Tag: haefrey sendoh

Tak Bersinergi, Wagub Sulut Minta Haefrey Sendoh Diganti

Ir. Haefrey Sendoh (Foto Ist)

Ir. Haefrey Sendoh (Foto Ist)

MANADO – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado, Ir Haefrey Sendoh mulai mendapat sorotan, hal ini diduga karena dampak dari birokrat senior yang satu ini masih terus berseberangan dengan Dr GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado saat ini. Sikap tak bersinergi Sendoh ternyata sudah terlihat sejak pemilihan kepala daerah Kota Manado beberapa waktu lalu.

Hal tersebut menjadi perhatian Wakil Gubernur (Wagub) Sulut, Steven Kandouw. Berharap adanya sinergitas kerja di pemeriantahan Kota Manado dan Provinsi Sulawesi Utara, Kandouw angkat bicara dan mengusulkan agar Sendoh segera diganti dari posisi Sekda Kota Manado.

”Ganti jo padia, so nda bersinergi lei kwa,” ujar Wagub Steven singkat.

Sikap terbuka dan pernyataan Wagub ini terungkap saat diskusi terbatas dengan Jurnalis Independent Pemprov Sulut (JIPS), Kamis (16/6/2016)  di ruang kerja Wagub Sulut usai Pemprov Sulut menerima Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI terkait pengelolaan keuangan.

Menariknya, tak hanya posisi Sekda Kota Manado, Wagub juga meminta masukan kepada kalangan wartawan atas adanya rencana rolling jabatan di lingkungan Pemprov Sulut yang dikabarkan akan digelar 13 Agustus 2016 ini. (*/Redaksi)

Dituding Menghambat, Sekda Kota Manado Berang

MHF Sendoh, Sekretaris Daerah Kota Manado (Foto Alen)

MHF Sendoh, Sekretaris Daerah Kota Manado (Foto Alen)

MANADO – Makin menarik saja soal Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Manado, setelah sebelumnya muncul pemberitaan terkait dugaan kuat Sekretaris Daerah Kota (Sekda) Kota Manado, Or Haefrey Sendoh menghambat Pilwako Manado yang rencananya dilaksanakan 17 Februari 2016, akhirnya mendapat bantahan. Rupanya Sendoh tidak terima dengan tudingan itu, dan langsung berang.

Pemerintah Kota Manado melalui Kabag Humas Franky Mocodompis menyampaikan keberatan terhadap pemberitaan dengan judul ‘Sumelung: Sendoh Hambat Pilkada’, yang diberitakan harian Posko Manado. Dijelaskannya, pada 29 Januari 2016 yang lalu tidak ada perdebatan, yang ada hanyalah percakapan atau diskusi terkait koordinasi pelanggaran pilkada dengan dua acuan Permendagri yang berbeda.

Sumarsono menyampaikan Permendagri No 44 tahun 2015 tentang pengelolaan dana kegiatan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota , kemudian sekda juga mengemukakan Permendagri No 52 tahun 2015 tentang pedoman penyusunan APBD tahun 2016. Lebih jauh dikatakan, sebagai bawahan tidak pernah membantah apa yang disampaikan penjabat gubernur, Sekda mengatakan akan melaporkan pembicaraan bersama penjabat gubernur kepada penjabat walikota Manado.

Ditambahkannya, tudingan LSM LAKI kalau Sekda Manado menghambat gelaran pilkada susulan adalah tudingan yang tendensius dan tidak berdasar, secara resmi sikap Pemkot Manado mendukung tahapan pilkada sebagaimana yang telah ditetapkan KPU, sebagai dukungan ini disertai dengan sikap berhati-hati supaya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. (Tim Redaksi)

Tono Suratman Lantik Olly Dondokambey

Pengurus KONI Sulut saat dilantik (Foto Suluttoday.com)

Pengurus KONI Sulut saat dilantik (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Harapan masyarakat olahraga Sulawesi Utara (Sulut) untuk bisa mendapat perhatian yang lebih dari Pemerintah Propinsi (Pemprop) tampaknya bakal bisa terwujud. Pasalnya, Ketua Umum KONI Sulut, Olly Dondokambey, SE, yang dalam waktu dekat juga bakal dilantik menjadi Gubernur Sulut, memastikan bahwa olahraga dan pemerintah nantinya bakal bersinergi.

Artinya, kebutuhan pendanaan untuk olahraga akan mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah propinsi kelak. Hal itu ditegaskan langsung oleh Olly Dondokambey saat menyampaikan sambutan pada pelantikan Pengurus KONI Propinsi Sulut di Hotel Sintesa Peninsula, Manado, Selasa (26/1/2016) kemarin. Pada kesempatan tersebut, Olly memastikan pemerintah propinsi Sulut ke depan akan lebih memperhatikan pembinaan olahraga guna meraih kembali prestasi yang pernah diukir oleh cabor pada beberapa decade yang lalu.

”Saya tahu persis, olahraga Sulut pernah memberikan sumbangsih bagi Indonesia ketika meraih prestasi di level dunia,” sebut Olly.

Namun, minimnya kontribusi pembinaan di Sulut yang diakibatkan kurangnya suplay dana dari pemerintah membuat prestasi olahraga di Sulut samakin menurun. Ia bahkan melihat bahwa prestasi international yang masih dibanggakan oleh Sulut tinggal berada di cabor bridge dimana masih ada maestro bridge Henky Lasut dan Eddy Manoppo.

Sementara itu, pada pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat, Mayjen (Purn) Tono Suratman, sejumlah pejabat pemerintahan yang juga pernah terlibat dalam pembinaan olahraga ikut hadir. Pantauan Koran ini, tampak Bupati Minahasa, Drs Jantje W. Sajow, MSi, yang juga adalah Ketua Harian Pengprop PBVSI Sulut hadir pada acara tersebut. Kemudian Penjabat Walikota Manado, Ir Roy Roring, MSi, yang juga pernah membina olahraga bridge sebagai ketua harian, juga tampak hadir bersama Sekot, Ir Haefrey Sendoh, yang notabene adalah Ketua Harian Pengprop PASI Sulut.

Selain itu, hadir juga Calon Wakil Walikota Manado, Tony Rawung, yang juga terlibat sebagai Pengurus Kota POSSI Manado. Acara pelantikan yang dikemas dengan cukup rapih dan dipandu oleh Ketua Bidang Organisasi KONI Pusat, Mayjen (Purn) Nanang Juana tampak berlangsung penuh hikmat. Pasalnya, satu demi satu acara berlangsung sesuai dengan harapan karena telah diatur sedemikian rupa oleh pihak KONI Pusat. (Amas)

Tidak Kooperatif, Sekkot Manado Diduga Berperan Gagalkan Pilkada

Sekda M.H.F Sendoh saat memberikan sambutan (Foto Ist)

Sekda M.H.F Sendoh saat memberikan sambutan (Foto Ist)

MANADO – Kian mengalir permasalahan anggaran pelaksanaan Pilkada Manado 17 Februari 2016. Dimana sebelumnya diberitakan kalau Penjabat Wali Kota Manado, Ir Royke Roring seolah menghindari Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manado untuk konsultasi anggaran, kini giliran Sekkot Ir MHF Sendoh ”buat masalah”, Sendoh dikabarkan belum menyetujui penggunaan anggaran sisa Rp2 miliar untuk KPU Manado.

Padahal, KPU Manado sudah meminta pada Pemkot Manado untuk mengeluarkan surat rekomendasi agar segera dicairkan sisa anggaran di rekening KPU Manado, namun hingga kini belum juga terealisasi. Hal itu diakui Komisioner KPU Manado Amrain Razak, saat dihubungi wartawan via telepon selular, Selasa (26/1/2016) sore.

Disampaikan Amrain, yang merupakan Ketua Divisi Informasi dan SDM itu, memang ada Rp2 miliar lebih sisa anggaran yang tidak terpakai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Manado 2015, dan itu masih ada di rekening KPU Manado.

”Sambil menunggu realisasi anggaran tambahan yang KPU minta, kami akan menggunakan dulu anggaran sisa sebesar 2 miliar lebih. Namun kami belum bisa mengguanakan anggaran sisa tersebut karena belum ada surat dari Ketua TAPD Pemkot dalam hal ini Pak Sekkot. Kami sudah meminta secara resmi tapi hingga kini belum juga terealisasi,” kata Amrain.

Terkait dengan permintaan tambahan anggaran juga, lebih jauh dikatakan wartawan senior ini, meskipun belum ada dari Pemkot Manado namun KPU Manado tetap akan menjalankan tahapan Pilkada yang sudah ditetapkan pemungutan suaranya 17 Februari 2016.

”Biar nyanda ada anggaran, torang musti jalankan tahapan pilkada karena ini sudah sesuai dengan keputusan,” ujarnya optimis.

Dikatakan pula, sebagai penyelenggara pemilihan umum, KPU Manado hanya menjalankan keputusan, dan soal anggaran itu adalah kewenangan dari Pemkot Manado.
Sebelumnya Penjabat Wali Kota Manado Royke Roring melalui Plt Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkot Manado Franky Mocodompis S.Sos mengatakan bahwa, salah satu amanah yang diberikan Negara kepada Roring selaku Penjabat Wali Kota Manado adalah melaksanakan pemerintahan transisi hingga dilantiknya Wali Kota dan Wakil Walikota definitif, serta mendukung pelaksanaan tahapan Pilkada. (Tim Redaksi)

Bertindak Cepat, Pemkot Manado Bantu Mencari Oktavine Korban Gafatar

Sekda Manado dan Kaban Kesbang-Pol Manado saat bertemu keluarga korban (Foto Ist)

Sekda Manado dan Kaban Kesbang-Pol Manado saat bertemu keluarga korban (Foto Ist)

MANADO – Bertindak cepat Sekretaris Daerah Kota (Sekda) Manado, Ir.M.H.F Sendoh mengatakan, Pemerintah Kota akan mencari informasi tahu keberadaan salah seorang siswa kelas 1 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), bernama Oktavine Dorkas Silangen (15 tahun).

Hal itu dikatakan Sendoh saat menerima keluarga Oktavine di ruang kerjanya, Selasa (26/1/2016), kemarin, Sekda menerima keluarga Silangen – Lahengko yang melaporkan dugaan bahwa anak mereka hilang ditengarai bergabung dengan ormas Gafatar. Gafatar merupakan organisasi terlarang yang dikeluarkan pemerintah.

“Anak kami Oktavine Dorkas Silangen sisa kelas 1 SMK umur 15 tahun pada tanggal 12 desember 2014 sudah tidak ada kontak dengan kami,kata beberapa saksi yang pernah melihat anak kami bahwa Ine(panggilan Oktavine) ikut dalam ormas Gafatar,” ujar Ayah dari Oktavine.

Dalam pertemuan tersebut, Sekda yang didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Manado dan juga Kepala Bagian Kesbangpol Kota Manado mengatakan pemerintah kota Manado akan mendampingi keluarga dalam mencari informasi apakah Oktavine benar hilang karna bergabung dalam ormas Gafatar.

“Nanti pemerintah kota manado dalam hal ini dinas sosial akan membantu mencari informasi tentang oktavine,dan juga data-data tentang korban kita perlukan untuk melakukan pengecekannya nanti. kita dan juga harus menguatkan, saling topang dalam doa agar ine bisa kembali pulang,” tutur Sendoh.

Caption/foto: Sekda didampingi Kadinsos dan Kaban Kesbangpol Kota Manado saat menerima kehadiran orang tua Oktavine. (Amas)

iklan1