Tag: gsvl-mor

HUT Kota Manado ke-397 dan Keberhasilan GSVL-MOR

GSVL-MOR, bersama istri terkasih (Foto Istimewa)

Oleh : Bung Amas, Pegiat Literasi

Tidak mudah membangun hormonisasi dalam kerja bersama. Adakalanya duet kepemimpinan melahirkan duel karena perbedaan kepentingan yang drastis. Tarikan kepentingan pribadi antara Wali Kota Manado dan Wakil Wali Kota Manado (GSVL-MOR) yang selanjutnya disebut GS Vicky Lumentut dan Mor Dominus Bastiaan tidak begitu nampak. Selain mereka berada di usia matang, sebagai politisi handal, kontrol diri yang tinggi menjadi modal mereka tidak berseteru secara terbuka.

Kota Manado dalam historinya melahirkan tiga peristiwa penting, hingga mengantar kelahirannya tanggal 14 Juli 1989. Tepatnya, Selasa (14/7/2020) hari ini Manado merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-397. Kepemimpinan GSVL-MOR melahirkan optimisme tentang kemajuan.  Visi Manado Kota CERDAS (Cendekia, Ekowisata, Religi, Daya Saing, Aman dan Sehat Sejahtera) diakui belum berjalan sepenuhnya. Namun sisi usaha yang dilakukan ketika dievaluasi dengan angka-angka tentu pemerintah Kota Manado punya indikator keberhasilan.

HUT Kota Manado di tahun 2020 ini diharapkan menjadi titik balik kemajuan. Titik tumpuan untuk pemerintah lebih mempertegas niat dan komitmen kerjanya secara kolektif memajukan Kota Manado. Artinya, warga meminta agar pemerintah tidak puas dengan prestasi-prestasi administrasi semata. Melainkan melihat, mengedepankan fakta sosial di lapangan. Saol kesejahteraan masyarakat, baik pedagang, nelayan dan buruh mendapat perhatian yang layak. Penilaian keberhasilan tidak saja monoton pada pengharaan formal yang kadang jauh dari kegembiraan yang dirasakan publik.

Tidak sportif, terkesan tendensius juga bila kita cepat-cepat menarik kesimpulan bahwa GSVL-MOR belum berhasil membangun Manado. Begitu pula rasanya terlalu memuji berlebihan ketika saya menggeneralisir kesuksesan, lalu mengabaikan program yang belum maksimal dilaksanakan. Kita butuh wadah yang benar-benar obyektif dalam menilai hal ini. Berarti harus proporsional, multi dimensional dalam menilai berbagai sisi pembangunan. Dan plus minus dalam pembangunan itu menjadi lumrah.

Itu sebabnya dalam penilaian-penilaian kinerja pejabat publik, jangan juga kita Baper (Beban Perasaan). Seperti itu juga jangan terlalu mudah GR (Gede Rasa). Berfikir positif saja soal penilaian publik tersebut. Yang positif kita ambil dan dijadikan masukan, itu amunisi luar biasa untuk menjadi kekuatan membangun kedepan. Kurang tepat rasanya kritik dianggap ketidaksukaan. Apresiasi dianggap dukungan sepenuhnya, itu juga terburu-buru.

Karena dalam situasi aktual, orang yang memuji bukan berarti mendukungmu. Mereka yang mengoreksimu, bukan berarti memarahimu. Nyaris sukar dibedakan, ada yang memuji tapi membunuhmu. Ada yang mengkritik, tapi sebetulnya mereka menginginkan kau lebih baik lagi. Semata sebagai refleksi saja, bahwa ‘nyamuk bisa mati karena tepukan tangan’. Tidak semua sanjungan dan tepukan tangan bertanda mereka mendukungmu. Seperti itupun sebaliknya.

Kejujuran kita menilai kemajuan Kota Manado saat ini harus disampaikan apa adanya. Dari sisi pengelolaan sampah, Alhamdulillah Manado mengalami perubahan dari yang sebelumnya sampah dihendel Kepala Lingkungan dan Dinas Kebersihan Kota Manado, kini tidak lagi. Pihak Kecamatan yang bertanggung jawab atas manajemen tersebut. Kesehatan pun begitu, Manado punya program BPJS Kesehatan yang dibayarkan pemerintah. Dana duka juga menjadi andalan GSVL-MOR.

Bantaun untuk tokoh agama, suntikan dana kepada para Lansia (Lanjut Usia), beasiswa pendidikan S1 sampai S3 yang dijanjikan pemerintah Kota Manado juga rupanya sedang jalan. Dari aspek ekowisata tengah berjalan, Manado menjadi destinasi wisata terus digenjot Dinas Parisiwata Kota Manado. Melalui program Manado Fiesta, gerbang promosi dan sosialisasi sumber daya wisata serta keunggulan Kota Manado dipublikasikan. Bahkan, atas komitmen itu, meski pandemi COVID-19 kegiatan Manado Fiesta 2020 tetap dilaksanakan secara virtual.

Yang paling menonjol adalah keakraban pemimpinnya. GSVL-MOR begitu dinamis, penuh persaudaraan dan kompak dalam memobilisasi pembangunan di Kota Manado ini. Dalam beberapa pemberitaan sebelumnya MOR menuai pujian dari GSVL. Dirinya disebut sebagai Wakil Wali Kota Manado penyabar, itu menjadi pelajaran penting kedepannya dalam regenerasi kepemimpinan di Kota Manado. Jangan sampai kedepan ada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado ‘berantem’ di tengah jalan hanya gara-gara jatah proyek.

Memprihatinkan lagi, jangan sampai berantakan hubungan baik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado kedepannya hanya karena permainan para pembisiknya. Patut diperhatikan kunci keberhasilan memajukan sebuah daerah itu terletak pada kebersamaan, persatuan dan kesamaan niat, juga persepsi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerahnya. Keberhasilan yang dibangun adalah keberhasilan kolektif. Jika gagal juga, kegagalan bersama. Ketika keduanya memahami, mengerti peran masing-masing, maka konflik kepentingan akan mampu diredam. Wali Kota jadilah Wali Kota, ia menjalankan tugas-tugasnya sebagai pemimpin Kota.

Jangan mentake over semua kewenangan Wakil Wali Kota. Begitupun dengan Wakil Wali Kota, dirinya harus menjadi layaknya Wakil Wali Kota yang profesional, tidak mengerjakan apa yang menjadi otoritas Wali Kota. Sering kali tumpang tindih dan memicu masalah adalah karena diantara keduanya saling ‘mengganggu’ kewenangan. Jangan Wakil Wali Kota berlagak bego lantas mengambil alih kerja Wali Kota. Iklim instabilitas kinerja itu tidak terlihat di Kota Manado dalam kepemimpinan GSVL-MOR.

Rupanya GSVL-MOR akan mengakhiri kepemimpinannya dengan cerita yang menginspirasi generasi selanjutnya. Mereka merangkai kebersamaan, di tengah badai insiden bencana masih kokoh berdiri bersama-sama, GSVL-MOR berbarengan melakukan kerja demi melayani masyarakat. Belum terdengar sentilan-sentilan saling merendahkan antara keduanya, dan seperti inilah yang diharapkan masyarakat Kota Manado. Mereka berdua berusaha menjadi role model yang sebenar-benarnya.

Dalam ulasan kecil ini, tentu tidak mampu saya simpulkan semua keberhasilan GSVL-MOR. Sebagai ikhtiar, mencatat semua gerak kepemimpinan kali ini agar kelak dibaca generasi-generasi setelah kita. Tentu mencapture pola dan kecenderungan sebuah kepempinan tidak mudah. Sehingga penyajiannya dengan cara pelacakan seadanya. Belum ada data atau refensi penilaian yang baku untuk kita jadikan kiblat dalam menghidupkan literasi pada kesempatan ini. Tapi setidaknya, catatan ini membawa impresi tentang standar kepempinan di Kota Manado. Teruslah berbenah maju, bersama ‘torang’ bisa.

Tepat 4 Tahun Kepemimpinan, Wali Kota GSVL Bersyukur Ditemani Wawali MOR

GSVL-MOR komit membangun Manado (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Tidak mudah menjalin kebersamaan dalam suatu sistem pemerintahan. Diberbagai daerah di Indonesia, sering kali duat politik seperti Wali Kota dan Wakil Wali Kota berantaka di tengah jalan. Berbeda dengan itu, pemerintah Kota Manado malah terus bergerak harmoni penuh kekeluargaan. Kini kepemimpinan Wali Kota Manado, Dr. GS Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota (Wawali) Mor Dominus Bastiaan, SE genap 4 tahun.

Kombinasi pemimpin pensiunan birokrat handal dan politisi senior yang akrab disapa GSVL-MOR tentu melewati beragam situasi dalam memberi pelayanan kepada publik. Di 4 tahun memimpin Kota Manado jadi momentum yang mengharukan. Betapa tidak, pada perayaan di tahun 2020 ini, Wali Kota Manado, GSVL menyampaikan rasa syukurnya terhadap Wawali MOR yang dinilainnya sebagai potret yang penyabar dalam menjaga sinergitas pembangunan.

“Saya sangat bersyukur mendapatkan seorang Wakil Wali Kota yang sangat sabar mendampingi saya, selaku Wali Kota. Beliau sangat sabar, sangat ulet melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh rakyat Kota Manado,” kata GSVL.

GSVL yang juga mantan Ketua Umum APEKSI itu mengatakan Mor tidak hanya kreatif pikirannya. Melainan, juga tindakan yang kreatif dan gesit, sehingga empat tahun tugas kita berjalan dengan baik, berjalan tanpa gangguan-gangguan yang merintangi program kerja ini.

Empat tahun GSVL-MOR ditemani istri membangun Manado (Foto Istimewa).jpg

”Dan karena itu dari lubuk hati yang paling dalam kami hendak menyampai kan ungkapan hati kami, terima kasih kepada Pak Mor dan Ibu Imelda, dengan kesabaran, kesetiaan, dan kerja keras mendampingi kami,” ujar Wali Kota Manado dua periode ini juga menambahkan, MOR¬†sebagai tipikal pemimpin sabar.

Untuk diketahui, Ulang Tahun kepemimpinan GSVL-MOR saat dilantik sebagi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mando jatuh pada, 9 Mei 2020. Wali Kota GSVL juga menambahkan semoga Tuhan selalu berikan kemampuan kepada mereka untuk melakasanakan tugas sampai berakhir pada tanggal 9 Mei 2021. Sebagaimana empat tahun torang lewat, demi untuk kemajuan Kota Manado.

(*/Bung Amas)

Camat MARTHEN KAPOJOS Ingatkan Warganya Waspada di Musim Penghujan

Marthen Kapojos (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Sulutt0day.com – Selain menerapkan sistem pelayanan yang jauh dari praktek Pungutan Liar (Pungli), mengimplementasikan pelayanan yang prima dan pro rakyat, Camat Paal Dua Kota Manado, Merthen Kapojos, S.Sos.,M.Si saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/9/2017) memberikan himbauan kepada warganya agar terus waspada di musim hujan.

”Kalau soal pelayanan, sudah pasti di Kantor Camat Paal Dua ini bebas biaya pengurusan surat-surat atau izin administrasi. Itu himbauan yang terus menerus saya ingatkan kepada staf saya untuk tidak Pungli, begitu pula dengan praktek pelayanan yang transparan sudah kami sampaikan berupa himbauan tertulis di Kantor. Nah, memang untuk konteks kenyamanan masyarakat Paal Dua saya menghimbau agar meningkatkan kewasapadaan di musim penghujan ini,” kata Kapojos, jebolan FISIP Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini.

Penyampaian pelayanan bebas pungutan di Kantor Camat Paal Dua (Foto Suluttoday.com)

Tidak hanya itu, dengan terjadinya insiden tanah longsor dan banjir yang sewak-waktu berdampak mengancam keselamatan masyarakat menurut Camat Marthen perlu menjadi perhatian seluruh elemen masyaraat Paal Dua untuk berhati-hati. Camat pun mengajak masyarakatnya membuang sampah pada tempatnya dan ikut pro aktif menjaga kebersihan lingkungan.

”Memang di beberapa titik terdapat kerawanan di wilayah Paal Dua ini, ada masyarakat yang berdomisi di sekitaran tebing, DAS dan tempat-tempat rawan terutama disaat hujan. Saya khawatir, bila hujan deras tiba, angin kencang, tentunya pikiran saja adalah pada keselamatan warga, sebagaimana himbauan Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota Manado (GSVL-MOR), agar terus mengingatkan masyarakat yang tinggalnya di daerah-daerah rawan untuk berhati-hati. Saya juga mengajak masyarakat untuk tidak buang sampah disembarangan tempat, mari kita jaga kebersihan bersama, jangan buang sampah di selokan, karena itu pemicu yang menyumbang banjir dan peristiwa bencana alam lainnya,” tutur Kapojos menutup. (Amas)

Pembangunan Jalan di Bunaken Kepulauan Digenjot, Camat Sebut Semua untuk Masyarakat

Robert Dauhan, S.STP (Foto Ist)

MANADO – Semangat untuk menggenjot pemerataan pembangunan di Kota Manado terus digelorakan Wali Kota DR GS Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota Manado, Mor Dominus Bastiaan, SE, sampai ke daerah atau wilayah Kepulauan. Seperti terpantau media ini, kini di Pulau Bunaken Kota Manado pembenahan khususnya pembangunan jalan di daerah yang merupakan destinasi pariwisata Dunia ini makin dimantapkan.

Saat diwawancarai, Minggu (18/6/2017), Camat Bunaken Kepualaun, Robert Dauhan, S.STP terkait pembangunan jalan di Kelurahan Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan menyebutkan bahwa komitmen GSVL-MOR sapaan akrab Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado pengusung visi ‘Manado Cerdas’. Robert menilai pembangunan jalan sebagai wujud kepedulian pemerintah dalam menunjang adanya kesejahteraan masyarakat Kepulauan.

”Ini merupakan program brilian dari pembangunan Manado Kota Cerdas dibawa kepemimpinan Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota manado. Salah satunya, dengan mewujudkan kesejateraan masyarakat di Kecamatan Bunaken Kepulauan yaitu dengan memprogramkan kegiatan pembangunan jalan di Bunaken, di Alungbanua, dan Manado Tua. Ini kegiatan lewat Dinas PUPR Kota Manado, kemudian semua pembangunan ini untuk masyarakat tentunya,” ujar Robet melalui WhatsApp.

Akses jalan di Pulau Bunaken terus dibangun (Foto Suluttoday.com)

Selain itu, Camat Bunaken yang dikenal begitu dicintai warganya ini mengemukakan terkait perlunya memaksimalkan pembangunan di Bunaken sebagai bagian dari upaya mengakselerasi pertumbungan kehadiran wisatawan sebagai langkah mengembangkan sektor pariwisata di Manado dan Provinsi Sulawesi Utara pada umumnya. Camat Robert juga berharap agar fasilitas publik yang dibangun tersebut dipelihara masyarakat.

”Dengan adanya jalan yang bagus ini dapat meningkatkan roda perekonomian masyarakat terlebih dalam dunia pariwisata. Ini juga harapan masyarakat ke pemerintah Kota Manado, dan Puji Tuhan, tahun ini suda terealisasi. Kami juga menghimbau dan mengajak dari pemerintah Kecamatan dan Kelurahan kiranya fasilitas umum yang dibuat ini dapat di pelihara bersama masyarakat agar pemakaiannya bisa lebih lama,” tutur Robert. (Amas)

Dirut Keintjem Gagal Selesaikan Masalah, Pedagang Minta Wali Kota Manado Turun Tangan

Sjahbudin Ardin Noho dan perwakilan LBH Manado saat tatap muka dengan wartawan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Keluhan yang disampaikan pedagang tradisional di Kota Manado melalui demonstrasi massa belum lama ini, hingga hearing (dengar pendapat) dengan DPRD Kota Manado dan PD Pasar Manado belum juga mendapatkan hasil. Situasi tersebut, membuat para pedagang tidak hanya kecewa, tapi juga meminta owner PD Pasar Manado, yakni Wali Kota Manado dan Wakil Wali Kota Manado, ambil sikap tegas menangani urusan pasar.

”Penanganan pasar di Manado kian carut-marut di era Ferry Keintjem sebagai Dirut PD Pasar Manado, dari banyak hal penilaiannya. Pedagang menilai Dirut Keintjem gagal, semua aspirasi kita tidak ditindaklanjuti. Kami minta Wali Kota Manado turun tangan, perbaikan pasar hanya bersifat casing (dipermukaan) saja supaya diketahui, selebihnya tiba saat tiba akal. Hal ini jangan didiamkan, karena akan menjadi bomerang bagi pemerintah Kota Manado, karena Dirut tidak mengedepankan pelayanan,” ujar Sjahbudin Ardin Noho pendamping pedagang yang diaminkan Raka Daud salah satu pedagang.

Tidak hanya itu, Ardin Noho secara tegas mengatakan kalau keadilan dapat diperjual-belikan di pasar tentu para pedagang akan membelinya. Kondisi tersebut sebagai luapan kekesalan para pedagang atas sikap tidak berpihak Dirut PD Pasar kepada para pedagang dan inkonsistensinya sikap Dirut, Ardin Noho juga menyebutkan bahwa Dirut Keintjem gagal mengejawantahkan visi Manado Cerdas yang dibawa Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado (GSVL-MOR).

”Bila keadilan diperjual-belikan, pasti pedagang akan membelinya. Lihat saja tuntutan kami dan aspirasi yang disampaikan tidak pernah ditindaklanjuti, sikap-sikap yang cenderung menekan pedagang ditunjukkan Dirut Keintjem, diantaranya mengaku sebagai orang dekat Presiden Jokowi dan menganggap pasar adalah miliknya, ini memiliki efek buruk. Karena faktanya, pengelolaan pasar tidak profesional, apalagi kebijakannya tidak berpihak pada pedagang, Dirut tidak konsisten menjalankan aturan. Belum lagi semangat dari pemerintahan GSVL-MOR untuk mewujudkan Manado Cerdas, rupanya tidak mampu diwujudkan Ferry Keintjem, sekali lagi Wali Kota Manado harus turun tangan,” ucap Ardin Noho tegas, Senin (5/6/2017) saat diwawancarai di Pasar Bersehati Manado.

Kondisi atap (seng) tempat berjualan pedagang yang rencananya akan diganti, tapi belum juga dilakukan (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, Raka Daud mengungkap soal dugaan Pungli yang dilakukan Dirut PD Pasar Manado dan juga menyampaikan pernah Dirut Keintjem berjanji akan memperbaiki atap (seng) milik pedagang tim 14 dengan dibangunnya kanopi, namun sampai saat ini janji tersebut tak kunjung tiba.

”Ada dugaan Pungli yang dilakukan Dirut PD Pasar Manado saat ini, dan kami minta agar diusut tuntas. Disisi lain, silahkan ditanya ke pedagang, berapa kali Dirut PD Pasar Manado ini berjanji kepada pedagang, terutama tim 14 untuk memperbaiki atau mengganti atap tenda berjualan, tapi nyatanya tidak teralisasi, janji hanya tinggal janji. Luar biasanya Dirut seperti ini,” papar Raka. (Amas)

iklan1