Tag: Google

E-Commerce Tingkatkan Daya Saing Hadapi MEA

Karo Ekonomi saat memberikan sambutan (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri membantu pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pemanfaatan e-commerce. Hal tersebut diungkapkan melalui kegiatan forum penyampaian saran kebijakan mengenai optimalisasi pemanfaatan e-commerce di tengah tantangan era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2025 kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Sulawesi Utara Kamis (29/11/2018) di ruang FJ Tumbelaka.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM RI Victoria Simanaungkalit mengatakan forum ini merupakan kerja sama antara Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN bersama Dinas Koperasi dan UKM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dengan menghadirkan pembicara Duta Besar Foster Gultom dari Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN, Deputi bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pemprov Sulawesi Utara, dan CEO Galago (UKM Sulawesi Utara yang telah memanfaatkan e-commerce dalam usahanya).

Kegiatan ini juga menghadirkan fasilitator dari Google Indonesia untuk memberikan bimbingan teknis mengenai Google Bisnis bagi peserta UMKM yang hadir. Sementara itu, Kepala Biro Ekonomi dan SDA, F Manumpil menegaskan bahwa melalui kegiatan seperti ini dapat mendorong perkembangan UMKM yang ada di Sulawesi Utara untuk dapat mengoptimalkan e-commerce untuk bersaing dan mengambil manfaatnya.(Cat)

Bunga Bangkai Ditemukan Warga Bitung

Bunga langka ditemukan tumbuh di Sulawesi Utara (FOTO Suluttoday.com)

BITUNG, Suluttoday.com – Baru-baru ini warga Danowudu Bitung Sulawesi Utara menemukan tumbuhan yang dikenal dengan nama Bunga Bangkai. Tumbuhan yang mengeluarkan bau busuk dan merupakan spesies endemik dari Sumatera, Elisabeth Sahambangun di dekat rumahnya beberapa waktu lalu.

Kehadiran tumbuhan yang biasanya dapat dijumpai pada hutan hujan tropis tersebut langsung menyedot perhatian masyarakat termasuk Kepala BLK Bitung, Rahel Rotinsulu Kamis (30/08/2018).

Rotinsulu yang dimintai tanggapan menyatakan bersyukur bisa melihat ciptaan Tuhan yang biasanya dilihat di televisi maupun di Google.(Cat)

Google Ungkap Lubang Keamanan di Aplikasi Symantec

Google PlayStore

Google PlayStore

JAKARTA – Wah, menarik dimana ditemukan sejumlah lubang keamanan yang berbahaya ditemukan di dalam beberapa produk Norton dan Symantec oleh peneliti keamanan Google.

Sesuai iformasi ini dipublikasikan lewat blog oleh Tavis Ormandi, peneliti keamanan Google yang menjadi bagian dari Project Zero, yaitu tim khusus di Google yang bertugas melakukan pengujian berbagai software dan server di seluruh dunia, dengan tujuan meningkatkan tingkat keamanan komputer.

Dalam postingan blog itu, Ormandi menyebut kalau celah ini adalah yang terburuk, karena berada di dalam inti aplikasi Symantec, yang digunakan sebagai dasar aplikasi, baik untuk produk consumer maupun enterprise, dan berpotensi menimbulkan kerugian.

“Celah keamanan ini tak bisa lebih buruk lagi. Mereka tak membutuhkan interaksi pengguna sama sekali, mereka berdampak pada konfigurasi dasar, dan aplikasi ini berjalan pada tingkat yang paling tinggi,” tulis Ormandi, seperti dikutip detikINET dari Zdnet, Kamis (30/6/2016).

Tanpa interaksi pengguna di sini maksudnya adalah mengeksploitasi celah keamanan itu bisa dilakukan dengan mengirimkan email berisi file ke si korban, atau cukup membuat si korban mengklik tautan.

Beberapa produk yang berdampak akibat celah keamanan ini adalah Norton Security, Norton 360, Symantec Endpoint Protection, Symantec Email Security dan Symantec Protection Engine.

Ditambahkannya, Symantec tak memperbarui kode di bagian yang bermasalah itu sejak tujuh tahun lalu. Temuan ini sudah dikirimkan ke Symantec, dan perusahaan asal California, AS itu mengakui kalau mereka memang sudah lama tak melakukan pembaruan.

Perbaikan terhadap celah keamanan ini kemudian sudah disertakan dalam pembaruan produk-produk Symantec. Mereka pun berjanji akan lebih banyak melakukan pengujian keamanan pada produknya untuk menghindari terjadinya hal sama di masa akan datang. (*/Rahmat)

Ini Alasan Max Braun Ciptakan Cermin Pintar

Cermin pintar (Foto Ist)

Cermin pintar (Foto Ist)

JAKARTA – Perkembangan teknologi terus berlangsung deras, di era internet of things membuat benda-benda menjadi “pintar” melalui koneksi dengan jejaring internet. Yang teranyar, seorang pegawai Google bernama Max Braun menciptakan “cermin pintar”.

Tujuannya bersifat personal, yakni agar Braun tetap update dengan informasi terkini walaupun sedang berada di kamar mandi. Dengan begitu, ia bisa lebih betah berlama-lama di kamar mandi.

Sepintar apa cermin itu? Sederhananya, cermin tersebut mempunyai peran ganda, yakni sebagai cermin konvensional dan sebagai layar raksasa yang bisa menunjukkan suhu cuaca dan berita-berita terkini.

Cermin tersebut tersusun atas kaca dua arah, sebuah panel display, papan pengontrol, serta komponen-komponen teknis lainnya.

Pemrograman antarmukanya sederhana, hanya mampu menampilkan informasi-informasi terbaru dari aplikasi “Forecast” dan “Associated Press” secara otomatis. Tampilan aplikasi-aplikasi lain juga bisa dimunculkan sesuai keinginan si pembuat.

Cermin juga bisa merespons pencarian suara. Ke depan, Braun ingin menambah kemampuan cermin pintarnya untuk mengetahui informasi lalu lintas, mengingatkan jadwal, serta kemampuan-kemampuan lainnya yang terafiliasi dengan Google Now.

Braun mengklaim tampilan cermin tersebut sangat tipis, hanya beberapa milimeter. Pengkodean untuk antarmukanya juga diklaim sederhana, hanya melibatkan ratusan baris kode.

Braun bereksperimen menerapkan API yang ia buat untuk cermin pintar melalui Chromecast, Nexus Player, dan Fire TV Stick. Sejauh ini, Braun belum menemukan kendala mengembangkan cermin pintar tersebut.

Alhasil, setiap pagi, sambil gosok gigi atau cukur kumis di kamar mandi, Braun bisa tetap mengetahui informasi-informasi terbaru dan terpenting.
Untuk sementara, Braun masih puas menggunakan cermin pintar secara eksklusif. Belum ada niatan mengomersialkan karya teknologinya tersebut, sebagaimana dilaporkan PhoneArena dan dihimpun KompasTekno, Minggu (7/2/2016). (ST/Kompas.com)

Peringati International Women’s Day, Google Doodle Ikut Promosikan Kesetaraan Gender

Logo Google (Foto Ist)

Logo Google (Foto Ist)

CALIFORNIA/MANADO – Google hari ini atau 8 Maret 2015 menampilkan Doodle bertema Hari Perempuan Internasional. Bila gambar Doodle tersebut diklik, maka pengguna dibawa ke hasil pencarian dengan kata kunci Hari Perempuan Internasional.

Website Independent melaporkan, 8 Maret 2015 menandai International Women’s Day atau Hari Perempuan Internasional. Event tahunan ini merayakan prestasi perempuan dan mempromosikan kesetaraan gender global.

Tema tahun ini adalah ‘mewujudkannya’ dan bertujuan mendorong tindakan efektif untuk memajukan dan mengakui perempuan. Ini berfokus pada perempuan di sektor profesional yang berbeda-beda seperti seni, bisnis, peran kepemimpinan senior dan aspek lingkungan kerja, di mana kesetaraan gender dinilai belum tercapai.

Diskriminasi gender dirasa masih terjadi, di mana seorang ibu menghadapi tantangan besar saat kembali ke pekerjaan usai cuti melahirkan mereka. Sebuah studi di Agustus 2014 mengungkap satu dari sepuluh pekerja yang di bayar rendah diturunkan jabatannya ke dalam peran yang lebih junior saat mereka kembali bekerja.

Google telah merayakan International Women’s Day dengan sebuah doodle yang menampilkan tema perempuan berprestasi dengan peran sebagai astronot, ilmuwan, atlet, guru, musisi, koki dan penulis. (okz/amas)

iklan1