Tag: FKDM manado

Etos Kerja yang Tinggi, Almarhum Om Habel Runtuwene Dirindukan Pemkot Manado

Almarhum Om Habel Runtuwene saat berada di rumah sakit (Foto Ist)

MANADO, Sululuttoday.com – Selasa (3/10/2017), Letkol (Purn) Habel Runtuwene yang juga adalah Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Manado, menghembuskan nafas terakhirnya setelah selesai melaksanakan sosialisasi kewaspadaan masyarakat di Pulau Bunaken, Kecamatan Bunaken Kepulauan. Sungguh luar biasa tak disangka, pria yang dikenal akrab dengan semua orang dan penuh senyuman ini meninggal dunia, rasanya begitu cepat.

Wali Kota Manado DR GS Vicky Lumentut, ketika berada di Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) ke-30 di Wilayah Tanawangko Satu, Minahasa, mengaku kaget mendapat berita meninggalnya almarhum saat menjalankan tugas sebagai Ketua FKDM Manado di Pulau Bunaken.

”Saya mengenal dekat sosok Almarhum Bapak Habel Runtuwene. Beliau adalah seorang pribadi yang suka bekerja keras, apalagi dengan tugasnya sebagai Ketua FKDM Kota Manado yang banyak melakukan sosialisasi kepada masyarakat Kota Manado agar waspada terhadap aksi-aksi terror yang mengancam stabilitas di kota ini,” ujar Wali Kota Manado dua periode ini.

Selain itu, sebagai pemimpin di Kota Manado, dirinya merasa sangat kehilangan sosok yang menjadi penutan bagi pemerintah, masyarakat dan keluarga.

”Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Manado, saya menyampaikan turut berdukacita yang sedalamnya atas meninggalnya almarhum Bapak Habel Runtuwene,” kata Wali Kota GSVL tampak sedih dan kehilangan.

Sebagaimana informasi yang diperoleh menyebutkan, Om Habel, sapaan akrab ayah tercinta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Manado Xaverius Runtuwene S.Sos, bertolak dari Dermaga Grand Luley menuju Pulau Bunaken didampingi beberapa anggota FKDM dan Camat Bunaken Kepulauan Robert Dauhan, dengan menggunakan speedboat.

Namun, saat kegiatan sosialisasi dilaksanakan, mendadak Om Habel pingsan. Dalam keadaan koma, sempat dilarikan ke Rumah Sakit Siti Maryam Tuminting untuk mendapatkan penanganan medis namun tidak tertolong. Akhirnya, jenazah mantan anggota DPRD Minahasa itu dirujuk ke RSUP Prof Kandou. Selamat Jalan Om Habel, Sampai Jumpa di Jerusalem Baru.(*/Mas)

Wujudkan Manado Aman Bersama FKDM, DONALD SAMBUAGA Kumpul 12 Lurah dan 56 Pala

MANADO, Suluttoday.com – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Manado, Senin (25/9/2017) bertempat di Kantor Camat Wenang melakukan sosialisasi dan menyampaikan agenda terkait pembentukan FKDM di Tingkat Kecamatan hingga ke Lingkungan. Hal itu disampaikan Ketua FKDM Manado, Habel Runtuwene yang didampingi Camat Wenang Donald Sambuaga.

”Program sinergitas yang tengah dibangun FKDM Manado tentu begitu pentingnya guna mewujudkan pembangunan di Kota Manado yang kita cintai ini. Untuk melahirkan dukungan dan partisipasi publik lebih luas lagi, terutama pada aspek meningkatkan keamanan ditengah masyarakat serta bentuk kewaspadaan dini, maka diperlukan pengurus di Tingkat Kecamatan yang komposisi anggota direkrut dari tiap Lingkungan,” ujar Habel.

Ketua FKDM Manado, Habel Runtuwene memberikan penjelasan (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, Camat Wenang dihadapan seluruh Lurah dan Kepala Lingkungan (Pala) pada kegiatan sosialisasi tersebut selain menyampaikan terima kasih atas kehadiran FKDM juga menghimbau agar para Lurah dan Kepala Lingkungan menindaklanjuti pembahasan yang disampaikan Ketua FKDM Manado. Menurut Sambuaga, disepakati perekrutan anggota FKDM sekitar 20 orang per Lingkungan, dan seluruh Kelurahan di Wenang akan mendapatkan jatah tersebut.

Donald Sambuaga menyampaikan pemaparan (Foto Suluttoday.com)

”Terima kasih tentunya saya sampaikan kepada Ketua FKDM Manado, Pak Habel Runtuwene dan pengurus yang telah menyediakan waktu hadir dalam kegiatan ini. Sebagaimana yang telah kita bicarakan dan bahas bersama bahwa FKDM ini sangat kita butuhkan di tingkat Kecamatan, maka diputuskanlah dari 12 Kelurahan yang ada di Kecamatan Wenang dan 56 Lingkungan seluruhnya terlibat aktif dengan cara tiap Lingkungan menyiapkan 20 orang untuk menjadi anggota FKDM. Kami berharap, sebagaimana yang disampaikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota tentang begitu pentingnya keamanan lingkungan dapat terlaksana dengan baik,” kata Sambuaga yang juga jebolan IPDN ini tegas. (Amas)

Pembangunan Graha Religi Dimulai, Wali Kota Manado Beri Pesan Kedamaian

Doa bersama para tokoh agama setelah dibukanya Selubung kain baliho, bertanda pembangunan Graha Religi dimulai (Foto Ist)

MANADO – Sempat menjadi polemik berkepanjangan yang dimanfaatkan kelompok tertentu saat proses Pilkada Manado dihelat beberapa waktu lalu, serta sempat mengalami status quo karena ketidakjelasan program, kegiatan, dan anggaran, Rencana Pembangunan Graha Religi di Lahan eks Kampung Texas milik Pemerintah Kota Manado, di mana di dalamnya terdapat Mesjid Al Khairiyah, resmi dimulai.

Pembangunan kawasan yang luasnya mencapai lebih dari 1000 m2 ini dipastikan akan dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Manado dengan multi years hingga akhir tahun 2018. Jumat (26/5/2017), Wali Kota Manado, G.S. Vicky Lumentut usai melakukan Long March Apel Kebangsaan Solidaritas Masyarakat Kota Manado, berkesempatan membuka Selubung Baliho Rencana Pembangunan Gedung Graha Religi di kawasan Eks Kampung Texas.

”Komitmen kami, di tempat ini akan dibangun, tempat untuk menyatakan kebersamaan dalam keberagaman ini untuk menjaga Kota Manado rumah besar kita bersama. Namanya Gedung Graha Religi. Mengingat bersebelahan Gedung ini sudah ada Mesjid Alkhairiyah, maka pada Gedung Graha Religi akan dibangun satu lantai untuk agama Kristen Protestan, satu lantai untuk Katolik, satu lantai untuk Budha, satu lantai untuk Hindu, dan satu lantai untuk Konghucu. Di bagian atas kita bangun café religi,” papar Wali Kota GSVL.

Tidak hanya itu, GSVL lanjut memberi penjelasan teknis terkait bangunan Graha Religi yang akan dibangun tersebut. Setelah dibukanya selubung kain yang bertuliskan ‘Rencana Pembangunan Gedung Graha Religi’, aka disediakan beberapa ruangan untuk kantor FKUB, FPK, FKDM dan juga BKSAUA guna mempersatukan umat yang ada di Manado.

”Puncak dari gedung religi ini dibangun café. Ini sangat indah untuk melihat view laut. Kemudian di belakang masjid, akan ada bangunan satu lantai digunakan untuk Imam Mesjid. Juga di Graha Religi akan ada satu lantai untuk kantor FKUB, satulantai untuk kantor BKSAUA, tapi juga disiapkan lantai untuk FPK dan FKDM. Ini akan menyatu di tempat ini, diharapkan menjadi tempat kita mendiskusikan dan menjaga rumah besar ini dalam keberagaman. Kapan dimulai? Hari ini sudah dibuka selubungnya, dan pada Juni 2017 diawali dengan pelelangan pekerjaan,” tutur GSVL, Wali Kota Manado dua periode tersebut.

Suasana Apel di lapangan Sparta Tikala (Foto Suluttoday.com)

Pada kesempatan yang istimewa karena disaksikan ribuan warga Manado tersebut, Wali Kota GSVL juga memohon dukungan dari seluruh warga masyarakat Kota Manado untuk pembangunannya agar berjalan lancar sesuai rencana.

”Ini adalah rumah kita bersama dan kita simbolkan keberagamannya di tempat ini. Terima kasih saya sampaikan, kegiatan ini dilaksanakan masih dirangkaikan dengan Hari kebangkitan nasional, dirangkaikan dengan Deklarasi kita mau sepakat menjaga NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika. Kita juga berada di momen keagamaan yang penting, saudara kita umat muslim tengah bersiap diri untuk melaksanakan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan,” kata Wali Kota Manado yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara ini. (*/Mas)

iklan1