Tag: happy korah

Korah Cs Belajar Jurus Keren Dirut LPDB

Ir Happy TR Korah MSi (FOTO Suluttoday.com)

JAKARTA, Suluttoday.com – Akhir pekan lalu selain berkonsultasi dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Dinas Koperasi dan UKM Sulut pun mendapat pelajaran jurus keren milik Dirut LPDB, Braman Setyo. Braman pun membekali jajaran Dinas KUKM Sulawesi Utara yang dipimpin Kepala Dinas, Ir Happy Korah MSi, sebuah inovasi di bidang jasa finansial (fintech).

Dengan konsep fintech ini mitra koperasi dan UKM bisa mengajukan pinjaman secara online. Fintch LPDB akan mengurangi Mitra KUMKM untuk bertatap muka langsung, cukup dengan mengajukan proposal secara online.

Menurut Braman seperti diungkapkan Korah, koperasi harus menggunakan teknologi untuk bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Lebih lanjut Korah mengatakan bahwa hasil pertemuan dengan LPDB nantinya akan disampaikan saat rapat koordinasi daerah yang direncanakan segera digelar.(Cat)

Tak Ikuti Rakorda Tidak Bisa Ikut Rakornas

Happy Korah (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Happy Korah menegaskan pihaknya siap mengatasi sikap acuh dan enggan berkoordinasi dengan Pemerintah Propinsi kerap dilakukan kabupaten dan kota. Salah satu yang sangat penting dijabarkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Utara Senin (12/3/2018) di ruang kerjanya.

Disampaikannya bahwa tidak diperkenankan instansi terkait di kabupaten dan kota untuk mengikuti rapat koordinasi tingkat nasional (Rakornas) jika tak mau ikut rapat koordinasi di tingkat daerah (Rakorda) Korah mengatakan dalam Rakorda yang segera digelar merupakan bagian mengsinkronkan program antara Provinsi dan kabupaten/kota serta merangkum permasalahan dan lainnya yang menjadi bahan pertimbangan saat mengikuti Rakornas nanti.

Lebih lanjut mantan Kepala DKP Sulawesi Utara ini menandaskan bahwa kemajuan perkoperasian dan UKM di daerah merupakan kerja bersama antara propinsi dan kabupaten/kota bukan sendiri-sendiri. Untuk itu, Korah mengharapkan kabupaten dan kota proaktif dan tidak diwakili saat Rakorda pekan ini, demi Sulawesi Utara Hebat.(Cat)

Korah Pacu Peningkatan Pengelolaan Manajemen Koperasi

Kegiatan Diklat Manajemen Perkoperasian bagi Pembina Koperasi dan UKM (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kepala Dinas Koperasi dan UKM Daerah Sulawesi Utara, Ir Happy Korah MSi yang belum sebulan menjabat sebagai kepala dinas langsung bergerak demi kinerja hebat dengan membuat sejumlah gebrakan baru.

Salah satu yang dilakukan Korah dan jajarannya adalah melaksanakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Manajemen Perkoperasian bagi Pembina Koperasi dan UKM se- Sulut selama 5 hari di UPTD Balatkop. Kegiatan yang di buka langsung oleh Korah, Senin (5/3/2018) diikuti puluhan pembina koperasi.

Menurut Kepala UPTD Balatkop, Clara Polii kepada Suluttoday.com yang mendampingi Korah menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia pengelola koperasi. Polii menambahkan bahwa peserta juga akan dibekali kewirausahaan pembuatan pupuk organik cair.

Sementara itu, Korah mengharapkan melalui pembekalan yang diberikan selama diklat peserta semakin mampu menyusun laporan dan melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tepat waktu. Seperti diketahui bersama RAT merupakan salah satu tolok ukur koperasi sehat.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulawesi Utara ini menegaskan bahwa pihaknya tak hanya membekali pembina koperasi dan usaha mikro kecil tapi juga tengah mempersiapkan tenaga-tenaga pendamping bagi peningkatan kualitas unit usaha tersebut di Sulut.

Lebih lanjut Korah mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini, puluhan tenaga pendamping Koperasi dan UKM yang telah lolos seleksi berkas juga akan dibekali di tempat tersebut.(Cat)

Wagub Steven: Ini Momentum Kita, 161 Destinasi Wisata Diekspos

Wagub Steven Kandouw saat membuka iven Festival Pesona Bunaken 2016 (Foto Ist)

Wagub Steven Kandouw saat membuka iven Festival Pesona Bunaken 2016 (Foto Ist)

MANADO – Komitmen pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk menggenjot sektor pariwisata di daerah ini memang tidak main-main. Senin (25/7/2016) kemarin, Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, SE melalui Wakil Gubernur (Wagub) Sulut Drs Steven Kandouw saat acara Festival Pesona Bunaken 2016 mengatakan Pemprov Sulut akan dijadikan entry point bagi pengembangan sektor kepariwisataan di daerah ini.

Kandouw saat membuka festival tersebut di kawasan Megamas Manado, mengungkapkan komitmen besar Pemprov Sulut untuk memajukan pariwisata.

”Sudah lama Festival Bunaken tidak dilaksanakan, setau saya dulu pernah ada Festival Bunaken disatukan dengan Festival Danau Tondano di jaman Gubernur EE Mangindaan, dan baru kali ini kembali dilaksanakan,” ujar Kandouw.

Karena itu menurut Wagub perlu digiatkan kembali karena sudah banyak wisatawan datang di Manado, apalagi waktu dekat ini bandara Internasional Sam Satulangi sudah akan dibuka selama 24 jam.

“Bapak Gubernur berkeinginan  menjadikan Festival Bunaken sebagai entry point pariwisata Sulut, karena sektor ini menjadi program prioritas setelah sektor pertanian, perkebunan, pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.

Lanjut Kandouw memaparkan bahwa sektor pariwisata perlu terus di dorong bahkan diakselerasi terus menerus karena kurangnya perhatian serius dari stakeholders di sektor ini. Apalagi dengan terobosan yang luar biasa dilakukan orang nomor satu di Sulut dengan mendatangkan ribuan turis dari tiongkot, ke daerah Sulut, tentunya harus dijawab dengan memperbanyak kegiatan wisata.

”Kita pun memiliki 161 destinasi wisata seperti wisata selam, paling banyak memiliki diver maupun instruktur serta dive spot (lokasi penyelaman), tapi juga wisata religius dan wisata alam. Dari segi kultur dan SDM Sulut terkenal afirmatif dengan budaya asing. Ini merupakan momentum kita, baik pengusaha angkutan, restoran, perhotelan, sovenir untuk memanfaatkan peluang yang besar ini, kesemuanya itu tentunya akan memberikan multyplier effect bagi daerah kita, jelas politisi PDIP Sulut ini,” papar Wagub Kandouw.

Sementara itu, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sulut Ir Happy Korah MSi, menyebutkan, kegiatan yang akan berlangsung hingga 29 Juli 2016 mendatang di kawasan Megamas, Mantos dan Bunaken meliputi lomba memancing, lomba perahu hias, konser musikpesona bunaken oleh Band Ungu, road show ke bunaken, lomba musik bambu dan musik kolintang. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama Disbudpar Sulut dengan Kementrian Pariwisata RI.

Dengan untuk pengembangan promosi melalui produk pariwisata dalam rangka peningkatan arus kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara, tandas Korah. Turut hadir Wakil Ketua TP PKK Sulut dr Kartika Devi Tanos, unsur Forkopimda Sulut, pejabat teras Pemprov, serta Kadis Pariwisata Kabupaten/Kota. (*/Amas)

Bidik Direct Flight Tiongkok, Runway Sam Ratulangi Diperpanjang

Kantor Rektorat Unsrat Manado

Kantor Rektorat Unsrat Manado

MANADO – Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado segera bersolek. Runway Bandara akan ditambah 150 meter menjadi 2.800 meter dari sebelumnya 2.650 meter. Area terminal akan ditingkatkan menjadi 4.000 meter persegi. Jumlah garbarata pun ditambah menjadi lima. Semua ini dilakukan untuk mendukung pengembangan pariwisata di Sulawesi Utara. Yang paling utama, runway Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado akan diperpanjang. Panjan landasan pacu akan dibuat 2.800 meter. Itu adalah upaya untuk mendorong peningkatan lalu lintas udara.

“Tahun ini runway Sam Ratulangi akan dibuat 2.800 meter. Runway yang panjang akan membuat Air Bus type A 350 yang berkapasitas sekitar 400 penumpang bisa mendarat di Sam Ratulangi. Ini pasti akan berdampak pada peningkatan jumlah penerbangan domestik maupun internasional,” beber Airport Operations and Readiness Department Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Sugito, Rabu (27/4/2016).

Dan untuk memberikan kenyamanan, di 2016 ini, Bandara Sam Ratulangi juga akan diperluas. Akan ada perluasan ke arah cargo. Interior pun akan dipercantik. Rancangannya disesuaikan dengan nuansa khas Sulawesi Utara.

“Rencana perluasan bandara masih ada di master plan. Masih dikaji. Tapi prinsipnya memberi kenyamanan pada wisatawan. Kita akan bangun di lantai satu dan dua, serta pemanfaatan lantai tiga untuk lounge,” ujarnya.

Bila ini terealisasi, Sugito yakin, Sulawesi Utara akan semakin popular di mata wisman. Hal yang sangat wajar mengingat Sulwesi Utara punya Akses, Atraksi, Amenitas, yang bagus. Tiga hal yang kerap disuarakan Menpar Arief Yahya, yang menjadi syarat sebuah kawasan pariwisata itu hidup dan berkembang. Dan hal itu, ikut diamini Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulawesi Utara Happy Korah.

Bagi Korah, Bandara yang berjarak sekitar 30 menit dari Kota Manado itu merupakan gerbang wisata Sulawesi Utara. Ini lah pintu masuk wisnus dan wisman yang ingin plesiran ke Pulau Bunaken, Bukit Kasih Kanonang, Pulau Siladen, Bukit Doa Tomohon, Danau Linow, Pulau Lihaga, Waruga, Pantai Lakban, Gunung Api Mahangetang hingga Taman Nasional Tangkoko.

“Potensi wisata alam di Sulawesi Utara tidak kalah dari daerah lain di Indonesia. Kami sangat senang dengan adanya rencanan perpanjangan runway dan perluasan area Bandara Sam Ratulangi. Akses yang makin bagus ini pasti bisa menambah angka kunjungan wisman dan wisnus ke wilayah kami,” papar Korah.

Korah optimistis, impact dari pengembangan Bandara Sam Ratulangi mampu meningkatkan pertumbuhan penumpang 10 persen dari jumlah penumpang 2015 yang mencapai 2,5 juta orang.

“Untuk 2016 saya kira akan menjadi kebangkitan dunia pariwisata di Sulut. Saya hitung-hitung jumlah penumpang minimal akan naik dua digit,” jelasnya. Menpar Arief Yahya berharap 3A di Manado segera berbenah, yakni Atraksi, Akses dan Amenitasnya. Penambahan panjang runway itu adalah bentuk penyempurnaan akses, sehingga pesawat berbadan lebar seperti Airbus A-380 bisa landing di Sam Ratulangi.

“Manado itu sudah cukup populer di Tiongkok. Penerbangan menuju Manado juga lebih dekat diakses dari China Daratan. Karena itu, kalau 3A nya sudah kuat, kita akan promosikan besar-besaran,” jelas Arief Yahya.

Bagi wisatawan bahari, kata dia, Manado sebenarnya juga sudah punya pamor. Mereka punya Bunaken dan Selat Lembeh di Bitung, sekitar 1 jam dari ibu kota Sulut itu. “Wisata Bahari bisa berkembang di Manado,” katanya. Hampir setiap tahun, terutama saat Imlek, banyak charter flight ke Manado. Jadi sudah cukup dikenal di sana. (**/Amas)

iklan1