Tag: gubernur olly

Staf Ahli Pemprov Sulut Spesial, Untuk Apa?

Gubernur Olly ketika memberikan sambutan (Foto Ist)

Gubernur Olly ketika memberikan sambutan (Foto Ist)

MANADO – Wah ternyata berbeda, inovasi yang dilakukan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey (OD) dan Wakil Gubernur (Wagub) Steven Kandouw, dalam menyusun struktur pemerintahannya. Dimana kali ini posisi Staf Ahli pada eselon II di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut mendapat porsi khusus alias Spesial. Hal ini ditegaskan kedua pemimpin tersebut dihadapan wartawan sebelum menggelar rolling jabatan baru-baru ini.

“Jadi posisi Staf Ahli kini berbeda, mereka akan benar-benar dimaximalkan kemampuannya untuk membantu Gubernur dan Wagub dalam memimpin daerah ini,” ujar Olly tegas.

Sementara itu Wagub Kandouw menekankan, jika dahulu posisi Staf Ahli kerap dianggap tempat buangan, namun kini dibawah kepemimpinan OD-SK image Staf Ahli berubah menjadi khusus.

“Ya, pasti posisi tersebut akan menjadi spesial, berbagai kajian dan telaah sangat dibutuhkan untuk menghasilkan kebijakan yang pro rakyat dan kemajuan Sulut,” kata Kandouw.

Seperti diketahui, untuk posisi Staf Ahli Pemprov Sulut, kini dipercayakan kepada Marcel Sendoh SH dan Lynda Watania. Sedangkan satu posisi masih lowong dan disebut-sebut bakal diisi mantan Sekda dari Kabupaten/Kota. Marcel Sendoh, saat dikonfirmasi wartawan menyatakan bersyukur dengan kepercayaan dari Pak Gubernur Olly dan Wagub Kandouw.

“Tentunya kepercayaan ini akan dibalas dengan kerja keras untuk menopang dan mewujudkan visi-misi OD-SK bagi kesejahteraan dan kemajuan warga Sulut,” tutur Sendoh yang sebelumnya menjabat Kadis Nakertrans Sulut. (*/ST)

Pimpin Sertijab, Ini Permintaan Gubernur Olly ke Kepala SKPD

Gubernur Olly Dondokambey pimpin langsung pelaksanaan Sertijab (Foto Ist)

Gubernur Olly Dondokambey pimpin langsung pelaksanaan Sertijab (Foto Ist)

MANADO – Gerak cepat pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (5/1/2017) langsung melaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pejabat Eselon II bertempat di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut.

Untuk diketahui, Sertijab tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Olly Dondokambey yang didampingi Wakil Gubernur Steven Kandouw dan Sekprov Edwin Silangen serta para Pejabat Eselon II yang baru dilantik di patung Soekarno Minahasa Utara belum lama ini.

Melalui kesempatan tersebut secara simbolis dihadapan Gubernur Olly sejumlah Pejabat Eselon II melakukan penandatangan berita acara pakta integritas, berita acara kontrak kinerja dan penyerahan aset yang disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur dan Sekprov Sulut serta tamu undangan lainnya.

Setelah memimpin prosesi Sertijab, kepada awak media Gubernur mengatakan, kepada kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus langsung kerja.

“Ingat setelah Sertijab ini saya minta harus langsung ‘kerja kerja kerja’ tidak usa banyak seremonial,” ingatnya.

Tak lupa juga, Gubernur Olly berpesan agar Kepala SKPD bekerja-lah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi), saling berkoordinasi dengan staf agar tercipta nuansa yang harmonis antara bawahan dan antasan.

“Saling menghormati dan menghargai antara staf serta pimpinan menjadi salah satu tolak ukur dalam menciptakan suasana yang harmonis dalam lingkungan kerja demi menunjang program pemerintah daerah menuju Sulut Hebat,” ujar Gubernur Olly Dondokambey. (*/ST)

Rolling Tahap 1 Dilakukan, Kabinet Hebat OD-SK Terbentuk

Gubernur Olly Dondokambey ketika melantik kabinet Hebat (Foto Ist)

Gubernur Olly Dondokambey ketika melantik kabinet Hebat (Foto Ist)

MANADO – Restrukturisasi jajaran SKPD pemerintah di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) akhirnya resmi dilakukan, Selasa (3/1/2017). Dimana setelah Gubernur Olly Dondokambey (OD) dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (SK) menjalankan pemerintahannya, kini dilakukannya rolling jabatan yang dimulai dari pejabat eselon II dan III lingkup Pemprov sulut.

Berdasarjan janji Gubernur Olly, rolling (rotasi) pejabat tersebut dilaksanakan di depan monumen Soekarno Minahasa Utara. Dalam sambutan arahan Gubernur mengingatkan kepada para pejabat yang baru dilantik untuk melaksanakan tugas secara bijak dan hati yang gembira. Jabatan ini merupakan amanah, jalankan amanah dengan baik serta harus pahami maksud pimpinan agar koordinasi berjalan dengan baik.

Dondokambey meminta para pejabat untuk menjalankan janji Gubernur dan wagub kepada rakyat untuk terus membangun Sulut dan mensejahterakan rakyat. Para pejabat harus melaksanakan loncatan dan peningkatan kinerja, Tingkatkan prestasi kerja. menjaga kekompakan, solid, terus melakukan konsolidasi internal, penilaian yang dilakukan pimpinan semua berdasarkan kinerja.

Rotasi pejabat ini merupakan tahap pertama dimana yang dilantik adalah pejabat eselon II dan sebagian eselon III. Rolling yang berdasarkan No 821./BKD/SK/02/2017 Tanggal 3 Januari 2017 Tentang pengukuhan dan pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari dan dalam jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. (*/ST)

Berikut ini nama-nama para pejabat yang dilantik, diantaranya:

John Palandung – Asisten Pemerintahan dan Rakyat, M.Mokoginta Asisten II Ekbang, Roy Roring – Asisten III, Marsel Sendoh Staf ahli pembangunan dan ekonomi keuangan, Linda Watania staf ahli SDM, Nixon Watung Inspektur, Bartolomeus Mononutu Sekwan DPRD Sulut, Praseno Hadi BPKBMD,
Noldy Liow Kaban BPBD,
Steven Liow Kesbang Pol,
Ricky Toemanduk Kaban Bappeda, Jemmy Lampus Kaban penelitian dan pengembangan, Jefry Senduk Kabandiklat, Femmy Suluh BKD, Gammy Kawatu Diknas,
Grace Punuh Dinsos,
Mieke Pangkong Dinas BP3A
Roy Mewoh Kadis Pemberdayaan Desa,
.Rotinsulu Kepala Dinas Kebudayaan,JE Kenap Dinas Pemukiman dan Perumahan, Erny Tumundo Disnaker,
Jemmy Kuhu Kepala Dinas Pangan, Marly Gumalang Dinas Lingkungan Hidup,
Joi Oroh Dinas Perhubungan,
Roy Tumiwa, Dinas Komunikasi dan Persandian,
CH. Talumepa Dinas Koperasi,
Joy Korah Modal dan 1 Pintu,
Ronald Sorongan DKP,
Herry Rotinsulu Dinas Kehutanan, Jenny Karouw Dinas Perdagangan,
Olvie Ateng Kepala Dinas Pajak dan Retribusi,
Maksi Lukas Dinas Perpustakaan, Jemmy Kumendong Biro Pemerintahan dan Otda,
Frangky Manumpil Kepala Biro Administrasi dan SDA,
Edwin Kindangen Biro Administrasi Pembangunan,
Jemmy Ringkuangan,  Infrastruktur dan Barang Jasa,
Farly Kotambunan Orpeg,
Bahagia Mokoagow Biro Protokol Kerjasama Komunikasi Publik,
Glady Kawatu Biro Hukum

10 Pejabat Eselon II  Pelaksana Tugas (Plt)

1 Refly ngantung Dinas Perkebunan
2 Edison Humiang satpol PP
3 Clay Dondokambey Karo Umum
4 Janny Lukas Kadispora
5 dr Kartika Devi Tanos Biro Kesra
6 Arie Bororing Distanak Sulut
7 Debby Kalalo Dinkes Sulut
8 Daniel Mewengkang Dinas pariwisata Sulut
9 Steve Kepel Dinas PU dan Tata Ruang  Sulut
10 BA Tinungki ESDM Sulut.

PT Conch Diduga Datangkan Ancaman, AMTI Desak Gubernur Sulut Bersikap

Tommy Turangan SH, Ketua AMTI

Tommy Turangan SH, Ketua AMTI

MANADO – Masuknya PT Conch di Kecamatan Lolak Kabupaten Bolaang Mangondouw (Bolmong) mendapatkan beragam respon masyarakat, menurut Ketua Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI), Tommy Turangan, SH mengatakan bahwa kehadiran pabrik semen ini lebih membawa efek merugikan masyarakat sekita.

”Coba dirasakan apa dampaknya bagi masyarakat Sulut, terutama warga Lolak Bolmong?. Sepertinya banyak keluhan yang disampaikan warga kepada kami ternyata lebih banyak efek buruk dan tindak menguntungnya yang dirasakan masyarakat,” ujar Turangan aktivis asal Sulut ini tegas.

Tak hanya itu, Turangan yang diwawancarai Suluttoday.com, Sabtu (1/10/2016) ini meminta agar keberadaan perusahaan ini ditinjauh kembali Gubernur Sulawesi Utara. Turangan mengatakan PT Conch jangan hanya mengejar kepentingan investasi (ekonomi) lantas mengabaikan kepentingan masyarakat pribumi.

”PT Conch ini adalah salah satu perusahan multinational yang berasal dari negeri asing Tiongkok. Dan telah mengembangkan sayapnya di Indonesia. Dan salah satunya di Lolak, Bolaang Mongondow, AMTI mendesak Gubernur Olly Dondokambey mempertimbangkan kembali kontrak kerjanya, perusahaan ini perlu ditinjau lagi, karena kelihatannya mereka hanya mementingkan kepentingan ekonomi mereka dan mengabaikan masyarakat,” papar Turangan tegas.

AMTI juga menyoroti terkait aktifitas perusahaan asing tersebut sepertinya terkesan kurang memperhatikan posisi kapan seharusnya melakukan aktifitas. Dimana aktifitas pengguna jalan umum di Trans sulawesi terganggu karena beroperasinya perusahaan ini disiang hari.

”Nah, lihat saja seharusnya aktifitas pekerjaan dilakukan malam hari dimana telah kurang aktifitas pengguna jalan umum di jalan Trans sulawesi dan karena kendaraan proyek saban hari lalu lalang di jalan trans sulawesi disekitarnya. Shingga mengakibatkan selain menggangu aktifitas umum, juga jalan umum tersebut sepertinya telah rusak,” tukas Turangan jebolan Fakultas Hukum Unsrat ini menutup.

Untuk diketahui, tim AMTI telah melakukan investigasi yang ditemukan justru kehadiran PT Conch hanya mendatangkan ancaman bagi masyarakat lokal, diantaranya mengenai adanya indikasi tenaga kerja lebih dominan dari Cina, sementara tenaga lokal minim, belum lagi kalau bicara soal dampak lingkungan.(*/Amas)

Bersama Wali Kota GSVL, Gubernur Olly Dondokambey Pun Tertawa

Proses penyerahan bantuan secara simbolik dari Menteri Puan kepada Wagub Sulut (Foto Ist)

Proses penyerahan bantuan secara simbolik dari Menteri Puan kepada Wagub Sulut, Gubernur Olly pun tertawa (Foto Ist)

MANADO – Kiprah seorang Olly Dondokambey yang merupakan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) dipanggung politik tak dapat dirugikan lagi, politisi senior yang terlahir dari rahim Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini dikenal tenang. Santun dan tidak banyak melakukan ‘sensasi’ seperti para politisi Nasional lainnya.

Olly yang sebelum terpilih sebagai Gubernur Sulut sudah beberapa periode menjadi wakil rakyat di DPR RI Dapil Sulawesi Utara. Relatif banyak masyarakat yang mengagumi sosok sederhana yang satu ini, menariknya lagi semenjak dilantik menjadi Gubernur Sulut, Olly berhasil membina hubungan yang baik dengan pemerintah Kabupaten/Kota yang ada di Sulut.

Terlebih khusus dengan pemerintah Kota Manado, dibawa kepemimpinan Dr GS Vicky Lumentut sebagai Wali Kota Manado dan Mor Bastiaan selaku Wakil Wali Kota Manado. Hal inipun mendapat apresiasi berbagai elemen masyarakat di daerah ini, apalagi Pempov Sulut selama beberapa periode belakangan tidak terlalu bersinergi dengan Pemkot Manado, Gubernur Olly mampu mencairkan kebekuan hubungan tersebut.

Alhasil, kini Gubernur Olly terlihat diberbagai momentum di Manado selalu berjalan bersama dengan Wali Kota Manado. Terpantau media ini, Jumat (23/9/2016) di kompleks Lion Group jalan Piere Tendean Manado, bertepatan dengan momentum HUT ke-52 Provinsi Sulut, Gubernur Olly dan Wali Kota GSVL sapaan akrab Lumentut tampil dengan suasana kekeluargaan.

Dalam mewujudkan program pembangunan kawasan wisata Usaha Kecil Menengah (UKM) Center yang berlokasi di Kota Manado yang juga dihadiri Menteri Puan Maharani putir Megawati Soekarno Putri, dan juga didampingi Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw itu, Gubernur Olly terlihat tertawa lepas bahkan sampai diatas panggung sekalipun.

Terkait pembangunan UKM Center yang diberi nama Window of Indonesia itu, Gubernur Sulut juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Manado atas kerja sama yang baik tersebut.

”Terima kasih Pak Wali Kota Manado yang berkenan mendukung penuh program ini, mari kita dorong bersama-sama program-program pemerintah yang bertujuan membangkitkan ekonomi masyarakat,” ujar Olly.

Gubernur Olly diakui memang memiliki model kepemimpinan yang berbeda dari Gubernur lainnya. Tertawa lepas, apalagi bersama Wali Kota atau Bupati saat kegiatan besar seperti ini belum begitu akrab, Olly Dondokambey pemimpin Hebat yang tau betul bagaimana melahirkan sinergitas program vertikal.(*/Amas)

iklan1