Tag: forum konsultasi publik

Peter Assa: Pemkot Manado Akan Gelar Forum SKPD dan Konsultasi Publik

Peter K.B Assa (Foto Ist)

Peter K.B Assa (Foto Ist)

MANADO – Pemerintah Kota Manado terus meningkatkan koordinasi dan peningkatan kinerja, hal ini seperti yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Manad. Kali ini Bappeda Manado menggelar Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan konsultasi publik penyusunan Draft Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2016-2021.

Seperti diketahui, kegiatan yang bertujuan mensinkronisasikan program pemerintah pusat dan daerah akan digelar pada hari ini, Senin (21-23) Maret 2016, akan dilaksanakan di gedung serba guna Kantor Wali Kota Manado. Acara akan dimulai pukul 09.30 Wita sampai selesai, untuk registrasi perserta dibuka pada pukul 08.30 Wita.

Kepala Bappeda Kota Manado, Peter KB Assa menjelaskan, kegiatan ini sangat bermanfaat karena selain mensinkronisasikan program pusat dan daerah. Juga bisa menggali informasi, terkait program dan kegiatan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2017 dan RPJMD Kota Manado tahun 2016-2021.

”Kegiatan ini akan berlangsung tiga hari dan dibagi dalam dua sesi kegiatan, untuk tanggal 21-22 Maret kegiatan Forum SKPD dan tanggal 23 Maret kegiatan Konsultasi Publik. Diinformasikan bagi kepala SKPD yang mengikuti kegiatan forum SKPD, wajib membawa draft Renja tahun 2017 untuk dipresentasekan,” ujar Peter K.B Assa, Kepala Bappeda Kota Manado saat diwawancarai Suluttoday.com, Senin (21/3/2016).

Lanjut dijelaskan Assa bahwa kegiatan Forum SKPD akan dilaksanakan pada hari ini sampai besok, 21 dan 22 Maret, kemudian Rapat Konsultasi Publik untuk penyusunan Rancangan Awal RPJMD 2016-2021 akan berlangsung selama sehari pada hari rabu 23 Maret 2016.

”Forum konsultasi publik akan dihadiri oleh seluruh kepala SKPD dan para undangan yang terdiri dari delegasi utusan kecamatan, organisasi masyarakat, para pakar dan akademisi, anggota DPRD dan laun-lain. Tujuannya adalah untuk menggali informasi pembangunan daerah secara teknokratik, dan partisipatif melengkapi hasil musrenbang kelurahan dan kecamatan yg ada. Program dan kegiatan usulan masyarakat ini akan disinkronisasikan pula dengan program dan kegiatan SKPD dengan membedah bersama Rencana Kerja (Renja) SKPD tahun 2017,” ungkap Assa.

Sedangkan Rapat Konsultasi Publik, tambah Assa adalah untuk penyusunan Ranwal RPJMD adalah langkah awal pengumpulan data dan informasi termasuk isue strategis sebagai bahan masukan penyusunan rancangan awal RPJMD 2016-2021.

”Rancangan Awal RPJMD Tahun 2016-2021 disusun dengan tujuan sebagai pedoman untuk calon walikota dan wakil walikota dalam penyusunan visi, misi dan program pembangunan daerah selama kampanye Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota. Pula, sebagai pedoman penyusunan Rancangan Rencana Strategis (Renstra) Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Manado dan pedoman penyusunan RPJMD Tahun 2016-2021,” ucap Assa menutup. (Amas)

Pertama Lakukan Forum Konsultasi Publik, Ini Kata Bart Assa

Bart Assa, Ph.D (Foto Suluttoday.com)

Bart Assa, Ph.D (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Tergolong yang pertama menggelar Forum Konsultasi Publik di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), pemerintah Kota Manado telah sukses melibatkan seluruh elemen masyarakat serta pimpinan SKPD untuk terlibat dan memberikan kontribusi pemikiran dalam penyusunan Rapat Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2017, Kamis (21/1/2016).

Selaku pelaksana, Bart Assa, Ph.D, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Manado menyampaikan bahwa Forum Konsultasi Publik ini merupakan ajang meletakkan fondasi pembangunan Kota Manado untuk beberapa tahun kedepannya.

”Kita hanya berupaya menyeleraskan, memaksimalkan dan menyerap seluruh aspirasi pimpinan SKPD, para akademisi, perwakilan masyarakat, serta semua stakeholder yang terlibat. Forum Konsultasi Publik ini dilakukan sabagai dasar pijakan pembangunan di Kota Manado, memang benar pada seluruh Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara baru pemerintah Kota Manado yang melakukan ini,” ujar Assa, Kamis (21/1/2016) belum lama ini.

Usai menggelar Forum Konsultasi Publik, Assa juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi semua komponen yang terlibat dalam Forum Konsultasi Publik tersebut. Namun, saat ditanya apakah suksesnya pelaksanaan Forum Konsultasi Publik yang pertama dilakukan tersebut menjadi suatu kebanggan?. Dirinya dengan tenang menjawab bahwa yang dilakukan Bappeda Manado hanyalah menjalankan tugas.

”Bappeda Manado berupaya untuk melaksanakan proses perencanaan sesuai mekanisme dan tepat jadwal, sebagaimana diatur dalam Permendagri 54 tahun 2010. Saya juga berharap sebagaimana arahan Pak Pejabat Wali Kota Manado, Ir Royke O Roring untuk kemudian seluruh keputusan atau kesimpulan dapat dijalankan dengan baik. Setelah ini kita akan laksanakan forum SKPD,” ucap Assa pada Suluttoday.com. (Amas)

Dr Taufik Pasiak Jelaskan Tentang Teori Cuci Otak

Dr Taufik Pasiak, M.Si, M.Kes (Foto Suluttoday.com)

Dr Taufik Pasiak, M.Si, M.Kes (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Membedah spirit kerja Revolusi Mental dihadapan para pimpinan SKPD di Kota Manado melalui kegiatan Forum Konsultasi Publik, Dr Taufik Pasiak, M.Si, M.Kes sebagai salah satu narasumber menyampaikan pentingnya para Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadikan pekerjaannya sebagai panggilan. Menurutnya semua perubahan tidak terjadi dengan sendirinya, namun melalui proses yang serius.

Menariknya, Pasiak yang juga dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado memaparkan tentang teori cuci otak yang harus dilakukan untuk kepentingan positif. Bagi Taufik merubah cara pandang seseorang itu memerlukan teori dan tata cara tertentu, sehingga tidak bersifat sporadis suatu proses perubahan yang ditempuh seseorang.

”Cara mengubah orang itu bermacam-macam, merubah dari hal yang biasa mereka lakukan ke hal-hal baru ada metodenya. Contohnya, seperti pelatihan yang dilakukan bahwa ternyata perubahan sikap orang baik menjadi tidak baik, dan sebaliknya itu dipengaruhi oleh lingkungan,” ujar Pasiak.

Lanjut dikatakan Pasiak merubah seseorang dalam perspektif perubahan ke arah yang lebih baik juga perlu dengan cara ‘menekan’ atau memaksa. Jika dilakukan dengan baik aspek aktualisasinya, maka perubahan perilaku bisa dilakukan dengan baik.

”Ada cara merubah perilaku orang dengan proses belajar dan mengkonstruksi alam pikirannya, dan nada juga dengan cara mempresure. Kita berubah itu butuh model atau ‘jangkar’, keteladanan. Faktor lain yang membuat orang berubah adalah karena tekanan, bencana, dan takdir Tuhan. Nah, lebih lanjut jika transformasi perilaku bisa dilakukan oleh para PNS, terutama pimpinan SKPD, maka target revoluasi mental bisa terealisasi,” ucap Pasiak yang juga senior HMI ini. (Amas)

iklan1