Tag: Gotlieb Mamahit

Alfamart, Indomaret, Alfamidi Diperbolehkan Buka Usaha di Mitra

Gotlieb Mamahit

Ratahan, Suluttoday.com – Menarik, bidang usaha ritel yakni Indomaret, Alfamart dan Alfamidi kini diperbolehkan membuka atau melebarkan sayapnya di Minahasa Tenggara (Mitra). Jika pada periode pertama Bupati James Sumendap SH tegas tidak membolehkan bisnis ini, pada tahun 2020 langkah pemerintah justru berubah drastis.

“Welcome Indomaret, Alafamart dan Alfamidi. Kapan saja asal sudah mengajukan permohonan, kami berikan ijin,” tegas Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Pasar, Gotlieb Mamahit saat bersua dengan wartawan, Selasa (04/02/2020).

Sikap Pemkab ini bukan tanpa alasan. Menurut Mamahit, diperbolehkannya ijin usaha ritel tersebut selain untuk menggerakan perekonomian daerah, diharapkan dapat merangsang penjual lokal atau usaha rumahan (UKM) untuk bersaing sehat, termasuk membenahi manajemen usahanya.

“Tentunya ada syarat-syarat wajib yang harus dipatuhi. Diantaranya beroperasi (buka) 1×24 jam, menjual produk lokal, dan yang terpenting menyerap tenaga kerja lokal,” katanya.

Mamahit menambahkan, untuk tahap awal, Pemkab akan memberikan ijin bagi usaha-usaha ritel membuka cabangnya di setiap kecamatan masing-masing satu unit. “Tahun ini kalo sudah bermohon kami ijinkan masuk,” terang Mamahit. (Egi)

90 % ASN Berdomisili di Minahasa Tenggara

Piether Owu (Foto Ist)

Piether Owu (Foto Ist)

MITRA, Suluttoday.com – Perintah agar seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk berdomisili di Minahasa Tenggara, sebagian besar telah ditindaklanjuti oleh para abdi negara tersebut. Dari hasil inspeksi mendadak (sidak) di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dilakukan Asisten I Gotlieb Mamahit, dan Asisten III, Piether Owu yang didampingi Kabag Organisasi Setda Maya Daming, dan Kabag Humas Protokol Setda Franky Wowor, Senin (9/1/2017).

Seperti diungkapkan Asisten I Gotlieb Mamahit, pada sidak tersebut sebagai tindaklanjut perintah Bupati James Sumendap yang mewajibkan para ASN untuk berdomisili di Minahasa Tenggara.

“Bupati sudah memberikan kesempatan kepada para ASN pada minggu pertama awal tahun untuk segera berdomisili di Minahasa Tenggara. Dan sidak ini sebagai tindak lanjutnya,” ujarnya.

Ia pun mengakui semakin banyak para ASN yang telah berdomisili di Minahasa Tenggara. Sementara itu menurut Asisten III Piether Owu pada sidak tersebut, dilakukan pemeriksaan KTP, termasuk domisili para ASN saat ini.

“Kita periksa status domisili mereka saat ini. Dan dari hasil pemeriksaan sudah 90 % yang telah berdomisili di Minahasa Tenggara,” ujarnya.

Lanjut ditambahkannya, bagi para ASN yang belum berdomisili di Minahasa Tenggara diwajibkan untuk segera mengurus perpindahan domisili dari daerah asal.

Drs. Godlif Mamahit (Foto Ist)

Drs. Godlif Mamahit (Foto Ist)

“Hal tersebut dimaksudkan selain untuk mempermudah koordinasi, dan memperlancar pelayanan kepada masyarakat, ini juga lebih meningkatkan perputaran ekonomi di dalam daerah,” jelasnya.

Ditambahkan Kabag Humas Franky Wowor dari hasil sidak tersebut akan langsung dilaporkan kepada Bupati.(Jemmy k)

Saber Pungli Bergerak, Pemkab Warning Pemdes Terkait Praktek Pungli

Gotlieb Mamahit (Foto Ist)

Gotlieb Mamahit (Foto Ist)

MITRA, Suluttoday.com – Pemerintah Kabupaten (PemkaB) Minahasa Tenggara  memberikan ‘warning’ bagi pemerintah desa (Pemdes) agar tak melakukan praktek pungutan liar (Pungli). 

Hal tersebut ditegaskan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Gotlieb Mamahit pada Bimtek tata kelola pemerintahan bagi perangkat kecamatan, desa, kelurahan, dan Badan Perwakilan Desa (BPD), yang dilaksanakan Balai Desa Silian II.

“Saya perlu beri peringatan khususnya pemerintah desa agar tidak melakukan praktek pungutan liar. Apalagi saat ini Pemkab lagi giat-giatnya memerangi Pungli dan itu sudah berdaaarkan instruksi dari Presiden,” katanya.

Lebih lanjut saat ini sudah ada satuan bersih (Saber) Pungli, sehingga bentuk-bentuk pelayanan masyarakat yang ada di desa jangan ada Pungli.

“Jadi laksanakan tugas dan tanggungjawab sesuai dengan aturan-aturan yang ada, khususnya pada pelayanan pada masyarakat,” ujarnya.

Selain itu kata Gotlieb dengan adanya Bimtek tersebut diharapkan juga aparat Pemdes harus memahami setiap peraturan-peraturan yang berlaku.

Sementara itu Kepala Bagian Tata Pemeirntah dan Hubungan Masyarakat (Tapemhum) mengungkapkan, Bimtek tersebut secara khusus memberikan pemahaman kepada aparat Pemdes terkait penyelenggaraan pemerintahan.

“Diharapkan dengan Bimtek ini aparat Pemdes dapat lebih meningkatkan pemahamannya tentang penyelenggaraan pemerintah desa, sehingga setiap pelaksanaannya sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelasnya.

Bimtek tersebut diikuti Camat, Kepala Desa, BPD, Sekdes di enam kecamatan yakni Tombatu Timur, Tombatu, Tombatu Utara, Silian, Toulaan, Touluaan Selatan. (Jemmy k)

iklan1