Tag: gsvl-mor

Tepat 4 Tahun Kepemimpinan, Wali Kota GSVL Bersyukur Ditemani Wawali MOR

GSVL-MOR komit membangun Manado (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Tidak mudah menjalin kebersamaan dalam suatu sistem pemerintahan. Diberbagai daerah di Indonesia, sering kali duat politik seperti Wali Kota dan Wakil Wali Kota berantaka di tengah jalan. Berbeda dengan itu, pemerintah Kota Manado malah terus bergerak harmoni penuh kekeluargaan. Kini kepemimpinan Wali Kota Manado, Dr. GS Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota (Wawali) Mor Dominus Bastiaan, SE genap 4 tahun.

Kombinasi pemimpin pensiunan birokrat handal dan politisi senior yang akrab disapa GSVL-MOR tentu melewati beragam situasi dalam memberi pelayanan kepada publik. Di 4 tahun memimpin Kota Manado jadi momentum yang mengharukan. Betapa tidak, pada perayaan di tahun 2020 ini, Wali Kota Manado, GSVL menyampaikan rasa syukurnya terhadap Wawali MOR yang dinilainnya sebagai potret yang penyabar dalam menjaga sinergitas pembangunan.

“Saya sangat bersyukur mendapatkan seorang Wakil Wali Kota yang sangat sabar mendampingi saya, selaku Wali Kota. Beliau sangat sabar, sangat ulet melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh rakyat Kota Manado,” kata GSVL.

GSVL yang juga mantan Ketua Umum APEKSI itu mengatakan Mor tidak hanya kreatif pikirannya. Melainan, juga tindakan yang kreatif dan gesit, sehingga empat tahun tugas kita berjalan dengan baik, berjalan tanpa gangguan-gangguan yang merintangi program kerja ini.

Empat tahun GSVL-MOR ditemani istri membangun Manado (Foto Istimewa).jpg

”Dan karena itu dari lubuk hati yang paling dalam kami hendak menyampai kan ungkapan hati kami, terima kasih kepada Pak Mor dan Ibu Imelda, dengan kesabaran, kesetiaan, dan kerja keras mendampingi kami,” ujar Wali Kota Manado dua periode ini juga menambahkan, MOR┬ásebagai tipikal pemimpin sabar.

Untuk diketahui, Ulang Tahun kepemimpinan GSVL-MOR saat dilantik sebagi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mando jatuh pada, 9 Mei 2020. Wali Kota GSVL juga menambahkan semoga Tuhan selalu berikan kemampuan kepada mereka untuk melakasanakan tugas sampai berakhir pada tanggal 9 Mei 2021. Sebagaimana empat tahun torang lewat, demi untuk kemajuan Kota Manado.

(*/Bung Amas)

Camat MARTHEN KAPOJOS Ingatkan Warganya Waspada di Musim Penghujan

Marthen Kapojos (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Sulutt0day.com – Selain menerapkan sistem pelayanan yang jauh dari praktek Pungutan Liar (Pungli), mengimplementasikan pelayanan yang prima dan pro rakyat, Camat Paal Dua Kota Manado, Merthen Kapojos, S.Sos.,M.Si saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/9/2017) memberikan himbauan kepada warganya agar terus waspada di musim hujan.

”Kalau soal pelayanan, sudah pasti di Kantor Camat Paal Dua ini bebas biaya pengurusan surat-surat atau izin administrasi. Itu himbauan yang terus menerus saya ingatkan kepada staf saya untuk tidak Pungli, begitu pula dengan praktek pelayanan yang transparan sudah kami sampaikan berupa himbauan tertulis di Kantor. Nah, memang untuk konteks kenyamanan masyarakat Paal Dua saya menghimbau agar meningkatkan kewasapadaan di musim penghujan ini,” kata Kapojos, jebolan FISIP Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini.

Penyampaian pelayanan bebas pungutan di Kantor Camat Paal Dua (Foto Suluttoday.com)

Tidak hanya itu, dengan terjadinya insiden tanah longsor dan banjir yang sewak-waktu berdampak mengancam keselamatan masyarakat menurut Camat Marthen perlu menjadi perhatian seluruh elemen masyaraat Paal Dua untuk berhati-hati. Camat pun mengajak masyarakatnya membuang sampah pada tempatnya dan ikut pro aktif menjaga kebersihan lingkungan.

”Memang di beberapa titik terdapat kerawanan di wilayah Paal Dua ini, ada masyarakat yang berdomisi di sekitaran tebing, DAS dan tempat-tempat rawan terutama disaat hujan. Saya khawatir, bila hujan deras tiba, angin kencang, tentunya pikiran saja adalah pada keselamatan warga, sebagaimana himbauan Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota Manado (GSVL-MOR), agar terus mengingatkan masyarakat yang tinggalnya di daerah-daerah rawan untuk berhati-hati. Saya juga mengajak masyarakat untuk tidak buang sampah disembarangan tempat, mari kita jaga kebersihan bersama, jangan buang sampah di selokan, karena itu pemicu yang menyumbang banjir dan peristiwa bencana alam lainnya,” tutur Kapojos menutup. (Amas)

Pembangunan Jalan di Bunaken Kepulauan Digenjot, Camat Sebut Semua untuk Masyarakat

Robert Dauhan, S.STP (Foto Ist)

MANADO – Semangat untuk menggenjot pemerataan pembangunan di Kota Manado terus digelorakan Wali Kota DR GS Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota Manado, Mor Dominus Bastiaan, SE, sampai ke daerah atau wilayah Kepulauan. Seperti terpantau media ini, kini di Pulau Bunaken Kota Manado pembenahan khususnya pembangunan jalan di daerah yang merupakan destinasi pariwisata Dunia ini makin dimantapkan.

Saat diwawancarai, Minggu (18/6/2017), Camat Bunaken Kepualaun, Robert Dauhan, S.STP terkait pembangunan jalan di Kelurahan Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan menyebutkan bahwa komitmen GSVL-MOR sapaan akrab Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado pengusung visi ‘Manado Cerdas’. Robert menilai pembangunan jalan sebagai wujud kepedulian pemerintah dalam menunjang adanya kesejahteraan masyarakat Kepulauan.

”Ini merupakan program brilian dari pembangunan Manado Kota Cerdas dibawa kepemimpinan Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota manado. Salah satunya, dengan mewujudkan kesejateraan masyarakat di Kecamatan Bunaken Kepulauan yaitu dengan memprogramkan kegiatan pembangunan jalan di Bunaken, di Alungbanua, dan Manado Tua. Ini kegiatan lewat Dinas PUPR Kota Manado, kemudian semua pembangunan ini untuk masyarakat tentunya,” ujar Robet melalui WhatsApp.

Akses jalan di Pulau Bunaken terus dibangun (Foto Suluttoday.com)

Selain itu, Camat Bunaken yang dikenal begitu dicintai warganya ini mengemukakan terkait perlunya memaksimalkan pembangunan di Bunaken sebagai bagian dari upaya mengakselerasi pertumbungan kehadiran wisatawan sebagai langkah mengembangkan sektor pariwisata di Manado dan Provinsi Sulawesi Utara pada umumnya. Camat Robert juga berharap agar fasilitas publik yang dibangun tersebut dipelihara masyarakat.

”Dengan adanya jalan yang bagus ini dapat meningkatkan roda perekonomian masyarakat terlebih dalam dunia pariwisata. Ini juga harapan masyarakat ke pemerintah Kota Manado, dan Puji Tuhan, tahun ini suda terealisasi. Kami juga menghimbau dan mengajak dari pemerintah Kecamatan dan Kelurahan kiranya fasilitas umum yang dibuat ini dapat di pelihara bersama masyarakat agar pemakaiannya bisa lebih lama,” tutur Robert. (Amas)

Dirut Keintjem Gagal Selesaikan Masalah, Pedagang Minta Wali Kota Manado Turun Tangan

Sjahbudin Ardin Noho dan perwakilan LBH Manado saat tatap muka dengan wartawan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Keluhan yang disampaikan pedagang tradisional di Kota Manado melalui demonstrasi massa belum lama ini, hingga hearing (dengar pendapat) dengan DPRD Kota Manado dan PD Pasar Manado belum juga mendapatkan hasil. Situasi tersebut, membuat para pedagang tidak hanya kecewa, tapi juga meminta owner PD Pasar Manado, yakni Wali Kota Manado dan Wakil Wali Kota Manado, ambil sikap tegas menangani urusan pasar.

”Penanganan pasar di Manado kian carut-marut di era Ferry Keintjem sebagai Dirut PD Pasar Manado, dari banyak hal penilaiannya. Pedagang menilai Dirut Keintjem gagal, semua aspirasi kita tidak ditindaklanjuti. Kami minta Wali Kota Manado turun tangan, perbaikan pasar hanya bersifat casing (dipermukaan) saja supaya diketahui, selebihnya tiba saat tiba akal. Hal ini jangan didiamkan, karena akan menjadi bomerang bagi pemerintah Kota Manado, karena Dirut tidak mengedepankan pelayanan,” ujar Sjahbudin Ardin Noho pendamping pedagang yang diaminkan Raka Daud salah satu pedagang.

Tidak hanya itu, Ardin Noho secara tegas mengatakan kalau keadilan dapat diperjual-belikan di pasar tentu para pedagang akan membelinya. Kondisi tersebut sebagai luapan kekesalan para pedagang atas sikap tidak berpihak Dirut PD Pasar kepada para pedagang dan inkonsistensinya sikap Dirut, Ardin Noho juga menyebutkan bahwa Dirut Keintjem gagal mengejawantahkan visi Manado Cerdas yang dibawa Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado (GSVL-MOR).

”Bila keadilan diperjual-belikan, pasti pedagang akan membelinya. Lihat saja tuntutan kami dan aspirasi yang disampaikan tidak pernah ditindaklanjuti, sikap-sikap yang cenderung menekan pedagang ditunjukkan Dirut Keintjem, diantaranya mengaku sebagai orang dekat Presiden Jokowi dan menganggap pasar adalah miliknya, ini memiliki efek buruk. Karena faktanya, pengelolaan pasar tidak profesional, apalagi kebijakannya tidak berpihak pada pedagang, Dirut tidak konsisten menjalankan aturan. Belum lagi semangat dari pemerintahan GSVL-MOR untuk mewujudkan Manado Cerdas, rupanya tidak mampu diwujudkan Ferry Keintjem, sekali lagi Wali Kota Manado harus turun tangan,” ucap Ardin Noho tegas, Senin (5/6/2017) saat diwawancarai di Pasar Bersehati Manado.

Kondisi atap (seng) tempat berjualan pedagang yang rencananya akan diganti, tapi belum juga dilakukan (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, Raka Daud mengungkap soal dugaan Pungli yang dilakukan Dirut PD Pasar Manado dan juga menyampaikan pernah Dirut Keintjem berjanji akan memperbaiki atap (seng) milik pedagang tim 14 dengan dibangunnya kanopi, namun sampai saat ini janji tersebut tak kunjung tiba.

”Ada dugaan Pungli yang dilakukan Dirut PD Pasar Manado saat ini, dan kami minta agar diusut tuntas. Disisi lain, silahkan ditanya ke pedagang, berapa kali Dirut PD Pasar Manado ini berjanji kepada pedagang, terutama tim 14 untuk memperbaiki atau mengganti atap tenda berjualan, tapi nyatanya tidak teralisasi, janji hanya tinggal janji. Luar biasanya Dirut seperti ini,” papar Raka. (Amas)

Takumansang: Pejabat Stop Pencitraan dan Cari Muka

Ilustrasi Pejabat doyan pencitraan (Foto Ist)

MANADO – Support atas kerja dan semangat Wali Kota, GS Vicky Lumentut serta Wakil Wali Kota Manado, Mor Dominus Bastiaan untuk membangun Kota Manado menjadi Kota CERDAS 2020 terus lahir dari beragam elemen masyarakat Kota Manado. Salah satunya aktivis pemuda, Roy Takumansang yang juga Sekretaris PIKAP Sulawesi Utara (Sulut).

Menurut Takumansang, Kamis (16/3/2017), komitmen GSVL-MOR dalam memajukan Kota Manado, mensejahterakan warganya dan memperbaiki pelayanan agar dirasakan benar-benar oleh masyarakat patut didukung para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau pimpinan Perangkat Daerah (PD). Bahkan Takumangsang menyebut istilah ”jalan ditempat” dan stop pencitraan birokrasi perlu menjadi suatu gerakan sadar yang digalakkan para pimpinan PD.

”Lihat saja warga Manado sangat mendukung Wali Kota dan Wawali (GSVL-MOR) ketika membangun Manado. Hal itu, wajib didukung pimpinan Perangkat Daerah dengan kerja cerdas, serius, bukan asal bapak senang, atau jalan ditempat kinerjanya. Bahkan sibuk pencitraan atau cari muka dengan pimpinan,” ujar Takumansang tegas.

Tidak hanya itu, aktivis muda yang dikenal ceplas-ceplos dan pendukung GSVL-MOR disaat Pilwako Manado beberapa waktu lalu itu tak segan menantang pimpinan PD yang miskin prestasi dan tidak memiliki kemampuan untuk melepaskan jabatannya bila tidak mampu menjalankannya.

”Ayo saya tantang para Kadis, Camat sampai Lurah untuk bekerja keras, bekerja benar. Bukan era pencitraan, atau saling memanfaatkan. Silahkan tunjukkan kerja, bukti, tidak lagi berwacana atau mengubar janji, bagi pimpinan Perangkat Daerah yang minim prestasi dan apalagi Gaptek silahkan mundur, lepaskan jabatannya dengan tertib, masih banyak birokrat potensial yang antri dibelakang anda, dan mau bekerja demi warga Manado. Sekali lagi Pejabat di lingkup Pemkot Manado stop pencitraan dan cari muka. Karena saya lihat, masih ada pimpinan Perangkat Daerah di Manado yang senang pencitraan, dan cari muka memang,” tutur Takumansang. (Amas)

iklan1