlihat beda dari tahun2 sebelumnya.karna kegiatan kali ini peserta FMKI mencapai 1006 orang, dimana pada tahun-tahun sebelunnya belum mencapai angka seperti ini. Menurut Juniar Wibisana Suwignya, selaku Ketua Umum BT FISPOL Unsrat kegiatan tersebut diharapkan berjalan sukses.

”Kegiatan FMKI di tahun 2016 ini mengusung tema: ‘Rekonstruksi mental mahasiswa muslim Badan Tadzkir FISPOL Unsrat dengan semangat ke islaman’, temu yang digagas panitia merupakan sebuah proses membentuk sekaligus merubah karakter dan cara berfikir mahasiswa muslim angkatan 2016 yang akan tergabung dalam keluarga besar mahasiswa muslim FISPOL Unsrat Manado,” ujar Juniar dalam sambutannya.

Lanjut Juniar menegaskan agar teman-teman angakatan 2016 bisa mengekuti kegiatan FMKI sampai dengan selesai. FMKI dikatakannya sebagai suatu kegiatan yang bukan serimonial belaka.

Saat berlangsungnya pembukaan FMKI (Foto Suluttoday.com)

Saat berlangsungnya pembukaan FMKI (Foto Suluttoday.com)

Untuk diketahui, kegiatan ini di hadiri Pembina Badan Tadzkir FISPOL Unsarat, Enci Titik Mulyanti S.sos MSi, Enci Dra Jois Rares M.Si, serta Dr. Drs Michael Mamentu MA yang mewakili pimpinan Fakultas, selain itu dihadiri tamu undangan. Diantaranya, pengurus senat FISPOL Unsrat, pengurus BKK dan juga pengurus BKI dan BT se-Universitas Sam Ratulangi Manado.

Dr Michael Mamentu saat sambutan (Foto Suluttoday.com)

Dr Michael Mamentu saat sambutan (Foto Suluttoday.com)

Mewakili pimpinan Fakuktas Mamentu dalam sambutannya menghimbau agar mahasiswa angkatan 2016 bisa bersunggu-sungguh dalam mengikuti kegiatan dan seluruh rangkayan acra yang telah di agendakan panitia, karena kegiatan FMKI adalah salah asatu kegiatan wajib dari Badan Tadzkir yang suda ada dan di atur dalam aturan badan tadzkir. (Dace)

iklan1