Tag: harley mangindaan

VaS Christal untuk Manado Hebat

Vanda Sarundajang dan Christian Talumepa (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pilwako Manado mulai memanas dengan masuknya sejumlah anak mantan Gubernur untuk maju bertarung di Pilwako 2020. Sejumlah kalangan mulai ramai membicarakan sosok seperti Harley Mangindaan, Taufik Tumbelaka, Jefry Rantung, Inggrid Sondakh dan Vanda Sarundajang.

Namun nama terakhir cukup memiliki kans karena nama besarnya tak lepas dari sukses orang tua dalam memimpin Sulut dan Kota Manado. Apalagi jika anggota DPR RI ino dipasang dengan sosok birokrat yang semakin kental dibicarakan, Christiano Edwin Talumepa. VaS Christal merupakan singkatan dari kedua sosok yang dinilai sesuai menjadi pemimpin ibukota Sulawesi Utara.

Secara bentuk VaS Christal merupakan benda yang berharga dan antik. Sementara itu Pengamat Politik dan Pemerintahan Unsrat DR Ferry Liando beberapa waktu lalu kepada media ini  menyatakan keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya dirasakan oleh pemimpin itu pada saat menjabat.  Namun dampaknya akan bermanfaat ketika pemimpin itu tidak menjabat lagi.

“Jika pemimpin itu berhasil maka akan berdampak kepada kerabat yang ada di dekatnya. Di AS keluarga Bush begitu gampang mendapatkan jabatan dikarenakan kesenangan masyarakat AS terhadap Bush senior. Di Indonesia, Megawati pernah terpilih menjadi Presiden karena simpati publik terhadap Soekarno sebagai pejuang dsn pendiri bangsa. Jika para pemimpin di Sulut berhasil dan menuai simpati publik maka akan berdampak pula pada kerabat-kerabatnya. Sehingga jika ada kerbat pemimpin yang disukai itu mencalonkan diri pada jabatan publik yang dipilih langsung maka akan sangat diuntungkang jadi jika ada anak-anak penjabat di Sulut tampil mencalonkan diri maka prestasi orang tuanya akan sangat menentukan,” tegas Aktivis Unsrat dan Senior GMKI Manado ini.

Lanjut Liando, jika prestasi orang tuanya buruk pada saat memimpin daerah ini maka akan sulit bagi anak-anaknya untuk bersaing. Biasanya dosa-dosa politik orang tua, menjadi penghambat bagi anak-anaknya untuk berkompetisi. Liando pun berharap ini jadi pelajaran buat para politisi.

Jika ingin mewariskan sesuatu kepada anak cucu maka berusaha menjadi pemimpin yang baik. Jika dalam kepemimpinan memiliki prestasi baik maka dampak politiknya adalah akan bermanfaat secara langsung bagi generasi penerusnya dalam kesempatan meraih kekuasaan politik. (Cat)

Anak Mantan Gubernur Dirindukan Pimpin Manado

Taufik Tumbelaka (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pilwako Manado mulai diramaikan sejumlah nama pejabat Pemprov Sulut seperti Roy Mewoh, Chres Talumepa, Edison Humiang, HTR Korah melihat dari hasil Pilkada Minahasa dan Sitaro dimana dua birokrat senior maju dan menang, namun itu merupakan motivasi bagi sejumlah anak mantan Gubernur untuk maju bertarung di Pilwako Manado.

Saat ini sejumlah nama mantan anak Gubernur mulai ramai dibicarakan seperti Harley Mangindaan, Taufik Tumbelaka, Jefry Rantung, Inggrid Sondakh dan Vanda Sarundajang memiliki kans dan simpati di Sulut khususnya Kota Manado karena nama besar mereka tak lepas dari suksesnya orang tua mereka memimpin Sulut.

Taufik Tumbelaka saat ditanya menegaskan siapa takut, sementara Harley Mangindaan menyatakan saat ini yang paling penting komunikasi enak dengan semua orang  dan enjoy. Sementara itu Pengamat Politik dan Pemerintahan Unsrat DR Ferry Liando menyatakan keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya dirasakan oleh pemimpin itu pada saat menjabat. Namun dampaknya akan bermanfaat ketika pemimpin itu tidak menjabat lagi.

“Jika pemimpin itu berhasil maka akan berdampak kepada kerabat yang ada di dekatnya. Di AS keluarga Bush begitu gampang mendapatkan jabatan dikarenakan kesenangan masyarakat AS terhadap Bush senior. Di Indonesia, Megawati pernah terpilih menjadi Presiden karena simpati publik terhadap Soekarno sebagai pejuang dsn pendiri bangsa. Jika para pemimpin di Sulut berhasil dan menuai simpati publik maka akan berdampak pula pada kerabat-kerabatnya,” ujar Liando.

”Sehingga jika ada kerbat pemimpin yang disukai itu mencalonkan diri pada jabatan publik yang dipilih langsung maka akan sangat diuntungkang jadi jika ada anak-anak penjabat di Sulut tampil mencalonkan diri maka prestasi orang tuanya akan sangat menentukan,” tegas Aktivis Unsrat dan Senior GMKI Manado ini.

Lanjut Liando, jika prestasi orang tuanya buruk pada saat memimpin daerah ini maka akan sulit bagi anak-anaknya untuk bersaing. Biasanya dosa-dosa politik orang tua, menjadi penghambat bagi anak-anaknya untuk berkompetisi. Liando pun berharap ini jadi pelajaran buat para politisi. Jika ingin mewariskan sesuatu kepada anak cucu maka berusaha menjadi pemimpin yang baik.

Jika dalam kepemimpinan memiliki prestasi baik maka dampak politiknya adalah akan bermanfaat secara langsung bagi generasi penerusnya dalam kesempatan meraih kekuasaan politik. (Cat)

Ai Meng’Christal, Aling ‘Kuda Hitam’

Christian Talumepa dan Harley Mangindaan (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Sejak diperkenalkan Christiano Talumepa di media sosial sebagai calon pemimpin Kota Manado, kini mulai ramai diperbincangkan netizen sosok pendampingnya. Beberapa nama langsung ditawarkan oleh netizen sebagai calon pasangan Talumepa, antara lain Harley Mangindaan, Hanny J Pajow, dan Jackson Kumaat.

Selain ketiga nama di atas, nama Hengky Gerungan, Bobby Daud dan Amir Liputo pun digadang-gadang merupakan calon yang pas untuk membuat langkah perubahan yang Bening, Bersih dan Transparan. Namun, seorang netizen Fanny Tampi Monintja berujar agar keterwakilan etnis Nusa Utara berhak dipertimbangkan untuk mendampingi birokrat muda dan penuh talenta Sulawesi Utara.

Monintja mengusulkan nama Daniel F Aling sebagai calon pendamping yang mewakili etnis Sangihe, Sitaro dan Talaud yang berdomisili di ibukota Provinsi Sulawesi Utara. Dan hasil sementara nama Harley ‘Ai’ Mangindaan pun lebih meng’Christal sebagai sosok yang layak mendampingi gerak langkah Talumepa menuju Manado Hebat.(Cat)

Komite Pemilihan Kongres PSSI Sulut Sahkan JAWK dan PN Calon Ketua

Komite Pemilihan tampil kompak (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Akhirnya terungkap sudah berbagai manuver sejumlah bakal calon Ketua Asprov PSSI Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (13/12/2017) bertempat di Sekretariat pendaftaran PSSI Sulut, Komite Pemilihan secara resmi menyampaikan dua nama calon Ketua PSSI Sulut yang dipastikan bertarung di Kongres Luar Biasa (KLB), Senin (18/12/2017) mendatang.

Menurut Agus Mawu, Ketua Komite Pemilihan, pihaknya telah menetapkan dua nama calon Ketua PSSI Sulut. Hal itu diputuskan berdasarkan surat dukungan dari para voters (pemilih). Agus berharap pelaksanaan Kongres yang dilaksanakan di Hotel Sutan Raja Kotamubagu diikuti 39 voters, dengan dua calon Wakil Ketua PSSI Sulut.

”Sore ini kami secara resmi menyampaikan bahwa dua bakal calon Ketua PSSI Sulut resmi ditetapkan sebagai calon Ketua, diantaranya yaitu Bung Jackson Andre William Kumaat (JAWK) dan Paulus Nelwan (PN). Kongres nanti dilaksanakan di Kotamubagu, dengan 39 voters. Sementara itu, dua calon Wakil Ketua PSSI Sulut yang disahkan adalah Bung Harley Mangindaan bersama Bung Hengky Kawalo,” ujar Agus didampingi Farid Suma, Imran Tegela, dan Boy Paparang, masing-masing sebagai Wakil Ketua serta anggota Komite Pemilihan. (Amas)

Bang HARLEY MANGINDAAN: Narkoba dan Korupsi Musuh yang Menghantui Pemuda

Dr Harley Mangindaan (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Menyongsong Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017, Harley AB Mangindaan tokoh muda Sulawesi Utara (Sulut) yang juga Mantan Wakil Wali Kota Manado ini ikut memberikan pendapatnya terkait apa yang perlu dihindari dan dilakukan para pemuda Kota Manado dalam rangka mewujudkan peradaban dunia yang berkualitas dan humanis.

Narkoba dan korupsi adalah dua dari begitu banyaknya musuh yang terus menghantui generasi muda sekarang. Kalau pemuda Indonesia tidak produktif, dipertanyakan eksistensi bangsa Indonesia pada 50 tahun kemudian,” ujar Bang Ai Mangindaan, begitu Harley akrab disapa, saat diwawancarai Suluttoday.com, Senin (9/10/2017).

Tidak hanya itu, Bang Ai juga menyarankan para generasi muda di Kota Nyiur Melambai untuk peduli terhadap kondisi sosial disekitarnya, dan melakukan aktivitas-aktivitas yang positif. Karena bagi Bang Ai, spirit Hari Sumpah Pemuda tidak sekedar dirayakan secara seremonial, lalu substansinya yaitu perubahan dari kebiasaan-kebiasaan pemuda yang negatif ke kebiasaan yang positif gagal dilakukan secara baik.

”Substansinya saya mengajak generasi muda di daerah ini untuk melakukan hal baik, mengingatkan diri saya juga untuk kita sama-sama menjauhkan diri dari aktivitas yang merugikan kita sendiri. Ayo jangan sentuh Narkoba dan jangan membiasakan diri dengan budaya korupsi, pelihara semangat Sumpah Pemuda dengan memulai disiplin, mengasah diri agar menjadi generasi muda yang progresif, cekatan, briliant cara berfikirinya, berintegritas dan peduli antar sesama. Dengan begitu, harkat dan nama baik pemuda, kemudian masa depan yang cemerlang akan kita raih,” tutur Bang Ai Mangindaan. (Amas)

iklan1