Tag: GS Vicky Lumentut

Penyaluran Bansos di Ternate Tanjung Berjalan Lancar

Pemerintah Kelurahan saat menyalurkan bantuan (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Bantuan Sosial (Bansos) tahap II oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Manado bagi warga masyarakat terdampak Covid-19 di Kelurahan Ternate Tanjung, mendapat tanggapan serius dari beberapa warga terkait kwalitas dan ikan kaleng yang diterimah. Salah satunya Roy Poiyo warga lingkungan 1 Kelurahan Ternate Tanjung, mengatakan bahwa beras 10Kg dan 10 Ikan Kaleng yang kami diterimah.

Kualitas berasnya setelah di masak cukup baik dimakan. Sama halnya beras super win yang dijual di warung dengan harga 12.500. Ikan kaleng juga expired nanti 2021, setelah dimasak ternyata Ikan tuna, biasanya kami membeli di warong ikan kaleng sardine.

“Tapi Alhamdulilah semua ini cukup meringankan kebutuhan keluarga kami. Kepala lingkungan (Pala) mengingatkan hendaklah memeriksa terlebih dahulu sebelum menerima barang yang ada,” kata Poiyo warga yang sama juga dikatakan oleh IRT Sonia Potale, menurutnya Sembako yang terimah sempat memeriksa terlebih dahulu.

Sembako yang diterimah berupa 10kg beras, 10 ikan kaleng, dan 4 buah masker. Untuk berasnya tetap seperti dari tahap I, kali ini lumayan baik karena ikan kaleng sesuai dengan jumlah beras 10 kg. Artinya untuk menghemat kebutuhan ekonomi, jadi bisa memasak 1kg beras dan 1 ikang kaleng perhari.

“Saya pun tidak melihat kwalitas berasnya seperti apa, yang pasti bantuan yang disalurkan cukup membantu meringankan kebutuhan ekonomi keluarga saya,” tutur Sonia Kepala Dinsos Sammy Kaawoan saat dihubungi oleh awak media – terkait penyaluran sembako dan kwalitas beras dan Ikan kaleng.

Warga penerima bantuan (Foto Suluttoday.com)

Dijelaskannya, untuk penyaluran sembako sudah disalurkan di 11 Kecamatan sejak hari senin. (03/08/2020) Kecamatan Singkil yang terakhir yang didalamnya ada 9 Kelurahan. Di Kelurahan Ternate Tanjung disalurkan pada hari Rabu (5/8/2020) oleh Dinsos yang dikawal langsung oleh Asisten 1 Pak Heri Saptono Waktu itu juga setelah diserahkan secara simbolik kepada Lurah Ternate Tanjung Ramly Labatjo.

Mengingatkan pihak kelurahan khususnya para kepala lingkungan agar teliti dalam menyalurkan bantuan. Setelah diserahkan langsung meminta warga untuk periksa bantuannya, lihat apakah item lengkap dan tidak ada yang rusak atau expire. Bantuan juga harus diberikan ke warga yang namanya ada dalam data penerima bantuan.

“Terkait kwalitas beras dan Ikan Kaleng, bahwa beras yang disalurkan sama halnya dengan beras merpati atau super win. Karena satuan berasnya perkilogram dihitung Rp. 11.500, dan Ikan kaleng satuannya 9.500. Sekadar informasi, jumlah penerima bantuan tahap II sebanyak 71 ribu KK, ada tambahan dari sebelumnya pada tahap I berjumlah 66 ribu KK,” ungkap Sammy.

Sementara itu Lurah Ramly Labatjo, saat dimintai keterangan, terkait berapa jumlah yang akan disalurkan. Dikatakannya, di Kelurahan Ternate Tanjung terdapat 3 Lingkungan dengan penyaluran social safety net tahap II dari pemerintah Kota Manado.

”Melalui Wali Kota GS Vicky Lumentut, untuk warga masyarakat yang terdampak Covid-19 khususnya di Kelurahan Ternate Tanjung penyaluran berlangsung selama 3 hari yang menerima sebanyak 612 KK,” jelas Lurah Labatjo.

Labatjo, menambahkan adapun paket sembako diantaranya 10 Kg beras, 10 kaleng Ikan, dan 4 buah masker. Hingga hari ke-3 Staf dan Pegawai serta Kepala Lingkungan sudah menyalurkan kerumah-rumah warga yang terdampak Covid-19.

Penyaluran dikawal langsung oleh pihak keamanan TNI/Polri yaitu Babinsa dan Babinkantimas, ucap Labatjo.

(*/APN)

Pemkot Manado Salurkan Bansos di Karame Kecamatan Singkil

Kadis Sammy saat menyerahkan bantuan, simbolis kepada Camat Zainal (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah Kota Manado dalam jadwal penyaluran bantuan tahap II (dua) untuk warga terdampak pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) terus digenjot. Kamis (6/8/2020), di Kecamatan Singkil Manado menjadi Kecamatan ke-11 atau keterakhir dalam penyaluran Bantuan Sosial (Bansos). Bertempat di Kelurahan Karame, Singkil Kota Manado Dinas Sosial dan Pemberdayaan Kota Manado menyerahkan bantuan untuk 996 penerima.

Hal itu seperti disampaikan Kepala Dinas Sosial Sammy Kaawoan. Menurutnya sebagaimana yang disampaikan Wali Kota GS Vicky Lumentut bahwa penyaluran harus memperhatikan protokol kesehatan dan harus bekerja tuntas dan selektif dalam pembagian sesuai data. Hal tersebut dimaksudkan agar tidak menyalahi ketentuan yang ada.

‘’Sebagaimana harapan Wali Kota Manado, Pak GS Vicky Lumentut agar Bansos diserahkan segera. Kemudian tepat sasaran, harus dipastikan bantuan yang disalurkan benar-benar layak diterima masyarakat terdampak. Dalam penyaluran tahap II ini, kami berharap semua berjalan lancar. Iya, sekitar 996 penerima di Kelurahan Karame yang akan kita bagikan bantuan,’’ kata Sammy.

Sementara itu saat ditemui di Kantor Lurah Karame, Zainal Nawai selaku Camat Singkil yang juga ikut dalam proses menerima bantuan mengharapkan agar penyaluran bantuan memperhatikan protokol kesehatan. Tidak hanya itu, Zainal berpesan agar masyarakat penerima bersabar, mengikuti tahapan yang ditetapkan tim penyalur bantuan.

‘’Alhamdulillah di Kecamatan Singkil telah berjalan pembagian Bansos dari Pemkot Manado. Untuk Kelurahan Karame saya berharap Pak Lurah dan tim Dinsos dapat bekerja sama membagikan bantuan kepada masyarakat sebagaimana data yang ada. Begitu pun untuk masyarakat penerima agar tertib, mengikuti aturan atau cara kerja dari pihak yang diberi tanggung jawab membagikan bantuan ini,’’ ujar Zainal.

Camat Singkil, Zainal bersama tim pemantau penyaluran bantuan (Foto Suluttoday.com)

Senada dengan itu, Lurah Iskandar Polontalo kepada wartawan saat diwawancarai menyebutkan sejumlah jenis bantuan yang diberikan kepada masyarakat. Pemerintah juga meminta kerja sama masyarakat, tambah Lurah Iskandar. Selain itu, Lurah menyampaikan pola penyaluran dilaksanakan melalui pembagian ke Kepala Lingkungan sehingga tertip dan berjalan lancar.

‘’Bantuan terdiri dari beras 9.960 kilogram, ikan kaleng 14.940 kaleng, dan 3.984 masker kami berharap dapat dimanfaatkan masyarakat Karame. Kami juga mengajak masyarakat agar sama-sama menunjang semua program pemerintah. Dalam hal pembagian Bansos di Karame kami akan membagikan tugas, dari 6 Lingkungan yang ada, para Kepala Lingkungan saya meminta memimpin pelaksanaan pembagian. Kita membagikan bantuan dengan taat pada protokol kesehatan. Kita menargetkan paling lama 3 hari selesai pembagian ke rumah-rumah masyarakat,’’ tutur Iskandar.

Sekcam Singkil, Octavianus bersama Lurah Iskandar saat penyaluran bantuan (Foto Suluttoday.com)

Proses penyaluran bantuan di Karame dihadiri langsung Kadis Sammy Kaawoan, Camat Zainal Nawai, Sekretaris Kecamatan, Octavianus Barahama dan diterima Lurah Karame, Iskandar Polontalo, di Kantor Lurah Singkil. Bersama pihak Polsek Singkil dan pengawas penyalur bantuan dari unsur profesional.

(*/Bung Amas)

Indikasi Kecurangan Terkuak, ULP Manado Kembali Dapat Kecaman LSM AMTI

Tommy Turangan SH, Ketua AMTI

MANADO, Suluttoday.com – Pemberitaan yang santer di media massa terkait Unit Layanan Pengadaan (ULP) atau Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kota Manado, bahkan telah sampai ke telinga Wali Kota Manado, Dr GS Vicky Lumentut, tapi rupanya Kabag ULP Manado, Marcos Kairupan tetap cuek bebek. Beberapa pertanyaan yang meminta konfirmasi dari media ini, tidak digubris Kairupan.

Menindaklanjuti keluhan pihak-pihak yang merasa dicurangi dari proses tender proyek di ULP Manado, Ketua Umum LSM Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI), Tommy Turangan, SH mengecam perbuatan tersebut. Dimana protes yang diajukan sejumlah pihak tidak ditindaklanjuti pihak ULP Manado. Padahal, kata Tommy hal tersebut akan berefek pada nama baik Wali Kota Manado.

”Sudah banyak masukan dan keluhan disampaikan kepada kami, terutama monopoli pemenangan tender proyek di ULP Manado. Kami sudah sampaikan, Pak Wali Kota Manado pun sepertinya sudah mengetahui ini. Sayangnya, Kabag ULP Kota Manado tidak peduli dengan ini. Keluhan yang disampaikan kontraktor yang merasa dicurangi harus direspon Kabag ULP, bukan didiamkan, bahkan terkesan lepas tangan. Harus diingat, hal ini berdampak kepada Pak Wali Kota Manado, jangan Kabag seolah-olah cuci tangan,” ujar Turangan, Senin (27/7/2020) saat diwawancarai Suluttoday.com.

Selain itu, keluhan yang muncul juga terkait perusahaan yang tidak mengantongi Surat Keterangan Terampil (SKT), Sertifikat Keahlian Kerja (SKA) yang menjadi syarat bagi perusahaan yang mengikuti tender proyek dan beberapa persyaratan administrasi lainnya, ternyata diabaikan ULP Kota Manado. Upaya menabrak aturan dilakukan, tambah Turangan.

”Ada juga beberapa kejanggalan dalam tender proyek di ULP Kota Manado. Dari syarat-syaratnya juga ada yang sengaja dipaksakan berkasnya. Yang tidak layak, dibuat menjadi layak. Ini bahaya sebeulnya. Ditemukan ada usaha yang bertujuan untuk menabrak aturan secara nyata-nyata. Pihak Pokja di ULP Manado harus bertanggung jawab. Pemeriksaan dan penelitian persyaratan yang tidak selektif melahirkan ada beberapa perusahaan yang belum lengkap tapi dimenangkan saat ikut tender proyek di ULP Kota Manado,” ujar Turangan.

Di tempat terpisah, melalui WhatsApp, Kabag Marcos Kairupan saat dimintai konfirmasi terkait dugaan kecurangan tersebut dan adanya monopoli perusahaan dalam pemenangan proyek di ULP Kota Manado, ia tidak memberikan komentar apa-apa sampai berita ini diterbitkan.

(*/Bung Amas)

APH Bergerak, AMTI: Usut Kabag ULP Kota Manado

Ketum Tommy Turangan, SH (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Dinilai tidak serius merespon aduan masyarakat, terlebih beberapa kontraktor di Kota Manado yang melayangkan protesnya terhadap kinerja Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) atau Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kota Manado, Marcos Kairupan mendapat sorotan dari LSM Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI).

Menurut Ketua Umum AMTI, Tommy Turangan, SH yang dibutuhkan adalah pembenahan di internal dan jawaban yang transparan dari pimpinan UKPBJ Manado bukan praktek lepas tanggung jawab. Aktivis vokal yang kini berkiprah di Jakarta itu saat dihubungi Suluttoday.com, Senin (20/7/2020) juga turut menyangkan ragam persoalan yang terus tumbuh berkembang di tubuh UKPBJ yang dinilainya akan berdampak pada keberadaan Wali Kota Manado, Dr. GS Vicky Lumentut.

”Masyarakat mengharapkan ada tindaklanjut dan respon dari tiap keluhan yang disampaikan mereka. Di ULP Manado malah makin runyam, dimana permasalahan kini merembet dan viral di Medsos. Kok jadi pimpinan Perangkat Daerah mentalnya begitu, tidak menyelesaikan masalah. Kelihatannya Bung Marcos menghindar dari polemik yang berkembang sekarang. Ironis, mau atau tidak karena kelakuan satu dua orang, Pak Wali GSVL nanti yang kena dampaknya,” ujar Turangan tegas.

Tidak hanya itu, Turangan menyebut bahwa pihak Aparat Penegak Hukum (APH) juga telah bergerak mengusut dugaan permaiann dalam tender (lelang) yang dilakukan di UKPBJ Manado. Jebolan Fakultas Hukum Unsrat itu mengaku akan memberi support ke APH dalam usaha mengungkap kebenaran yang diminta pihak-pihak tertentu. Turangan menyebut kerja birokrasi itu memberi pelayanan kepada publik bukan memproduksi kebohongan dan kecurangan.

”Kasus yang berkembang di ULP Manado juga telah direspon kawan-kawan APH, kami dari AMTI prinsipnya mendukung itu. Ini upaya positif untuk memberantas mafia proyek, mengungkap siapa saja yang mengendalikan dan menjadi makelar dalam tiap tender paket proyek di ULP Manado. AMTI mendesak usut Kabag ULP Kota Manado. Jangan sampai praktek curang dan kebohongan dipelihara di lembaga-lembaga formal di Kota Manado. Kami juga meminta Kabag ULP Manado agar kooperatif, jangan terkesan mengindar saat dikonfirmasi wartawan,” kata Turangan.

Mr X untuk Marcos Kairupan (Foto Istimewa)

Selain itu, beredar di Medsos juga ada karangan bunga dari Mr X untuk Kepala ULP Manado yang bertuliskan ”untuk Ketua ULP Kota Manado Marcos Kairupan”. Sementara melalui beberapa pertanyaan yang dilayangkan redaksi Suluttodaya.com kepada Kabag Marcos, sayangnya pertanyaan tersebut tidak mendapat jawaban apa-apa.

(*/Bung Amas)

Ada ‘Tangan Ajaib’ Kendalikan ULP Manado, Gempindo Sulut Siap Bongkar

Mirdad Husen, Ketua Gempindo Sulut (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Spirit reformasi birokrasi rupanya belum benar-benar diterapkan di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Manado. Bagian yang dipimpin Marcos Kairupan ini disinyalir melindungi sejumlah oknum makelar proyek yang bertugas sebagai joki menawarkan jasa untuk memperalat kontraktor tertentu. Akibat ulah jahat itu, tidak sedikit kontraktor yang ikut tender proyek di ULP Manado menjadi korban.

Praktek busuk itu aromanya mulai terbuka. Setelah sejumlah LSM anti korupsi bicara mendesak agar Wali Kota Manado mencopot Kabag, meminta dilakukannya uji forensik di ULP Manado. Sampai praktek pungli, dan sejumlah kritik atas dugaan kecurangan lainnya yang dilakukan. Sabtu (18/7/2020), DPD Gerakan Masyarakat Peduli Indonesia (Gempindo) angkat bicara. Menurut Gempindo ketidakberesan yang mulai meluas sampai ke media sosial (Medsos) harus secepatnya ditanggapi pemerintah Kota Manado.

”Kalau tidak mampu lagi menjalankan tugas sebagai Kepala Bagian ULP Manado, silahkan turun saja. Jangan membuat wajah Kota Manado menjadi buruk citranya karena praktek makelar proyek, yang dilakukan di ULP Manado. Tim kami menukan ada permainan, beberapa oknum ASN di ULP Manado yang kini menjadi UKPBJ merangkap menjadi joki dokumen-dokumen proyek. Ini bahaya, memalukan Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut,” kata Plt Ketua Gempindo Manado, Mirdad Husen.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada keluhan dan protes yang disampaikan pihak-pihak terkait dalam tendar proyek yang diduga penuh kecurangan menyebutkan bahwa CV Mitra Karya juga pernah melayangkan keberatan disaat sesi sanggahan ke Pokja atau panitia tender di ULP Manado, sayangnya upaya meminta keadilan tidak mendapat respon yang sesuai.

Selain itu, Mirdad menyebutkan ada ‘tangan ajaib’ yang diduga kuat menjamah dan mengontrol ULP Manado sehingga pelaksanaan tender paket proyek lebih bersifat by order. Berbagai kejanggalan kata Mirdad membuat kelompok kerja di ULP Manado bekerja tidak lagi leluasa dan objektif. Maka dengan itu, Gempindo Sulut berkomitmen membongkar ‘orang kuat’ yang bermain mengatur-ngatur proyek di ULP.

Postingan di Medsos yang ramai dikomentari (Foto Istimewa)

”Sinyalemen ini sudah makin terbukti dengan beberapa kasus yang dikeluhkan kontraktor kepada kami. Motif dan modus operandinya sama. Sejumlah kontraktor yang juga mengikuti tender, lengkap berkasnya, tapi tidak sejalan atau dianggap di luar faksi ‘orang kuat’ itu langsung dikalahkan. Jadi para kontraktor yang ikut tender/lelang haruslah orang-orang yang disiapkan si tangan ajaib. Nah, praktek seperti ini yang akan kita ungkap. Investigasi yang kami lakukan mulai rampung, dugaan ini akan kita telanjangi pelan-pelan. Kok seperti ada praktek bagi-bagi jatah di ULP Manado ini,” ujar Mirdad yang menambahkan siap membongkar ‘tangan ajaib’ di ULP Manado.

Sekedar diketahui, melalui sanggahan sanggahan CV Mitra Karya dengan Direktur Yeryek Makasudede menyanggah hasil lelang proyek Normalisasi Anak Sungai Simpony Tuminting yang menetapkan CV Altraco sebagai pemenang. ULP yang kini menjadi menjadi Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) juga mulai viral di Medsos. Sementara itu, Kabag Marcos dihubungi untuk dimintai konfirmasi melalui pesan whatsApp belum mendapat respon sampai berita ini diterbitkan.

(*/Bung Amas)

iklan1