Tag: godlif mamahit

Mitra Bersyukur 2017, Pemkab Tingkatkan Keamanan dan Keramahan Masyarakat

Drs. Godlif Mamahit (Foto Ist)

MITRA, Suluttoday.com – Pesta pengucapan syukur kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) yang sudah ditetapkan pada tanggal 2 juli 2017 dengan mengambil tema ‘Mitra bersyukur 2017’ dipersiapkan pemerintah daerah sebagai ajang promosi keberhasikan pembangunan dan kebersamaan masyarakat mitra. Asisten I bidang pemerintahan Drs Godlif Mamahit mengatakan.

“Diharapkan masyarakat mitra persiapkan segala sesuatu yang menyangkut pengucapan syukur, sebab kita akan menjemput tamu- tamu kita yang datang dari luar daerah, pastinya mereka pertama akan melihat kemajuan pembangunan infrasttuktur yang telah berhasil dibangun pemerintah daerah selang empat tahun terakhir,” ujar Mamahit.

Selanjutnya, mereka akan mencari kuliner khas mitra dan yang paling utama mereka akan membanggakan masalah keramahan masyarakat yang sudah termasuk didalamnya keamanan.ujar Mamahit. Sementara kepala bagian kesejahtraan masyarakat pemkab mitra Maya Daming menjelaskan.

“Sudah menjadi kesepakatan bersama antar tokoh agama khususnya para pendeta dan Gembala serta seluruh hukum tua dan camat yang ada dimitra bahwa secara umum pesta pengucapan syukur tahun 2017 dilaksanakan secara serentak pada tanggal 2 juli 2017 sehingga tak ada lagi yang membuat acara pengucapan syukur khusus, sambil mengundang seluruh warga sulut untuk datang bersama masyarakat mitra untuk berpengucapan syukur, Ayo… Mari datang dimitra tanggal 2 juli…. Mitra aman…. Mitra hebat,” tutur Daming menutup. (Jemmy K)

Sukses Selamatkan 18 warga Siliaan yang disekap, Sumendap Semakin Dipuja Warganya

Bupati Mitra, James Sumendap (Foto Suluttoday.com)

MITRA, Suluttoday.com – Keberanian Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap dalam menyelamatkan 18 warga siliaan raya kecamatan siliaan kabupaten minahasa Tenggara yang disekap diperkebunan kelapa sawit kabupaten palang pisang provinsi Kalimantan Tengah, mebuahkan hasil yang luar biasa. Lihat saja Tim bentukan Bupati mitra james sumendap yang langsung menuju kabupaten palang pisang sejak pekan lalu berhasil dengan berbagai manuver dalam menyelamatkan warga mitra tersebut.

Tim yang beranggotakan asisten satu bidang pemerintahan Drs Godlif Mamahit, kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi Drs Robby Sumual serta Camat siliaan Berty Mokat dalam aksinya langsung menemui Gubernur Kalimantan Tengah serta bupati palang pisang untuk melaporkan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kunjungan tim ini.

“Setelah melakukan pertemuan dengan pimpinan daerah tim langsung bergerak menuju sasaran sesuai koordinasi instansi terkait provinsi kalteng dan kab palsang. Perkebunan kelapa sawit PT berkah alam fajar mas yang menjadi saran sesuai petunjuk langsung dilakukan negosiasi dan 18 warga mitra tersebut langsung kami evaluasi untuk dibawah pulang ke mitra ” ungkap Camat Mokat.

Diketahui bahwa dari pengaduan warga siliaan kecamatan siliaan raya kabupaten minahasa Tenggara (Mitra) kepada Bupati mitra James sumendap, bahwa keluarganya yang bekerja diperkebunan kelapa sawit kabupaten Talang pisang provinsi kalimantan tengah mengalami penyiksaan .

“Ada 18 tenaga kerja asal Silian Kecamatan Silian kabupaten Minahasa Tenggara selang 2 tahun terakhir ini.” Hal ini terungkap setelah bupati Mitra Jemes Sumendap kepada wartawan dalam rapat paripurma dewan Mitra, Rabu (8/3/2017).

Bupati sumendap menyatakan akan melakukan upaya hukum untuk membantu 18 warga Silian tersebut. “Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah Palang Pisang Kalimantan Tengah untuk menanyakan kondisi warga mitra yang diduga mengalami perlakuan yang tidak semestinya,”ujar Sumendap. Ditambahkannya juga bahwa upaya pemerintah Mitra dengan menghubungi wakil Bupati Talang Pisang Taty Narang untuk mengetahui kejelasan laporan warga ini.

“Sesuai laporan 18 warga tersebut hanya memakan bubur setiap hari dan tidak diperbolehkan pulang ke kampungnya,” ujarnya.

Sementara itu, sesuai dengan hasil penyelidikan pihak bupati bahwa ternyata PT Berkah Alam Fajar Mas yang bergerak dalam usaha perkebunan kelapa sawit sudah di tutup pengoperasionalnya sejak 2 tahun silam dan sejak itu statusnya adalah perusahan ilegal.

“Bukan hanya itu,ke 18 warga Silian diduga di siksa si lokasi perkebunan tersebut,” tambah Bupati.

Ditambahkannya juga kepergian 18 warga Silian ke lokasi tersebut setelah dijanjikan akan memperoleh upah sebesar 5 juta namun sesampainya dilokasi tersebut hanya dibayarkan 450 ribu saja. Saya akan membawa anggota dewan mitra untuk segera berangkat ke Kalteng menemui warga saya yang disekap.

Tegas Bupati yang sangat peduli dengan warganya ini. Keberhasilan Bupati mitra james sumendap dalam menyelamatkan warga mitra ini terus dipuja warganya, seperti ungkapan syuli batubuaya “luar biasa bupati sumendap, tak ada tandingan, kami berdoa agar bupati terus memimpin Mitra “. Hal yang hampir sama diutarakan Albert sangkaeng warga Touluaan “bangga dengan keberhasilan bupati sumendap yang sangat peduli dengan kejadian yang dialami warganya.

Kalau tak langasung diselamatkan pasti ada korban jiwa oleh karena itu kami bangsa dengan kepemimpinan bupati sumendap. Hal juga yang menjadi pembicaraan khusus dimedia sosial khusus nya digroup kekeluargaan warga siliaan dan Touluaan semuanya memuji keberhasilan Sumendap. (jemmy k)

Antisipasi Penggunaan Anggaran Tidak Transparan Jurnalis Mitra Gelar Seminar

Berlangsungnya seminar (Foto Suluttoday.com)

Berlangsungnya seminar (Foto Suluttoday.com)

MITRA, Suluttoday.com – Bertempat diauditorium kantor bupati minahasa tenggara (mitra) (kamis 17 nop) pihak Inspektorat-Dinas pendidikan-kepolisian minsel-mitra beserta jurnalis mitra, melakukan seminar bertajuk “Peningkatan Akuntabilitas pengelolaan keuangan bidang pendidikan dan keterbukaan informasi publik”.

Seminar dengan peserta seluruh kepala sekolah SD-SMP serta bendahara sekolah se-mitra ini menghadirkan pemateri dari pihak Kepolisian dengan judul “penangkalan dini penyalagunaan dana BOS” dengan pembicara Kompol Pandelaki.

Sementara dari pihak inspektorat menghadirkan pembicara Irban Ir Roy Rondonuwu dengan judul “transparansi pelaporan keuangan daerah,” dan dari pihak Jurnalis dengan Topik “undang-undang keterbukaan informasi publik” dengan pemateri John kandow,SH.

Seminar yang dibuka langsung asisten satu pemkab mitra Drs Godlif Mamahit,MM. Mewakili Bupati mitra James Sumendap, mengapresiasi seminar tersebut, dengan harapan peserta dapat belajar dari hasil seminar ini untuk tugas tanggung jawab menuju mitra yang lebih sejahtra ujar Mamahit.

Seminar yang mendapat respons oleh ratusan peserta tersebut semakin panas tat’kala masuk seisi dialok, dimana peserta banyak mempertanyakan masalah batasan transparansi laporan keuangan yang kadang- kadang harus mengikuti protab,sementara banyak ditemui berbagai kebijakan yang tak sesuai dengan RKA (rencana kerja anggaran) suatu kegiatan.

Pihak inspektorat yang menjadi sasaran pernyataan dan pertanyaan langsung dengan jawaban bahwa tak ada laporan keuangan yang lari dari RKA, “semua laporan keuangan harus sesuai RKA” jika tak sesuai maka pasti akan menemui kendalah dalam laporan keuangan” tegas Roy. (Jemmy k)

KNPI Mitra Lakukan Sosialisasi Seminar Perlindungan Pekerja Migran

Peserta Seminar upaya perlindungan dan perlindungan hak pekerja migran (Foto Ist)

Peserta Seminar upaya perlindungan dan perlindungan hak pekerja migran (Foto Ist)

MITRA, Suluttoday.com – Upaya melakukan perlindungan hak bagi pekerja Indonesia di luar negeri terus dilakukan pihak pemerintah. Untuk lebih dikenal masyarakat menyangkut perlindungan hak atas pekerja Indonesia diluar negeri, pihak Kemetrian Luar Negeri (Kemenlu), melalui direktorat jendral kerja sama fungsional ASEANĀ  bekerja sama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DPD Kabupaten Minahasa tenggara melakukan seminar yang bertajuk, ”Upaya perlindungan dan pemajuan hak-hak pekerja migran di ASEAN”.

Ratusan Anggota KNPI Mitra memadati ruang Resto Tombatu, Selasa (21/6/2016), Bupati minahasa tenggara (Mitra) yang diwakili Asisten bidang pemerintahan Drs Godlif Mamahit.MM dalam sambutan mengatakan “pekerja indonesia diluar negeri,khususnya warga mitra cukup banyak bahkan masih banyak generasi muda yang berkerinduan besar untuk bekerja diluar negeri khususnya di negara -negara ASEAN sehingga perlu dibekali dengan pengetahuan akan hak dan kewajiban agar supaya tenaga kerja kita yang akan keluar negeri mampu besaing dan mendapat perlindungan hukum baik dari pemerintah indonesia maupun negara tujuan”.

Sementara ketua KNPI mitra Tom Jones Suoth yang bertindak sebagai moderator mengatakan “kerja sama ini sangat dibutuhkan pemuda mitra sebagai bagian tanggung jawab KNPI dalam membekali pemuda yang akan mempersiapkan diri menjadi pekerja migran di negara Asean”.

Dirjen kerja sama fungsional Asean kementrian luar negeri RI George Lantu Sebagai pembawa materi utama mengatakan “pekerja kita harus dibekali dengan berbagai pengetahuan yang profesional sesuai dengan bidang kerja, sebab jika tenaga kerja kita yang menuju negara Asean tanpa dibekali dengan pengetahuan khusus, maka kita akan dibodohi dan kadang kala menjadi bulan- bulanan dinegara tujuan, ujar lantu yang adala warga Kawanua.

Dalam seisi dialog peserta umunya pertanyakan upaya pemerintah dalam melakukanperlindungan bagi pekerja migran dari indonesia yang banyak dideportase akibat kelalaian lembaga pengiriman tenaga kerja.
Lantu dalam jawabannya mengatakan pemerintah indonesia terus berupaya melakukan pendataan bagi pekerja migran, baik ilegal maupun yang legal untuk mempermudah upaya perlindungan, bahkan bagi pekerja ilegal yang sudah terlanjur diluar negeri, pihaknya berupaya mengurus kelengkapan berkasnya agar supaya mereka dapat terus bekerja secara legal ataupun dipulangkan dengan biaya pemerintah ujar lantu.(Jemmy k)

iklan1