Tag: gelora bung karno

Diktra dan Bogani Jawara Turnamen Persin Cup 2016

Tim pemenang ketika mendapatkan tropy (Foto Ist)

Tim pemenang ketika mendapatkan tropy (Foto Ist)

MANADO – Tuntas sudah pelaksanaan turnamen Persin Cup 2016 perebutan tropy Wali Kota Kotamobagu yang digelar terkait HUT Persin Sinindian ke-68. Turnamen sepak bola U-12 dan U-15 yang dihelat kurang lebih sebulan ini ditutup secara resmi oleh Walikota Kotamobagu Ir. Tatong Bara, Sabtu (30/4/2016) sore.

Juara untuk kelompok usia 12 tahun adalah Tim Bogani Putra Jr setelah di final mengalahkan Tim Lobong Jr dengan skor 1-0. Gol kememangan tim asuhan Iksan Sania ini dicetak oleh Ahmad Dewa lewat titik putih. Sedangkan untuk Kelompok Umur 15 tahun terjadi duel klasik tim bertetangga antara Diktra Prima Jr dan Aruman Jaya Jr.

Partai final yang dipadati ribuan penonton ini menyuguhkan permainan yang menghibur dan enak ditonton, pasalnya kedua tim ini sama-sama diperkuat oleh pemain-pemain jebolan Menpora Cup U-14 tahun lalu, yang berlaga di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Saling serang sejak kick off membuat keriuhan dan detak jantung suporter kedua tim.

Duel super ketat ini tidak menghasilkan gol di waktu normal 2×35 menit. Pertandingan pun dilanjutkan dengan adu tendangan pinalti, disinilah mental anak-anak diuji. Dalam adu pinalti itu, penjaga gawang Diktra Jr Refandi Damopolii mampu menggagalkan 3 penendang pertama dari Aruman jr, sebaliknya 3 penendang pertama dari Diktra Prima Jr semua berhasil mencetak gol, dengan demikian Diktra Prima Jr keluar sebagai pemenang dengan skor 3-0.

“Dengan doa dan kerja keras serta dukungan semua pihak terutama official tim, orang tua pemain dan pemerintah Kelurahan Pobundayan, kami bisa memberikan hasil terbaik,” ujarnya.

”Kemenangan Diktra adalah kemenangan kita semua dan kiranya bisa memotifasi seluruh perkumpulan/SSB yang ada di BMR,” tandas Reflin.

Wali Kota Kotamobagu dalam sambutan mengapresiasi pelaksanaan turnamen kelompok umur. Selain memberikan hiburan kepada masyarakat, juga memberikan dampak positif bagi anak-anak, karena dengan kegiatan-kegiatan seperti ini bisa menghindarkan mereka dari dampak negatif dari pergaulan anak muda sekarang yang semakin menghawatirkan.

”Kedepan pemerintah Kota Kotamobagu tetap mendukung program-program yang berkaitan dengan sepak bola,” ujar Wali Kota Tatong.

Adapun ketua panitia, Thoib Mohama serta sekretaris panitia, Chandra Mohama mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada semua tim yang telah berpartisipasi dalam turnamen ini serta semua pihak terutama para sponsor yang telah membantu dalam pelaksanan turnamen ini. (*/amas).

Kategori U-12 Juara 1: Bogani Putra Jr Biga Juara 2: Lobong Jr, Lobong Juara 3: Diktra Jr, Pobundayan Juara 4: garuda Bolmong Top Scorer: Ahmda Dewa (Bogani) Best Player: Bagas (Lobong Jr) Kategori U-15 Juara 1: Diktra Prima – Pobundayan Juara 2: Aruman Jaya, Motoboi Kecil Juara 3: Persin Jr Sinindian Juara 4: PSMB Motoboi Besar Top Scorer: Kiki Eyato (Aruman Jr) Best Player: Farhan Mandeng (Diktra Jr)

Turangan: Jokowi Bisa Dilantik di GBK, Tidak Harus di Gedung MPR

Joko Widodo dan Jusuf Kallah (Foto Ist)

Joko Widodo dan Jusuf Kallah (Foto Ist)

MANADO – Beredar rencana pelantikan Presiden RI terpilih di Gelora Bung Karno (GBK) mendapat sambuatan hangat. Muncul pro dan kontra saat rakyat Indonesia mendapatkan informasi ini, menurut Tommy Turangan SH, Ketua Umum Aliansi Maysrakat Transparansi (AMTI) apa yang direncanakan terkait pelantikan Joko Widodo dan Jusuf Kallah selaku Presiden serta Wakil Presiden terpilih untuk dilantik di GBK tidaklah menabrak aturan.

”Penjelasan UUD 1945 pasal 3 dan 9 tidak semerta-merta Presiden harus di lantik di Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat. Aturan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden ternyata tak bisa di artikan di Gedung MPR saja. Tempat pelantikan presiden ternyata tak harus di Gedung DPR/MPR, bisa juga dilaksanakan di tempat terbuka, seperti di Gelora Bung Karno (GBK),dan lain-lain tempat, malah bagus kalau di GBK supaya dihadiri rakyat Indonesia untuk menyaksikan,” kata Turangan pada Suluttoday.Com, Minggu (12/10/2014).

Turangan yang juga mantan aktivis 98 itu mengatakan Indonesia saat ini menganut sistem Presidensial. Ditambahkannya lagi, seorang presiden tak dilantik oleh lembaga manapun. Presiden hanya membaca sumpah jabatannya disaksikan oleh Mahkamah Agung (MA) dan pimpinan MPR.

”Pimpinan MPR-nya tak harus semua ikut hadir, sudah bisa dikatakan sah. Ketua boleh, Wakil Ketua juga boleh, dengan demikian Pelantikan Jokowi turut di rekomendasikan oleh Ribuan bahkan jutaan pendukungnya apalagi pelantikannya, bukan di Gedung MPR. Dan untuk teknis pelantikannya bisa di ambil saja satu pimpinan MPR, Misalnya satu Pimpinan Tersebut EE Mangindaan lalu disaksikan Mahkamah Agung, dan itu sudah sah. Apalagi Rakyat dilibatkan,” tegas Turangan yang juga warga asli Minahasa Selatan ini. (Amas Mahmud)

iklan1