Tag: gubernur olly

GUBERNUR OLLY: UMP tak Bisa Diturunkan

Olly DONDOKAMBEY saat sambutan (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Usai menerima rekomendasi Upah Minimum Provinsi (UMP) dari Dewan Pengupahan, Gubernur Sulut, Olly Dondokambey menegaskan UMP tak bisa diturunkan lagi.

“UMP tak bisa diturunkan,” tegasnya kepada media Rabu (30 /10/2019) di lobi kantor gubernur.

Gubernur menandaskan bahwa minimal kenaikan UMP Sulut tahun 2020 adalah 8 persen dari upah yang diterima minimal tahun 2019. Seperti diketahui bersama Perhitungan ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No 78 tahun 2015 tentang pengupahan.

Dari informasi yang dirangkum media ini, untuk inflasi nasional sesuai dengan data Bank Indonesia September 2019 adalah 3.39 persen. Sementara Produk Domestik Bruto (PDB) rata-rata nasional dari BPS adalah 5.12 persen. Bila dimasukkan pada formula PP 78 tahun 2015 adalah UMP tahun berjalan + ( UMP tahun berjalan × (inflasi nasional + PDB)) menghasilkan besaran UMP tahun depan dengan UMP tahun 2019 sebesar Rp 3.051.076, maka upah minimum yang harus diterima pekerja/buruh adalah Rp 3.310.722 atau naik 8.51 persen.

Hasil pastinya baru akan diumumkan Gubernur Sulut tanggal 1 November. Dondokambey menambahkan Sulawesi Utara akan menerapkan   upah yang berkeadilan. “Bekerja tidak pake otak dan tenaga pastilah lebih rendah upahnya,” tutup Gubernur Sulut.(cat)

Hingga September, 136 Pekerja Keagamaan Meninggal Dunia

Salah satu keluarga pekerja keagamaan terima santunan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Program perlindungan bagi pekerja sosial keagamaan hingga bulan September 2019 dilaporkan telah dicairkan bagi ahli waris sebesar miliaran rupiah. Hal ini disampaikan Kepala Dinas  Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Utara, Erny B Tumundo kepada media ini Rabu (30/10/2019) malam

. “Hingga September 2019, hasil evaluasi program perlindungan bagi pekerja sosial keagamaan yang dicetus oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dengan menggandeng BPJS Ketenagakerjaan telah menyantuni 136 keluarga pekerja keagamaan dengan total miliaran rupiah,”ujarnya.

Data yang dirangkum media ini, 134 pekerja keagamaan meninggal dunia dan bagi keluarga diberikan santunan sebesar Rp 3.216.000.000. Dan 2 pekerja keagamaan yang meninggal dunia akibat mengalami kecelakaan, keluarga yang ditinggalkan diberikan santunan sebesar Rp 108.000.000. Ditambahkan Tumundo, data tersebut belum termasuk yang mengalami musibah kecelakaan dan tengah dirawat di rumah-rumah sakit, dimana terdata ada 3 pekerja keagamaan yang dirawat.

Tumundo mengatakan program perlindungan bagi pekerja keagamaan juga telah mencatatkan rekor pada MURI terkait keikutsertaan dalam program perlindungan tenaga kerja tersebut merupakan bukti nyata Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur, Steven Kandouw dengan program kerja Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan.(cat)

Pemprov Sulut Pacu Peningkatan Kapasitas Pelaku Pariwisata

Pemberian kartu tanda kepesertaan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kekayaan alam serta kearifan lokal yang menjadi pilar industri pariwisata Sulawesi Utara haruslah didukung penuh oleh pelaku-pelaku industri pariwisata. Untuk itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut melalui Dinas Periwisata memacu pengembangan kepariwisataan dengan peningkatan kapasitas pelaku pariwisata.

Hal tersebut terangkum dalam kegiatan yang dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekdaprov Sulut, Muhammad Mokoginta, Kamis (24/10/2019) disalah satu hotel di Kota Manado. Dalam sambutannya Mokoginta menegaskan bahwa dengan meningkatnya kunjungan wisatawan membuat kita sadar pengembangan kepariwisataan di Sulut sehingga pemerintah terus memacu kapasitas yang ada, terlebih saat ini daerah nyiur melambai sebagai salah satu destinasi unggulan kunjungan wisatawan di Indonesia.

Mokoginta yang didampingi Sekretaris Dispar, Joudy Senduk mengharapkan peningkatan kapasitas pelaku industdi pariwisata dan budaya dapat semakin meningkatkan standar pelayanan prima fan ketrampilan para pelaku pariwisata yang implementasinya akan semakin banyak lagi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara berkunjung ke Sulut.

Pembekalan pelaku industri pariwisata (FOTO Suluttoday.com)

Sementara itu, Fanny Matheuws selaku ketua panitia menyatakan kegiatan ini dapat meningkatkan sumber daya manusia dibidang pariwisata serta makin mengembangkan wawasan dan ketrampilan para pelaku industri pariwisata.

Ditambahkan Fanny, bahwa kegiatan ini juga sebagai upaya agar terwujudnya sumber daya manusia di bidang pariwisata yang handal dan unggul seperti ditandaskan Presiden RI, Joko Widodo pada pidato perdana usai dilantik.

Sangat diharapkan sumber daya manusia di bidang pariwisata Sulawesi Utara memiliki kompetensi di bidangnya serta peningkatan pengetahuan dan kemampuan sumber daya dalam pengelolaan usaha dibidang pariwisata.  (cat)

UMP 2020 Sulut Rp 3.310.722

Gubernur Olly dan Wakil Gubernur Steven (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri belum lama ini mengatakan formula angka kenaikan UMP adalah persentase angka pertumbuhan ekonomi ditambah inflasi. Dan sebagai ancar-ancarnya saja, pertumbuhan ekonomi diprediksi di kisaran 5 persen, dan inflasi tahunan saat ini berada di kisaran 3 persen.

Maka sepertinya kenaikan UMP tahun depan akan berkisar 8 persen alias sama dengan tahun ini. Perhitungan ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No 78 tahun 2015 tentang pengupahan. Dari informasi yang dirangkum media ini, untuk inflasi nasional sesuai dengan data Bank Indonesia September 2019 adalah 3.39 persen.

Sementara Produk Domestik Bruto (PDB) rata-rata nasional dari BPS adalah 5.12 persen. Bila dimasukkan pada formula PP 78 tahun 2015 adalah UMP tahun berjalan + UMP tahun berjalan × (inflasi nasional + PDB)) menghasilkan besaran UMP tahun depan dengan UMP tahun 2019 sebesar Rp 3.051.076, maka upah minimum yang harus diterima pekerja/buruh adalah Rp 3.310.722. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, Erny Tumundo saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu petunjuk resmi dari Kementrian Ketenagakerjaan.

“Tunggu saja, karena data resmi untuk mengisi perhitungan PP 78 tahun 2015 tentang Pengupahan upah minimum propinsi masih belum kami terima dari kementrian,” ujarnya kepada media ini Rabu (16/10/2019) diruang kerjanya.

Dan walaupun sudah diterima, Tumundo menegaskan data inflasi dan pertumbuhan ekonomi rata-rata nasional yang mengisi formula perhitungan, harus diproses sampai diumumkan tanggal 1 November secara serentak.

“Data yang diterima dari kementrian nantinya diproses untuk dihasilkan peraturan gubernur terkait UMP 2020, dan pasti akan diumumkan tanggal 1 November nanti,”tandasnya. Terkait kenaikan upah sebesar 8.51 persen atau sebesar Rp 259.646, Wakil Ketua Apindo Shinta Kamdani mengatakan dunia usaha merasa berat kalau harus menaikkan upah pada 2020. Kondisi tersebut dipicu situasi ekonomi yang dirasa dunia usaha cukup berat.(cat)

UMP 2020 Sulut Diperkirakan Naik Hampir 9 Persen

Erny B Tumundo (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Besaran upah minimum provinsi (UMP) Sulawesi Utara di tahun 2020 diperkirakan akan naik sekitar 8-8.5persen dari UMP 2019. Jika di ambil kisaran tertinggi yaitu 8.5persen, maka kenaikan UMP adalah Rp 250 ribu. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, Erny Tumundo saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu petunjuk resmi dari Kementrian Ketenagakerjaan.

“Tunggu saja, karena data resmi untuk mengisi perhitungan PP 78 tahun 2015 tentang Pengupahan upah minimum propinsi masih belum kami terima dari kementrian,” ujarnya kepada media ini Rabu (16/10/2019) diruang kerjanya.

Dan walaupun sudah diterima, Tumundo menegaskan data inflasi dan pertumbuhan ekonomi rata-rata nasional yang mengisi formula perhitungan, harus diproses sampai diumumkan tanggal 1 November secara serentak.

“Data yang diterima dari kementrian nantinya diproses untuk dihasilkan peraturan gubernur terkait UMP 2020, dan pasti akan diumumkan tanggal 1 November nanti,”pungkasnya.(cat)

iklan1