Tag: gamki

Menakar Komitmen Bung Richard, dari Aktivis Sampai Politisi

Bung Richard Sualang (Foto Ist)

Saya hanya seorang jebolan aktivis organisasi Cipayung, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manado. Jauh jaraknya bergaul di dunia pergerakan kemahasiswaan dengan senior Bung Richard Sualang, yang kini menjabat anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Meski berjarak waktu, paling tidak saya tertarik membaca dan mau mengikuti jejak beliau sebagai politisi. Tujuannya untuk literasi.

Bung Richard, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) ini seorang eksponen aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Ia menjadi kader Benang Biru sebutan untuk keluarga besar GSKI, GMKI dan GAMKI, beliau begitu diunggulkan. Sebagai figur yang besar di rahim organisasi kader, organ Cipayung tentu beliau memahami kultur sebagai aktivis menjaga reputasi dan marwah gerbong. Dedikasi dan proses sebagai aktivis mahasiswa ekstra kampus dilaluinya dengan baik.

Dari aspek memelihara dan mengembangkan relasi, Bung Richard relatif tuntas memahami. Seluk-beluk, plus minus dari memperkuat barisan perjuangan, ia mahfum dalam soal itu. Tak perlu diajarkan lagi. Hal tersebut yang membuat dirinya bertahan sebagai politisi yang karirnya kian menanjak. Dipercayakan menjadi wakil rakyat (DPRD Kota, dan kemudian DPRD Provinsi), bukanlah hal mudah. Cara mempertahankan eksistensi sebagai politisi mampu dibuktikan Bung Richard.

Jalan terjal dilaluinya, bukan tanpa problem. Tidak mudah, sebagai aktivis mahasiswa lalu setelahnya memilih menjadi politisi. Bertalar belakang S1 Kedokteran Umum, namun bisa melakukan akselerasi di politik. Bung Richard tidak kaku dan gagap berpolitik. Ia memutuskan masuk bergabung di dunia politik, sebagai kader parpol loyalis (bukan politisi ‘kutu loncat’). Ragam tantangan membuat Bung Richard tekun belajar. Berhasil melakukan adaptasi terhadap lingkungan baru saat menjadi politisi. Penyesuaian tak membuat dirinya merasa tersisih. Bahkan sosok politisi yang murah senyum itu begitu menikmati proses. Akrab dan akhirnya mendapatkan ‘kenyamanan’ berinteraksi di PDI Perjuangan.

Tahapan panjang yang dilaluinya dengan kegembiraan dan mau belajar. Riang gembira, sampai ia tak terasa telah dapat melakukan akselerasi politik dalam aktivitas politik. Seiring berjalannya waktu, Bung Richard dipercayakan sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Manado. Mencapai puncak karir di partai politik berskala Kota/Kabupaten. Tentu ia memenuhi kualifikasi seperti yang ditetapkan layaknya seorang pemimpin parpol kebanyakan. Politisi visioner, namun rendah hati.

Standar kepemimpinan dan kepantasan telah dibuktikannya. Ia punya standar sendiri. Melalui kemampuannya mengelola kekuatan tim, sehingga berhasil membawa PDI Perjuangan menjadi Fraksi yang mencetak banyak anggota DPRD di Kota Manado. Atas prestasi itulah, PDI Perjuangan Kota Manado berhasil menjabat Ketua DPRD Manado periode 2019-2024. Tidak mudah meraih capaian tersebut, dari yang sebelumnya PDI Perjuangan hanya menyasar dan berada diposisi Wakil Ketua DPRD Manado, akhirnya mendapat posisi puncak di lembaga DPRD Kota Manado.

Mendrive kekuatan politik, tentu harus terlebih dahulu memahami langkah dan punya peta atas hal tersebut. Puji Tuhan, Bung Richard tidak pernah sedikit pun mengabaikan bacaannya terhadap kekuatan politik. Kelihaiannya ia lihai mengakomodir, merangkul dan menentukan line up dalam perjuangan politik. Politisi yang ulet, meski terlahir dalam keluarga yang ekonominya mapan. Terungkap dari sejumlah rekan-rekannya tentang kesederhanaan politisi PDI Perjuangan ini, Bung Richard menghargai semua kalangan. Dengan para jurnalis, ia dicintai dan disayangi.

Pendekatan politiknya dalam meraih kemenangan, ia tak mau memanfaatkan konflik sebagai trigger. Kelihatannya politisi yang satu ini tak pernah ikhlas kalau memanfaatkan kesempatan untuk kemenangan politik. Ia tak mau mengail di air keruh. Atau seperti peribahasa Bung Richard tidak mau menari di atas gendang yang ditabuh orang lain. Tipikal politisi handal yang bekerja keras. Ia tak mau ujuk-ujuk. Dipikirannya jalan politik harus diawali dengan proses yang benar. Dalam keyakinan politiknya, dari rute yang benar itulah, maka akan melahirkan hasil yang benar pula.

Menghidangkan pemikiran yang bersifat solutif, itu juga menjadi model dan identitas dari sosok Bung Richard. Sangat tidak disukainya, kalau kehadirannya di tengah masyarakat tidak memberi arti apa-apa. Menurutnya politisi harus bermanfaat, mandiri dan berbuat bagi masyarakat. Kalau tidak berbuat, apalagi mengacaukan kepentingan masyarakat, sebetulnya politisi semacam itu disebutnya bukan politisi. Melainkan penambah beban bagi masyarakat.

Berpolitik baginya bukan berarti harus running. Melainkan berjalan teguh pada tujuan, meluruskan kiblat pergerakan. Sudah barang tentu dengan langkah berkemajuan. Mereka yang berlari umumnya berpotensi terpeleset dan jatuh. Seorang politisi perlu punya perhitungan, kemudian ia mau menyederhanakan dalam tindakan. Bukan dengan cara berlari, yang akhirnya menyebabkan politisi tersebut terjatuh. Blunder, hilang keseimbangan, over, tergelincir karena kecepatannya sendiri. Sulit mengendalikan dirinya sendiri.

Bagi Bung Richard, politisi perlu memiliki pendirian, teguh dan mandiri. Untuk konteks menyelamatkan visi misi parpol dan perintah atasan, maka politisi harus loyal. Dalam beberapa pesannya, Bung Richard berusaha mengevakuasi dirinya dari sikap tamak dan rakus kekuasaan. Tak mau dinilai sebagai politisi yang berlebihan, hal prioritas baginya hanyalah berkontribusi kepada masyarakat. Proses menjadi politisi yang matang intens dijalaninya, baginya tidak mudah, tapi digelitunya dengan kemauan belajar yang tinggi. Tambahnya, politisi harus memberi ruang dalam dirinya untuk menumbuhkan belajar, ia memposisikan dirinya bahwa dia masih punya banyak kekurangan dan ketidaktahuan. Sehingga ia akan selalu belajar.

Disampaikannya pula, politisi layaknya menjadi agen pembelajar. Mereka yang menghargai dirinya akan menghargai orang lain. Seperti itu punya dengan kesadaran mengerti bahwa politisi masih punya banyak kekurangan dan kelemahan, agar dapat diperbaiki. Maka mengejar ketertinggalan, belajar dan menambah pengalaman adalah cara-cara yang harus ditempuh politisi. Guna meningkatkan kualitas diri, mengokohkan integritas dan keberanian berjuang membela kepentingan masyarakat tentunya.

Dari aktivis mahasiswa bertransformasi ke politisi merupakan alternatif pilihan yang diyakininya benar. Karena ia menggemari kerja sosial sejak di kampus, hal tersebut melatih dan mendidik dirinya bermental tidak hanya mau memikirkan diri sendiri. Melainkan lebih dari itu, berpikir dan berbuat bagi banyak orang. Kalau ditelisik, memang tidak semua jebolan aktivis parlemen jalanan sukses dalam membangun karir politiknya. Bung Richard tergolong, berhasil dalam membangun karir politik.

Tentu karena ketekunan, kesabaran dan niat baiknya berbuat bagi masyarakat. Politisi Nasionalis ini mengatakan rencana mulia manusia akan disempurnakan Tuhan, jika manusia menekuninya dengan kerja keras dan berdoa. Tidak perlu menjadi politisi yang takabur. Optimis dalam meraih suatu cita-cita politik baginya memang diperlukan. Yang tidak perlu adalah mendahului atau melampaui takdir Tuhan, seperti bersikap takabur dalam politik.

Politik Gotong Royong, Kunci Membangun Masyarakat

Keras apapun kompetisi politik, bagi Bung Richard harus diletakkan persaingan itu pada keberpihakan kepentingan wong cilik (masyarakat jelata). Trik menyentuh atau menyasar dan menyelamatkan kepentingan tersebut yaitu dengan menerapkan politik gotong royong. Politik harus berkembang serta dipacu dari semangat bersama. Tidak majunya tatanan politik, karena kesadaran gotong royong dari para politisi memudar.

Berbagai penyebab macetnya perjuangan kepentingan masyarakat itulah, maka Bung Richard menyarankan perlu memaksimalkan kembali semangat gotong royong. Dari gotong royong itulah akan terbangunan peradaban demokrasi yang kuat, dan berpihak pada masyarakat. Dari gotong royong pula kepentingan masyarakat yang sejak awal untuh, yang sengaja dibuat terpotong-topotong dapat disatukan kembali. Lebih lengkap politisi mewujudkan kepentingan masyarakat tersebut.

Gotong royong menjadi kerangka perjuangan yang penting. Menjadi kunci dari bagaimana politisi menjawab keresahan masyarakat tentang ketidakadilan, belum terdistribusinya kesejahteraan masyarakat secara merata. Banyak problem yang dialami masyarakat satu per satu akan terjawab, bila semangat politisi dibangun melalui fondasi spirit gotong royong. Sejak mahasiswa Bung Richard dikenal memiliki komitmen bekerja untuk masyarakat. Komitmen itulah yang dilanjutkan, dikonkritkan melalui perjuangan sebagai politisi saat ini.

Konteksnya saat ini, kenapa harapan dan cita-cita masyarakat masih saja tersendat dalam mewujudkannya? Menurut Bung Richard disebabkan masih adanya politisi yang bias tafsir terhadap pemahaman gotong royong atau kerja kolektif. PDI Perjuangan disebutkan menjadi pelopor dalam soal ini. Berada di depan mengajak politisi lain ikut bersama dalam suasana gotong royong bekerja untuk kepentingan masyarakat.

Ketidakseriusan dan belum sepenuhnya politisi mengerti akan politik gotong royong, membuat orientasi politisi menjati tidak satu. Dari sanalah target meningkatkan derajat masyarakat menjadi tidak berkekuatan. Semua menjadi tidak maksimal. Politisi yang belum menmahami sepenuhnya gerakan gotong royong malah bertindak berlawanan dengan semangat tersebut. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan tambahan bagi politisi yang tengah menjalankan visi gotong royong. Alhasil, waktu politisi menjadi tersita.

Mulai saat ini, hingga kedepannya politisi perlu terus menularkan pemahaman berpolitik dengan standar gotong royong. Suara progresif yang pernah ditunjukkan Bung Karno harus menjadi api yang diwariskan politisi di era modern ini. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Bung Richard meyakini, jikalau politisi menjadi mengerti dan patuh terhadap gerakan politik gotong royong, maka semua misi pembangunan dengan mudah dapat diwujudkan. Tidak ada lagi penyesalan tentang kegagalan. Tak ada lagi saling menyalahkan, yang ada adalah kesuksesan dan keberhasilan bersama membangun masyarakat.

 

Oleh : Amas Mahmud
(Jurnalis dan Sekretaris DPD KNPI Manado)

Menjadi Pelopor, DPC GAMKI Minsel Nyalakan 1000 Lilin untuk Tragedi Teror

Para peserta aksi saat menyalakan lilin (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menggelar aksi solidaritas atas korban bom 3 Gereja di Surabaya. Kegiatan Doa diselenggarakan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Amurang Senin (14/5/2018) pukul 19.30 WITA. Pdt. Rommy Kindangen, S.Th turut mendoakan para korban bom di 3 gereja tersebut. Ketua GAMKI Minsel Alfons Sumual membacakan pernyataan sikap GAMKI Minsel.

“Kami mengecam aksi terorisme yang menyerang 3 Gereja di Surabaya. Saya berharap umat Kristen tetap mendoakan keluarga korban maupun anggota Polri yang gugur saat tugas di Mako Brimob beberapa waktu lalu,” kata Sumual.

Pernyataan Sikap DPP GAMKI Terkait Bom Surabaya Berikut beberapa pokok pernyataan sikap terkait peristiwa bom yang terjadi di beberapa Gereja di kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). Pokok-Pokok Pergumulan Bersama GAMKI Minsel sebagai berikut:

1. Mengecam tindakan terorisme dan kekerasan atas nama apapun yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memecah belah persatuan bangsa ataupun menggiring Negara ini menjadi sebuah Negara yang tidak lagi berdasarkan pada Pancasila. 2. Meminta kepada pemerintah dan aparat keamanan untuk segera mengusut tuntas peristiwa pengeboman terhadap beberapa gereja di Surabaya.

Bahkan menegakkan hukum yang tegas atas pelaku beserta jaringan-jaringannya. Disamping juga memberikan keterangan serta informasi yang jelas agar tidak terjadi kesimpangsiuran di masyarakat. 3. Meminta kepada Politisi ataupun seluruh pemangku kebijakan tidak mengomentari peristiwa ini secara berlebihan dan menggoreng isu ini sebagai komoditas Politik sesaat yang mengarah kearah yang destruktif.

4. Tidak menggunakan media sosial untuk menyebarkan ujaran kebencian dan wacana-wacana yang bisa semakin memperkeruh suasana. 5. Mendesak kepada DPR RI dan Pemerintah segera mempercepat dan mengesahkan RUU Anti Terorisme sebagai payung hukum untuk mengatasi keberulangan peristiwa seperti ini di masa yang akan datang. 6. Mendesak kepada Negara (Pemerintah) untuk menjamin kebebasan serta keamanan beribadah bagi seluruh warganya.

7. Menyerukan kepada anggota, kader GAMKI dan seluruh Angkatan Muda Kristen agar tetap waspada dan berjaga-jaga di tempat dan sekitar masing-masing demi menjaga keamanan dan kenyamanan jemaat dalam beribadah. Demikian seruan ini kami buat untuk dapat diperhatikan dan dilaksanakan sebaik-baiknya. Kiranya Yesus Kristus, Sang Kepala Gerakan & Kepala Gereja menyertai segenap perjuangan dan pergumulan kita.

Selain GAMKI, aksi ini dihadiri juga oleh Pemuda Lintas Gereja, LMI Minsel Tonaas Tommy Pantow, Ketua GMPK Minsel John Senduk, Ketua Solidaritas Kristen Nusantara Michael Maringka, Tokoh Pemuda Tompasobaru Brando Mamengko. (*/Redaksi)

Pernyataan Sikap Organisasi Kemahasiswaan dan Kepemudaan Nasional

Solid, organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan Nasional bersatu (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Organisasi Kemahasiswaan Dan Kepemudaan Nasional, yang terdiri dari HMI, PMII, GMNI, PMKRI, IMM, HIKMAHBUDHI, KMHDI, KAMMI, HIMA PERSIS, Pemuda Muslimin Indonesia, SEMMI, Gema Mathla’ul Anwar, GPII, IPTI, HIMMAH, GMKI.

Beberapa waktu belakangan ini, telah terjadi serangkaian peristiwa berupa intimidasi kepada para tokoh agama dan teror terhadap rumah ibadah yang memilukan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Beberapa kejadian ini antara lain, kepada 1) ulama, tokoh NU, dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah, Cicalengka, Bandung, KH. Umar Basri pada tanggal 27 Januari 2018, 2) ulama sekaligus Pimpinan Pusat Persis, H. R. Prawoto, dianiaya hingga meninggal oleh orang tak dikenal pada tanggal 1 Februari 2018, 3) persekusi terhadap Biksu Mulyanto Nurhalim dan pengikutnya di Desa Caringin, Kec. Legok, Kab. Tangerang pada tanggal 7 Februari 2018, 4) serangan terhadap peribadatan di Gereja St. Ludwina, Desa Trihanggo, Kec. Gamping, Kab. Sleman pada tanggal 11 Februari 2018, yang menyebabkan Romo Prier dan pengikutnya mengalami luka berat akibat sabetan senjata tajam. 5) Perusakan masjid di Tuban, Jawa Timur, 6) pelecehan terhadap rumah ibadah umat beragama Hindu di Bima, NTB, pada tanggal 12 Februari 2018, dan 7) berbagai kejadian lainnya yang belum terekspos oleh media.

Dampak dari beberapa peristiwa ini adalah terganggunya stabilitas keamanan daerah dan nasional yang dapat memicu konflik horizontal yang lebih besar. Oleh karena itu, persoalan-persoalan intoleransi dan radikal ini harus segera ditangani sehingga konflik sekecil apapun dapat segera diselesaikan dengan serius dan tuntas.

Sayangnya, kami melihat belum ada penanganan yang sistematis dan efektif dari berbagai lembaga terkait. Setiap lembaga masih bergerak sendiri tanpa ada koordinasi yang sinergis. Tindakan pencegahan yang terencana, sistematis, dan berkesinambungan masih belum terlaksana dengan baik.

Menyikapi hal ini, sebagai bentuk tanggung jawab kita bersama, disaksikan Monumen Gong Perdamaian Dunia di kota Ambon yang menjadi simbol pentingnya menjaga perdamaian antar sesama saudara sebangsa dan se-tanah air, kami dari Organisasi Kemahasiswaan dan Kepemudaan Nasional dengan ini menyatakan:

1. Mendesak Presiden untuk menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan agar bekerjasama dengan solid, sinergis, dan responsif dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kebangsaan dan intoleran.

2. Mendesak Kepala BIN, Kapolri, Panglima TNI untuk berkoordinasi dalam mengungkap aktor intelektual dari rangkaian kasus yang telah terjadi serta mengoptimalkan tindakan preventif agar kejadian yang sama tidak terulang lagi.

3. Mengajak segenap elemen bangsa antara lain pejabat publik, tokoh agama, tokoh masyarakat, elit partai politik, pimpinan ormas, dan lainnya untuk turut mengkondusifkan keadaan serta tidak mengeluarkan pernyataan yang provokatif.

4. Menginstruksikan seluruh anggota dari organisasi HMI, PMII, GMNI, PMKRI, IMM, HIKMAHBUDHI, KMHDI, KAMMI, HIMA PERSIS, Pemuda Muslimin Indonesia, SEMMI, Gema Mathla’ul Anwar, GPII, IPTI, HIMMAH, dan GMKI, untuk menjaga ikatan persaudaraan serta berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang harmoni kebangsaan berdasarkan Pancasila, UUD 1945.

5. Menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi dengan isu yang dapat memecah-belah kerukunan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Demikian pernyataan sikap bersama Organisasi Kemahasiswaan dan Kepemudaan Nasional.

_Ambon, 14 Februari 2018_
*Atas nama Organisasi Kemahasiswaan dan Kepemudaan Nasional*
Ahmad Nawawi (Ketua Umum DPP GEMA Mathla’ul Anwar)
Juventus Prima Yoris Kago (Ketua Presidium PP PMKRI)
M. Muhtadin Sabily (Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia)
Mulyadi P. Tamsir (Ketua Umum PB HMI)
Putu Wiratnaya (Presidium PP KMHDI)
Ali Muthohirin (Ketua Umum DPP IMM)
Nizar Ahmad Saputra (Ketua Umum PP HIMA PERSIS)
M. Azizi Rois (Ketua Umum DPP SEMMI)
Agus Mulyono Herlambang (Ketua Umum PB PMII)
Irfan Ahmad Fauzi (Ketua Umum PP KAMMI)
Sugiartana (Ketua Presidium HIKMAHBUDHI)
Robaytullah Kusumajaya (Ketua Umum DPP GMNI)
Aminullah Siagian (Ketua Umum PP HIMMAH)
Masri Ikoni (Ketua Umum PB GPII)
Sahat Martin Philip Sinurat (Ketua Umum PP GMKI)
Ardy Susanto (Ketua Umum DPP IPTI). (*/Redaksi)

DPC GAMKI Minsel Sukses Lakukan Musyawarah Anak Cabang di Sulta

Ketua DPC GAMKI Minsel saat menerima keputusan Musyawarah Anak Cabang (Foto Suluttoday.com)

AMURANG, Suluttoday.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) terus melakukan konsolidasi di Tingkat Kecamatan. Buktinya Sabtu (27/1/2018) melakukan Musyawarah Anak Cabang di Kecamatan Suluun Tareran (Sulta) pukul 15.30 WITA bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) desa Suluun Satu.

Kegiatan yang diawali dengan Ibadah dipimpin oleh Wakil Ketua DPC GAMKI Minsel Maikel Pontoh S.Pd.K. Pontoh dalam khotbahnya mengajak segenap kader GAMKI terus tanpa henti mengabarkan Injil Kristus. Ia mengajak kepada kader GAMKI di Kecamatan Suluun Tareran (Sulta) senantiasa berpegang pada salib kristus dan jangan pernah goyah.

“GAMKI adalah organisasi semua pemuda Kristen. Marilah kita melayani medan Gereja dan masyarakat,” kata Pontoh.

Sementara itu, dalam sambutan ketua DPC GAMKI Minsel Alfons Sumual, S.IP mengajak pemuda Kristen di Kecamatan Sulta bersatu padu membesarkan organisasi. Sumual mengatakan siapapun yang terpilih pasti yang terbaik dari Tuhan.

“Saya harap ketua terpilih dapat merangkul semua pemuda denominasi Gereja,” katanya.

Dalam pemilihan ini ada 3 bakal calon ketua yakni Valendri Langi, Alter Rauan dan Clinton Tuwo. Tapi dengan musyawarah untuk mufakat akhirnya semua sepakat menunjuk Clinton Tuwo sebagai ketua GAMKI Sulta periode 2018-2021.

Foto bersama usai Musyawarah (Foto Suluttoday.com)

“Terima kasih kepada rekan-rekan yang telah mempercayakan saya sebagai ketua GAMKI Sulta,” kata Tuwo yang juga tercatat mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Manado.

Dukungan yang sama juga dikatakan Fendy Runtunuwu kader GAMKI asal Desa Pinapalangkow. Fendy yakin bahwa Tuwo bisa membesarkan GAMKI di Kecamatan Sulta.

“Pasti kami akan kerja membesarkan GAMKI bersama ketua terpilih,” kata Fendy. (*/Amas)

Ibadah Pra Natal DPC GAMKI Minsel Sekaligus berbagi kasih dengan Jemaat

Sambutan Ketua GAMKI Minsel (Foto Suluttoday.com)

MINSEL, Suluttoday.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) sukses melaksanakan Natal bersama jemaat GMIM Agape Bojonegoro, Kecamatan Maesaan, Minsel Jumat (22/12/2017) pukul 15.00 WITA.

Ketua panitia pelaksana melalui Sekretaris Rivo Tumewang, SH mengatakan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga pelaksanaan Ibadah menyambut Natal dan Safari Natal DPC GAMKI Minsel terlaksana dengan baik.

“Semoga bermanfaat bagi pemuda pemudi kristen di Minsel, menjadi pemuda gereja yang berintergeritas untuk Kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya.

Natal GAMKI Minsel dihadiri pengkhotbah oleh Maykel Pontoh, S.Pd.K, mengajak jemaat yang hadir dalam menyongsong Natal tidak boros dan berlebihan tapi dengan penuh kesederhanaan seperti kedatangan Yesus.

“Melalui Firman Sabda Tuhan ini diharapan pemuda pemudi kristen khususnya di Minsel memiliki roh Tuhan, untuk mewartakan kabar baik, serta menjadi terang Tuhan dalam kehidupannya, baik pada lingkungan bangsa dan negara. Natal sebagai momentum hidup kesederhanaan jangan terpaku pada pesta pora,” kata Maykel.

Sementara itu, Ketua DPC GAMKI Minsel, Alfons ‘Chris’ Sumual, S.IP dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak secara khusus pada panitia sehingga boleh terlaksana program tahunan GAMKI Minsel.

”GAMKI merupakan Organisasi kepemudaan, perkumpulan, wadah pemuda gereja-gereja Kristen Indonesia, termasuk di Kabupaten kota di Sulut, salah satunya di Minsel, tujuannya untuk memberikan kontribusi pembangunan bangsa dan negara sebagaimana mestinya, baik melalui Agama, pendidikan, sosial budaya dan politik,” jelas Chris.

Penyerahan diakonia (Foto Suluttoday.com)

Dalam kesempatan itu Sumual mengatakan diawal periode kepengurusan GAMKI Minsel periode 2017-2020 agar semua jajaran kepengurusan mendukung program pemerintah disegala bidang untuk kesejahteraan rakyat namun didalamnya tetap kritis jika program tidak pro rakyat.

“Generasi muda harus menjadi agen perubahan. Dukunglah program yang baik tapi didalamnya kritis jika program yang dijalankan tidak pro rakyat,” katanya. Dimomen Natal ini ia mengajak pemuda Kristen di Minsel menjaga kerukunan umat beragama sehingga akan tercipta hubungan yang baik antar sesama.

“Besar harapan saya GAMKI semakin eksis di Minsel, atas nama pribadi keluarga, dan segenap kepengurusan GAMKI Kabupaten Minsel mengucapkan Selamat Natal 2017 dan menyonsong Tahun Baru 2018,” ucapnya.

Diakhir kegiatan, pengurus membagikan hadiah Natal berupa sembako kepada jemaat GMIM Agape Bojonegoro, Jemaat GPdI Karmel Bojonegoro, Jemaat Katolik dan Jemaat Advent yang turut hadir dalam ibadah Natal dan Safari Natal DPC GAMKI Minsel. (*/Amas)

iklan1