Tag: gubernur olly

Disbun Sulut Pamer Varietas Odeska

Bibit kelapa dalam Odeska Lobu (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Guna meningkatkan produktifitas tanaman perkebunan harus ada varietas unggul. Untuk itu selama Sulut Fair 2018, Dinas Perkebunan (Disbun) Sulut memamerkan dan memperkenalkan varietas kelapa dalam yang unggul dan diberi nama Kelapa Dalam Odeska Lobu.

Hal ini disampaikan Kepala Disbun Sulut, Ir Refly Ngantung kepada media ini Jumat (21/09/2018) di stan pameran di Kayuwatu Manado. Menurut Ngantung, bibit kelapa Odeska diharapkan menjadi primadona yang bisa mengangkat kembali kejayaan tanaman perkebunan tersebut.

Lebih lanjut Ngantung mengatakan bahwa selama kegiatan Sulawesi Utara Fair sudah banyak yang membeli bibit unggulan dan nominalnya sudah melewati angka 10 juta rupiah. Ngantung menambahkan bahwa disaat penutupan pameran awal pekan depan ada kejutan yang disiapkan bagi pengunjung yang datang ke stan Dinas Perkebunan Sulawesi Utara.(Cat)

Pemprov Sulut Gelar Edukasi Jaminan Sosial Bagi ASN

Kepala BKD saat menyampaikan pesan dari Gubernur Sulut (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar acara Sosialisasi Dan Edukasi Jaminan Sosial Tenaga Kerja Bagi Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Se-Provinsi Sulut di Ruang F.J. Tumbelaka Kantor Gubernur, Kamis (20/09/2018).

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey melalui Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DR Femmy Suluh MSi saat membuka secara resmi acara tersebut menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan yang diprakarsai Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulut ini.

“Saya merespon positif dan memberikan apresiasi yang tinggi atas komitmen Penyelenggara Jaminan Sosial di daerah dalam memberikan pelayanan yang prima terhadap konsumen dalam hal ini seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN),” kata dia.

Lebih lanjut, dirinya memaparkan bahwa penyelenggaraan jaminan sosial yang baik dan berkelanjutan merupakan salah satu pilar negara untuk mewujudkan kesejahteraan. Karenanya konstitusi telah menjamin adanya suatu sistem jaminan sosial dalam hal ini sistem jaminan sosial ketenagakerjaan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2015.

“Ingatlah bahwa sejumlah program ini dilakukan guna memberikan perlindungan menyeluruh bagi seluruh ASN khususnya di Provinsi Sulut, serta dalam upaya menyangga perekonomian nasional demi tercapainya kesejahteraan masyarakat,” ujar Suluh yang didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, Ir Erny B Tumundo MSi.

Acara ini digelar dalam rangka memberikan pemahaman bagi ASN tentang manfaat jaminan sosial yang bertujuan memberikan perlindungan jaminan kecelakaan dan jaminan kematian bagi ASN yang melakukan pekerjaan pada saat pekerja tersebut kehilangan sebagian atau seluruh penghasilannya sebagai akibat terjadinya risiko – risiko antara lain kecelakaan kerja, sakit, dan meninggal dunia.

Turut hadir dalam pertemuan tersebuy Kabid HI dan Jamsos Disnaker Sulut, Maya Ticoalu SSos, para Pejabat SKPD Setda Prov Sulut, para Kaban/Kabag Kepegawaian, para Kadis Tenaga Kerja Kab/Kota Se Provinsi Sulut.(Cat)

Komisi II DPR Puji Kinerja Gubernur Olly Sukseskan Pemilu 2019

Gubernur dan Sekprov bersama anggota DPR RI (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Persiapan Pemilu 2019 di Sulawesi Utara menuai pujian dari Komisi II DPR RI. Demikian disampaikan Ketua Komisi II DPR RI Zainudin Amali saat kunjungan kerja Komisi II DPR ke Sulut yang dilaksanakan di Ruang C.J. Rantung, Kamis (20/9/2018) siang. Persiapan pesta demokrasi itu dianggap tidak menemui kendala yang serius.

“Kami mengapresiasi Pak Gubernur karena sudah mengantisipasi Pemilu 2019. Pak Gubernur sudah bekerja dengan baik,” kata Amali.

Amali menuturkan, Pemprov Sulut dan KPU Sulut telah berupaya optimal mendukung pendataan pemilih menjelang Pemilu 2019. Untuk diketahui, dari jumlah penduduk Sulut yang berjumlah 2.685.816 jiwa, yang masuk dalam DPT sebanyak 1.856.040 jiwa yang terdiri dari 938.973 pemilih laki-laki dan 917.067 pemilih perempuan.

“Komisi II DPR RI telah melihat secara langsung dan memastikan kesiapan Sulut dalam menghadapi Pilpres dan Pileg pada 17 April 2019 mendatang. Di masa waktu tersisa ini, kami yakin semua kendala yang ada dapat diselesaikan,” beber Amali.

Lebih jauh, Amali meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu) dan Pemprov Sulut terus memperkuat koordinasi agar Pemilu 2019 berjalan lancar.

“Yang perlu ditingkatkan adalah koordinasi dan sinkronisasi semua pihak.  Kami merasa yakin Sulut bisa melaksanakan Pileg dan Pilpres secara bersamaan,” imbuh Amali.

Sebelumnya, Gubernur Olly Dondokambey, SE juga menyatakan optimis Pemilu 2019 di Sulut berjalan lancar. Pengalaman Sulut saat menggelar Pilkada Serentak tahun 2018 pada 6 kabupaten/kota yang berlangsung dengan sukses, aman dan damai menjadi alasannya.

Kesuksesan itu semakin diperkuat dengan tingginya persentase partisipasi Pemilih, dimana dari jumlah 591.040 DPT yang tersebar  di 76 Kecamatan, 800 Desa/Kelurahan dan 1.528 TPS, tingkat partisipasi politik mencapai sebanyak 478.413 atau 80,94 persen.

“Tingginya angka partisipasi ini membawa optimisme bagi kami untuk mensukseskan Pemilu 17 April 2019 di Sulawesi Utara,” beber Olly.

Gubernur Olly juga menyebut perkembangan pendataan KTP Elektronik di Sulut yang digunakan sebagai basis data pemilih. Lanjut Olly, dari jumlah penduduk 2.685.816 jiwa, yang wajib KTP adalah 2.011.585 jiwa, dan yang sudah merekam sebanyak 1.834.447 jiwa atau 91,19 persen. Sementara yang belum rekam tinggal 8,81 persen atau berjumlah 177.138 jiwa.

“Hingga sekarang, perekaman sudah mencapai 91,19 persen. Sisanya yang tinggal 8 persen itu adalah penduduk Sulut yang tinggal di kepulauan dan juga warga pendatang asal Filipina yang tinggal di Bitung dan ingin memiliki kewarganegaraan Indonesia,” ungkap Olly.

Meskipun begitu, Olly optimis instansi yang menangani soal kependudukan yakni Disdukcapil dan KB mampu bekerja maksimal melakukan pendataan kepada seluruh masyarakat Sulut yang telah memenuhi syarat untuk memiliki KTP Elektronik. Menariknya, di hadapan Tim Komisi II DPR RI, Olly juga mempromosikan kerukunan di Sulut.

Menurutnya, kehidupan bermasyarakat di Sulut yang terus berjalan dengan rukun dan damai serta harmonis, meskipun masyarakatnya sangat majemuk, baik dari sisi etnis, religi, budaya dan adat istiadat juga menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan pesta demokrasi.

“Sulut adalah daerah paling toleran di Indonesia hingga diberikan penghargaan oleh pemerintah pusat,” ucap Olly.

Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Ketua MPR RI E.E. Mangindaan, Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS, Komisioner Bawaslu serta para pejabat Pemprov Sulut. (Cat)

Gubernur Sulut Irup Harhubnas

Gubernur Sulut saat memeriksa pasukan upacara Harhubnas (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada peringatan Hari Perhubungan Nasional tahun 2018 di tingkat provinsi yang dilaksanakan di lapangan Koni Manado, Senin (17/09/2018).

Dalam sambutannya, Dondokambey mengatakan bahwa Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) memiliki makna yang mendalam dalam menjalankan tugas di sektor perhubungan. Insan perhubungan melalui peringatan Harhubnas, diharapkan harus lebih baik dalam pelayanan publik terlebih keselamatan.

Dondokambey yang di dampingi Kepala Dinas Perhubungan Sulut, Lynda Watania berkesempatan menyematkan Lencana Karya Satya kepada pegawai yang telah mengabdi puluhan tahun. Dalam rangkaian Harhubnas ini dilaksanakan berbagai kegiatan seperti senam Zumba, lomba carur.

Lomba Dam, Donor darah, khitanan massal, tenis, serta pencanangan pekan keselamatan yang ditandai dengan penyerahan bantuan alat keselamatan seperti Helm, Life Jacket, berbagai souvenir keselamatan penerbangan. Hadir dalam upacara tersebut pejabat eselon II dilingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan jajaran perhubungan.(Cat)

Humiang Lepas Kirab Satu Negeri

Prosesi pelepasan kirab di kantor gubernur (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Sejarah pergerakan kemerdekaan bangsa Indonesia telah mencapai titik kesepakatan trilogi kebangsaan, melalui ikrar “Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa” yang telah dikumandangkan pada 28 Oktober 1928.

Hal itu disampaikan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE dalam sambutan yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edison Humiang pada acara Pelepasan Kirab Satu Negeri yang dilaksanakan di Manado, Senin (17/09/2018) siang.

“Ikrar dan semangat kebhinnekatunggalikaan yang telah dikumandangkan itu, telah berhasil mengendapkan perbedaan daerah, suku, agama, dan bahasa daerah, dalam kesadaran kebangsaan yang ideal dan luas, hingga akhirnya tercapailah kemerdekaan Indonesia,” kata Humiang.

Namun demikian, menurut Humiang, sangat disayangkan seiring dengan 73 tahun Indonesia merdeka, semangat kebhinnekatunggalikaan yang selama ini mampu turut mengawal pembangunan dan kesatuan bangsa, beberapa tahun terakhir sedang goyah dengan terpaan problematika kemajemukan dan keragaman yang terus mengemuka.

“Permasalahannya bukan terletak pada banyaknya agama, banyaknya suku, banyaknya bahasa, banyaknya kelompok maupun golongan di negeri ini, namun dikarenakan semakin tergerusnya semangat kebangsaan, persatuan, persaudaraan, dan nilai-nilai kebhinnekaan sebagai satu kesatuan NKRI karena masih adanya kesenjangan dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat,” ungkap Humiang.

Karenanya, Humiang mengajak seluruh peserta kirab satu negeri untuk meneguhkan kesatuan bangsa, baik melalui internalisasi nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan, yakni : Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika, maupun lewat Revolusi Karakter Bangsa, dengan terus menggaungkan Gerakan Nasional Revolusi Mental, melalui internalisasi dan pembudayaan tiga nilainya, yakni : Integritas, Etos kerja dan Gotong royong.

Terkait pelaksanaan Kirab Satu Negeri, Humiang mengapresiasinya. Dirinya optimis agenda tersebut mampu menjaga keutuhan Indonesia.

“Bangsa ini bahkan dapat tampil  terdepan bersama dengan bangsa-bangsa lainnya, utamanya sebagai cerminan kehidupan bangsa yang majemuk, namun tetap satu dalam persaudaraan, yang dibingkai dalam tatanan demokrasi, serta toleransi satu sama lain,” beber Humiang.

Lima titik pemberangkatan tim yang berjumlah 1.945 orang itu adalah Sabang (Aceh), Nunukan (Kalimantan Utara), Miangas (Sulawesi Utara), Rote (NTT) dan Merauke (Papua). Kegiatan ini akan berakhir di Kota Yogyakarta pada 26 Oktober 2018. Rencananya, Presiden RI Joko Widodo akan hadir dalam acara apel kebangsaan puncak perayaan Kirab Satu Negeri di Yogyakarta. Pelepasan Tim Kirab Satu Negeri turut dihadiri Ketua Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulut, Yusra Alhabsyi, SE, pengurus dan anggota GP Ansor Sulut serta para pejabat Pemprov Sulut.(Cat)

iklan1